
Semalam mereka tertidur saling berpelukan...
Paginya..
Nila menggeliat kan badannya
emmm... nyamannya
tangan meraba-raba...matanya masih belum terbuka
Apa ini...keras,... dada ?.. leher?...telinga?... hidung? alis...?
menyentuh bagian tiap bagian.
"emmm ...Sudah.. pegang-pegang nya??"
Seketika Nila terperanjat bangun dan membuka mata...
Biyan??...sejak kapan???apa yang aku perbuat??
merapatkan baju tidurnya...
"belum..hanya tidur !"melirik ke arah Nila dan melanjutkan tidurnya...
"Syukurlah....tapi benaran tidak terjadi apa-apa???"
Menengok di balik baju tidur...
"hemmm...masih aman" melirik dengan menunjukan tangan ok..
"nggak bohongkan??" Nila masih belum percaya
" aaaa...iya... sumpah" sedikit membangunkan badan, mengacungkan dua jarinya, menarik tangan Nila, ambruk memeluknya dan tidur lagi...
"Eeeeehhh..." Nila meronta tapi sepertinya Biyan melanjutkan tidurnya lebih nyenyak terdengar dari suara dengkuran yang keras...
Sebenarnya aku sedikit marah saat Biyan seenaknya cium dan peluk sembarangan...bikin sport jantung..tapi...hihihi jujur aku suka ..
Masih dalam dekapan Biyan...
Nila menikmati tiap moment yang baru pertama kali dia lakukan dengan Biyan.
Tok.tok.tok.
"Biyan....ayo joging.." suara diluar kamar
Nila kaget...
"Siapa ya..?" mengucek matanya
"Biyan ayo joging" berteriak didepan pintu
Siapa sih..pagi-pagi sudah berisik di depan pintu...
Nila melepaskan pelukan Biyan
berjalan menuju pintu...dan tidak lupa merapikan baju serta rambutnya yang berantakan...
Pintu terbuka..
Dilihatnya wanita yang tadi malam dicemburui ...sudah berpakaian olahraga...
Gila...Badannya bagus...tapi apakah tidak terlalu vurgar...tentop hitam satu jari , lihat belahannya kelihatan...
Trening pendek ketat itu benar-benar menonjolkan yang dia miliki..
Tuhan kenapa aku yang merasa malu...
mungkin kelamaan di Singapura kali ya...
matanya menyusuri Gisela dari atas rambut sampai ujung kaki...
"He'em..pagi....Nila???,,,tersenyum
Memang cantik... bagaimana dia bisa tersenyum begitu manawan...
terkagum
"Nilakan...???"..
"Iya.." tersadar, canggung
"Kenalin aku Gisela.. sepupu Biyan" mengulurkan tangannya
"Ni...nila.." membalasnya
"Permisi ya .."
menyelonong masuk kamar meninggalkan Nila diambang pintu begitu saja dan naik ranjang membangunkan Biyan tanpa canggung
"Biyan bangun!!! ..."menggoncangkan badan Biyan..
Namun Biyan tak bergerak sedikitpun...
"Bangun..!!!" menarik tangan biyan
Melihat itu...
Nila, hanya diam terpaku diambang pintu, batinya...
Apa apaan dia, main nyolong masuk...
eeehh itu suami orang...
Lihat mereka...
Dengan pandangan aneh..
"Biyan bangunnnn..."bicara keras pas ditelinga Biyan
"Aaaaa... apaan si..Gisela...ganggu...ngantuk.."
__ADS_1
ambruk lagi menutup kepalanya dengan bantal
"Bangun ..." menarik bantal
"Apaan si...ngantuk tau..." menutup wajahnya lagi dengan bantal lain
"Banguuuuunnnn..." menarik lengan Biyan
"Iya..iya..aaaa masih ngantuk gisel...." menyandarkan kepala di bahu Gisela...
Nila terperangah melihat itu
cih.... apa-apan kalian...
heloooo...
ada orang disini...
bener-bener..
wajah menekuk kesal...
"Bangun ayo joging..." mengangkat kepala Biyan dengan kedua tangannya...
"Ayo bangun...mandi sana.." menarik Biyan menuju kamar mandi..
"Lima belas menit lagi..."
Biyan masih enggan untuk berdiri
"Halo tuan kapten...sudah pukul enam pagi lebih ini!!...mana kedisiplinan TNI nya...??" menarik kembali tangannya Biyan
Nila...
Oow jadi dia kapten...
kerenn...
aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang dia...
menunduk masih di ambang pintu kamar
"Emmm..."Biyan manja menjatuhkan kembali kepala di bahu Gisela
"Jangan manja gini aaa...liat tuh dilihatin istrimu di sana.."
Mendengar kata istri Biyan sontak tergagap bangun...
