Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Teman Lama( Part 3 )


__ADS_3

Ikal sambil menghisap rokoknya dalam dan membuang asapnya agar terbang sejauh mungkin sambil mengingat kembali memori kesedihan keluarganya.


"Awalnya ayah sadar dan meminta maaf kepada ibu dan meminta untuk kembali.


ibu menerimanya, dengan lapang dada dan berusaha melupakan penghianatan ayah.hemm..." membuang nafas


"Namun itu hanya bertahan selama tiga bulan.


Ibu memergoki ayah keluar hotel pagi-pagi, hahaha." menaikan satu sudut bibirnya tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu.


"kok bisa ibumu tahu ayahmu di hotel?" Nila penasaran


"Hemmm.... Sebenarnya tidak sengaja kepala sekolah menelepon ke ponsel ibu , karena ponsel ayah tidak bisa di hubungi.


Jadi kepala sekolah melihat ayah keluar hotel karena dia juga sedang liburan dengan keluarganya di sana.


lalu kepala sekolah berinisiatif menelpon ibu. Dan bertanya apakah keluarga kami juga menginap di hotel tersebut dari kapan? dan mengajak kami sarapan di restoran hotel bersama.


ibu kaget dong, karena setahu ibu ayah bilang pulang Bandung menengok nenek sakit .


Hahaha....


Aku masih ingat jelas ibu yang baru selesai mencuci beras dan belum sempat dimasaknya. Langsung naik sepeda motor tanpa ganti baju. Dia masih pakai daster yang bagian belakanganya sobek sedikit karena buru-buru, kain bajunya nyangkut di gerbang rumah dan sobek lebar sampai kelihatan badan ibu, heh...aku masih ingat betul"


ikal bercerita sambil menertawakan nasib ibunya.


Nila mulai merasa iba dengan cerita kehidupan ikal tiga tahun lalu.


"Lanjut ya..." memiringkan kepalanya memandang Nila.


Nila mengangguk cepat, dia berganti posisi duduk menaikan kakinya ber silah di atas kursi, menghadap kearah ikal dan memandang lekat.


ikal tersenyum melihat Nila


"Kamu semakin lucu, ya.." tangannya hampir mencubit pipi tembem Nila


Namun dia urungkan


"Eehh...istri orang, tadi sudah diwanti-wanti 'jaga istri ku baik-baik',,hahaha" tertawa renyah


Nila tidak ngeh maksud ikal.


Beda dengan lelaki yang wajahnya mulai merah padam didalam kamar.


Brengsek, dia mengejek ku.


Memukul-mukul tembok kamar sampai bergetar jendela disebelahnya.


**


Kembali dibawah rindangnya pohon mangga.


Menarik napas panjang, dan...


"Hufff...aku mengikuti ibu dengan motor yang memang sudah dipercayakan kepada aku untuk sekolah.


Sampai lobi hotel, ibu bertanya kepada resepsionis ada tidak boking kamar atas nama Samsul nomer nik KTP yang memang ibu sudah menghafalnya.


Ternyata ada, dia berada dilantai 3 nomer 135.


Ibu bergegas, sampai ditanya resepsionis tidak digubrisnya. Aku lihat resepsionis itu memanggil satpam mungkin, dia kira ibu akan membuat keonaran didalam hotel.


ibu berjalan cepat menuju kamar 135. Hemmm...

__ADS_1


ibu naik lift, aku mengikuti ibu tapi biar keburu naik tangga darurat.


saat ibu keluar lift dan aku sampai dilantai tiga kami berdua melihat ayah menggandeng wanita yang sama keluar dari kamar 135.


Aku lihat wajah ibu sudah kalap, matanya mulai membulat dan merah. Mungkin hatinya sudah hancur lebur kepercayaan yang ibu berikanlah lagi kepada ayah di cabik-cabiknya dengan penghianatan lagi dan dengan wanita yang sama.


ibu lari mengejar ayah dan selingkuhan itu. Dijambaknya rambut ayah, dipukulnya sekuat tenaga dengan mata memerah menahan air mata, napas yang menderu-deru tangannya tidak henti memukul, mencakar dan menampar wajah ayah. saking gemas dan marahnya." ikal menghisap rokoknya lagi


Nila menarik nafas dan menghembuskan nya.


"Aku melihat kejadian itu, kaki benar-benar tidak berdaya untuk jalan dan melerai mereka, hahahaha....


Selingkuhan ayah hanya memandang ibu yang masih membabi buta memukul-mukul ayah.


Heh..aku masih ingat serangai wajahnya yang puas melihat orang tuaku bertengkar karena dia. Mungkin, dalam pikirannya ayah dan ibu akan bercerai dan ayah memilih bersamanya.


