Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Tergoda rambut basah


__ADS_3

Satu jam lebih Nila tertidur..


Dia terbangun..


Terperanjat kaget, kerena berada diruang asing...


Dimana aku ya?....


Sambil menggaruk-garuk kepalanya dan menguap panjang


Huaaahh....ya Tuhan...


Dia baru sadar sekarang dikamar Biyan, suaminya..


Dilihatnya sekeliling kamar, seseorang yang diharapkan, tidak terlihat.


Kemana dia pergi ya..?...


apa dia tidur dikamar terpisah?..


kenapa tidak sekamar?..


tapi bagus juga, aku bisa lega...


Nila mengelus da**nya...


Cekreeet...


Suara pintu kamar terbuka...


Dengan cepat Nila menengok...


ternyata Biyan datang dengan nampan yang berisi dua gelas air putih serta cemilan.


"Kamu sudah bangun.??"..Biyan masih berdiri didepan pintu


Waahh akhirnya dia menyapaku...


Nila tersenyum


Memandangi Biyan dari atas sampai bawah,


Hemmm


Rambut basah itu...


ada air yang mengalir di lehernya.


Oh tidak..


Dia pakai kaos putih ketat itu,...


otot perut nya jadi terlihat


seperti roti sobek...


indahnya....


kenapa pakai celana pendek putih si, jadi kelihatan wow...


kuatkan imanku Tuhan...


jaga hati Nila, woy...jaga hati


Nila terbengong..


Mulutnya terbuka dengan jari tangan menyentuh bibirnya...


Dia benar-benar sudah terbius dengan penampilan Biyan...


"Ehem..sudah puas lihatnya??..."


Biyan sambil menaikkan satu alisnya...


"Hehehehe.." Nila tersadar..


Biyan tersenyum, memperlihatkan lesung Pipit nya...


Tolong jangan tersenyum, jangan buat aku pingsan


Nila merinding..


"Ini...makan cemilan dulu.."


sambil meletakkan nampan di meja depan sofa...


Nila yang memang tenggorokan nya sudah kering, langsung diminum air putih didepannya..


"Kalau mau mandi, itu kamar mandi di sana, handuk sudah ada... aku tunggu disini.." Biyan sambil menyetel suhu AC


Glek...huk huk huk...


Nila tersedak..


Biyan sadar ucapannya salah...


Aduh Biyan ucapan mu itu...dia pasti mengira yang tidak-tidak


ck..


Gumam dalam hati sambil mendecik kan mulutnya..


"Minumnya pelan-pelan.!!"..


Biyan mengalihkan pembicaraan...


"Heeee"


Nila menyeka air yang tumpah di mulutnya...


"Makan saja...aku mau tidur..."


Biyan menuju ranjang membuka selimut dan berbaring.


"Kamu terserah mau apa..aku tidur"


mulai memejamkan matanya..

__ADS_1


Masih memandangi Biyan


Dia bilang terserah aku mau apa???..kamu ngapain tidur, lah emang aku bisa apa di ruangan segede ini ama dia...??


Bodoh amat..


aku mau mandi saja..


gumam Nila dalam hati.


Nila melangkah menuju kamar mandi.


Tidak lupa langsung membawa piyamanya.


Mendengar guyuran air shower yang jatuh dari dalam kamar mandi...


Biyan yang dari tadi hanya pura-pura tidur.


merasa terkoyak otaknya..


pikirannya melayang entah apa yang dibenaknya.


"Gemericik air itu sungguh mengganggu otak ku..."


Biyan lirih


Otaknya seperti merefresh,


membayangkan lagi pemandangan indah putih mulus itu..


Dia merasa suasana menjadi panas padahal suhu AC sudah cukup dingin...


"Cukup Biyan cukup...hentikan otak kerdilmu itu..!!


apa....karena aku kelamaan hidup membujang dan sering berkumpul dengan laki-laki di markas ,


baru beberapa jam hidup dengan seorang gadis otakku mulai kesrek...aaaaahhhh "Biyan kesal


"Tapi, dia kan istriku!! halal dong, jika aku mau.?!!..


huusstt...apaan si, udah gila aku.." gumam sendiri


"Otak, oh otak hentikan fantasi mu!!!"


Memukul-mukul kasur....


Dia masih bersembunyi dibawah selimut..


Sekitar lima belas menit...


Nila keluar kamar mandi dengan rambut sedikit basah ..


Dia berjalan pelan takut yang dibawah selimut terbangun..


Padahal dari tadi Biyan tidak tidur sama sekali...


Dia melihat hairdryer di lemari nakas di samping ranjang...


