
Biyan merasakan Nila semakin menjauh darinya...
Kenapa ya dengan Nila...
sekarang lebih banyak diam...
kalau aku tidak menjahilinya dia seperti tidak mau berurusan dengan ku.
apa yang salah denganku...
Duduk di teras belakang...
Gisela
"lagi melamun?" merangkul dari belakang
"Gisela..buat ku kaget saja..""
"lagi mikir apa si..?" duduk dipangkuan Biyan seketika
Karena Biyan sudah terbiasa dengan sikap Gisela yang manja dia tidak begitu risih
Beda dengan Nila yang melihat itu. dia merasa itu sebuah perbuatan penghianatan baginya..
Awalnya Nila ingin menyajikan jus jeruk kesukaan Biyan...karena permintaan komandan
Namun melihat hal itu...Nila mengurungkan diri dan masuk kedalam kamar...
"Benar benar urat malu mereka sudah putus...bermesraan di sembarang tempat...
nyesel aku buat jus ini dengan susah payah, malah melihat mereka seperti itu...
aku minum sendiri saja."
gluk..gluk gluk
diminumnya jus itu sampai habis...
"ibu bapak.haaa..haaaa."
menangis sejadinya di dalam kamar
Nila sedih karena bayangan Gisela dan Biyan selalu terngiang di otaknya.
"Aku benar-benar kesal dan kecewa Biyan..
sehina itu kah diriku...
menjadi istri tapi tidak bisa seperti istri
setiap hari melihat kemesraan kalian
ingin rasanya aku marah dan menampar kalian..
aku benci kalian...
ya... kau tahu kalian sudah dekat dari kecil...
tapi tolong hargai aku...aku ini masih istrimu Biyan,
istri mana coba yang tidak sakit melihat suaminya dengan mudah bermesraan dengan orang lain,
walaupun dia sepupu mu tapi dia juga wanita yang juga mengakui kalau dia ada rasa kepadamu..."
hiks hiks
air mata mengalir lebih deras
"ibu ,bapak, apakah aku akan kuat menjalani kehidupan seperti ini.
ingin rasanya aku pulang ke rumah. mengadu kepada kalian.
tapi aku takut itu malah akan membuat kalian semakin sedih...
tangis nya semakin pilu...
***
"Bisnis kamu bagaimana?"
"Lancar sesuai harapan tinggal pemasarannya" Gisela menjelaskan
mengangguk kepala
"Gisela..aku rasa Nila semakin menjauh dariku.."
"Apa iya...?" mengerutkan alisnya tidak paham maksud biyan
"iya...aku rasa dia semakin menjauh..."
"aku kok tidak begitu memperhatikannya...heee sorry.."
apakah iya Nila menjauhi Biyan
Gisela dalam hati
"santai saja, emmm...sering kali kami tidur terpisah.
saat aku ingin mendekatinya ada saja alasan dia menghindar.." Biyan menyandarkan badannya tegap di sandaran kursi
"mungkin kamu kurang perhatian denganya.."
"Bisa jadi...tapi saat aku mencoba untuk mendekat dia memilih untuk menjauh, seringnya diam.."
"Emmm...coba kamu tanya langsung saja...berbicara dari hati kehati pasti akan lebih baik..." Gisela memberi saran
Berkegas pergi...
"mau kemana?"
__ADS_1
"menemui Nila!" berlari
"dasar"
aku senang kamu bisa jatuh cinta dengan Nila.
semoga aku bisa cepat cari pengganti mu untuk mengisi hatiku..
duduk menyingkapkan kaki jenjangnya yang mulus.
*"*
Air mata Nila masih mengalir. Dia duduk didepan sofa dengan tv yang menyala
Biyan masuk kamar dan langsung mendengar Isakan Nila
"kamu nangis?"duduk disebelah Nila
"tidak" mengusap air mata nya
"itu..kamu gak bisa bohong..." menunjuk air mata di pipi Nila
sial aku ketahuan
bagaimana ini cari alasan Nila, cari alasan
"kamu nangis karena lihat sinetron?"
Biyan
"he..sinoteron..?? oh iya..kasian ceritanya..sampai aku nangis"
"dasar cengeng" menyeka sisa air mata dipipi Nila
cengeng...sial
aku nangis gara-gara kamu...
"Nila.." Biyan mulai serius
Nila siap mendengarkan
"aku ingin tanya sama kamu..."
"tanya apa...?"
"Emm..anu.."
Tiba-tiba
toktoktok pintu kamar diketok
Ternyata komandan
"Ayah"..Biyan Nila kompak
"boleh masuk?"
"Ayah hanya mau menyampaikan kalau ini ada telpon dari ibumu.." menyerahkan ponselnya ke Nila
"ibu...??..boleh saya angkat...Yah?"
" silakan..ayah keluar dulu...
mungkin ibumu kangen" sembari keluar kamar
"terimakasih yah..."
Seketika Nila masuk dalam kamar mandi..dan lupa kalau ada Biyan yang masih terbengong duduk di sofa.
