Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Bu Fat berulah


__ADS_3

"Ayo kejar..hahaha" Gisela


"Semakin cepat saja larimu..." Biyan


Mereka berlarian di jalan kompleks.


"Istirahat dulu.." Biyan


"Ayo lagi.."


"Istirahat dulu" Biyan menarik Gisela duduk di trotoar


"Kamu ...hahaha " minum air mineral


"Ini..." memberikan botolnya ke Biyan


"Gisel apa tidak terlalu terbuka pakaianmu ini"..


"Emm gak lah, ini fashion sekarang" berdiri dan berputar bagaikan model.


"Ya..ya.. tapi coba liat tiap lelaki yang jalan memperhatikan mu, seperti lihat hewan buruan.." Biyan memandangi geram setiap laki-laki yang memandangi Gisela


"Berarti mereka mengakui ke sexy.an ku..." senyum sok imut


"Dari dulu kamu emang tidak berubah.


Sebenarnya ini bisa buat kamu bahaya, coba kalau mereka nekat menculik mu lalu berbuat pelecehan bagaimana?"


"Kan ada kamu.." duduk menyandarkan kepalanya di bahu Biyan


"Iya....kalau aku bisa slalu sama kamu." menghela napas


"Memang kita gak bisa slalu bersama?" memandang lekat Biyan


"Ya...tapi...emm" tidak dilanjutkan


"Oww ya aku lupa, sekarang kamu sudah menikah. Baguslah tidak ada yang menggangguku lagi..." senyum semanis mungkin


"Aahhh" Biyan menunduk


"Nanti, Nila kamu ajak ke batalyon" memainkan tutup botol


"Eee.. seperti nya tidak, aku merasa tidak tega kalau dia harus tinggal sendirian di batalyon saat aku harus dinas ke daerah konflik"


"Terus..nasib Nila bagaimana??"


"Aku sudah bilang untuk tinggal sama ayah saja, biar tidak jauh juga dari keluarga nya...Lagian aku juga berencana agar dia bisa melanjutkan kuliah"..Biyan menerawang jauh


"Emmm...bagus juga idemu...kasian dia begitu muda...harus dipaksa nikah sama kamu, "


"Siapa yang maksa..."


"Hahahha" Gisela merangkul lengan Biyan


"Emm..setelah S2, kamu punya rencana apa..?" Biyan sambil mengelap peluh di lehernya


"Bulan depan sebenarnya, aku sudah mulai kerja dengan teman yang dulu sekamar disingapura.


Kita memproduksi skin care pabriknya di Surabaya...


kebetulan dia dokter ahli kecantikan..lah kita berkolaborasi


menjadi produsen skin care sendiri, lebel sendiri tentunya dengan penelitian yang sudah dijalankan setengah tahun lalu,


kamu tau sendiri kan aku orangnya tidak setengah-setengah dalam berusaha"


"Bagus..aku senang dengarnya..


kabar Tante sama om di USA bagaimana..?"


"Mereka sudah resmi bercerai" Gisela meminum air


"Benar-benar bercerai, kok ayah tidak bilang?"


"He...menurut paman mungkin tidak penting...memang dari dulu itu keinginan mereka" Gisela tertawa getir


" Emmm..." Biyan memandang Gisela


"Mereka pikir sudah waktunya berpisah karena aku sudah cukup dewasa." Gisela menyanggah dagunya


"Sabar ya" Biyan merangkul Gisela


"Aku malah senang... mereka bisa mencari kebahagiaan mereka masing-masing. Dari pada seperti dulu selalu ribut,


sampai aku memilih hidup sama Bunda dan kamu dan diasuh Bu fat.." mata yang sedikit berkaca-kaca


"Sekarang kamu memang sudah dewasa... ayo kita pulang kasian Nila sendirian" berdiri menarik tangan Gisela


"Ada yang kangen ni ya...hahaha" berdiri mengikuti Biyan


Biyan tersipu malu.


Aku juga ngerasa sepertinya kalau jauh sedikit dari Nila, wajahnya langsung terngiang di ingatan..apakah aku mulai suka...???


Aku masih belum yakin...


Tapi....haha aku suka perasaan ini.


