
Ketika Bu fat di panggil Komandan, ternyata di balik pintu ruang kerja Gisela mendengarkan obrolan Mereka
Gisela berlari masuk ke dalam kamarnya
"Gisel...kok berlari seperti itu, ada apa sebenarnya??"
Biyan yang kebetulan melihat dan mengikuti masuk ke kamar Gisela
Gisela menjatuhkan dirinya di ranjang.
"Kamu kenapa???" duduk disebelah Gisela
"Kamu menangis...?" Biyan melihat wajah Gisela dan menghapus air mata di pipinya
Gisela sekegukan dengan air mata yang terus mengalir.
"Sudah nangisnya, kamu kenapa??"
Biyan menatap lekat Gisela..
mengelus lembut rambut lurusnya.
"Biyan..." Gisela duduk memeluk kedua lututnya yang menekuk
"Iya" menghapus air mata dipipi Gisela
"Kenapa kamu mau menikah dengan Nila?" air mata masih mengalir
"Kok kamu bertanya seperti itu..."
"Jawab saja pertanyaan ku!!"
"Kenapa ya..." membuang pandangan mata ke sudut dinding didepannya
"kok bingung?" Gisela
" Yaaa... sampai sekarang pun aku juga gak tau kenapa menikah dengan Nila" Biyan duduk bersila di depan Gisela
"Karena paman?"
Biyan mengangguk-anggukkan kepala.
"salah satu alasan itu"
" Kamu tidak menolak?"
"Awalnya iya..."
"kenapa menikah?"
" kamu kan tau sendiri ayah bagaimana, dan kau juga tahu kalau aku tidak pernah menolak perintah ayah" menghela napas
"Tapikan kamu sebenarnya bisa menolak jika kamu gak suka," menarik tangan Biyan
"Aku juga bingung dengan diriku sendiri, sebenarnya aku tidak mengharap pernikahan ini...
Awalnya aku berencana akan meninggalkan Nila setelah dia berada dirumah dengan alasan tugas...Tapi...."
tidak melanjutkan ucapannya
"Tapi apa..?" menatap lekat
"Aku sendiri tidak yakin dengan diriku sendiri dan pernikahan ini" Biyan
" Kalau kamu tidak bahagia, kita pergi saja ke USA bersama" memegang erat tangan Biyan
"Tapi Gisela"
"Tidak mau?"
"Bukan begitu...tapi..."
"Tapi apa..!!??"sedikit lantang
Biyan terdiam
"Karena kamu sudah terpikat dengan Nila?"
"Aaa...ku...aku sendiri tidak tahu..."
"Kamu harus tegas dengan hidupanmu"
"Sekarang sudah terlanjut Gisela"
"Terus kamu pasrah begitu saja..?"
Biyan hanya diam
"Kamu harus tau arah hidupmu mau kemana!!! jangan seperti ini" Gisela melengking
"Tapi kenapa kamu bertanya seperti itu?" Biyan
"Karena aku sayang kamu Biyan...aku sayang kamu...
Dari dulu....
Bukan sayang sebagai saudara, tapi sayang karena aku cinta kamu Biyan"
Mendengar hal itu Biyan tersentak kaget...tidak percaya dengan apa yang diucapkan Gisela
"Jangan bercanda Gisela"
"Hem...sejak kita beranjak dewasa, sebenarnya aku sudah menaruh hati kepadamu..." menatap lekat biyan
"Tidak lucu Gisela.."
"Untuk Masalah hati aku tidak pernah bercanda Biyan...
Aku benar-benar cinta kamu, aku cinta kamu"
Memeluk Biyan erat.
Biyan hanya diam mematung..
__ADS_1
"Biyan aku cinta kamu.. benar-benar cinta kamu dari dulu. Hanya saja dulu aku malu dan tidak berani mengungkapkan.
Sekarang aku sangat menyesalinya.
Saat dapat kabar kamu akan menikah, aku benar-benar sok dan frustasi.
Ingin rasanya aku langsung terbang ke Indonesia. Namun saat itu aku harus menghadiri sidang tesisku...
Sekarang aku memberanikan diri mengungkapkan semua rasa yang sudah aku pendam selama ini.
Aku tidak mau kehilanganmu lagi.
Biyan aku benar-benar cinta sama kamu..."
Gisela melepaskan pelukannya dan menatap Biyan lekat memajukan bibirnya mendekat ke bibir Biyan
Ternyata di balik pintu kamar Gisela , ada Nila dan Bu fat yang dari awal mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kamu lihat kan wanita yang paling pantas buat tuan muda itu hanya nona Gisela...seharusnya kamu sadar..." Bu fat
Cukup Bu fat..
aku tahu sekarang dimana posisiku sepenuhnya...
Nila dalam hati dan menahan air mata yang menumpuk di pelupuk mata.
"Saya permisi Bu fat, terimakasih" pergi menuju kamarnya...
***
Nila langsung menuju kamar mandi dan memilih duduk di dalam bathub yang kosong..
Dia duduk mendekap memeluk lututnya, menangis
mengingat apa yang dia dengar semua tadi.
Aku benar-benar bodoh
Bodoh...
Bodoh...
Bodoh...
Bodoh..
Hanya kata itu yang terngiang di otaknya...
***
Ketika bibir Gisela dan Biyan hampir bersatu...
"Maaf Gisela, maaf"
Biyan menjauhkan diri dari Gisela.
"Maaf...maaf..maaf"
Melihat itu Gisela hanya terdiam lalu tersenyum tipis.
"Sekarang aku tahu..." air mata mulai menetes lagi
"Maaf Gisela... maaf.."
