
Mendengar percakapan Bu fat dan Biyan tadi diruang tengah,
Nila memutuskan untuk di kamar saja menghabiskan waktu sampai makan siang tiba.
Tadi juga dilihatnya Bu fat langsung menuju dapur mempersiapkan menu makan siang dibantu seorang wanita, sepertinya tukang cuci baju di rumah ini, tapi tidak tinggal di rumah komandan.
Nila sedikit malas dengan Bu fat. karena, dia merasa Bu fat terlihat seperti tidak begitu suka dengan dirinya..
"Apa salahnya sih aku,..?
tidak bisa apa - apa,
tapikan aku bisa belajar,
hemm ...
lulusan SMA...
kalau boleh aku pingin sampai S3 Bu fat.
Kenapa si... memandang ku seperti itu...sebel..."
sambil tiduran di sofa, melihat langit diluar jendela...
Melamun membayangkan wajah Bu fat yang sinis kepada nya, sampai tertidur di sofa
*
Biyan menyadari Nila tidak di lantai satu, dia naik ke lantai dua dan menuju kamar nya...
Membuka pintu pelan, sosok gadis yang dicarinya sedang tertidur pulas di sofa.
"Tidur ternyata, aku kira kemana...
kenapa suka sekali tidur di sofa sih..."
Biyan lirih
Biyan berjongkok memperhatikan Nila.
"Manisnya.."
gumam Biyan lirih
sambil menaikkan anak rambut Nila yang menjuntai di dahinya..
Bibirnya begitu ranum...
rasanya... ingin aku ********** habis...hehe
tertawa jahat dalam hati..
Matanya melirik sedikit kearah bagian bawa.
Otak Biyan seperti merefresh kembali bagian tubuh Nila yang pernah terlihat nya..putih mulus.
Biyan tersadar,
dia mundur...
namun punggung nya terhalang meja di belakangnya yang menyebabkan dia malahan terdorong maju ke arah Nila
dan tidak sengaja bibirnya jatuh menyentuh bibir Nila...
Sepersekian detik Biyan menikmati itu...
Namun dengan cepat Biyan menjauh kan diri...
Untungnya Nila tidak terbangun,
dia hanya menggerakkan bibirnya yang mungkin terasa sedikit ada sentuhan.
Melihat itu Biyan tersenyum, merasa lucu melihat kelakuan Nila
"Untung tidak bangun, manis sekali ."
tanpa sadar Biyan malahan menempelkan kembali bibir mereka dalam waktu yang cukup lama...
Setelah merasa cukup, dia menyudahinya, sambil tertawa tanpa suara penuh kemenangan...
Lagi-lagi Nila hanya menggerakkan bibirnya mengecap seperti baru makan...
Biyan terkekeh lirih....
"Gemes... pingin aku makan abis ni anak..." menowel hidung Nila pelan dengan ujung jari telunjuknya..
Biyan meninggalkan kamar dengan senyum bahagia seperti menang dalam peperangan.
Tanpa sengaja bu Fat melihat itu...
dia terlihat tidak senang..
Bu fat menghampiri Biyan
"Bahagianya tuan muda keluar kamar, Bu fat lihat senyum terus, ada apa ya? "
"Heee tidak apa-apa Bu fat," masih cengengesan
"Kenapa hayo ?" Bu fat menggoda
"Nila Bu fat, anaknya lucu sekali,tadi aku...hehehe"
tidak melanjutkan ucapannya...
"Kenapa tuan muda?" Bu fat tambah penasaran
"Hehehe urusan anak muda Bu fat,"
Biyan tertawa
"Bisa saja, memang urusan anak muda, orang tua tidak boleh tahu ya.." Bu fat
"Heeeee" Biyan
Bu Fat sedikit kecewa...
"Oww ya Bu fat, nanti aku tidak bisa makan siang di rumah, aku mau ajak Nila keluar jalan-jalan"
"Tapi tuan, saya sudah buatkan nasi liwet ikan bakar kesukaan tuan muda? "
"Besok masak lagi saja ya Bu fat, Terima kasih sarapannya tadi" sambil mencium pipi Bu fat.
Biyan melenggang pergi
menuju ruang kerja menghampiri komandan dan Vina...
"Baru satu hari jadi istri sudah terlihat tabiat aslinya, pemalas..baru sarapan langsung ke kamar"
gumam kesal Bu fat dan pergi ke dapur
***
Diruang kerja
"Ayah ada apa panggil Biyan?"