***


Nila turun ke lantai bawah dengan sedikit malas tidak bersemangat


Hemmm...


semoga Bu fat hari ini tidak begitu ketus...


kalaupun ketus


mohon jaga hatiku Tuhan biar tidak peduli dengan Bu fat.

__ADS_1


Dilihatnya komandan sedang duduk di ruang tengah, membaca koran dengan kopi yang masih mengebul.


"Komandan.."Nila mendekat


"Kok masih panggil komandan...ayah " menutup korannya


"Iy..ya..ayah.." malu


"Kamu mau sarapan apa..nanti ayah suruh Bu fat memasaknya"


"Tidak usah ayah..biar Nila ikut makan menu yang dimasak bu Fat"


"Kamu disini jangan merasa sungkan...jika ingin sarapan yang berbeda kamu bisa buat sendiri..ayah juga suka nasi goreng buatan mu..."


Oww ya dulu komandan sering ikut sarapan sama bapak kalau aku masak nasi goreng


Nila merasa senang


"Apa iya yah...aku buatkan lagi ya.." semangat


"Bolll....."


komandan belum selesai dengan kalimatnya


"Komandan dilarang sarapan makanan yang terlalu banyak kalori itu bisa berbahaya, apa kamu tidak tahu komandan punya kolestrol!!"


Bu fat dengan lantang entah muncul dari mana


Mati aku...


ini Bu fat seperti hantu saja, suka berkeliaran dan nimbrung obralan orang lain.


batin Nila


"Maafkan saya Bu fat,.. ayah..." Nila menunduk


"Hahaha...tidak papa..Bu fat saja yang terlalu, tidak apa lah Bu fat sekali kali sarapan nasi goreng"


"Tidak bisa komandan, kata dokter Pras anda harus mengurangi semua asupan yg tidak baik...apa lagi ini kopinya pekat sekali pasti Rini yang buatkan...


Rini kamu ya... bener-bener"


berlalu menuju dapur memarahi Rini tukang cuci karena membuatkan kopi yang pekat ke komandan. Komandan hanya minum kopi yang kadar kafein nya rendah yang dibuat khusus.


"Sudahlah Bu fat saya yg salah, kasian Rini..."


"Tidak bisa..."


dari kejauhan Bu fat mengomeli Rini yang berdiri di depan dapur karena kesalahannya membuatkan kopi dan menjelaskan tentang kesehatan komandan.


Rini hanya tertunduk mendengarkan ocehan bu Fat.


Bener-bener Bu fat...


Maafkan aku teh Rini...gara-gara aku,


Menggigit bibir bawahnya merasa bersalah.


"Awas ya..kamu kalau sekali lagi tidak mematuhi aturan-aturan hukhuk...aku bakalan kasih hukuman.. hukhukhuk...


sudah kamu keluar, saya capek...hukhukhuk" Bu fat


Nila dan komandan melihat Bu fat yg mulai tersengal-sengal, sampai batuk tertawa lirih bersama...


komandan geleng-geleng kepala.


"Kamu sana masak nasi goreng nanti Biyan pasti suka...jangan lupa sisakan buat ayah ya, nanti ayah makan kalau Bu Fat ke pasar..." mengedipkan satu matanya


Nila membalas kedipan mata komandan dan melenggang ke dapur setelah Bu fat menyelesaikan menata menu masakannya di meja makan...


Menu yang disajikan seperti biasa roti sandwich, salat buah, jus sayur telur anti minyak..dan gak tau itu apa ,, seperti nya pasta labu??


Nila merinding dengan menu itu..


*


Dia menunjukkan keahliannya memasak nasi goreng...resep dari ibunya...dan telur gulung


Bau wangi nasi goreng tercium keseluruhan ruangan... Bu fat terlihat panik mencium itu berasal dari dapur.


"Apa yang kamu masak di dapur ini...?" sedikit lantang


buat Nila kaget dan hampir menjatuhkan spatula nya.


Sial apakah begitu wangi masakan ku..


Tersenyum kaku melihat Bu fat sempoyongan menuju dapur.


"Kamu ya..."


sebelum ucapannya selesai...


"Baunya harum sekali..."Biyan berlari menuju dapur...


"Tuu..tuuan muda" Bu fat gelagapan


"Nila kamu masa nasi goreng ??wahhh seperti nya enak..aku mau tolong sajikan"


Biyan berlari ke meja makan...


