Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Kangen


__ADS_3

Setelah itu, Riska pun pergi dari ruangan Damar. Ia meninggalkan Damar dan Rayhan di dalam ruangan. Namun saat Ia keluar dari ruangan, Ia melihat ada Putri sedang duduk di kursi rumah sakit. Putri menatap nya dengan tatapan yang sinis, lalu Putri bangun dari tempat duduk nya. Ia berjalan menghampiri Riska.


"Gue kasih tau ya mbak Riska, mendingan lu gak usah deh buang buang tenaga lu buat dateng lagi ke sini, karna percuma. Soal nya kedatangan lu tuh gak di harepin sama mas Damar, ngerti!" ucap Putri ketus lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Damar.


Riska pun hanya terdiam sembari mengepal kencang kedua tangan nya ketika Putri mengatakan hal itu pada nya. Lalu Ia pun langsung bergegas pergi dari rumah sakit dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


..


Di tempat berbeda dan di waktu yang sama. Alena sedang merapihkan satu persatu bahan gado gado yang masih tersisa di atas meja. Saat tengah sibuk merapihkan semua nya, tiba tiba saja ada panggilan masuk di ponsel nya. Ia pun mengecek panggilan itu, ternyata Tiara yang menghubungi nya.


"Kenapa, Ra?" tanya Alena sembari merapihkan bahan gado gado.


πŸ“ž"Lu ada di mana, Na? gue mau ke rumah lu nih sekarang!" ucap Tiara


"Ya gue ada di rumah lah, emang nya ada apa'an si, Ra?" tanya Alena lagi


πŸ“ž"Lu gak pengen jengukin Damar apa Na? Dia kan masih di rawat di rumah sakit, udah lama nih kita gak ngeliat Dia, kesono yuk!" ajak Tiara


Lalu Alena terdiam sebentar, sebenarnya Ia ingin sekali menjenguk Damar. Namun Ia sudah berjanji pada ibu nya kalau Ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Damar karena masalah pembatalan pertunangan nya dengan Damar waktu itu yang di batalkan oleh ibu nya Damar.


πŸ“ž"Na, Alena? lu masih di situ kan? kok diem bae si lu, jadi gimana? lu mau jengukin Dia kan?" tanya Tiara lagi yang membuyarkan lamunan Alena.


"Emm... kayak nya gue gak bisa deh, Ra. Lu tau kan kalau hubungan gue sama Damar udah berakhir, jadi mendingan lu aja gih yang jengukin Dia!" ucap Alena


πŸ“ž"Lah? kok jadi gue si yang jengukin Damar?. Na, biar gimana pun juga Damar itu pernah ada dalam kehidupan lu loh, lu jengukin Dia gak usah mandang kalo Dia itu mantan lu atau apa kek, udah pokok nya gue ke rumah lu sekarang!" ucap Tiara yang langsung memutuskan panggilan telepon nya.


Alena pun terdiam sembari berjalan masuk ke dalam kamar nya, lalu Ia duduk di dekat jendela kamar nya yang pendek sembari memikirkan perkataan Tiara barusan.


"Ya Allah... gue harus gimana sekarang? gue gak boleh ngelanggar janji gue sama mamah, tapi gue juga pengen banget ketemu sama Damar!" (ucap batin Alena).


Tak lama kemudian, ibu Retno masuk ke dalam kamar Alena tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu hingga membuat Alena langsung menoleh ke arah ibu Retno. Ibu Retno pun berjalan menghampiri Alena lalu duduk di samping nya.


"Kamu kenapa, Ndok?" tanya ibu Retno sembari mengusap kepala Alena.

__ADS_1


Alena pun tidak menjawab, Ia hanya menatap ke arah ibu Retno sebentar lalu Ia kembali menundukan kepala nya di depan ibu Retno. Sikap Alena membuat ibu Retno merasa curiga pada nya, sebenar nya Ia tahu kalau Alena pasti sedang memikirkan sesuatu hal, namun Alena enggan untuk mengatakan nya.


"Kalo ada apa apa tuh ngomong, Alena. Jangan di pendem sendirian di dalem hati, ada apa sebener nya? cerita sama mamah!" ucap ibu Retno


"Mah, mamah inget gak waktu motor Alena ketimpa pohon beringin besar di halte?"


"Iya, mamah inget. Emang kenapa?"


Lalu Alena langsung menceritakan semua kejadian yang sebenar nya pada ibu nya soal pertemuan nya dengan Damar di halte. Ia juga menceritakan soal kecelakaan yang tengah di alami oleh Damar pada ibu nya. Setelah mendengar cerita Alena, ibu Retno pun terkejut.


