
Sementara itu di luar kantor.
Alena dan juga Tiara sedang duduk di sebuah halte dekat kantor nya, mereka berdua sedang menunggu kedatangan kekasih mereka. Tidak lama kemudian, Damar dan juga Rifki akhirnya datang menghampiri mereka berdua yang tengah duduk di halte.
Setelah itu mereka semua pergi dari halte tersebut. Rifki langsung mengajak Tiara untuk pergi jalan-jalan entah kemana, sedangkan Damar mengajak Alena pergi ke rumah nya untuk bertemu lagi dengan kedua orang tua nya. Ia ingin meresmikan hubungan nya dengan Alena pada kedua orang tua nya.
Saat tiba di rumah Damar, Ia dan juga Alena langsung masuk ke dalam rumah. Terlihat di ruang tamu hanya ada bapak nya Damar dan juga Putri, adik nya Damar. Ibu nya Damar tidak terlihat di sana, karena Ia sedang berada di warung sembako milik nya. Kedatangan Alena di sambut ramah oleh bapak nya Damar.
Putri terdiam ketika melihat kedatangan Alena. Ia hanya memperhatikan Alena yang berjalan masuk ke dalam rumah nya, Ia sedikit bingung dengan wanita yang di bawa oleh kakak nya itu.
Pasalnya selama ini status kakak nya itu jomblo, namun tiba-tiba saja Damar membawa seorang wanita cantik ke rumah. Tentu saja kedatangan Alena membuat nya sedikit terkejut.
"ini kan cewek yang waktu itu pernah dateng kesini jenguk mas Damar, cantik sih... kenapa Dia dateng kesini ya?" (ucap batin Putri).
Lalu bapaknya Damar menyuruh Putri untuk segera memanggil ibu nya. Ia pun segera memanggil ibu nya yang masih berada di warung. Damar dan Alena duduk bersama dengan pak Joko di ruang tamu. Mereka mengobrol dengan seru nya.
Beberapa menit kemudian ibu nya Damar datang. Ia langsung menghampiri pak Joko, Damar, dan juga Alena yang tengah duduk menunggu kedatangan nya di ruang tamu. Setelah kedua orang tua nya sudah berkumpul, Damar langsung memperkenalkan Alena di hadapan mereka. Ia mempertegas status hubungan mereka berdua saat ini.
Kedua orang tua nya Damar tersenyum ramah pada Alena, lalu mereka menceritakan pada Alena bahwa selama ini putra nya itu sering sekali menyebut-nyebut nama diri nya di depan mereka. Damar juga sering sekali menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan diri nya.
Sontak hal itu membuat Damar jadi salah tingkah dan malu pada Alena. Namun Alena tidak mempedulikan hal itu, justru Ia senang ketika mendengar cerita dari orang tua nya Damar. Saat itu Alena hanya terdiam lalu tersenyum pada kedua orang tua nya Damar, Lalu Ia menoleh ke arah Damar.
"oh... jadi selama ini Damar sering ngomongin gue di depan orang tua nya, duh... bikin gue baper aja lu kutil beras!" (ucap batin Alena).
Saat itu raut wajah Damar terlihat jelas sedang menahan malu. Damar pun menoleh ke arah Alena, Ia tersenyum pada nya begitu juga dengan Alena yang ikut tersenyum pada Damar. Setelah itu mereka semua berbincang-bincang dengan seru nya di ruang tamu sampai pada akhirnya ibu nya Damar menanyakan soal ayah nya Alena.
__ADS_1
"Alena, gimana kabar bapak kamu sekarang? sehat?" tanya ibu Asih pada Alena. Sontak hal itu membuat Alena langsung tertegun ketika mendengar pertanyaan dari ibu nya Damar.
Ia bingung harus menjawab apa, karena sudah bertahun-tahun Ia tidak pernah bertemu lagi dengan papah nya, terakhir kali Ia bertemu dengan papah nya itu di kantor polisi dulu sewaktu masih kecil.
"duh... gue harus jawab apa nih? apa gue ceritain aja ya soal bokap gue ke orang tua nya Damar?, tapi gue belom siap buat ngasih tau yang sebenernya!" (gumam batin Alena).
"Alena, kenapa jadi bengong?" tanya ibu Asih lagi sembari menepuk pelan tangan Alena.
