Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Terungkap


__ADS_3

"Ya Allah berikan lah kesembuhan untuk Damar, Alena sayang sama Damar, Alena mohon ya Allah..." (ucap batin Alena).


Selesai sholat, Alena dan Putri langsung bergegas menuju ke ruangan Damar. Namun ketika tiba di ruangan, Alena melihat Riska yang tengah duduk di atas kursi ruangan bersama dengan Tiara dan juga Rifki. Lalu Riska menoleh ke arah Alena, namun Alena menatap nya dengan tatapan yang sinis.


"Ra, pulang yuk udah mulai malem!" ucap Alena. "Lagian kan udah ada yang jagain Damar di sini!" sambung nya lagi sembari melihat ke arah Riska.


"Emm... yaudah deh, yuk!" ucap Tiara sembari berjalan bersampingan dengan Alena. Namun tiba tiba saja...


"Mbak Alena!!" pekik Putri yang langsung berlari mengejar Alena lalu memeluk nya hingga membuat Alena sedikit terkejut.


"Put, kamu kenapa?" tanya Alena


"Mbak Alena jangan pulang, temenin Putri aja ya di sini?" ucap Putri. Lalu Alena menoleh ke arah Tiara, mereka berdua saling beradu pandang.


"Putri, mbak harus pulang sekarang, lagian juga kan mas kamu udah ada yang jagain, tuh mereka semua kan temen temen mas kamu juga!" ucap Alena


Putri menoleh ke arah Riska dan juga Rifki "Em... yaudah deh, makasih ya mbak udah mau dateng ke sini jenguk mas Damar!" ucap Putri tersenyum. "Oh iya, mbak Alena sama mbak Tiara hati hati ya di jalan..."


"Iya sayang ku..." jawab Tiara sembari mencubit pipi Putri.


Sementara Alena, Ia hanya tersenyum sembari menganggukan kepala nya saja. Setelah itu, Ia dan Tiara langsung berjalan pergi keluar dari rumah sakit. Putri hanya terdiam sembari memperhatikan Alena dan Tiara dari kejauhan.


"Ya Allah... persatukan lah mas Damar sama mbak Alena, aamiin..." (ucap batin Putri).


Lalu tiba tiba saja Riska datang menghampiri Putri, Ia menepuk pelan pundak Putri hingga membuat nya tersadar dari lamunan nya lalu Putri menoleh ke arah Riska dengan tatapan jutek.


"Putri, kamu ngapain di sini?" tanya Riska tersenyum


"Mau ngapain kek, kepo banget lu!" jawab Putri ketus sembari berjalan pergi meninggalkan Riska lalu duduk di samping Rifki.


Riska pun langsung terdiam sembari mengepalkan kedua tangan nya, Ia menghela nafas dengan kasar. Sebenarnya Ia kesal dengan ucapan Putri, namun Ia berusaha untuk menahan amarah nya. Ia tidak mau kemarahan nya pada Putri akan mempengaruhi hubungan nya dengan Damar.

__ADS_1


"Sabar Riska... sabar... Dia masih bocil, jangan di masukin ke ati omongan nya, kalo bukan adek nya Damar mah udah gue tempeleng lu!" (ucap batin Riska).


Setelah itu, Riska berjalan ke ruangan Damar. Ia mengintip dari balik kaca pintu ruangan, Ia pun memperhatikan Damar yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


Lalu Riska melihat tangan Damar sedikit bergerak. Ia pun langsung berteriak memanggil dokter hingga membuat Putri dan Rifki langsung berlari ke arah ruangan Damar untuk melihat kondisi Damar. Dan ternyata benar, Damar sudah mulai sadar.


Tak lama kemudian, Dokter pun datang dan langsung masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Damar. Akhir nya Damar benar benar sadar, kondisi nya juga sudah mulai membaik. Namun masih belum pulih sepenuh nya.


Putri pun senang ketika melihat kakak nya sudah sadar dan kondisi nya juga mulai membaik. Ia pun langsung menghubungi kedua orang tua nya untuk memberitahukan kondisi Damar. Lalu kedua mata Damar mengitari area sekitar ruangan.