Biyan menghampiri komandan dan Vina yang masih sibuk melihat laporan pemasaran pabrik.
"Kemari Biyan, kalau ada waktu kamu pelajari bisnis yang ayah rintis ini sama Vina..."
sambil memberikan beberapa berkas
Biyan mengambilnya dan mulai membaca isinya.
"Ayah rintis ini, agar nanti kamu bisa membesarkan perusahan ini, ayah tidak ingin kamu terlalu lama di kesatuan.
Kamu bisa purna lebih cepat dan teruskan bisnis ayah "
matanya masih tetap membaca angkat-angka yang tertera di berkah yang dipegangnya
Biyan menutup berkas yang dibacanya.
"Kenapa ayah berpikir seperti itu?" memandang lekat kepada komandan
"Karena ayah tidak ingin kamu menjalani hidup seperti ayah, tidak bisa slalu bersama bunda dan kamu dulu.." membalas lekat tatapan Biyan
"Tapi aku suka jadi TNI, ayah" Biyan berbicara sedikit menekan
"Ya ayah tahu, tapi kamu bisa ambil master, jadi pengajar di kesatuan kan bisa.
Tidak perlu terjun langsung di Medan...
Dan bisnis ayah ini bisa menunjang lebih kebutuhan kamu dan keluarga nanti" komandan menjelaskan
Biyan hanya diam mendengarkan
Vina yang mendengar perbincangan mereka itu hanya diam. Dia sudah tahu, Biyan anak yang baik dia tidak akan membantah ataupun melawan ayahnya. Walaupun itu sering bertentangan dengan keinginannya
Dalam ruang kerja, Biyan mengikuti perintah komandan untuk mempelajari isi berkas yang diberikan dan Vina mengarahkan apa saja yang perlu diperhatikan lebih dalam setiap berkas yang harus dipelajari Biyan.
Satu jam lebih diruang kerja..
Biyan teringat Nila
"Ayah, Biyan bisa keluar sebentar. hari ini aku rencananya mau ajak Nila jalan-jalan keluar, kasian dia dari tadi hanya dikamar"
"Oww silakan, bawa dia senang-senang"
komandan tersenyum lebar
Ayah kelihatan sangat menyukai Nila.
batin Biyan
Biyan keluar menuju kamarnya
***
Di dalam kamar
ternyata Nila tidak terlihat di setiap kamar.
"Kemana dia pergi...??"
Biyan mencarinya diruang ganti, tidak ada.
Lalu dia membuka kamar mandi.
Ternyata, ada Nila yang sedang berganti baju menghadap cermin depan wastafel.
Tanpa sengaja Biyan melihat perut dan pinggang Nila yang langsing putih bersih.
Biyan masih memandangi Nila dengan seksama lekukan pinggang nya.
Nila akhirnya terperanjat kaget dan tersadar melihat bayangan Biyan di dalam cermin, memperhatikan dirinya sedang berganti baju. Dengan cepat dia merapikan baju yang dikenakannya.
Wajah Nila merah antara marah dan malu karena Biyan masih lekat melihatnya...
Nila membalikan badannya
"Eemm... maaf, apa yang sedang anda lakukan disini...?" Nila sambil meremas ujung bajunya
Biyan masih diam matanya tidak lepas melihat Nila.
Aduhhh kalau tiba-tiba dia menginginkan ku bagaimana ini...Nila cemas menggigit bibir bawahnya
Biyan masih diam membisu tetap memperhatikan Nila...
__ADS_1
Tapi melihat Nila menggigit bibir bawahnya, seolah oase aneh menerjang Biyan.
Tiba-tiba, Biyan mendekat ke Nila.
Nila mundur namun badannya mentok kepentok wastafel di belakangnya.
Nila terpojok, dia mulai panik...
dia memilih memejamkan matanya dan menundukkan.
"Maff.... saya,... saya mohon?..."
sebelum dia menyelesaikan ucapannya, Nila merasakan sebuah tangan mengelus rambut nya pelan...
Matanya yang dari tadi merem mulai membuka dan melihat Biyan tersenyum lebar...sambil terus mengelus rambutnya.
Aneh ini orang....dia tersenyum
apa-apaan ini...
