Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Lalu Alena pulang ke rumah dengan menaiki mobil transportasi umum. Sepanjang perjalanan Ia hanya terdiam memikirkan perkataan wanita aneh yang menghubungi nya tadi.


Alena pun mengaktifkan kembali ponsel nya, ternyata ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Damar. Namun Ia mengabaikan hal itu, Ia malah memasukan ponsel milik nya ke dalam tas agar tidak ada yang mengganggu nya lagi.


Tak lama kemudian, Alena pun sampai di jalan dekat rumah nya. Ia turun dari mobil transportasi umum lalu berjalan kaki ke rumah nya. Saat sedang berjalan, tiba tiba saja ponsel nya berdering lagi.


"Ah elah, palingan juga cewek gila tadi yang nelponin gue. Males ah nanggepin nya, bodo amat!" ucap Alena kesal


Sesampai nya di rumah, Alena pun terkejut ketika melihat motor Damar terpakir di dekat jalan rumah nya. "Ini kan motor nya Damar? kenapa bisa ada di sini si? jangan jangan...." Alena langsung mempercepat langkah kaki nya untuk masuk ke dalam rumah nya.


Dan benar saja, kedua mata Alena langsung tertuju pada sosok pria yang sedang berdiri membelakangi diri nya itu.



"Damar!" panggil Alena dari arah belakang hingga membuat Damar langsung menoleh ke arah belakang nya seraya tersenyum.



Damar langsung berjalan menghampiri Alena. "Kamu baru pulang, Na? tadi aku telponin kamu tapi kok gak di angkat angkat si, Na? kan aku jadi khawatir sama kamu!" ucap Damar


"Maafin aku ya Damar, aku gak denger. Soal nya hape aku ada di dalem tas!" ucap Alena beralasan, padahal sebenar nya Ia hanya ingin menghindari wanita aneh yang terus menganggu diri nya itu. "Emang nya ada perlu apa kamu dateng ke sini, Dam?


"Aku mau ngajak kamu makan malem bareng sama ibu dan bapak ku di rumah, abis itu aku juga mau ngajak kamu pergi ke suatu tempat!" ucap Damar


"Pergi ke suatu tempat? ke mana?"


"Masih rahasia dong, masa di kasih tau si ntar jadi gak seru!" ucap Damar lalu tersenyum. "Oh iya, ibu kamu pergi kemana si, Na? kok rumah kamu sepi?"


"Kemaren si Mamah bilang nya mau bantuin masak di acara hajatan tetangga ku yang ada di sana tuh!" ucap Alena seraya menunjuk ke arah acara hajatan yang tak jauh dari rumah Alena.


"Oh gitu, pantesan aja sepi. Yaudah sana kamu mandi trus siap siap, jangan lupa dandan yang cantik ya kan soal nya kita mau pergi sekarang!" ucap Damar lalu menyuruh Alena masuk ke rumah nya


"Tapi Dam-"


"Et, gak ada tapi tapian!" tukas Damar menutup bibir Alena dengan jari telunjuk nya. "Bapak sama ibu udah nungguin kamu loh di rumah, Na. Apalagi si kucrit satu noh, kata nya Dia kangen banget tuh sama kamu, masa kamu tega si gak mau menuhin undangan dari orang tua ku, Na!"


Alena pun terdiam sebentar lalu tersenyum. "Iyaudah deh aku ngalah sama kamu, kalo gitu aku mandi dulu trus siap siap, abis itu baru kita berangkat ke rumah kamu ya?"

__ADS_1


Damar tersenyum. "Nah gitu dong, aku tungguin kamu di sini ya, Na!" ucap Damar lalu duduk di kursi teras depan rumah Alena.


Damar tidak mau masuk ke dalam rumah Alena, karena di dalam rumah Alena tidak ada siapa siapa lagi selain diri nya dan Alena. Ia tak mau menimbulkan fitnah jika ikut masuk ke dalam rumah Alena. Lalu Alena masuk ke dalam rumah nya dan mulai membersihkan diri setelah lelah bekerja seharian. Damar pun menunggu Alena di luar rumah.


Beberapa menit kemudian, Alena keluar dari rumah nya lalu berjalan menghampiri Damar. Damar langsung bangun dari duduk nya seraya tersenyum pada Alena. Saat itu penampilan Alena terlihat sederhana, namun tetap cantik.


"Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu sih? kamu mau aku-"


"Colok?" tukas Damar lalu tertawa dengan geli nya di depan Alena hingga membuat Alena langsung terdiam menatap Damar. "Alena, aku tuh udah apal banget tau sama kata kata mutiara kamu itu!" sambung nya lagi lalu tertawa


Alena pun tertawa lalu memukul lengan Damar. "Dah ah, ayo kita berangkat sekarang!" ucap Alena menarik tangan Damar menuju ke arah motor Damar. Mereka berdua pun akhir nya pergi ke rumah Damar.


...


