Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Kencan yang Terganggu


__ADS_3

Nila dan Tika masih terkagum-kagum dengan kecanggihan fitur ponsel yang dibelikan Biyan.


Tika yang sangat antusias


"Wah kamera nya bagus. Ayo kak Biyan" foto dengan kamera depan.


Main gendeng tangan Biyan dan tak habis-habisnya cekret sana cekret sini.


Biyan terlihat mulai kuwalahan meladeni tingkah Tika.


Tolong Nila,


Tolong ..


Bicara dengan gerakan Bibir tanpa suara.


Nila malah merasa senang


Biar tahu rasa


Bagaimana rasanya di tempeli terus.


Itu yang aku rasakan saat kamu nempel kaya lem ke aku


hahahahaha


menjulurkan lidahnya mengejek Biyan


Biyan di bawa Tika menuju arena permainan.


" Ayo kak kita main basket, ya..ya..ya.." bergelayut manja di tangan Biyan.


"Iya..iya...sekarang kamu beli koin dulu." memberikan uang tiga lembar.


"Oke tunggu aku kak" berlari bahagia menuju kasir


Biyan mendekati Nila yang sedang asik duduk di kursi bundar depan arena permainan.


" kamu ya, tega biarin aku sendiri bersama Tika" Biyan sambil memijat lengannya yang mulai pegal. karena diseret kesana kemari oleh Tika


"sini aku pijat jangan marah ya..."


menarik tangan Biyan dan memijat lembut.


Sedang asyik-asyiknya memijat


"Nilaaaaaa...." terdengar sebuah teriakan yang sangat nyaring yang Nila hafal betul itu suara siapa.


"Seperti suara Lilis, kemana dia?"


Celingukan ke kanan dan kiri...


Dari arah belakang ternyata benar ada Lilis berlari memburu kearah Nila.


dan benar saja, Lilis akan menjatuhkan diri dalam pelukan Nila.


Namun Biyan yang melihat itu. Dengan sikap menarik badan Nila dalam pelukannya. Dan membuat Lilis jatuh tersungkur memeluk kursi bundar


Brukkkk...


Dari kejauhan terdengar suara tawa yang Nila hafal


"Hahahaha"


"Hesti?" Nila


Hesti" Hahahaha, syukurin" sambil berlari menuju Lilis


Wajah Lilis berubah jadi merah padam menahan tangis.


Dan akhirnya pecah telor.

__ADS_1


"Haaaaaa.....sakit Nila, Hesti, sakit" Masih dalam posisi tengkurap memeluk kursi bundar.


"Kamu sie...songong." Hesti malah memukul punggung Lilis


"Haaaaaa... bukannya nolongin malahan ditimpuk, Nila sakit, tolong" memandang kearah Nila yang masih duduk dipangkuan Biyan.


"Waaahh...sebelah kiri jatuh tersungkur, sebelah kanan saling berpelukan, benar-benar view yang tragis" Suara ikal mengagetkan Nila dan Biyan


"Loh...loh..loh" Nila sambil menunjuk satu satu para sahabatnya.


" Udah atuh, peluk-pelukanya. Tolong" Lilis melambaikan tangan


Akhirnya dibantu ikal dan Hesti, Lilis berdiri.


"He'em...kapan suamimu akan lepasin kamu dalam pelukannya," Hesti bibir mencibir


"Iya..bikin ngiri...hiks.hiks...lihat sakit" Lilis menunjukan ujung jari jempol kakinya yang tergores lantai mall.


Biyan melepaskan pelukannya tapi tidak lepas menggandeng tangan Nila


"Lepasin Biyan!" berbicara sambil menggigit dan memutar pelan lengannya.


Biyan hanya menggelengkan kepala, dan menarik tangan Nila agat lebih mendekat kepadanya.


Hesti, ikal dan Lilis cekikikan.


"Ohhh....so sweet.." Suara cempreng Tika mengagetkan mereka.


"Kamu juga disini?" Hesti sambil menunjuk Tika


"Iya...kita tadi abis jalan-jalan muter-muter mall sampai pegal. sekarang mau main " menunjukan sekantong penuh koin permainan.


Hesti, Lilis dan ikal langsung memburu Tika


"Bagi dong" langsung direbutnya kantong itu dan diambil bagi rata mereka berempat.


"Aku dikit lagi dong, tadi aku yang susah payah ngantri, curang kalian"


Biyan,


Siapa ya mereka,


Kalau yang kerempeng ini, aku malas melihatnya..