Sambil melirik tangan Biyan yang masih mengelus rambutnya
Nila tersenyum kaku melihat kelakuan Biyan,
Sepertinya aman, tidak akan terjadi apa-apa..syukurlah
aku kira bakalan kehilangan harta ku satu-satunya...
menggigit bibir bawahnya
"Lain kali jangan gigit bibirmu seperti itu, aku tidak tanggung jawab jika nanti terjadi sesuatu ya hahahha..." Biyan
Seketika Nila menangkup kan kedua bibirnya lebih dalam...
"Hahahha, aku tunggu kamu di luar" meninggalkan kamar mandi
"Sebentar kita mau kemana?,," bertanya sambil menongolkan kepalanya keluar kamar mandi
"Jalan-jalan, bajumu sudah oke, oww ya pakai sepatu santai saja ya" Biyan melenggang pergi keluar...
"Tadi dia bilang apa? jalan-jalan? yessss" mengepalkan tangannya dan menarik ke bawah.
Tersenyum secerah mentari...
***
Biyan jalan menuju mobilnya.
Masuk kedalam mobil..
"Tuhan mahluk ciptaan mu itu begitu indah. Seandainya aku tidak ingat Engkau tadi...tidak tahu apa yang akan aku lakukan padanya...
begitu cantik mulus, hehehe" tertawa jahat
Dia memanaskan mobilnya dan menyetel audio mobil...
Memasang lagu Christian Bautista, the way you look at me...
lirik..reff
Cause there's something the way you look at me..
it's as if my heart knows you're the missing piece...
you make me believe that there's nothing in this world i cant be...
i never know what you see...
but there something the way you look at me...
.....
Biyan terhanyut dalam liriknya
Nila menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Vina yang juga kebetulan akan turun...
"Cantik sekali, mau kemana ni? Vina bertanya sambil tersenyum
"Heeee...diajak jalan-jalan Biyan" senyum canggung
"Have fun ya.!!".Vina menyenggol bahu Nila sambil tersenyum lebar dan mendahuluinya turun
"Aku yang mau jalan-jalan, kenapa vina yang kelihatan senang?"
gumam Nila geleng-geleng kepala
Mendekat ke mobil Biyan
Dilihatnya sosok lelaki itu sudah duduk didepan kemudi mobil, sambil memainkan jarinya yang menyentuh kemudi mengikuti alunan lagu yang didengarnya...
Nila mendekat namun ragu, dan juga masih merasa malu mengingat kejadian tadi.
Melihat Nila dari spion mobil Biyan mematikan audio mobil nya...beranjak keluar
"Kamu sudah siap.??".. lesung pipi nya mengembang
Nila mengangguk.
Please jangan senyum seperti itu bisa gak si...aku beneran tidak berdaya jika harus melihat senyumannya setiap waktu.
Biyan membukakan pintu mobil untuk Nila.
Dia masuk kedalam mobil.
"Enaknya kemana dulu ni?"
Nila hanya mengangkat bahunya
kamu yang ajak kenapa balik nanya..??. .hadehhh
"Ke taman wisata kuliner dulu..." sambil menyalakan mobil.
"Hahahaha..."
Biyan tertawa terbahak-bahak
Lucu sekali dia, memang anak kecil gadis yang ku nikahi ini.
Nila mengerutkan dahinya
kenapa tertawa heh tuan muda,
selucu itukah wajahku..??
tapi aku suka kamu yang seperti ini , dari pada mengacuhkan ku...
***
Setengah jam mereka baru sampai di tepat yang dituju...
Biyan berjalan cukup cepat tapi Nila berjalan lambat. Karena matanya jelalatan kemana-mana melihat tiap stand makanan yang seperti memanggil-manggil nya...makan aku, makan aku...
Biyan menyadari Nila jauh tertinggal dibelakang.
Balik menghampiri nya tanpa aba-aba meraih tangan Nila...
Biyan menggenggam tangan Nila dan mengajaknya berjalan lebih cepat menuju tempat paling ujung.
Ternyata dia sudah order tempat itu lewat sambungan telepon meminta bantuan Vina tadi di rumah.
Mereka duduk di meja paling pinggir dengan pemandangan pepohonan hijau disekelilingnya.
Pelayan datang membawa menu makanan.
