
"Jadi kamu ingin ayah mencarikan mu kesibukan ?" komandan sambil memberi makan ikan koi di kolam belakang
"Iya ayah...lama-lama kalau hanya diam dirumah terasa semakin jenuh" Nila mencari alasan
"Apa rumah ini sangat menjenuhkan?"
"Tidak begitu ayah...hanya saja seperti kurang produktif" tetap mencari alasan
"Hemmm...nanti ayah pikirkan...
kamu sudah tanya Biyan tentang masalah ini?" komandan berganti memberi makan seekor burung jalak Bali didalam kandang.
"Belum" menunduk
"Sebaiknya kamu tanya Biyan dulu"
"Iya ayah"
Komandan
Anda tidak tahu bagaimana sakitnya hati ku kalau harus berlama-lama bersama anak anda
teringat terus kejadian itu..
batin Nila
"Saran ayah Kamu tanya Biyan, nanti malam setelah Vina datang, ayah akan meminta pendapatnya untuk kesibukan mu"
Nila mengangguk,
Seperti nya komandan sangat percaya dengan Vina
"Kalau begitu saya permisi ayah.."
Tanya Biyan??..
lihat wajahnya saja benar-benar mengingatkan begitu bodohnya aku, dengan mudahnya jatuh cinta
dan mudahnya dihianati didepan mata.
Tuhan....
tolong aku..
***
"Kemana si Nila...aku cari dikamar tidak ada, lantai bawah tidak ada..."
Biyan sambil menyusuri tiap ruangan
Tak lama Nila muncul dari pintu belakang
"Lah itu dia"
Biyan berlari dengan senyum mengembang
Nila melihat Biyan berlari kearahnya.
Lihat begitu bahagianya dia
sial..apa karena bisa menyatakan perasaannya satu sama lain dengan Gisela..
apa karena mendapatkan ciuman dari Gisela...cihh
aku merasa jijik dengan diri sendiri karena dengan mudahnya memberikan ciumanku pada manusia brengsek ini..
Tuhan apakah aku akan kuat menjalani ini semua..
melihatnya membuatku sangat tersiksa...
disatu sisi aku benar-benar senang dia baik pada ku...tapi seketika merasa benci mengingat penghianatannya..
membuatku muak..
"kamu dari belakang?"Biyan
Hanya mengangguk
"ketemu sama ayah?"
Mengangguk lagi
"Bahas apa...?"
Berhenti berjalan
Cerewet sekali
"Emm..gini tadi aku meminta sama ayah kalau aku ingin mencari kesibukan lain diluar rumah"
"kesibukan?" Biyan penasaran
"pekerjaaan rumah dan mengurusku belum buatmu sibuk...?"
Mengurusmu???
benar-benar membuatku lebih dari sibuk, kesal hati dan pikiran tuan perwira...
Tetap tersenyum
"Aku hanya merasa kalau seperti ini terus akan membosankan.
lagian setelah kamu dinas Kembali kebatalyon...apa yang harus aku kerjakan.. membayangkannya saja sudah bosan..."
Bener juga kata dia...
"terus ayah kasi saran apa..?"
"katanya aku harus tanya kamu dulu...dan nanti malam nunggu Vina datang minta pendapatnya"
"Bagaimana kalau kmu ikut bisnis Gisela saja"
what.. gila
ingin membunuhku hidup-hidup
kamu suruh aku ikut Gisela...
bisa mati kurus aku
sudah cukup penderitaan yang kau beri kepada ku sebagai istri yang tidak di inginkan.
Nila
"Bagaimana..aku bilang Gisela ya..."
"Eeehh tidak usah aku tunggu saran Vina saja...lagian aku ingin kesibukan yang ringan saja..."
"contohnya?"
"Emm mengajar anak kecil atau apalah"
"ohh...kamu suka mengajar"
Mengaguk...
"Emm...kamu suka anak-anak?"
"suka..."
Kenapa dia tanya hal ini
"Habis ini kamu mau apa.."Biyan
__ADS_1
"tidak tahu"
"jalan-jalan yuk"
"Tidak aaa"
"kenapa"
"Takut tidak ketemu Vina"
"Vina tidak akan kemana-mana ,
soalnya lusa dia akan mengantar Bu fat pulang"
"Pulang kemana?" Nila wajah sumringah
"wajahmu kenapa? seperti nya kelihatan bahagia "
Sial ketahuan banget ya..
Maaf Bu fat mendengar anda akan pulang hati sedikit bahagia,
bukan sedikit tapi sangat bahagia
"kamu salah lihat kali...tapi kok sama Vina....?"
"Bu fat kan ibu kandungnya"
"Haaa" lantang
"Biasa saja kali "
"Vina anak kandung Bu fat...?
kok biasa saja sikapnya sama Vina..beda sekali sikapnya sama kamu dan Gisela..."
"jangan terlalu banyak mikir...mereka memang tidak begitu dekat...dari kecil Vina sudah masuk asrama..Bu fat sibuk mengasuh aku dan Gisela...
jadi secara tidak langsung membuat gab hubungan ibu dan anak...
Tapi sekarang atas ide ayah, setiap sebulan sekali mereka wajib ambil cuti seminggu pulang ke rumah mereka,"
"Ohh....lantas suami Bu fat kemana?"
"setahu ku, pergi sama wanita lain"
Nila mengerutkan dahi
Nasibnya sama denganku dihianati
Tapi...aneh Bu fat malahan mendukung Biyan dan Gisela
untuk berhianat
"Ayo jalan-jalan..." Biyan memegang tangan Nila
"Tidak aaa... aku capek..." melepaskan tangan dari Biyan
"Emm ya sudah"
Nila spontan memijat leher dan memutarnya ke kanan dan kiri yang memang sedikit terasa pegal
"Mau di pijat?" menyentuh kedua pundak Nila bersiap dengan posisi memijat
Gila...
semudah itukah kamu bersikap baik dengan semua wanita..cihh
"tidak perlu " berjalan cepat menuju kamar
"Nila aku pijat ya..." mengejar
sinting
"tunggu,,," menyusul Nila
Kebetulan Bu fat dan Gisela melihat mereka
Benar-benar tidak tahu malu...