Menyeka air matanya...
"Akhirnya aku tahu perasaanmu kepadaku..."
"Maaf... maaf.."menundukkan kepala
"Kamu tidak perlu minta maaf, aku yang terlalu berharap...kita lupakan saja" berdiri melepaskan ikatan rambutnya dan mengikatnya lagi.
"Maaf ...."Biyan bersandar di dinding kamar.
"Sudahlah Biyan...memang kita ditakdirkan hanya sebagai saudara..." mendekat ke Biyan...
"Aku benar-benar merasa bersalah..." mata mulai berkaca-kaca
"Sudahlah.. Abang sepupu ku tersayang...dengan begini aku merasa lega karena bisa meluapkan semua perasaanku kepadamu. Walaupun hasilnya tidak sesuai harapan" berjalan mendekat ke cermin rias dan memandangi diri sendiri
Sekarang aku tahu hatimu sudah terpaut kepada Nila...
Aku harap kalian bahagia.
gumam Gisela dalam hati dan menyeka sisa air mata yang menetes dipipinya.
"Maafkan aku Gisela..."mendekat
"Sudahlah...aku harap pengakuanku ini tidak membuatmu menjauh atau menghindar dariku...walaupun perasaanku tidak kamu balas..
Tapi kita masih saudara..oke..."
memegang tangan Biyan
Biyan membalas memegang tangan Gisela erat...
"Sudahlah...yuk kita lupakan pembicaraan ini..."
Biyan hanya tersenyum, dalam hati..
Maafkan aku Gisela ..
wajah nila terngiang-ngiang di pikiranku ketika kamu mendekat tadi...
Maaf...
"Ayo keruang kerja, akan ku perlihatkan rencana bisnisku yang ku ceritakan tadi..."
Gisela menggandeng Biyan menuju ruang kerja..
***
Nila masih menangis tanpa suara meratapi nasibnya
__ADS_1
Ibu...bapak...aku benar-benar merindukan kalian...
Kartika..Lilis...Hesti...hiks.hiks hiks...
gumam lirih dengan air mata yang mengalir.
Sepuluh menit berlalu...Nila mulai menegarkan hatinya
Dia berdiri di atas bathub...
Hufff...
aku harus tegar......
bersikap seperti tidak terjadi apa-apa..
Biarkan dan sabar jika bu fat mengejek lagi ..
cukup terus tersenyum...
jangan sampai kesedihanku terlihat oleh komandan yang nantinya akan sampai kepada kedua orang tua ku...
aku tidak ingin mereka bersedih karena aku.....
Nila membasuh wajah agar matanya tidak sembab karena menangis...
Dia keluar kamar mandi dan duduk di atas ranjang...
Agar aku tidak terlalu sedih...sebaiknya aku mencari kesibukan ..
itu juga bisa menjadi alibi agar aku tidak slalu bersama Biyan dan mengingat hancurnya perasaanku...
Nila bergegas menemui komandan yang dia sudah tahu sekarang sedang berada di kebun belakang memberi makan binatang peliharaannya..
**
"Bagus sekali, aku yakin bisnismu ini akan sukses..." Biyan tepuk tangan bangga
"Terima kasih...terima kasih..." Gisela sambil membungkukkan badannya
"Oow ya...aku dengar dari Vina, katanya kamu juga akan di amanatka pabrik susu dan peternakan kan paman...?"
"Huufff...iya...ayah sudah memberi tahuku..." menatap laptop
"Menurutku bisnis paman juga memiliki prospek yang bagus..."
"Tapi...aku masih ingin menjadi perwira ..."
"Hemmm...tapi jujur aku setuju dengan paman...kamu tidak akan selamanya hidup dibatalyon sampai tua kan ?..
ada masanya kamu ingin hidup tenang bersama keluarga"
"Tapi aku begitu cinta dengan profesiku ini..."
"Aku paham...tapi apakah kamu tidak bisa melihat kejadian yang bunda alami, apakah kamu akan membiarkan Nila hidup seperti bunda...?"Gisela
Huuufff menghela napas panjang...
"Ya sudah jalan masih panjang...kamu pikirkan baik-baik rencana paman... oke sepupuku..." memegang pundak biyan
"Kamu tidak mau menemui Nila?...
kasian dari tadi ditinggal.
kamu mengekori ku terus..heee" Gisela
"Tadi kamu yang mengajakku..."
"Sudah sana temui Nila..." mendorong Biyan
"Maafkan untuk yang tadi.."
"Sudahlah sana kasian dia..kamu juga sudah kangen kayaknya ..." menggoda
" Awas kau..." berlari keluar naik kelantai dua...
****
Setengah jam sebelumnya...
Melihat keluar ruang kerja..
Nona Gisela...
Bu fat dalam hati..
"Maaf komandan saya bisa keluar sekarang?"
"Silakan Bu fat...saya harap Bu fat mau merestui hubungan Nila dan Biyan.
Silakan keluar Bu fat, saya juga akan ke kebun belakang"
Mereka keluar ruang kerja..
Bu fat mengikuti Gisela yang ternyata di belakangnya ada Biyan yang sudah mengikutinya...
pintu kamar terbuka sedikit
Bu fat melihat Nila yang hendak kelantai dua. Lalu berlari mendekatinya..
"Nona silakan ikut saya"
Bu fat mau mengajakku kemana??...
sambil mengikuti Bu fat
Loh ini kamarnya Gisela, Biyan ada di dalam...
Ada dengan mereka...
Nila melihat dengan seksama dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.
terimakasih....
__ADS_1