"Kamu mau pesan apa...?
kue, sandwich, cake atau kentang goreng...?" Biyan menyarankan
Nila melirik Biyan
kenapa makanan pilihannya, makanan yang tidak mengenyangkan si...
aku mau pesan nasi liwet jadi malu...
gumam dalam hati
"Kok diem saja,,?"
Nila hanya tersenyum..
"Mau pesan nasi liwet?"
Nila langsung tersenyum lebar menunjukan dua gigi gingsulnya dan mengangguk cepat.
"Hahahha" Biyan tertawa kencang
Lagi-lagi dia tertawa...
selucu itukah wajahku...
sambil mengelus satu pipinya cemberut.
"Imutnya..."
Biyan mencubit pipi Nila satu sisinya...
"Auuu..."
kenapa dia mencubit pipiku??
bilang imut segala...
tolong jangan buat harapan ya tuan perwira..
sambil mengelus pipinya yang tadi dicubit Biyan.
Pesanan tidak lama datang
mereka menikmati makanannya
"Akhirnya aku kenyang"...gumam Nila lirih
Tidak sengaja Biyan mendengarnya
"Hahahha...sekarang aku tahu maksud ayah"
sambil memandang Nila
"Maksud anda ?" Nila bingung
"Tidak papa kamu mau makan apa lagi.?"..Biyan yang tidak lepas senyum di wajahnya
"Saya sudah kenyang..." senyum malu
"Kalau gitu ayo...ke happy famili" (tempat karaoke keluarga)
Tempanya tidak jauh dari stand makanan itu hanya jalan beberapa meter
Mereka memesan satu room
Nila terbengong dengan tempat yang baru dia kunjungi
"Oe...kok bengong?... kenapa?"Biyan
"Tidak apa-apa .." tersenyum ragu
"Kamu mau nyanyi apa?" Biyan sambil melihat buku daftar lagu
__ADS_1
"Saya tidak bisa nyanyi..."
"Emmm kalau begitu oke... aku saja..."
Biyan menyetel lagu kesukaannya
something about love David archuleta
.....
There's something about love
that tears you up
whoa oh oh oh
you still believe
........
Nila cukup menikmati nyanyian Biyan, kakinya ikut menghentak-hentak mengikuti beat musik yang didengar.
Suaranya lumayan, enak didengar...
hemmm seandainya apa yang kamu nyanyikan itu ditunjukan untukku...rasanya pasti seperti terjun bebas ni hati... hehehehe
Nyanyian selesai...
'"Kamu ingin nyanyi apa..".
Nila menggeleng...
"Kalau gitu kita nonton saja" memegang remote
"Memang bisa..? " Nila penasaran
"Bisa ...namanya juga happy family..ini bisa buat karaoke dan nonton film. Cuman filmnya yang ada di list tidak bisa milih..." serius melihat draf judul di layar
"Bagaiman kalau film hantu...?" Biyan menengok Nila
"Boleh" mengangguk
"Tidak takut?"
menaikkan pundaknya sambil tersenyum
"Oke! pilih Twillight"
Film diputar ...
Filmnya cukup tengang, apa lagi pas bela mulai bergaul dengan keluarga Cullen yang notabennya semua adalah vampir...ditengah cerita bela mulai jatuh cinta dengan pemeran laki-laki nya...
Saat adegan yang cukup panas, ciuman di atas ranjang.
Tak terasa Biyan mulai menelan Saliva nya. sehingga manik di tenggorokannya bergerak berkali-kali naik turun.
Nila duduk semakin merapatkan kakinya menggigit keripik yang dipegangnya...
Biyan mulai menatap lekat kepada Nila.
Dia menyadari Biyan mendekat kepadanya...
Lutut Biyan dan Nila bertemu. Nila terkejut, tangannya yang tadi memegangi kripik terjatuh, tapi kripik di mulutnya masih dia gigit.
Aduhhh kenapa ini laki-laki memandangku seperti buruannya...
Biyan mendekat di memajukan mulutnya dan mengigit keripik yang juga masih digigit Nila
Nila tersentak duduk sedikit mundur. Namun terlambat tangan sudah diraih Biyan dan dipegangnya erat.
Biyan mulai mengigit sedikit demi sedikit keripik yang menyatukan mulut mereka.
Jarak semakin dekat saat bibir Mereka bertemu.
Nila memejamkan matanya...
Biyan menarik keripik yang tinggal sedikit digigit mereka dan ******* bumbu yang menempel di mulut Nila.
