
Akhirnya Biyan mau keluar dapur dan duduk manis di meja makan.
Nila masih sibuk menyajikan masakannya ke meja.
Biyan asik melihat dan memperhatikan tiap gerakan Nila.
Dari dia menata piring, menuangkan air ke gelas, mengaduk nasi di Magicom, mengambil nasi ke piring, semuanya Biyan perhatikan dengan lekat.
Saat aku tugas
mungkin aku hanya dapat membayangkan tiap gerakan lincahnya melayaniku makan.
Lihat begitu cantiknya dia, meletakkan lauk ke piringku saja sambil tersenyum menawan seperti itu.
Tidak mustahil kalau semua orang yang melihatnya pasti akan jatuh cinta.
Jatuh cinta ke dia, ??...sial bagaimana ini??..
Apalagi selama enam bulan ke depan aku harus meninggalnya.
Hem...
aku harus pastikan setiap saat dia tidak bisa bertemu dengan lelaki lain...
Ya...aku harus menyuruhnya tinggal di rumah ayah saja biar setiap saat aku bisa meminta kabar lewat sambungan internet di rumah ayah.
Kalau tinggal disini, pasti bakalan ketemu terus dengan manusia kerempeng rambut Bodoh itu,
huffg...
Aku harus menjaga istriku walaupun aku berada di keluar.
Pikiran gila yang tercipta oleh Biyan.
Nila menyadari tiap gerakannya diperhatikan Biyan dan melihat raut muka yang berubah-ubah dari suaminya.
kenapa dia,
Otaknya lagi mikir apa sebenarnya
Lihat...sebentar tersenyum...
eeehh tiba-tiba mengerutkan kedua alisnya...
cemberut? senyum lagi?
Gila dia...
"Biyan" sedikit memukul meja dan menyadarkan lamunan Biyan.
Dia tersentak dengan mata yang sedikit terbelalak.
"Sayang..bikin kaget saja,ada apa?" menghempaskan napas dari hidung
"Kamu yang ada apa, melamun sampai senyum-senyum sendiri, cemberut, senyum lagi, kesambet?"
"Kesambet apa ? setan ?, kalau kesambet kamu iya!" senyum sok imut
huek...
lihat wajah sok imutnya
aku gak nyangka bakalan punya suami narsis seperti dia.
"Kenapa mukamu, mual?..padahal kita belum melakukannya ? kamu sudah hamil?" Biyan mengerutkan dahinya
"hah?" Nila melongo
"Itu mukamu kaya orang mau muntah?"
" hahaha...mana mungkin aku hamil, kamu ada-ada saja!, sudah ayo makan" siap-siap memasukan nasi kedalam mulutnya.
"Aaaaakk.." Biyan membuka mulut
"Hah?" Nila bingung
"Aaaaaakkkk" sambil menunjukkan mulutnya yang terbuka
Minta disuapi ternyata
hah....Biyan..Biyan
kamu benar-benar ya...
__ADS_1
untung aku cinta kalau gak udah aku suapin pakai skop
huh....
menyuapi Biyan dengan sedikit geram menekan gigi-giginya.
Makan selesai...
Penghuni rumah lainya belum ada yang pulang.
"Bapak sama ibu kemana ya...kok tidak kelihatan, pamit gak sama kamu, mereka pergi kemana?" Nila sambil membereskan meja makan
"Tidak dari tadi aku dikamar," membantu Nila membereskan meja makan
"Makasih " Nila takjub melihat Biyan membantunya beres-beres.
"Sama-sama, jangan lupa hadiahnya" tersenyum licik
hah...
dasar ada udang dibalik batu...
lebih baik tidak usah bantu saja.
Tetap saja aku yang capek.
bibir manyun
Beres-beres selesai...
Biyan seketika menggendong Nila dengan kedua tangannya dan membawanya masuk kedalam kamar
"Biyan, turunin" tangannya sibuk memukul bahu Biyan.
Namun dia tidak peduli. Diletakkan nya Nila dengan pelan di atas ranjang.
Nila mundur bersandar di sandaran ranjang.
Biyan melangkah di depannya dan menatap lekat Nila .
"Nila.." suara pelan
"Iya.." jawab ragu dan harap-harap cemas
" Mumpung tidak ada orang" masih dengan suara pelan sedikit berbisik
"Ayok.." mendekatnya mulutnya dekat telinga Nila
"Iya.." Suara yang mulai parau.