"Gisel, ayah ayo sarapan..."


Awas kamu ya...


Bu fat berbicara lewat kerlingan matanya


Ya Tuhan... bener-bener seperti mertua yang jahat hiks.hiks


batin Nila

__ADS_1


Bu fat mendekati meja makan, komandan datang.


"Nila...tolong nasi gorengnya.."teriak Biyan


Yesss.... sorry Bu fat kali ini Biyan memilihku...


berbicara dengan Bu fat lewat kedipan mata dan senyum penuh kemenangan


Nila menyajikan ke Biyan nasi goreng..


"Terima kasih..." senyum memperlihatkan lesung pipinya..


Komandan menarik lengan Nila


"Nanti ayah kasi ya.."


Nila mengacungkan jempolnya.


Bu fat...kesal


"Enak sekali Nila..."Biyan dengan lahap memakannya


Nila senyumnya semakin merekah melihat Biyan makan dengan lahap.


Komandan,


"Pelan-pelan Biyan makannya"


"Enak sekali ayah..." makan dengan rakus


"Nila sini makan" Komandan


Ketika Nila hendak menuju kursi sebelah Biyan dengan sengaja Bu fat menabraknya dan menumpahkan jus yang dipegangnya.


"Aduh maaf nona, maafkan orang tua ini" mengelap baju Nila yang kotor


Hemm aku tau, Bu fat sengaja kan...dasar...


tetap tersenyum


"Kamu gak papa Nila...?" Biyan berdiri


"Tidak apa-apa..kamu lanjut makam saja...


aku ganti baju dulu..."


Naik ke lantai dua


"Nila kenapa?"


Gisela baru ganti baju... Bingung melihat baju Nila kotor


"Ketumpahan jus bajunya...ayo makan nasi goreng Nila enak sekali" Biyan masih lahab makan


"Oh ya..tapi sorry lagi diet..."


"Silahkan nona, ini salat buah dan jus yang nona minta, oww ya silakan duduk sebelah tuan muda" Bu fat


" Thanks you Bu fat, memang yang terbaik"


"sama-sama" melenggang pergi ke depan dapur


Tidak lama Nila turun sudah berganti pakaian.


Dilihatnya Gisela duduk di bangku yang dari kemarin dia duduki sebelah Biyan.


Bu fat memandang kearah Nila dengan senyuman aneh...


Oww aku tahu sekarang maksud Bu fat...


sabar Nila...


Akhirnya Nila duduk di depan Biyan...


Dia makan nasi goreng buatannya dengan lahab tidak peduli pandangan Bu fat yang dari tadi seperti anak panah yang siap mengarah kepadanya.


*********


"Tuan besar memanggil saya ada apa tuan?"


"Silahkan duduk Bu fat" komandan di ruang kerjanya


"Saya tahu Bu fat mungkin merasa Biyan tidak cocok dengan Nila...


Tapi sekarang liat Biyan cukup bahagia bersama Nila...


Tolong restui mereka.." komandan menatap lekat Bu fat


"Tapi tuan...Nila itu.."


"Saya tahu Bu fat telah mengasuh Biyan dari kecil setelah bundanya meninggal dan mengganggap seperti anak Bu fat sendiri..


saya sangat berterima kasih.


Tapi Bu fat perlu tahu alasan kenapa saya menjodohkannya, karena saya lihat Nila anak yang penurut, dan itu pas untuk Biyan yang sangat gila dengan karirnya di TNI"


"Tapi tuan dia hanya lulusan SMA dan anaknya tidak cekatan"


" Nila kan bisa belajar Bu fat, menurut saya itu bukan alasan sebenarnya Bu fat tidak suka dengan Nila"


Terlihat Bu fat sedikit celingukan.


"Saya tahu Bu fat sangat ingin Biyan dengan Gisela, saya suka Gisela tapi melihat karakter mereka, saya seperti melihat mama papa Gisela, sama-sama gila kerja dan karir.


Saya takut jika mereka bersama, mereka tidak bisa mengalah dengan ego mereka masing-masing.


Bukannya bahagia tapi akan banyak pertengkaran dalam rumah tangga mereka kelak."


Bu fat hanya menunduk.

__ADS_1


Terima kasih pembaca yang Budiman


__ADS_2