"hah? emm... papah..." belum sempat bicara tiba-tiba saja ponsel nya berdering. Seketika Ia pun langsung menghentikan ucapan nya. Rupa nya panggilan telfon tersebut dari ibu Retno, mamah nya Alena. Alena langsung bangun dari duduk nya lalu pergi keluar untuk menerima panggilan telfon tersebut.
"pak, ibu... saya izin sebentar, permisi!" ucap Alena yang meminta izin pada kedua orang tua Damar untuk menerima panggilan telfon tersebut. Lalu kedua orang tua nya Damar tersenyum pada Alena sembari menanggukan kepala nya.
..
π"Alena, kamu ada dimana sekarang? kok tumben belom pulang?" tanya ibu Retno.
"ini mah... sekarang Alena lagi ada di rumah nya Damar, Alena lagi ngobrol sama orang tua nya Damah mah!" ucap Alena. "emang kenapa mah?" sambung nya lagi.
π"oh... engga kenapa-napa si, ada hal penting yang mau mamah omongin sama kamu, apa kamu bisa pulang sekarang ndok?" tanya ibu Retno.
"emm... iya mah bisa!" jawab Alena. "yaudah mah, Alena tutup dulu ya terlfon nya, assalamualaikum..." sambung nya lagi.
π"wa alaikum salam..." saut ibu Retno yang langsung memutuskan panggilan telfon nya.
Alena pun langsung meminta izin untuk pamit pulang pada kedua orang tua nya Damar. Damar pun mengantar Alena pulang.
__ADS_1
..
..
Selama di perjalanan, Alena hanya terdiam di bonceng Damar. Lalu Damar memperhatikan Alena dari kaca spion motor nya. Saat itu raut wajah nya terlihat sedang khawatir, Ia juga seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun entah hal apa yang mengganjal di hati nya. Hingga akhir nya Damar menegur Alena.
"na, kamu kenapa? ada masalah?" tanya Damar sembari menoleh sesekali ke arah belakang.
"engga ada apa-apa kok Dam, udah... kamu nyetir aja ke depan yang bener!" jawab Alena yang mengalihkan pembicaraan. Lalu Damar pun hanya terdiam menuruti perkataan Alena. Sebenar nya Ia sangat penasaran pada Alena.
Damar merasa ada sesuatu hal yang sedang Alena sembunyikan dari nya namun Ia tidak tahu hal apa itu. Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai muncul dalam pikiran nya.
"kenapa gue ngerasa ada sesuatu yang udah di sembunyi'in sama Alena ya? tapi apah?" (gumam batin Damar).
Beberapa menit kemudian, Damar dan juga Alena akhirnya sampai di depan rumah Alena. mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah Alena. Namun kedatangan Damar telah menjadi perhatian dan buah bibir para tetangga Alena yang melihat kedatangan nya.
Mereka pun membicarakan Damar dan juga Alena, pasal nya selama ini Alena tidak pernah membawa pria masuk ke dalam rumah nya. Karena merasa sedang di bicarakan oleh tetangga nya, Alena pun tidak ambil pusing. Ia tidak mempedulikan mulut-mulut tetangga nya itu yang sedang membicarakan nya di belakang.
Setelah itu, Damar dan juga Alena langsung duduk di ruang tamu. Kedatangan Damar di sambut baik oleh ibu Retno. Kemudian ibu Retno segera pergi ke dapur untuk menyiapkan teh hangat untuk Damar. Lalu Damar menoleh ke arah Alena yang sedang duduk di samping nya. Ia menatap Alena dengan lekat.
Menyadari akan hal itu, Alena pun menoleh juga ke arah Damar, Ia menatap Damar. Damar langsung membelai lembut kepala dan rambut Alena, namun hal itu hanya berlangsung sebentar saja. Ibu Retno tiba-tiba saja datang dan langsung berdehem di depan mereka berdua hingga membuat Damar langsung menghentikan aksi nya itu.
"sabar Damar, nanti kalo udah sah jadi suami nya Alena tuh baru kamu bebas ngelakuin hal itu!" ucap ibu Retno yang tersenyum pada Damar karena sudah memergoki nya sedang membelai lembut rambut Alena. Lalu ibu Retno meletakan nampan yang berisi teh hangat dan cemilan untuk Damar.
Damar pun tersenyum pada ibu Retno "i... iya bu maaf, hehe..." ucap singkat Damar yang sedang menahan rasa malu. Alena pun terdiam sembari tersenyum melihat ke arah Damar, Damar pun menoleh ke arah Alena. Ia menjadi salah tingkah ketika di tatap oleh Alena.
__ADS_1