Dalam kamar mandi,
"Nila kamu bagaimana, bahagia disana..?"suara ibu
Menahan air mata dan Isak tangis...
kenapa ibu bertanya seperti itu...buatku semakin sedih...
aku harus jawab apa...
bahagia? aku berbohong, kalau aku jawab sedih aku takut ibu lebih sedih dari ku...
"Nila kamu masih disana?"ibu bertanya lagi
"ya ibu aku bahagia.." dengan suara yang sedikit bergetar...
"kamu menangis.? lagi sedih..?"
ibu seperti mengetahui perasaan anaknya walupun jauh
"tidak ibu..Nila tidak menangis" menahan air mata dan
membuat suara semakin bergetar
"jangan bohong sama ibu..."
Nila tidak bisa menahan tangisnya lagi
"ibu...haaa...haaa.."
air mata bercucuran seperti hujan membasahi pipinya
"kamu nangis kenapa...?"
ibu juga terdengar menahan tangisnya
"ibu juga menangis?"...hiks hiks hiks
"kamu menangis kenapa " yang juga ikut menangis
__ADS_1
"Ibu jangan iku menangis, aku hanya kangen Bu dengan kalian..."
"ibu juga kangen, ingin rasanya ibu main ke sana...tapi ibu malu..."
"iya ibu...aku benar-benar merindukan kalian.."hiks hiks hiks...
"anakku yang sabar ya...nanti ibu bilang bapak biar bisa berkunjung menemui mu...kamu jangan nangis lagi" ibu yang sebentar masih bercucuran air mata
"iya ibu...salam buat ayah..."
"iya nak kamu baik-baik ya di sana ..ibu tutup dulu"
"baik ibu.."sambungan telepon tertutup
Nila duduk memeluk kakinya dibawah wastafel.
Maafkan aku ibu...aku berbohong kalau aku bahagia.
Sebenarnya aku sangat menderita disini melihat sikap Biyan dan Gisela yang dengan mudahnya berpelukan dan bermesraan didepanku...
rasanya aku ingin kabur dari sini
tapi aku tidak ingin kalian lebih sedih karena aku...
Biyan menguping pembicaraan Nila dengan ibunya...
Ternyata dia menghindari ku karena kangen dengan keluarganya..
aku memang bodoh tidak paham perasaanya...
baik aku tidak akan membuat mu sedih lagi...
dia keluar kamar...
Nila tidak lama keluar kamar mandi setelah puas manangis. Tidak lupa membasuh wajahnya agar tidak terlihat baru menangis.
**
Diruang kerja
"yah sebelum aku aktif bertugas aku ingin mengajak Nila pulang ke rumah orang tuanya"
"hemm..boleh juga itu. Dan bagus juga buat kamu biar bisa lebih kenal dengan bapak dan ibu Nila..."
"ya yah..selama ini aku memang kurang mengerti perasaan Nila..tadi aku tidak sengaja dengarkan pembicaraan Nila dengan ibunya..dia menagis ayah...
dia menangis hatiku terasa pilu mendengar tangisannya..." Biyan mengepalkan tangannya
Komandan hanya tersenyum tipis
"Dia menangis ayah..."
"ya nak...bawalah Nila pulang ke rumah orang tuanya ...malam ini juga..."
"malam ini...?"
"mau menunggu kapan lagi...?"
"Baik, aku pamit ya"
"Sebentar, kamu mulai aktif tugas kapan?" komandan bertanya
"sepertinya minggu depan ayah...jendral sudah menanyai kapan aku bisa aktif bertugas..."
"hemm...kamu baik-baik sama Nila..ajak dia bersenang-senang sebelum kamu kembali ke batalyon.."
"baik ayah"
Biyan bergegas menuju kamarnya kembali...
Dilihatnya Nila yang masih duduk di sofa memegang ponsel komandan.
dia dari mana...aku kira pergi dengan Gisela
gumam Nila melihat Biyan masuk ke dalam kamar
Dia mengambil rangsel..?.dia sudah ditugaskan kembali?
"Nila..cepat bawa beberapa pakainamu"
"Hah...maaf...pakaian?" bingung
"iya cepat ini tasmu kan...?"
mengambil tas jinjing warna biru di bawah lemari
"pakaian mana yang mau kau bawa?yang ini... ini ...ini.."
memasukan semua yang dilihatnya
"Ini apa Nila..?" Ternyata Biyan mengambil underwear Nila dan direntangkanya.
Biyan sadar bahwa itu barang pribadi Nila langsung melemparkan
"Biyan jangan sentuh" lari menyembunyikannya
"kau saja yang masukan" sembari menyerahkan tas jinjing itu didepan Nila
"kita mau kemana Biyan" menata pakaian nya
"kita mau pulang"
"pulang kemana?"
"ke rumah ibu bapak kamu".
Seketika senyum merekah di wajah Nila
Bahagianya aku bisa melihat senyum itu lagi...
__ADS_1
batin Biyan
terimakasih...mohon saran dan masukan cerita agar lebih menarik..