Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Pembatalan


__ADS_3

Dengan cepat Alena langsung mengalihkan pandangan mata nya ke arah lain, wajah nya mengeluarkan semburat kemerahan karena sedang menahan rasa malu nya di tatap oleh Damar dengan jarak yang cukup dekat. Damar tersenyum ketika melihat raut wajah Alena yang terlihat memerah.


"Na, kamu kenapa?" tanya Damar


"Hah? engga! aku gak kenapa napa kok!"


"Yaudah kalo gitu aku keluar bentar ya, aku mau beli air minum dulu buat kamu, dan inget! jangan macem macem!" peringatan Damar


"Iya bawel!"


Damar pun tersenyum lalu pergi dari hadapan Alena. Dari kejauhan Alena hanya memperhatikan punggung belakang Damar yang terlihat tegap dan berotot, karena pada saat itu Damar hanya memakai kaos hitam tanpa lengan dan celana Boxer pendek.


"Ya Allah... gagah nya pacar gue, hmm... bentuk badan nya aja mantap dah!" (ucap batin Alena).


Alena tersenyum dengan sendiri nya ketika melihat tubuh Damar. Ia merasa seperti terkagum kagum akan keindahan bentuk tubuh Damar yang terlihat proporsional. Lalu Alena kembali mencoba alat kesehatan fisik lain nya yang ada di tempat Gym tersebut.


Tak lama kemudian Damar datang, kedua mata nya menatap tajam ke arah Alena. Ia melihat Alena sedang mengobrol dengan salah satu pelatih di sana. Damar pun segera menghampiri kekasih nya itu, rupa nya Alena sedang di ajari oleh pelatih tersebut untuk menggunakan alat fitnes dengan benar.


"Alena!" panggil Damar sembari memberikan sebotol air mineral pada nya.


Alena pun menoleh ke arah nya sembari menerima air mineral itu. Lalu Damar memperhatikan bentuk tubuh pelatih yang berada di samping nya. Harus di akui bahwa memang bentuk tubuh pelatih itu jauh lebih besar dan berotot daripada bentuk tubuh milik nya.


Pelatih itu langsung menjelaskan semua alat alat kesehatan fisik yang ada di sana beserta manfaat nya bagi tubuh. Damar dan Alena hanya diam sembari mendengarkan penjelasan dari pelatih tersebut. Setelah menjelaskan secara detail pada mereka berdua, pelatih itu pun langsung pergi untuk melatih pengunjung yang lain.

__ADS_1


"Gila, bentuk badan nya kenapa bisa berotot gitu ya Dam, keren banget!" ucap Alena sembari menatap pelatih tadi


Damar langsung menatap Alena, Ia terlihat tidak senang dengan perkataan Alena yang terus memuji muji pelatih tadi. Ia pun langsung memasang raut wajah kesal nya di depan Alena.


"Engga! biasa aja, masih bagusan juga bentuk tubuh gue yang berotot!" ucap Damar yang kesal lalu berjalan pergi meninggalkan Alena. Alena pun tersenyum dan langsung segera mengikuti Damar dari belakang. Tak terasa waktu berjalan cepat, mereka berdua pulang bersama sama.


Damar melaju kan motor sport nya dengan cepat, namun hal itu membuat Alena ketakutan. Dengan spontan Alena mencubit bagian pinggang Damar hingga membuat nya meringis kesakitan. Rupa nya itu sebuah tanda peringatan dari Alena bahwa Damar harus melaju kan motor nya dengan pelan. Akhir nya Damar pun menuruti permintaan Alena, Ia melaju kan motor sport nya dengan pelan.


Tak lama kemudian, Alena akhir nya sampai juga di depan rumah nya. Ia di antar pulang oleh Damar, namun Damar hanya mengantar nya sampai depan rumah nya saja, Damar tidak masuk ke dalam rumah Alena karena mengingat waktu nya sudah malam. Ia tidak ingin kekasih nya menjadi bahan gunjingan tetangga nya jika Ia bertamu ke rumah nya malam malam.


"Na, aku langsung pulang aja ya? salam buat ibu kamu nanti!" ucap Damar


Alena menganggukan kepala nya "iyaudah, kamu ati ati ya di jalan, inget! jangan ngebut ngebut!" pinta Alena dengan tegas


"Wa'alaikum salam..."


