
Biyan mengendarai mobil pelan menuju rumah Nila....
"Sesenang itu pulang ke rumah?" mengendalikan kemudi mobil
Nila menganguk dengan senyum yang terus merekah.
"Kita beli buah tangan dulu di supermarket " membelokkan mobilnya
"Tidak usah, langsung ke rumah saja"
" Beli buah tangan bentar"
"Langsung saja"
"Hanya beli beberapa barang Nila, tidak lama"
Sampai di parkiran supermarket.
"aku ambil troli dulu "
Huff...
kenapa tidak langsung ke rumah si...
"Ayo..."
Nila berjalan dengan malas ...
Biyan hanya menggelengkan kepala melihat Nila
"Tidak sabaran sekali, bawa troli"
melempar troli didepan Nila
"Aku?"
"Iya...Cepat bawa"
Sial, dia yang mau belanja...
aku yang disuruh bawa..
cemberut...
hahaha, lucu sekali liat wajah cemberut nya...
aku kerjain sekalian aaa
Biyan.
"Nila cepet"
"Iya.." jutek
Biyan memasukan dua karung kecil beras, minyak goreng dua botol besar, dan banyak sekali keperluan dapur yang Biyan lihat langsung taruh dalam troli..
Sebanyak ini....
mau main, apa pindahan rumah?..
gila berat sekali...
mendorong troli sekuat tenaga
Kasian sekali, tapi menggemaskan
Biyan terkekeh
"Lebih cepat sedikit?"
"Iya..tuan muda..." mendorong sekuat tenaga
" kamu mau beli apa?"
" Tidak usah, ini barang juga sudah banyak sekali"
"menurut ku masih kurang,
eemm... aku belum beli bantal, sandal, handuk peralatan mandi...iya peralatan mandi...cepat Nila dorong trolinya" jalan cepat kebagian perlengkapan mandi
Aku sudah tidak tahan, ini berat sekali...
Gila apa dia..
"Biyan...berat tau..aku gak mau mendorongnya lagi?" ngambek dan selonjoran di bawah troli
Hahaha, lihat wajahnya lucu sekali,
apalagi kalau ngambek seperti itu..
gemes
"Iya....aku yang bawa" jalan menuju Nila
"kamu ya... belanja kaya orang gila, main ambil saja..."
"loh.. ini masih sedikit"
"sedikit? hufff.." Nila menghela napas panjang
"Hahaha...iya..iya...habis beli peralatan kita langsung ke kasir.."
Nila semangat berdiri...
yeee...tidak sabar sampai ke rumah
"Kelihatannya sudah tidak capek,...Nila..bawa..!!" melirik kan matanya ke troli.
"errrttt iya..." sambil melotot..
hehehe maaf Nila..
tapi hanya dengan cara ini kamu bisa lebih santai denganku...
*
__ADS_1
Semua belanjaan sudah masuk ke dalam mobil...
Ayolah kendarai dengan cepat aku sudah kangen rumah
Gumam Nila sambil memasang sabuk pengaman.
"sebentar seperti ada yang belum aku beli.." Biyan mau melepaskan sabuk yang sudah dia pakai..
"aaarrrt,,, sudah belinya besok saja." Nila menarik paksa sabuk pengaman Biyan dan memasangnya kembali
" Hahaha...tidak sabaran sekali"
"Ayo...aaaa jalan" sedikit melotot
"Iya..iya...istriku."
Istriku...cihhh
Nila dengan bibir sedikit mencibir
Sampailah mereka didepan rumah Nila...
Dengan cepat Nila membuka pintu mobil dan berhambur mengetuk pintu rumahnya
Haaha...lihat kelakuannya seperti burung yang baru keluar sangkar
batin Biyan
tok.tok.tok.
"Ibu, ayah, Kartika aku pulang"
Didalam rumah,
"Bu seperti itu suara mba Nila," Kartika yang masih nonton tv bareng ibunya
"Iya ...itu suara Nila"
secepat Kilat Kartika membuka pintu rumah..
"Mba Nila...."
"Tika"
mereka saling berpelukan
"Nila.." ibu datang menghampiri
"ibu...aku kangen"memeluk ibunya erat..
"iya nak ibu juga merindukanmu"...
"ibu.." air mata bercucuran
"sudah jangan nangis lagi...ayo masuk.."
Mereka bertiga masuk...dan duduk didepan tv
"bapak mana Bu?"
"bapak pergi ke rumah temanya..kamu datang kesini tidak bilang-bilang ?"
"ibu sangat terkejut, ibu kira tidak bisa lihat kamu lagi"
" aaahh...ibu" memeluk ibunya
"aku juga mau dipeluk.." Kartika nimbrung
Mereka saling berpelukan melepas rindu.
"kok semakin kurus kamu Nila"
"apa iya Bu...tidak aaa perasaan ibu saja"
"Iya...Tika lihat emang sedikit kurus...item lagi...mba kerja bangunan?"
