Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Surel (part 1)


__ADS_3

Terik matahari disiang bolong, membuat Nila berkacak pinggang, menghela napas panjang setelah sampai di tempat tambal ban motor.


"A' tolong diganti ban baru saja ya" mengusap peluh di dahinya


"Gila kemarin sudah aku tambal masih bocor lagi


Panasnya ya Tuhan...


Di sini saja panas


Bagaimana di sana ya.?..


Kasihan Biyanku." Gumam diri sendiri, mengambil tisu di tas ranselnya.


Ternyata tukang tambal ban memandang heran Nila. Melihat dia bicara sendiri.


Nila menyadari itu..


Membalas pandanganya dan senyum kikuk...


"Lanjutin aja A'...." duduk di bangku yang disediakan


Mengambil ponsel dan memasang headset ketelingan. Diputarnya lagu Roulette 'Jatuh cinta'. Lantunan lirik dalam lagu benar-benar membawanya kepada kenangan bersama Biyan.


Ban motor selesai diganti.


Nila mengeluarkan uang sesuai yang diminta tukang ban.


Dia menstater motornya dan siap melaju ke perpustakaan kota. Karena buku yang akan gunakan untuk tugas makalah tidak tersedia di kampus.


Nila melajukan motornya dengan sedang. Sambil menikmati sibuknya jalanan di waktu jam makan siang.


Dia sedikit mendendangkan lagu roulette yang diputar terus menerus dan keras ditelinga lewat headset yang masih dia pakai.


(Jangan ditiru ya)


Saking asiknya, ia sampai tidak mendengar suara klakson motor yang nyaring mengikuti laju motor Nila.


Dit...dit....diiiiiittt


Ditt....dittttt....ditttt


lagi....dan lagi...


Nila melihat kendaraan yang mendahului memandang aneh padanya.


Kenapa...


Ada yang salah


memandang ke kanan, kiri dan bajunya.


Nila masih cuek dan melaju motornya lebih kencang sedikit.


Dari arah belakang suara klakson itu tetap bersaut-saut.


Sampai akhirnya ada pengendara motor gede, pakai baju SMA mendekati Nila.


Dengan arahan tangan menyuruh Nila melepas headset.


Nila sadar, mempelankan laju motor dan melepas satu headset yang tertutup helm.


"Teh itu belakang temen teteh kayaknya dari tadi klakson terus"


dengan kencang bersaing dengan suara deru kendaraan lain.


"Ha?" Nila sambil tengok kebelakang.


Ternyata Ikal dengan motor tua kuno mini, keluaran entah tahun berapa, yang jalannya tidak bisa di ajak mengebut.


Melihat Nila menengok, Ikal tersenyum sumringah bahagia. Dan memaksa motor tua itu mengejar.


"Makasih ya dek" kepada pengendara anak SMA itu.


Dan Brummmmm....dia melaju dengan cepat meninggalkan Nila


Akhirnya Ikal dan motor tua itu bisa berjalan beriringan dengan Nila.


"Gila, aku panggil-panggil pakai klakson tidak dengar" masih dengan senyum khasnya cengengesan.


"Maaf bang" menunjukkan headset


"Pantes, mau kemana?"


"Perpustakaan bang"


"Oh... sendiri?"


"Iya bang, lah Abang mau kemana ?"


"Kerja" menaikan kedua alisnya


"Kemana?"


"Dekat perpustakaan, warung bakso"


"Oww bakso besar itu"


"ya..nanti mampir, aku traktir"


Nila mengacungkan jempol dan mereka masih mengendarai motor beriringan sampai ketempat tujuan masing-masing.


***


Nila memarkirkan motor masuk ke halaman perpustakaan.


Langsung melaju dan menyusuri tiap rak buku mencari yang dibutuhkan.

__ADS_1


Dia membuka laptop yang diberikan oleh komandan lewat Vina agar mudah dalam mengerjakan tugas.


Ia semakin serius belajar sampai lupa waktu.


Jam dinding berdenting keras menunjukkan waktu tepat pukul empat sore.


Nila berhenti dari kegiatannya. Menghela nafas dan melihat lekat pada ponselnya.


Tidak ada pesan apapun.


"Ponsel tidak guna"


Membuka galeri dan dilihatnya foto Biyan yang diambil dari samping. Dia tersenyum dengan lesung pipit terukir indah di pipinya.


"Begitu mempesona mahluk yang kau ciptakan ini Tuhan " mengelus dengan jari jempolnya


Nila membereskan semua buku yang diambil dan menata rapi diatas meja. Memasukan laptop dan buku catatan kedalam tas.


Dia berencana hanya meminjam satu buku yang belum selesai dia baca.


***


Keluar perpustakaan...


Menaiki motor dan melaju ke warung bakso tempat Ikal kerja.


Dia duduk di bangku paling ujung, sambil ngadem dekat kipas angin yang kepalanya tengok kanan kiri.


Ikal yang melihat Nila, memberi kode 'Tunggu sebentar lagi layani yang lain baru kesitu'


dengan bahasa bibir.


Nila mengangguk paham.


Akhirnya Ikal datang sambil bawa bakso sebesar mangkok dengan es teh.


"Wah besar" mengambil garpu


"Silakan dinikmati" mengambil garpu Nila dan mengelapnya dengan tisu


"Makasih" menerima karpu dari ikal.


Nila menuang sambal banyak dan kecap tanpa cous kedalam mangkok


"Masih suka pedas ternyata"


"Heee" Nila melempar senyum


Dia membelah bakso besar itu, mengiris kecil dan melahapnya.