Setelah itu Damar langsung melaju kan motor nya dan mulai menjauh dari pandangan mata Alena. Ia pun mulai masuk ke dalam rumah, namun saat masuk ke dalam rumah Ia terkejut ketika melihat ibu nya ternyata belum tidur. Seperti nya ibu nya sedang menunggu kedatangan nya. Ia pun menghampiri ibu nya lalu duduk di samping nya.


"Mah, kok mamah belom tidur?" tanya Alena dengan nada pelan sembari memegang tangan ibu nya. Namun ibu Retno hanya terdiam sembari memasang raut wajah yang terlihat sedih. Hal itu membuat Alena jadi bingung dengan ibu nya.


"Mah, mamah baik baik aja kan?" tanya Alena lagi yang mulai kebingungan


Lalu ibu Retno menoleh ke arah nya "Alena, ada hal penting yang mau mamah omongin sama kamu, tapi mamah minta kamu harus kuat dengerin nya!" jawab ibu Retno

__ADS_1


"Maksud mamah apa? sebener nya hal penting apa sih yang mau mamah omongin sama Alena?" tanya Alena bingung


Ibu Retno pun terdiam, Ia tidak tega dan juga tidak sanggup jika harus memberitahukan soal kebenaran nya pada Alena. Namun Ia harus memberitahukan nya pada Alena bahwa rencana pertunangan nya dengan Damar akan segera di batalkan. Ibu Retno pun mulai menangis di depan Alena hingga membuat nya makin kebingungan dengan ibu nya.


"Mah, sebener nya ada apa sih? kenapa mamah nangis? bilang mah sama Alena, bilang!" tanya Alena yang mulai khawatir dengan ibu nya.


"Alena, mulai besok dan seterus nya kamu gak usah ketemu lagi sama Damar, karena pertunangan kamu sama Damar udah di batalin!" ucap ibu Retno sembari menangis


Deg!, seketika jantung Alena terasa berhenti berdetak, Ia terkejut ketika mendengar perkataan ibu nya. tubuh nya gemetaran dan kedua mata nya mulai membendung air mata. Alena tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar oleh nya.


"A...apa? tapi kenapa mah? mamah pasti lagi bercanda kan sama Alena? iya kan mah?" tanya Alena


Ibu Retno pun menggelengkan kepala nya sembari menangis di depan Alena "nggak Alena, mamah gak lagi bercanda sama kamu, mamah serius!"


Lalu Ibu Retno menceritakan semua nya pada Alena. Setelah mendengar cerita dari ibu nya, Alena pun hanya terdiam lalu menangis di depan ibu nya. Ibu Retno langsung memeluk putri nya itu, Ia berusaha untuk menguatkan hati dan perasaan Alena yang tengah bersedih. Ibu Retno pun ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh putri nya itu.


"Hiks...hiks....hiks... mah, kenapa bisa begini? salah Alena apa mah, apa?" ucap Alena yang masih menangis di pelukan ibu Retno.


Lalu ibu Retno mengusap lembut kepala dan rambut Alena "kamu yang sabar ndok, mungkin kamu sama Damar emang gak berjodoh. Allah pasti bakal ngasih jodoh yang terbaik buat kamu, kamu harus bisa ikhlas nerima kenyataan ini, ndok!" ucap ibu Retno yang menasehati putri nya.


Setelah itu Alena masuk ke dalam kamar nya, Ia hanya duduk dan terdiam di atas kasur nya. Ia benar benar tidak percaya dengan perkataan ibu nya, namun memang itu lah kenyataan nya. Suka tidak suka pertunangan ini akan tetap di batalkan.


Lalu tiba tiba saja ponsel nya berdering, ternyata Damar yang menelfon nya. Namun Alena hanya diam sembari memperhatikan layar ponsel nya yang terus berdering di depan nya. Ia enggan untuk menerima panggilan telfon dari Damar. Dengan cepat Alena langsung memutuskan panggilan telfon nya dan segera menonaktifkan ponsel nya lalu mulai tidur.

__ADS_1


__ADS_2