
Dulu Nila saat berusia dua tahun dia dibawa bapak dan ibunya merantau di kota Bandung.
Namun nasib buruk menimpa mereka. Tas yang berisi uang serta harga benda dicuri dalam bus yang mereka tumpangi.
Mereka bingung harus tinggal dimana, karena uang sepeser pun sudah raib.
Akhirnya mereka menemukan sebuah surau di dekat Koramil xxx.
****
Selama tiga hari mereka tinggal di surau dekat koramil tersebut.
Dari pagi sampai siang, bapak Nila pergi entah kemana mencari pekerjaan serabutan untuk membeli makanan.
Karena kendala bahasa, yang notabennya bapak Nila orang Jawa dan Bandung berbahasa Sunda, membuatnya sulit mendapat pekerjaan.
Akhirnya bapak menukarkan baju yang mereka miliki dengan makanan.
Hari ketiga, tiba tiba Nila kecil panas, bapak merasa bingung harus bagaimana menolong anaknya.
Ibu hanya menangis sambil menenangkan Nila.
Ternyata selama mereka tinggal di surau, seorang komandan rayon militer Koramil tersebut slalu memperhatikan mereka.
beliau adalah komandan Dadang Supriyatna
Karena merasa empati, komandan Dadang mengajak mereka untuk tinggal di koramil bersama beliau.
Kebetulan pak komandan tinggal sendirian.
istri beliau masih hamil muda yang kedua, sekarang tinggal bersama orangtuanya di jogjakarta.
__ADS_1
Singkat cerita bapak Nila mendapat pertolongan dari komandan Dadang sampai mereka menemukan kontrakan dan pekerjaan di daerah dekat pasar Kiara condong Bandung.
Setelah itu mereka benar-benar berpisah tanpa kabar.
Setiap mengingat kenangan tersebut, mata bapak selalu berkaca-kaca, bersyukur kepada Tuhan karena dipertemukan dengan komandan Dadang.
Nila dan adiknya Kartika slalu di ingatkan bapak, bila ditakdirkan bertemu kembali dengan komandan Dadang mereka harus membalas budi kepada beliau.
Tahun 2010...
Didalam ruang keluarga...
bapak mengenang kejadian itu lagi setiap mereka berkumpul.
"Nak jika bapak sampai mati belum diberi rizki bertemu beliau,
tolong.. carilah beliau dan balas budi lah beliau untuk bapakmu ini" kata bapak sambil mengelus rambut Nila dan Kartika yang saat itu masih asik memijat tangan dan kaki beliau.
"Kalau disuruh nikah sama komandan itu bagaimana mba Nila?" Kartika polos
haha Nila dan bapak tertawa
"Enggak gitu juga kali dek, komandan kan juga udah punya istri, ya kan pak?" Nila
Bapak hanya tertawa dan mengangguk mengiyakan.
"oOww ya nak setelah lulus nanti kamu mau lanjut kuliah, apa mau les masak, kaya tetangga kita itu anaknya Bu Susi, katanya les buat kue Sekarang sudah buka toko roti, ya toh Bu " bapak meyakinkan
"Njih pak rotinya enak-enak loh, kemarin ibu dikasi sama Bu Susi, sambil promosi katanya" jawab ibu dengan logat jawa sambil nimbrung memijat kaki bapak
Nila menggigit bibir bawahnya dan tersenyum tipis
__ADS_1
"Kok diam nak?" Tanya bapak sambil menyeruput kopi
"Emmm anu pak, kalau Nila pingin kuliah gimana pak?" jawab Nila pelan dan harap-harap cemas kalau bapaknya tidak menyetujui.
Bapak melanjutkan menyeruput kopi.
Hal itu membuat Nila mengira-ngira bapak tidak akan setuju dia kuliah
Nila menunduk sambil terus memijat tangan beliau.
Tiba-tiba...
"Mba Nila dapat beasiswa loh pak, kuliah gratis di UNPAD" Kartika bercerita sambil bergelayutan di paha bapaknya, dan mengibas-ibas kan tangannya kecapean
"Yang bener nak?" tanya bapak memandang Nila meyakinkan omongan Kartika
Nila mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya mengiyakan
"Sudahlah pak biar Nila kuliah, lagian gratis toh kuliahnya Nil" ibu meyakinkan
Dalam hati Nila....
Bapak setuju tidak ya??...ya Tuhan aku mohon bapak setuju,,,agar aku bisa mewujudkan impian ku
"Bapak si setuju saja, yang penting Nila bisa jaga diri, jaga martabat dan tidak usah neko-neko" jawab bapak sambil memandang jauh entah apa yg dipikirkan bapak sebenarnya.
tapi Nila cukup lega, yang penting bapak setuju...
yesss...dalam hatinya
☺️
__ADS_1