Sesampai nya di depan rumah Damar, Alena langsung turun dari atas motor. Lalu Damar dan Alena masuk ke dalam rumah, mereka mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah Damar.


Kedatangan Alena membuat Putri senang, Putri pun tersenyum saat menyambut kedatangan calon kakak ipar nya itu. Lalu Damar mengajak Alena untuk duduk bergabung bersama dengan keluarga nya di ruang makan.


Alena langsung menghampiri pak Joko dan ibu Asih, Ia pun mencium punggung tangan kedua orang tua nya Damar. Lalu pandangan mata Alena melirik ke salah satu anggota keluarga Damar yang duduk di samping pak Joko.


Saat itu Putri duduk di samping Alena, Putri memang sangat dekat dengan Alena. Lalu Putri mengambilkan nasi untuk Alena, Ia juga menyiapkan lauk pauk nya untuk Alena. Semua anggota keluarga Damar hanya tersenyum ketika melihat sikap Putri pada Alena.


"Mbak Alena, gimana kabar nya? kenapa gak pernah maen ke rumah si? Putri kan kangen tau!" ucap Putri seraya


Alena pun tersenyum. "Iya alhamdulilah mbak sehat Put, maafin mbak ya soal nya mbak banyak kerjaan di kantor mbak, jadi nya belom sempet maen ke sini lagi deh!" jawab Alena


"Oh gitu, emang nya mbak Alena kerja di mana si?"


"Di-"


"Alena kan kerja nya di kantor JPB, Put. Jadi ya pasti sibuk lah!" tukas Rayhan seraya menyantap makanan nya itu.


Sontak pandangan mata semua anggota keluarga yang berkumpul di ruang makan langsung tertuju pada Rayhan. Kedua orang tua nya Damar pun terlihat bingung, karena perkataan Rayhan barusan seperti menandakan kalau Rayhan itu sudah kenal dengan Alena.


"Kok kamu bisa tau si kalo Alena kerja di kantor Jasa Pengiriman Barang? emang nya kamu udah kenal sama Alena ya, Han?" tanya ibu Asih


Lalu Rayhan melihat ke arah Alena. "Ya kita berdua emang belom kenal si bu Deh, tapi kita berdua pernah ketemu di sana trus ngobrol sebentar deh, ya kan mbak Alena?" ucap Rayhan menatap Alena seraya tersenyum

__ADS_1


Alena pun menatap Rayhan dengan tatapan terkejut nya. "I-iya, kita pernah ketemu di kantor!" jawab Alena


Saat itu pandangan mata Rayhan tak biasa, tatapan mata nya begitu dalam. Seakan akan Rayhan ingin memberitahukan pada semua anggota keluarga nya Damar kalau mereka berdua bukan hanya pernah bertemu saja tetapi pernah berdebat juga karena masalah sepele.


"Oh gitu..." ucap ibu Asih. "Yaudah, ayo di lanjutin makan nya, ngobrol nya bisa nanti kan!" sambung nya lagi


Lalu Damar menatap ke arah Rayhan dengan tatapan mata yang terlihat tak biasa, namun Ia hanya terdiam lalu kembali melanjutkan makan malam nya. Alena pun masih terdiam seraya melihat ke arah Damar. Terlihat jelas di wajah Damar kalau Damar sedang menahan amarah nya.


Salah satu tangan Damar mengepal kencang, Alena pun memegang tangan Damar dengan lembut hingga membuat Damar langsung menoleh ke arah nya. Lalu Alena tersenyum pada Damar, rupa nya pemandangan itu di pergoki oleh Rayhan dan juga Putri.


Putri pun tersenyum ketika melihat kemesraan Damar dan Alena. Namun tidak dengan Rayhan, rupa nya diam diam Ia memperhatikan senyum Alena yang terukir di balik wajah jutek nya itu.


"Hmm... Cantik!" (batin Rayhan).


...


Selesai makan malam, Damar mengajak Alena pergi ke sebuah tempat. Suasana di sana terlihat ramai, orang orang banyak yang datang ke tempat itu. Lalu Damar mengajak Alena untuk duduk di dalam.


"Kita masuk ke dalem aja ya, Na. Soal nya udara di luar dingin banget. Aku gak mau kamu masuk angin!" ucap Damar lalu menggandeng tangan Alena



Alena pun di buat kagum oleh tempat tersebut. Selain menyediakan tempat pecinta kuliner, rupa nya tempat itu juga menyediakan beberapa buku untuk di baca dan juga seni gambar yang di bingkai rapih terpajang di dinding tempat tersebut.


"Wah... tempat nya bagus banget!" ucap Alena kagum


Lalu Damar menoleh ke arah Alena, Ia memperhatikan senyuman di wajah Alena. Ia mengeluarkan ponsel nya lalu mengambil foto Alena.


"Alena, liat sini!" panggil Damar lalu mengambil gambar wajah Alena melalui ponsel nya.



Alena pun langsung menoleh ke arah Damar lalu tersenyum.


Cekrek!


__ADS_1


__ADS_2