Bu fat
"Aku senang lihat Biyan bahagia seperti itu" Gisela
"Nona yang sabar ya..." meraih tangan Gisela
"Sabar buat apa Bu fat?"
"emm anu..." gelagapan
aku yakin nona tidak ingin perasaan diketahui banyak orang..lebih baik diam
"tidak apa-apa nona, sekarang nona mau cemilan buah.." mengalihkan pembicaraan
"boleh"
***
Didalam kamar...
Nila sibuk menonton tv dan makan cemilan.
Biyan memandang lekat Nila.
Nila diam-diam melirik ke arah Biyan...
Kenapa dia memandang ku seperti itu...
bikin risih...
Biyan melihat lebih lekat ke Nila dengan tangan terlipat duduk di atas ranjang.
Kenapa ya..setiap melihat bibir Nila... membuatku slalu mengingat ciuman itu.
apakah aku sudah kecanduan dengan bibir ranumnya.
lihat.. gerakan bibirnya saat makan ... benar-benar membuatku ingin ******* nya berkali-kali...
sudah gila aku...
seperti nya makaroni yang dimakannya enak...
Melirik lagi ke Biyan
Dasar lelaki brengsek
Lihat pandangan penuh napsu mu itu
Biyan bangun...
Eeehh kenapa dia mendekat...
awas kamu ya kalau berani mendekat
Nila masih waspada melirik mengikuti Biyan jalan.
Awas kamu kalau berani macam-macam
aku gigit sampai berdarah..
gumam Nila kesal
Biyan duduk disamping Nila...masih memandang lekat..
__ADS_1
"Emm..."
"Apa..?" nada sedikit melengking
Sial...kenapa melengking
kelihatan sekali aku sedang waspada
Biyan mengerutkan kedua alisnya
"Boleh minta..?"
"Gak boleh.." Nila dengan tangan memeluk toples menutupi bagian dadanya
"Gak boleh...?" dahi Biyan ikut berkerut
"Iya gak boleh"
"sedikit saja.."
"Aku bilang gak boleh ya gak boleh"
duduk terus bergeser di sofa...
Biyan maju
"sedikit saja.."
"Gak boleh...au" Nila mentok diujung sofa
"Hem...aku minta"
"Aaaaaa..." menutup mata dan wajahnya dengan toples
"heh...heh... kemu kenapa ..?" Biyan bingung
"Aku mohon jangan ..." Nila histeris
"Buka matamu..."
"Gak mau...aku mohon jangan" semakin histeris
Biyan menghela napas melihat kelakuan Nila.
Dia tidak menyentuh ku..?
apa dia pergi...?
membuka mata...
dilihatnya Biyan melipat tangan memandang aneh kepadanya.
"kenapa kamu?"
"Memangnya kamu mau apa?" masih waspada
"Itu...makaroni..."
"Ini..??".menunjuk toples
"Iya...boleh?" menengadahkan kedua tangannya
"Nih.."menyodorkan toples
Ternyata aku salah paham
untunglah
"Emmm...benar-benar enak ternyata" makan dengan lahan
"Syukurlah, aku kira..."
Mengelus dadanya
"Ha?..kamu kira apa?"geleng-geleng kepala.."enaknya...kamu beli dimana...?"
"Ambil dari dapur..."
"Ooo" masih sibuk makan
Untung hanya salah paham...
otakku saja yang ngeres...
Lihat rakusnya
Nila sembari melihat Biyan makan
"Nila"
"ya..."
Tiba-tiba mencium bibir Nila.
Seketika Nila menggigit bibir Biyan
"Au..kamu" kaget melepaskan bibirnya
Brengsek...rasakan
Nila geram
"kamu...bisa-bisanya menggigit bibirku" memegang ujung bibirnya
"kamu kurang ajar enak saja main cium" ketus
"Loh gak salah dong...kamu istriku..kenapa kesal?"
Kesal lah...bukan hanya aku saja yang kau cium...cihhh
Melihat Nila dengan pandangan sinis..Biyan
"Maaf aku tidak tahan " menunduk
Dasar bajingan
Semudah itu meminta maaf
"kamu masih kesal?"
Kalau aku bilang iya.. dia pasti banyak tanya...aku pasti tidak akan kuat dan membongkar kalau aku melihat dia berkhianat dibelakang ku dengan Gisela.
lagian ciuman itu mau yg pertama, kedua atau ke seribu pun tidak ada artinya buat dia...untuk apa aku menyanjung ciuman ini...bikin capek
Biarkan saja dan tetap tersenyum
Melihat Nila yang hanya tersenyum.
Biyan melanjutkan makan makaroni dan nonton Tv.
***
Setelah makan malam Nila bertemu dengan Vina yang sore tadi baru sampai.
"Kalau bantu mengajar di panti asuhan yang diasuh perusahaan komandan bagaimana..?" Vina duduk sambil meminum teh di ruang kerja
"Boleh...pasti mengasikan"
"Baik... besok sebelum aku pulang, nanti aku antar dulu kesana dan memperkenalkan mu denga pengurus panti..." memainkan ponsel seperti sedang mengetik
"Terimakasih Vina"
" Tidak masalah ini juga ide komandan....beliau begitu sayang sama kamu..."
__ADS_1
"ya aku benar-benar merasa beruntung punya mertua yg begitu perhatian seperti komandan"