Heh....


Aku gak habis pikir dengan nasib yang dia pilih, yang aku dengar dia juga sudah bersuami. Suaminya seorang pengusaha kaya pemilik tabloid kenamaan di Jakarta.


Namun dia memilih selingkuh dengan ayah yang hanya seorang guru PNS yang gajinya menurut ibu pas untuk kehidupan mereka sebulan. Untuk membeli keperluan sekunder seperti sepeda motor saja itu juga atas perjuangan ibu buk catering." mata nya menerawang


"Kasian ibumu ya.." menyanggah dagu.


"Heeee.. tapi setelah kejadian itu ibu meminta pendapat ku kalau dia sudah tidak tahan dengan ayah dan meminta berpisah.


Emmm....saat itu aku hanya memikirkan kebahagiaan ibu dan menyetujui perceraian mereka.


Namun ayah begitu jahat dengan kami.


Hahaha... aku gak habis pikir, dia menyita semua harta benda yang kami miliki atas nama dirinya.


Jadi aku dan ibu terkantung-kantung hidup di Jakarta, uang untuk pulang ke Bandung pun kami tidak mampu, sampai tidur di terminal kami pernah jalani.


Ummmhummm...(menarik nafas dan dikeluarkan).


Aku masih tetap sekolah, tapi melihat ibu banting tulang mencukupi kebutuhan.


Aku habis sekolah jadi kenek bus di terminal.


Haha....aku masih ingat ketika meneriakkan rute.


Sampai aku lulus SMA aku jadi kenek bus, sampai aku kurus kerempeng gini, hahahha.


Kami menabung dan berencana untuk kembali hidup dibandung yang biaya hidupnya tidak terlalu mahal seperti di Jakarta dan untungnya masih ada rumah ibu disini.


sekian tamat., wah rokokku habis" Ikal


"wah...aku tidak tahu bang ikal akan bernasib seperti itu." menahan air mata yang hampir jatuh.


"Kamu nangis," menatap lekat Nila


"Sedih tau dengar kisah mu, tau gitu aku jemput kamu sama temen-temen." menyeka air matanya


"hahaha...sudah lah biarkan pahitnya hidupku jadi manisnya masa depanku." mengambil rokok lagi


"Cakep" Nila mengacungkan jempolnya.


Mata Ikal tidak sengaja mengintip kerah jendela kamar Nila, dan melihat bayangan lelaki tinggi besar yang kelihatannya menguping obrolan mereka.


"Nila, itu jendela kamar kamu kan?" ikal memastikan


"iya" Nila menengok sesaat.

__ADS_1


" hahaha...dasar pengantin baru."


" maksudnya?" Nila tidak paham


"ya sudah aku pulang dulu ya, nanti kapan-kapan aku main lagi pingin nyapa Tika dan kedua orangtuamu."


berdiri


Nila ikut berdiri.. ikal mendekatkan mulutnya ke telinga Nila berbisik


"Hati-hati ya, dengan bayangan tinggi besar di kamarmu, aku gak ikut-ikutan,hihihi"


"Apa sih maksudnya?"


"ya sudah dah aku balik dulu."


**


Didalam kamar


Apa-apaan dia bisik-bisik ditelinga istriku...sial


Nila setelah melihat ikal pergi menjauh dia masuk ke dalam kamar.


Dilihatnya Biyan dengan wajah menekuk dan merah dengan tangan mengepal.


Dia kenapa marah?


karena apa?


lihat wajahnya horor.


gumam Nila.


"Biyan lagi apa?"


Tidak ada jawaban


wah...kalau gini ngambek dia.


"Kamu kenapa?"


"Heh" hanya suara itu yang keluar.


Gawat Ni...kalau ngambek bisa habis aku dipermainkan nya.


"Ada pa sayang..." bersikap manja duduk di atas pangkuannya Biyan


tangannya merangkul bergelayut manja dileher Biyan.


"Sayang...???..,heh" membuang napas kesal


"Kamu kenapa ngomong dong" menatap lekat wajah Biyan.


Akhirnya Biyan mulai membuka mulutnya


"Kamu asik sekali ngobrol dengannya." wajah marah


"Loh diakan temanku dulu waktu SMP kita bernostalgia jadi asik ngobrolnya, kamu cemburu?"


"jelas cemburu lah...suami kamu cuekin demi lelaki kerempeng itu. huh"


"jadi kamu cemburu...?"

__ADS_1


"iya..sebagai hukumannya rasakan ini!"


Dibaringkannya Nila di atas ranjang dan Biyan bermain dengan keahliannya.


__ADS_2