"Ayo...pijet aku sekarang, badanku pegel semua, besok kita beli ranjang yang agak besar sedikit biar aku kalau tidur disini bisa sedikit leluasa," tengkurap disebelah Nila
Nila menghela napas panjang
Haaahh...
aku kira dia mau minta haknya.
ternyata...
Hahahahahahaha
Tertawa geli dalam hati.
Pijat memijat pun berlangsung hampir setengah jam, Biyan sampai minta diolesi minyak urut. Dan ternyata Biyan orangnya mudah geli kalau dipegang bagian pahanya.
"Nila hentikan geli..." menggeliat-liat seperti cacing
"ha-ha-ha, katanya pegal ini aku pijat" memijat bagian pahanya
"Tapi jangan disitu terus, geli Nila" terus menggeliat Nila tidak henti-hentinya tertawa melihat Biyan dan tau kelemahannya.
**
Pukul tiga sore
Penghuni rumah yang lainnya belum ada yang pulang.
Nila merasa aneh dengan keadaan ini.
"Bapak sama ibu Sampai jam segini belum pulang Kemana ya mereka ?" Sedikit cemas
"Tika juga belum pulang, oh ya tadi dia nitip pesan gak sama kamu, bakalan pulang terlambat?"
__ADS_1
bertanya kepada Biyan
"Emmm...tadi sih tidak pesan apa-apa, cuma kayaknya pas baru turun dari mobil, beberapa teman Tika menghampiri dan ngobrol tentang tugas kelompok mereka."
Biyan sambil melihat wajah cemas Nila
"Apa dia kerja kelompok ya?" Nila mondar-mandir depan pintu rumah
"Mungkin,sudah kamu tenang saja,!" menghampiri Nila dan menyuruh duduk di kursi.
"Hemm" ikut duduk di kursi
"Ada nomer yang bisa dihubungi, teman Tika atau ibu atau bapak?" Biyan meraih ponselnya dimeja.
"Ada cuma aku gak ingat nomernya, lagian ponselku mati,
karena mendadak menikah aku belum sempat ngumpulin duit dan servis ponsel." Nila polos.
"Oww ya aku, emang gak pernah liat kamu pegang ponsel. Nanti malam setelah ibu, bapak dan Tika pulang kita keluar"
"kemana?"
"Udah ikut saja nanti" Biyan mengelus lembut tangan Nila.
**
waktu berjalan sudah menunjukkan pukul empat sore
Nila mengambil handuk mandi.
Biyan masih sibuk membalas semua pesan yang masuk dalam ponselnya
"Kamu mau kemana?" Biyan tangannya masih sibuk mengetik namun wajahnya melihat kearah Nila
"Mandi" jawab datar
"Ikut" secepat kilat dilemparkannya ponsel yang tadi dipegangnya ke ujung ranjang dan berlari menghampiri Nila langsung bergelayut manja.
"Apaan sih, mandi sendiri-sendiri saja, lagian kalau ibu bapak pulang kita keluar kamar mandi bareng, apa gak malu?"
Nila menjelaskan, yang memang kamar mandi Nila tidak seperti di rumah Biyan yang sudah tersedia di setiap kamar.
"emmm...ayo cepetan kita mandi bareng sebelum mereka datang" mengendong Nila didepan menuju kamar mandi.
"Aaa...Biyan turunkan aku, aku bisa jalan"
"Udah hari ini kamu bakalan aku gosok punggungmu sampai semua dakinya hilang, kami bakalan jadi ratu sehari....hahaha" berlari cepat sambil menggendong Nila menuju kamar mandi dekat dapur.
**
Dalam kamar mandi
Yang katanya tadi akan menggosok punggung Nila malahan kejadiannya terbalik.
Nila yang menggosok semua bagian tubuh Biyan.
Hari ini Biyan benar-benar seperti raja.
Menyuruh Nila, gosong ke sana kemari sampai menyiram air ke tubuh Biyanpun, Nila yang siramkan.
Batin Nila,
Sial,
tadi dia bilang akan melayani ku bak ratu sehari,
tapi coba lihat..
dia yang berasa sebagai raja sehari.
hum....
Layani saja lah Nila biar dia tidak mereng-rengek manja..
Nanti malahan ngelunjak.
Selesai mandi, Nila buru-buru keluar, dan menuju kamar.
Saat Biyan akan keluar, terdengar suara pintu terbuka dan Suara ibu memanggil-manggil Nila.
Biyan,
Aduh...ibu sudah pulang..
__ADS_1
Aku hanya pakai handuk kecil ini, lupa bawa baju lagi...
sial.