Nila mulai mengeringkan rambutnya


Suara wustt-wustt angin hairdryer,, mengganggu telinga Biyan..


Aaah ngapain aku membayangkan hal yang aneh-aneh si...


dilihat langsung saja, enggak dosa kan...


Tapi jangan...gak sopan!!


Biyan perang batin


Akhirnya...


Dia mulai membuka sedikit selimut yang menutupi nya...


mengintip melihat rambut basah Nila...dan memperhatikan gerakan Nila mengeringkan rambutnya yang indah, menari-nari terbang menggoda iman...


"Indahnya.."


Tak sadar Biyan berkata


cukup keras dan terdengar oleh Nila.


Seketika Nila berhenti dengan kegiatannya..


Menengok ke arah Biyan.. penuh tanya


Sadar dirinya ketahuan..


Biyan memalingkan wajahnya ke jendela yang tirai nya masih terbuka...


"Indahnya langit diluar..." ngeles..senyum tidak jelas


Aneh...?? indah dari mana?? langit sudah gelap semua!...


kelip bintang pun tidak ada...


gumam Nila dalam hati, heran..


Mereka terdiam...


Merasa hening...


"Ehem...kamu baru mandi?"


Biyan membuka obrolan


Hanya mengangguk..Nila


"Mau makan?"..Biyan tanya


Hanya menggeleng...rambut yang masih sedikit basah ikut tergoyang...


Duhhh.. manis sekali dia...


Biyan dalam hati


"Hemm...aku panggil kan Vina ya..biar kamu bisa makan di kamar saja" Biyan beranjak bangun..

__ADS_1


"Tidak usah....emm saya belum lapar..."..


Aduh ngapain aku ngomongnya formal banget si....Nila


Biyan,


Dia bicara formal,??? mungkin masih sungkan dekat denganku...


"Oww ya kamu Nila kan,?.."


aaa...apaan si,.. pertanyaan bodoh macam apa ini..


Biyan membodohkan dirinya sendiri.


"Iyaa saya Nila",..hanya tersenyum


Canggung sekali...Nila


Biyan bangun dari tidurnya,


duduk di pinggir ranjang


"Emmm... kita kan belum kenalan secara langsung..


aku Abiyan...."


sambil mengulurkan tangannya...


"Nila Ningtiyas"...menyambut tangan Biyan...


"Kamu baru lulus SMA?"


"Iya..saya baru lulus" datar


Hemmm..


Bicara formal lagi ...


Biyan mendesah


Kenapa dia??? mendesah??..kecewa.???..sebab..???.


gumam Nila dalam hati...


"Emm... gini,..aku tahu kita baru kenal, belum saling mengenal luar dalam...


tapi aku ingin dari awal kamu mau mengerti kalau aku seorang perwira TNI,


aku bisa ditugaskan kapan saja dan dimana pun ...jadi...


aku harap kamu bisa menerima keadaan seperti ini..."


Nila hanya mengangguk pelan..


"Dan aku harap... setelah aku ditugaskan kembali,..kamu tinggal sama ayah saja, tidak usah ditinggal di batalyon.." kata Biyan memperjelas


Kenapa aku tidak boleh ikut tinggal bersama dia...?? apa aku sangat merepotkan??..


hemmm, aku tahu kamu benar-benar tidak menginginkan ku...


kamu harus sadar Nila...kamu tidak diharapkan


Nila sedikit merasa kecewa


"Ya saya paham.." Nila datar


Nila berjalan menuju sofa..


"Ngapain kamu disitu??"


Biyan bingung


"Tidur," ...Nila datar lagi


"Bareng aja"...spontan Biyan


Nila terperanjat kaget dengar ucapan Biyan,


matanya sedikit melotot...


apa -apaan dia...Nila


Biyan...


Bodoh...aku kenapa ngomong gitu si....jelas-jelas dia masih belum menerima, masih senggan dengan ku...


Memecah kesalahan pahaman..


"Kamu tidur dikasur, aku yang disofa."..sambil membawa bantal dan selimut menuju sofa..


Nila masih diam tertegun...


"Sudah sana tidur!!"..Biyan


Apa aku tidak salah dengar ?...Nila


"Sana tidur!!!" perintah Biyan


Nila jalan menuju ranjang...


pandangannya tidak lepas kepada Biyan...


Sadar masih diperhatikan ..


"Hemmm...Tidur!!!"


Secepat kilat Nila langsung berbaring dan menutup wajahnya dengan guling..


Biyan tertawa tanpa suara


Manis sekali....dalam hati


mereka berdua pun tertidur...


******


Terima kasih pembaca...

__ADS_1


Jika ada saran silahkan komen yaa....


__ADS_2