Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Awan Mendung Kehidupan Nila


__ADS_3

Saat sampai rumah bapak langsung bercerita kepada ibu


Ibu terdiam bingung, sebab suaminya begitu bahagia anaknya akan menikah dengan keluarga terhormat dan orang yang paling bapak rindukan selama hidupnya


Nila baru pulang dari sekolah untuk mengambil berkas beasiswa kuliahnya kelak


Merasa heran melihat bapak tersenyum bahagia dan melamun panjang hingga tidak menyadari kedatangan Nila


"Bapak bahagia sekali, dapat lotre ya pak"gurau Nila


"Hustt,... ngawur, " bapak tersadar dari lamunannya


Ketika Nila mau pergi ke kamarnya, bapak memanggil


" Nila, ada yang mau bapak bicarakan,"


Dalam hati Nila,,,


*A*da apa ya bapak kelihatan serius...


"Sini..."bapak menarik tangan Nila dan mengelusnya lembut


Dengan mulut sedikit terbuka Nila masih bertanya-tanya.


"Tadi bapak bertemu komandan Dadang" bapak tersenyum bahagia dan melanjutkan ceritanya


Nila mendengarkan seksama dan terbawa arus bahagia bapaknya


Tiba tiba seperti mendung gelap menyelimuti Nila saat bapak mengatakan :

__ADS_1


"Komandan meminta bapak untuk menikahkan mu dengan anaknya,... bapak mohon kamu tidak menolaknya...


bapak rasa ini cara membalas budi kebaikan beliau..


bapak mau kamu menerima ini dengan legowo" bapak menatap sayu seperti anak kecil yang meminta belas kasihan kepada ibunya..


Tak terasa air mata menetes di pelupuk mata Nila...tapi dia masih mencoba tersenyum memperlihat gigi gingsulnya namun terasa getir... seperti yang dilihat ibu di balik kelambu dapur


Melihat senyum Nila bapak mengira bahwa ia mau menerima perjodohan ini...


Bapak masuk kamar, tersenyum lebar dan sambil bergumam kecil "calon mantu perwira...ya Tuhan...bahagianya hamba" terdengar Nila dan ibu


Nila masih tertunduk dengan air mata yang masih terus mengalir di pelupuk matanya tanpa mengeluarkan suara


Ibu memeluk Nila, dan tau apa yang dirasakan anaknya, antara bahagia sedih dan kecewa.


Mungkin, bahagia melihat bapak bertemu dengan komandan. Dan sedih karena dia harus menyerahkan diri sebagai alat untuk balas Budi bapaknya kepada komandan. Serta kecewa ketika masa depannya diujung tanduk, karena untuk kuliah dan menjadi dosen dirasa akan pupus dan sirna...


Ibu semakin erat memeluk Nila ketika merasa tubuh Nila bergetar hebat menahan suara tangisnya...


Ibu merasa pilu dengan kondisi anak gadisnya sekarang. Tapi dia tahu suaminya sangat mengidam-idamkan balas Budi ini...


***


Ke esokan harinya Nila berusaha tegar untuk menuruti permintaan bapaknya...


Dia mulai menutup rapat impiannya demi bapak yang disayanginya


Kartika yang baru SMA, sangat menyadari apa yang dirasankan kakaknya...

__ADS_1


Dia tau kakaknya begitu mengimpikan dirinya menjadi dosen.


"Mba...apa aku saja yang menikahi perwira itu" Kartika sambil peluk erak Nila didepan meja belajar mereka.


"Apaan si dek...udah kamu belajar aja yang keras nanti cita-cita mba kamu yang wujudkan ya..." canda Nila sambil mencubit hidung adiknya


Kartika merasa geli dan cemberut...tapi dalam hatinya bertekad akan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kakaknya...


****


Seminggu kemudian bapak mengajak Nila untuk bertemu komandan Dadang dirumahnya


Nila melihat komandan Dadang begitu ramah dan kebapak-an...senyumnya begitu ikhlas dan berwibawa


"saya tidak menyangka Nila yang dulu suka nangis sekarang begitu manis dan ceria" puji komandan


Nila hanya tersenyum sambil memperlihatkan gigi gingsulnya


komandan menunjukan foto anaknya, perwira TNI tersebut


Lelaki itu begitu gagah, tampan,


kulit kuning Langsat, dan ada lesung Pipit dikedua pipinya.


Rambut plontos khas dari seorang TNI tapi menambah kesan menawan...


Abiyan Suprayogi, ya nama lelaki itu...


Nila sesaat merasa tertegun dengan calon suaminya...

__ADS_1


Namun dia juga merasa takut, bagaimana kalau lelaki itu tidak suka dengan nya nanti setelah menikah...


Nila tetap menenangkan dirinya...jika dia orang baik..dia akan bahagia karena menuruti kemauannya bapaknya... Tuhan pasti memberinya kebahagiaan...


__ADS_2