"Enak?" Ikal


"Enak" dengan mulut penuh bakso


"Awas muncrat" menggoda.


Nila manyun meneruskan makannya.


Didalamnya ada sebuah pesan dari Vina.


Ia membaca isinya bahwa Biyan mengirim surel lewat email. Dan ada file terkirim.


Nila menjatuhkan garpu yang dipegangnya.


Dia tersedak, dengan cepat Ikal menyodorkan esteh. Secepat kilat, Nila menghabiskan isi gelas.


"Pelan-pelan" Ikal yang masih memegang gelas


" Kamu kenapa, terkejut sekali sampai..." belum selesai ngomong


"Ada kabar dari Biyan." tangan gemetar


Ikal bingung, dapat kabar Biyan sampai gemetaran. Karena dia tidak tahu bahwa ini hal paling ditunggu Nila selama ini.


Nila mengendalikan diri


dan membuka file itu.


Salam,


Maaf... baru bisa kasih kabar kalian.


Akses internet disini sangat buruk, jaringan telepon luar negeri pun sangat sulit.


Akhirnya aku bisa curi waktu hari ini.


Walaupun hanya bisa mengirim surel.


Aku disini baik-baik saja.


Semoga kalian di sana juga baik semua.


Terutama untuk istriku tercinta..


Jangan terlalu memikirkan keadaan ku disini...


Aku baik-baik saja.


Semangat kuliahnya.


Jangan macam-macam!!!!


Apalagi sama si kerempeng kriting...!!!!!


Kok bisa... dasar


gumam dalam hati

__ADS_1


Nila membaca lagi dalam hati...


Kamu baik-baik di sana


Jaga makan, jaga kesehatan


dan terus semangat belajar


Jangan terlalu bersedih...


Perpisahan ini hanya sementara...


Aku pasti kembali..


Kamu mulailah latih diri, agar slalu siap dengan kondisi seperti ini lagi.


Karena suamimu ini diberikan amanah besar membela tanah air.


Aku harap kamu bisa menerima takdir ini.


Dan percaya, bahwa aku selalu mencintaimu dan merindukan mu


Tidak ada yang lain, hanya kamu.


Tau kah kau sayang..


Saat rindu, aku selalu memanggil namamu, berharap angin menerbangkan rasa ini sampai kepadamu.


Saat melihat bulan purnama, dilangit tanah gersang ini,


Aku melihat wajahmu yang tersenyum meneduh hati yang rindu.


Aku tahu kau juga merindukan ku


Aku bisa rasakan itu..


Saat tidur...


Kadang terasa ada desiran aneh menyentuhku, seperti belaian mesra tangan lembutmu.


Dan aku yakini saat itu, kau benar-benar membelaiku lembut di sana...


Hah....


Aku mungkin Gila, memang gila karena mencintaimu...


Dan merindukan mu.


Semoga tugas ini cepat selesai dan kita bisa bersama kembali.


I love you Nila Ningtiyas


Istriku tercinta...


Air mata Nila mulai menetes,


"Love you too sayang."


"Sorry Nil, aku bukan pagar makan istri orang" celetuk Ikal membuyarkan rasa haru dan tersentuh hati Nila setelah membaca surel dari Biyan.


"Hahhh" mendesah kesal mengusap matanya


"Ni...baca" menyodorkan ponsel ke arah Ikal


Ikal membaca seksama sampai selesai.


"Hee....aku kira, sweet juga Biyan." mengembalika ponsel ke Nila


"Itu yang buat aku cinta bang" memeluk ponsel membayangkan wajah Biyan.


"Iya...ya...hummmm....aku senang kamu bisa menemukan belahan jiwa yang mampu sayang dan bertanggung jawab seperti Biyan." Ikal memainkan rambut anehnya.


Nila hanya tersenyum, lalu buru-buru menghabiskan bakso . Karena dia ingin cepat-cepat membalas surel itu dirumah.


"Pelan-pelan... kalau orang sudah jatuh cinta ya gini, dapat kabar langsung mau cepat pulang, hehehe" Ikal menuangkan air putih kedalam gelas yang tadi berisi esteh


"Kok tahu?" mulut penuh bakso pedas.


"Awas tersedak, pelan-pelan...lagian balasnya cepet belum tentu dia langsung buka, hehe" cengengesan


Nila menatap tajam ikal dengan bibir manyun sambil mengunyah bakso.


"Hahahaha...." Ikal memainkan rambut konyolnya kembali.


***


Nila pun langsung melaju dengan kencang menuju rumah.


Tanpa permisi dia langsung masuk ruang kerja.


Sudah ada Vina dan komandan yang kaget melihat dia.


"Maaf ayah boleh pinjam email-nya?" garuk-garuk kepala memasang wajah memelas


Vina dan komandan tersenyum, karena mereka tahu Nila ingin segera membalas surel dari Biyan


"Vina kita rapat diruang tamu saja, bawa laptop mu, biar laptop ini dipakai Nila" komandan berdiri dan langsung keluar menuju ruang tamu


Vina menggenggamkan tangan dan memberi semangat untuk Nila.


Nila tersenyum dengan manis..


Dia duduk dan mulai membuka email dan siap membalas surel Biyan.


***


Maaf kalau up-nya lama...

__ADS_1


Dan terima atas saran dari pembaca, saran kalian sebagai pemicu terhadap karya ini agar berkembang lebih baik


Terima kasih...🥰🥰


__ADS_2