Tapi...


Dua cewek bar-bar ini?


Apa mungkin para sahabat Nila?


Kalau iya...


wah...pantesan kadang Nila juga suka bar-bar.


hahaha


Nila melihat raut wajah Biyan yang penuh tanda tanya


"Emm... Guest" sambil tepukan tangan


"Kenalin ini suamiku" Nila dengan tangan membuka kearah Biyan bangga


"Iya sudah tahu" mereka masih sibuk membagi koin biar sama rata.


Nila


Sialan mereka, cuek


benar-benar pada tidak tahu malu.


Dengan gigi yang gemetaran karena fake back dari mereka yang mengecewakan.

__ADS_1


"Sini koinya, kalian beli sendiri" Nila mengambil tiap koin yang hampir terbagi rata dari tangan mereka satu persatu dan di masukan lagi ke dalam kantong plastik.


"Pelit " jawab kompak mereka


karena kecewa


" Dasar kalian ya, ini yang beli suamiku, sedangkan kalian tidak menghormati nya, sapa kek atau gimana" Nila dengan kedua tangan memegang pinggangnya yang ramping.


"Salam hormat suami Nila" ikal, Hesti dan Lilis memberikan salam hormat seperti di film-film kungfu dihadapan Biyan kompak.


Biyan Hanya tertawa lirih melihat kelakuan bar-bar teman Nila.


Nila memukul jidatnya merasa tidak habis pikir yang dilakukan oleh para sahabatnya.


"sudah Nila berikan koin itu kepada mereka, kalau kurang nanti beli lagi" menggelengkan kepala


Dasar tim bar-bar


anak kecil semua


hehehe


batin Biyan.


Tanpa aba-aba mereka langsung berhamburan seperti anak ayam yang lepas dari kandangnya.


Nila hanya tersenyum garing merasa malu dengan kelakuan para teman-temannya.


"Sudah ayo kita beli koin sendiri, kamu mau berapa banyak?" Biyan masih menggoda.


"Kamu.." sambil cemberut lalu tersenyum.


Tangan Biyan tidak lepas menggandeng, merangkul kadang memeluk Nila tidak ingat waktu dan tempat, dan tidak peduli pandangan sinis dari orang lain.


Yang mungkin merasa ada anak ABG sudah digandeng om-om pikirnya.


Maklumlah dengan perawakan Nila yang kecil imut yang memang masih usia remaja harus bergandengan dengan Biyan yang terlihat matang.


Namun mereka tidak peduli. Biyan menunjukan skill-nya dalam menembak yang jitu.


Nila tertawa puas karena dari poin yang dikumpulkan Biyan dia bisa membawa sebuah beruang Teddy bear besar warna putih.


Saat di arena bermain lempar bola basket tercepat.


Ikal dan Biyan dipertarungkan.


"Nanti aku akan bawakan kamu boneka kucing besar dari poinku ya Nila" sengaja menggoda Biyan


Biyan,


Soal kenapa dia mau memberi Nila boneka?


Jangan harap kamu bisa menang dariku


matanya membulat mengarah ke arah ikal yang hanya cengengesan melihat Biyan yang pandangannya memburu kepadanya.


"Lihat pertarungan sengit akan terjadi, lihat dari tim A dia begitu yakin akan memberikan koin yang bisa ditukar dengan boneka kucing besar itu,. Dan lihat tim B dengan pandangan mata yang menyala-nyala seperti mata Elang yang siap menerkam hewan buruannya karena mengganggu pasangan nya." Hesti dramatis


"aku pasang Biyan lima puluh ribu" mengeluarkan selembar uang kertas


"Aku pegang ikal" Lilis yang juga menaruh uang satu lembar ditangan Hesti.


"Aku tidak ikut-ikutan, kata bapak dosa tau kalau bertaruh pakai uang gitu" polos Tika.


Bila hanya tertawa melihat kelakuan para sahabatnya.


Pertarungan sengit itupun terjadi


Ikal dengan jumlah 50 bola dia masuk 44 bola dan gagal 6 bola.


sekarang giliran Biyan. Dia pertama-tama melakukan pemanasan dan peregangan otot-ototnya. Dan saat timer waktu mulai berjalan dia dengan sekali napas langsung memburu bola agar masuk keranjang.

__ADS_1


Dan hasilnya perfect.


__ADS_2