"Ini gue di mana? kok gue bisa ada di sini?" tanya Damar


"Mas Damar ada di rumah sakit sekarang, kemarin tuh mas abis kecelakaan tau trus tangan mas patah sedikit!" jawab Putri


Damar langsung melihat kondisi tangan nya, lalu Ia berusaha untuk bangun dari rebahan nya. Dengan sigap Rifki pun membantu Damar untuk duduk


"Mas, tau gak? tadi kan mbak Alena dateng kesini buat jenguk mas Damar!" ucap Putri


"Udah pulang dari tadi, Dam!" jawab Rifki


"Apa? udah pulang?"


"Iya mas Damar!" jawab Putri. "Tadi kan mbak Alena sama Putri abis sholat bareng di mushola, kayak nya mbak Alena doain mas tau!"


Lalu Damar terdiam, Ia tersenyum sendiri ketika mendengar perkataan adik nya. Dan tak lama kemudian, kedua orang tua nya Damar datang, mereka langsung masuk ke dalam ruangan Damar.


"Damar, gimana keadaan kamu?" tanya ibu Asih sembari mengusap lembut kepala Damar.


Damar menatap ke ibu nya dengan tatapan yang dingin, Ia tidak suka dengan kehadiran ibu dan bapak nya. Apa lagi jika Ia mengingat kembali soal pertunangan nya dengan Alena yang sudah di batalkan begitu saja oleh ibu nya, makin membuat nya jadi kesal. Ia pun langsung menampis tangan ibu nya.


Sikap Damar telah membuat ibu Asih sedikit terkejut, begitu juga dengan orang orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Lalu pak Joko menyuruh Rifki, Riska dan Putri untuk keluar dari ruangan Damar. Mereka semua pun keluar dari ruangan Damar meninggalkan ibu Asih dan Damar di dalam ruangan.

__ADS_1


"Damar, kenapa sikap kamu kayak gitu si sama ibu?" tanya ibu Asih


"Ibu? kalo emang ibu adalah ibu nya Damar, seharus nya ibu tuh gak egois, ibu lebih mentingin diri ibu sendiri daripada perasaan anak ibu ini?" ucap Damar kesal


"Damar, kamu kok tega si ngomong begitu sama ibu?" tanya ibu Asih


"Damar tega? tegaan mana sama ibu? ibu sadar gak sih, ibu tuh udah ngancurin hubungan Damar sama Alena bu!" ucap Damar.


"Kamu berani ya ngomong begitu sama ibu? ini pasti gara gara Alena karna Dia udah bikin kamu jadi berani sama ibu nya sendiri?" ucap Asih


"Bu, ini semua bukan gara gara Alena, tapi karena keegoisan ibu sendiri, jadi berhenti nyalahin Alena. Dia gak salah apa apa bu, Damar sayang sama Alena!" sambung nya lagi.


"Damar, ibu cuma gak mau masa depan kamu jadi ikut suram kayak bapak nya Alena yang ada di penjara itu!"


"Bu, sebenernya ibu dapet informasi itu dari mana? kok ibu bisa tau kalo bapak nya Alena ada di penjara? siapa tau aja informasi itu palsu, iya kan!" ucap Damar.


"Gak mungkin palsu, orang ibu dapet informasi nya dari Riska, Dia yang udah ceritain semua nya sama ibu tau!" ucap ibu Asih


"Apa? Riska?" ucap Damar terkejut.


"Iya..."


Damar pun terdiam, Ia tidak menyangka bahwa ternyata Riska bisa berbuat jahat seperti itu pada nya. Ia baru tahu kalau selama ini Riska lah dalang dari kehancuran hubungan nya dengan Alena.


"Riska! gue bakal buat perhitungan sama lu nanti, tunggu pembalasan gue!" (ucap batin Damar).


"Damar..." ucap ibu Asih sembari memegang bahu Damar hingga membuat lamunan nya membuyar.


"Bu, Damar mau istirahat!" ucap Damar sembari merebahkan tubuh nya lalu membelakangi ibu Asih.


Ibu Asih pun terdiam ketika melihat sikap dingin dari putra nya itu pada nya, lalu Ia berjalan pergi dari ruangan Damar, Ia membiarkan putra nya untuk beristirahat.

__ADS_1


"Ya Allah... apa sikap ku sama Alena udah berlebihan ya? . Ya Allah berikan lah hamba petunjuk agar menuju jalan yang benar..." (ucap ibu Asih).


__ADS_2