" haha..bisa saja ...enggak..sekarang Nila mengajar di panti...tiap hari pulang pergi naik sepeda.. mungkin itu kali ya..buat aku jadi kurus ...oh iya emang sedikit item ya...haha" melihat lengan tangannya
"lah kamu kesini sama siapa?" tanya ibu
"Biyan..." menengok ke kanan dan kiri
kemana dia...?
ohh sial aku lupa
Lari menuju pintu...
dilihatnya Biyan yang berdiri mematung di depan pintu dengan membawa tas rangsel dan tas jinjing biru.
Nila menepuk tangannya ke jidat,
Aku benar-benar lupa datang bareng dia..
"Kenapa tidak masuk?" Nila
"Belum dipersilahkan!!" senyum garing
"Ayo masuk nak Biyan"ibu didepan pintu
"iya Bu..." Biyan masuk
"silakan duduk"
"ya Bu terimakasih"
Biyan duduk sebelahan dengan Nila,
"Tidak habis pikir, aku yang ajak kamu pulang...tapi teganya lupa menyuruhku masuk, meninggalkanku sendiri lagi diluar" human lirih ditelinga Nila
"Hee...Maaf...aku lupa.."bisik ditelinga Biyan
"kak Biyan kenalin aku Kartika, adik mba Nila" mengulurkan tangannya
"Oooh ya..Biyan ...kamu manis sekali, masih SMA?"
__ADS_1
"iya...Kak Biyan badannya bagus.." mengacungkan jempolnya
"Ahh masak..." tersipu malu sambil menyentuh dadanya
"iya...gagah kekar...aku juga mau dapat suami perwira kaya kak Biyan hee" Tika polos
" boleh nanti kakak kenalkan dengan teman-teman kakak" sambil mengedipkan matanya
"Aaahh kak Biyan genit" Tika tersenyum malu
"emang!" Nila sambil menyanggah dagu dengan tangan nya.
"Apa kamu bilang, ?" melirik ke arah Nila
"Me..mang... gee...nit.."
" Oh ya..." menahan tawa melihat Nila
" Kenapa mau ketawa?"
" Enggak..." masih menahan tawa
" itu jelas jelas mau ketawa"
"enggak...mana, hahaha" Biyan tidak bisa menahan tawanya melihat Nila yang menurut nya begitu imut ketika marah dan jutek padanya.
" aku senang lihat kak Biyan dan mba Nila seperti itu....Bu aku mau nikah juga"
" husst ngawor..., ibu buatkan minum ya.." ibu masuk dapur
" ganteng.." Tika spontan sambil memandang lekat Biyan
" aaah kak Biyan jadi malu"
"aduh kak Biyan jangan tertawa...lesung pipinya kelihatan boleh aku sentuh"
"hahaha... silahkan" mendekatkan pipinya ke arah Tika..
seketika Tika menyentuh lesung pipi Biyan dan tertawa senang
" ya Tuhan kalian ini sedang apa, geli...lagian Tika apa-apaan si genit sekali"
Nila berdiri
" mau kemana, "
"ke kamar " jutek
" boleh ikut"
"boleh dong kakak Biyan ganteng" Tika yang menyahut
"hadeh...cepat ikut"
"kak Biyan tinggal dulu ya..."
"dada kak Biyan, nanti ngobrol lagi ya..
"ok"
Masuk dalam kamar Nila.
Dilihatnya sebuah ranjang kecil ukuran 2 kali 2 , dengan seprai warna pink.
Sebelanya meja nakas kecil yang ada cermin yang tidak begitu besar dan beberapa barang yang tertata rapi...
Biyan melihat dengan seksama tiap sudut kamar
bersih dan rapi,
gumam Biyan
"kecil ya kamar ku"
"bagus bersih"
"tapi tak selebar rumahmu"
"rumah ayah..., nanti kamu mau minta rumah kita seperti apa"
Rumah kita,
Biyan aku tidak akan terlalu berharap kepadamu
aku takut kecewa...
Nila hanya mengangkat bahunya..
Biyan menjatuhkan dirinya di rajang..
"aaaa.. nyamannya, kenapa harus pink?"
"Kan cantik"
"kamu tiap hari tidur disini?"
" ya iyalah tidur disini, mau dimana lagi..."
"oooh...itu foto kamu"
Figura foto dengan gambar Nila dan Adiknya waktu kecil yang menempel di dinding ...
Biyan bergegas bangun dan mengambil figura itu..
"Jangan lihat" Nila mencoba meraih figura yang sudah dipegang Biyan.
"gigimu ompong" melihat gambar
"jangan lihat lagi"
"ompong hampir semua...hahaha"
"Biyan..." lantang dengan wajah malu...
"hahahaha"
__ADS_1
***"
"