"Astagfirullahal adzim, jadi sekarang Damar masih di rawat di rumah sakit karna kecelakaan?" tanya ibu Retno yang masih terkejut


"Iya mah, jadi sebenernya tuh waktu itu diem diem Alena jengukin Damar di rumah sakit, padahal kan Alena udah janji sama mamah kalo Alena gak akan pernah ketemu lagi sama Damar, tapi Alena malah ngelanggar janji, maafin Alena mah!" ucap Alena


Lalu ibu Retno tersenyum pada Alena "iya Ndok, gak apa apa. Malahan kalo kamu cerita sama mamah dari awal pasti mamah bakalan ngijinin kamu trus pasti mamah juga ikut jengukin Damar di rumah sakit!" ucap ibu Retno.


Alena tersenyum sembari memeluk ibu Retno "makasih mah..."


Beberapa menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah yang di selingi dengan ucapan salam. Ibu Retno pun langsung bergegas keluar dari kamar Alena untuk membukakan pintu rumah nya.


"Bu, Alena nya ada?" tanya Tiara sembari berjalan masuk ke dalam


"Ada kok, bentar ya..." ucap ibu Retno beranjak bangun dari duduk nya lalu mengetuk pintu kamar Alena sembari memanggil nama nya. Lalu Alena pun keluar juga dari kamar nya.


"Kenapa, Mah?"


"Ada Tiara tuh di luar, nyari in kamu!"


"Iya, Mah..." ucap Alena lalu berjalan menuju ke ruang tamu untuk bertemu dengan Tiara.


"Kenapa, Ra?"


"Ayo Na, kita jenguk Damar sekarang!" ucap Tiara

__ADS_1


Lalu pandangan mata Alena mengarah ke arah ibu Retno, Ia terlihat seperti meminta izin pada ibu nya lewat kode mata nya. Lalu ibu Retno pun tersenyum pada Alena sembari menganggukan kepala nya sebagai tanda kalau Ia mengizinkan Alena untuk menjenguk Damar di rumah sakit.


Karena sudah mendapatkan izin dari ibu Retno, Alena dan Tiara pun langsung bergegas pergi menuju ke arah rumah sakit untuk menjenguk Damar. Sesampai nya di rumah sakit, Alena dan juga Tiara langsung mengarah ke arah ruangan Damar, namun ternyata Damar baru saja keluar dari ruangan nya.


Alena dan Tiara pun langsung bergegas mencari cari Damar. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya Alena dan Tiara menemukan Damar juga. Alena dan Tiara melihat Damar sedang berdiri bersama dengan Putri, mereka berdua seperti sedang menunggu jemputan di dekat warung.


"Damar!" pekik Tiara dan langsung berlari menuju ke arah Damar sembari menarik tangan Alena.


Damar pun langsung menoleh ke arah sumber suara, Ia dan Putri tersenyum ketika melihat kedatangan Alena dan Tiara. Lalu Damar berjalan dengan perlahan lahan untuk menghampiri Alena yang tengah berlari menuju ke arah nya. Setelah itu, Alena berdiri tepat di depan Damar. Ia menatap Damar sembari tersenyum.


"Alena!" ucap Damar


"Maaf ya Dam, gue jenguk nya telat!" ucap Alena


Damar pun tersenyum "gak apa apa sayang ku, itu berarti kamu masih sayang dan juga peduli sama aku kan? bukti nya aja kamu bela belain dateng ke sini buat liat kondisi aku!" ucap Damar tersenyum


Alena gugup "eng.. enggak, siapa bilang!" jawab Alena. "Aku dateng ke sini tuh karna ajakan Tiara tau, dan rasa kemanusian ku aja kok, bukan maksud apa apa. Jadi jangan kepedean dulu!"


"Bo'ong banget lu, Na!" sahut Tiara meledek. "Dam, lu tau gak? sebener nya Alena tuh kangen banget sama lu, tapi Dia gengsi tuh!" sambung nya lagi lalu tertawa


"Ih.... apaan sih, siapa juga yang bilang kangen? fitnah itu!" ucap Alena mengelak lalu menoleh ke arah Damar.


"Damar, lu kan sekarang udah sehat, yaudah kalo gitu gue mau balik aja sekarang!" sambungnya lagi sembari beranjak pergi namun tiba tiba saja Damar langsung menarik tangan Alena lalu memeluk nya hingga membuatnya sedikit terkejut.



"Damar..."


"Ssttt.... diem Alena!" tukas Damar. "Aku mau meluk kamu sebentar doang kok Na, buat ngilangin rasa kangen aku aja sama kamu, soal nya kan udah lama kita gak ketemu, jadi nya aku kangen banget sama kamu!" ucap Damar


Alena pun terdiam di tempat, Ia tidak melakukan perlawanan seperti biasa nya. Lalu Tiara dan Putri pun ikut terkejut juga ketika melihat pemandangan mesra itu. Dengan cepat Tiara langsung menutup kedua mata Putri dengan telapak tangan nya.


"Bocil di larang liat!" ucap Tiara sembari menutup kedua mata Putri lalu tertawa

__ADS_1


Putri pun berusaha melepaskan tangan Tiara yang masih menutupi mata nya. "Ah... mbak Tiara, Putri kan udah gede tau. Sayang banget kan kalo Putri gak di liat pemandangan langka ini!" ucap Putri.


__ADS_2