Melihat sekeliling dan mendapati Nila yang berdiri di depan pintu kamar dengan wajah kesal...
"Nila..."tersenyum kikuk
Enggak usah dipaksa tersenyum..
gak ada gunanya..
gumam Nila.
mandi sana...maaf ya Nila dia itu kalau di rumah malas gini...
beda kalau di kesatuan sebagai kapten sok-sokan disiplin...
padahal... beehh malasnya minta ampun..." Gisela
Tidak usah dijelaskan Gisela...
penjelasan mu menunjukkan bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang dia...huhuhu
batin Nila.
Biyan tersenyum getir melihat raut wajah Nila yang datar tanpa ekspresi.
Mati aku...
kemarin baru baikkan
aaaaa bakalan di diemin abis-abisan kali ini...
Biyan garuk kepala
"Bisa-bisanya si kamu masuk kamar seenaknya Gisel...?"
"Loh emang kenapa??.. biasanya juga gitu...kadang kita juga tidur bareng" dengan wajah innocent
Nila, mulutnya menganga...
Tidur bareng...
eerrrtrrt
Hufff, menghela napas
Oh Tuhan berilah aku kesabaran
melihat drama mereka
karena aku tahu mereka sudah bersama sebelum aku datang...
Biyan semakin kikuk...
harus apa...tapi memang mereka sudah sedekat itu dari dulu...
"Sudah sana mandi, aku tunggu".
"Aku mandi dulu, sana keluar"
mendorong Gisela keluar...
"Apa sih..ya udah aku tunggu diteras dalam Sepuluh menit.."
"iya..."
__ADS_1
Gisela keluar kamar dan turun ke bawah...
Nila masih diam mematung diambang pintu...dengan wajah datar..
Biyan bingung harus menjelaskan apa...
"Emmm anu...aku..Gisela..." tergagap
"Tidak perlu dijelaskan aku bisa mengerti...
sudah sana kamu mandi duluan ...
aku mau merapikan ranjang..."berjalan berlalu meninggalkan Biyan yang gantian mematung di depan pintu...
"Sudah sana mandi!!" melihat Biyan yang masih diam berdiri di depan pintu
"kamu... tidak apa-apa?" berjalan mendekati Nila
Menggelengkan kepala sembari melempar senyum sebaik mungkin
"Ooh"
Biyan masuk ke kamar mandi dengan perasaan bersalah dan bingung.
Di depan wastafel...
"sial kenapa aku lupa kalau aku sudah menikah,
Gisela kenapa nyelonong masuk kamar si...
dia juga gak tau malu...
aku harus jelasin apa ni ke Nila...
jangan sampai di ngambek lagi...
bisa berat...
Tapi, tadi dia seperti nya tidak begitu marah dengan kelakuan ku sama Gisela....
Tapi tadi didepan pintu sekilas aku lihat wajahnya sedikit kesal...
aaaaaa"
mengaburkan air ke wajahnya..dengan geram...
Nila, masih sibuk merapikan seprai, dalam hati...
sungguh pemandangan yg tidak mengasikan..hemmm
bikin badmood pagi pagi...
Tapi aku harus memahami posisi mereka sebelumnya...
Tetap sabar...
Tapi benar-benar mengjenkelkan...
emmm apalagi dibawah harus ketemu bu fat...
ibu ...bapak tolong aku...
***
Di teras rumah
Gisela sedang pemanasan
"Nona sudah bangunkan tuan muda?" Bu fat datang dengan membawakan botol air mineral kepada Gisela
" makasih Bu fat, tadi sudah saya bangunkan... benar kata Bu fat dia masih tidur.." meminum air
Bu Fat tersenyum aneh
"lalu nona Nila melihat kebiasaan nona membangunkan tuan muda?"
"em...iya dia lihat semua.." melanjutkan pemanasan nya
"bagus" senyum penuh kemenangan
"bagus???...bagus apanya?" Gisela bingung dengan perkataan Bu fat
" tidak apa-apa nona, silakan lanjutkan"...
Biar kamu tahu siapa yang pantas dengan tuan muda, dasar..
dalam hati Bu fat.
**
Biyan keluar dengan memakai stelan olah raga dengan jaket hodi berwarna abu muda...
Aku slalu suka liat rambut basahmu...
badan tegap itu..
apakah kita bisa menjadi suami istri untuk selamanya
batin Nila melihat Biyan
"Emmm...aku joging dulu...kamu...mau ikut?" canggung
Menggeleng dan tersenyum
"Aku mau mandi bentar lagi turun bantu Bu fat, kamu joging saja sama Gisela, kasian dari tadi sudah menunggu di bawah"
Lihat senyuman mu, malahan buatku sedih kenapa aku bisa menyakitimu terus menerus walaupun aku gak sengaja..
memandang sayu kearah Nila
dan pergi keluar kamar
__ADS_1
**