Jantung mereka sama-sama berdebar kencang. Hasrat untuk melanjutkan sudah tercanang di pikiran mereka ...
Namun Biyan menjauhkan bibirnya.
Dia tersadar dia tidak ingin terlalu memaksa Nila pikirnya.
Padahal Nila juga menikmati momen itu.
Mereka pun tersipu malu...
Tuhan aku kemarin berdoa semoga bisa dipeluk mahluk ciptaan mu ini, tapi kau memberinya lebih...
aku bingung harus terima kasih apa malu padamu Tuhan...
sambil mengaitkan dua bibirnya
Biyan
Ampuni aku, aku lepas kendali...soalnya dia manis sekali. Aku benar-benar ingin ******* habis bibir ranumnya...
Hening tercipta
Memecah keheningan
Biyan mematikan film yang sedang mereka tonton dan berkata
"Film pembuat onar!!!!"...sambil garuk-garuk kepalanya
ha-ha-ha
Nila tertawa melihat kelakuan Biyan
"Kenapa kamu tertawa...?"
Biyan bingung
"Hehehehe...lucu saja"
"Apanya yang lucu ?"
Nila malah tertawa lebih kencang
"Ha ha ha ha "
Ini anak baru saja aku curi ciumannya malahan ketawa bukanya marah...
"Ha-ha-ha" geleng geleng kepala
Biyan ikut tertawa.
Menertawakan Nila, dirinya sendiri dan juga kejadian tadi...
Setelah kejadian itu Nila mulai tidak canggung dengan biyan
Mereka memutuskan untuk tidak lama-lama di room itu takut setan menggoda lebih kepada mereka.
Akhirnya mereka memilih singgah di sebuah kedai kopi
Pesanan sudah datang...
Nila yang masih tersenyum sambil menyeruput cafe latte kesukaannya.
"Emmm dari tadi tertawa terus kenapa si..??"Biyan penasaran
"Gimana tidak lucu
seharusnya kejadian tadi tidak berakhir seperti itu..." Nila sambil asik memutar cangkir kopi
"Loh,,,kamu berharap lebih..?" mata terbelalak
"Hahaha tidak juga, hanya saja first kiss ku ternyata seperti itu...hehehehe, rasa keripik"
Nila dengan entengnya ngomong itu
Biyan
second kiss nila,
gumam dalam hati sambil tertawa
Mereka berdua menertawakan diri mereka.
***
Malam mulai larut, tidak terasa
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan sedikit membeli oleh-oleh untuk orang di rumah. Martabak telor dan manis tidak lupa wedang uwuh buat komandan...
Sampai di rumah senyum mereka masih merekah...
Di lihatnya Bu fat yang sudah menunggu diruang tamu...
"Bu fat menunggu kami?" Biyan
Nila menyadari wajah Bu fat yang kurang begitu suka dengan kedatangan dirinya...
Dia memilih diam dan bersembunyi di belakang Biyan...
"Bu fat ini aku sama nila belikan martabak manis spesial durian kesukaan Bu fat..." senyum bahagia tidak lepas dari Biyan
"Terimakasih tuan muda...." mengambil kantong plastik itu
"Tuan muda sudah makan?"
"Sudah Bu fat, tadi sama Nila. dia makan banyak sekali, lucunya..." menengok kebelakang
Nila hanya nyengir kuda
"Kenapa nona bersembunyi dibelakang Tuan muda ?" tanya Bu fat ketus
"Tidak apa-apa Bu fat saya hanya merasa lelah..."
"Kalau lelah tidur " jawab Bu fat ketus...
Ketus amat si...Bu fat
apa si salahku
gumam Nila
"Kamu capek ya?...sudah kamu naik saja dulu..aku mau menemui ayah dulu sebentar nanti aku menyusul..." Biyan menyentuh pipi Nila
Nila sedikit terkejut, tapi dia suka
Nila meninggalkan Biyan dan Bu fat
***
Sesampainya di kamar..
"Bu fat kelihatannya semakin tidak suka kepadaku...tadi saja hanya menanyai Biyan sudah makan apa belum...emang aku lalat yang tidak kelihatan...
bener-bener Bu fat ....
huffff seperti mertua yang di sinetron saja...aaaaa"
menjatuhkan tubuhnya ke ranjang...
****
__ADS_1
Terimakasih pembaca
silahkan beri saran agar author lebih semangat