Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Perpisahan dengan sahabat


__ADS_3

Nila gadis yang pandai bergaul...


jarang sekali punya musuh


namun tidak banyak sahabatnya...


hanya ada Lilis dan Hesti


Dari SMP mereka sudah bersahabat


susah senang bersama.


Di rumah Lilis yang kebetulan tidak jauh dari rumah Nila, mereka bertiga biasa berkumpul, bercerita, mengerjakan tugas yang ujung-ujungnya menggibah orang...(hehehe maklum lah kebiasaan anak cewek)


Hari ini, rencananya Nila akan menceritakan perjodohannya kepada mereka berdua


Drama antara Lilis dan Hesti


Brukkk


suara timpukan boneka ke kepala Lilis


"Aaauuu, hemm..sakit iiih, dasar Hesti tikus got" mengelus-elus kepalanya cemberut dan menangis


Lilis gadis yang sangat melow, bertubuh kecil kurus, polos, penakut mudah nangis namun sangat penyayang dan setia kawan...


Sedangkan Hesti,


dia gadis paling jail, suka bully, pemberani, kadang kelewatan beraninya, bertubuh ideal dan sekarang sudah siap menjadi Taruni di Akmil Magelang Yogyakarta...


"Dasar cengeng ketipuk boneka kecil segini aja nangis...hadehh ni rasakan lagi,, hahaha"


Hesti menimpuk lagi boneka itu ke kepala Lilis..


"Sudah dong kalian itu ya...ketemu kaya Tom and Jerry...kalau enggak ketemu sehari aja pada galau..." Nila sambil melerai mereka


Aku bakalan kangen masa masa ini gumam nila dalam hati...wajah emogi sedih


Lilis menangis lebih kencang....


Nila hanya tertawa melihat kelakuan temannya...Akhirnya bisa mendamaikan mereka


Hal seperti itu sudah biasa bagi mereka... ketawa, menangis, saling bully, bertengkar dan saling support..


Indahnya persahabatan


Setelah baik kan....


Tiba-tiba Lilis menangis lagi....Hesti dan Nila bingung


"Napa nangis lagi, tambah kenceng pula sih? uststst" Hesti mencubit hidung Lilis


"Bisa gak si...itu tangan diajari biar lembut dikit iihh... kaya punya Nila 'kasep pisan'" sambil elus-elus tangan Nila ke kepalanya kaya anak kucing 🐈


Nila mengedipkan satu matanya ke Hesti membanggakan diri..


"Iiihh cuihh...apaan "Hesti malah bully Lilis dan Nila dengan lempar-lemparan bantal


Sepuluh menit perang bantal terjadi....


"Cukup-cukup aku capek...minum dulu, minum dulu..." Nila sambil lari menuang air di lemari nakas Lilis yang sudah tersedia


Belum abis diminum itu gelas sudah diambil aja sama si Hesti ...di habiskan dengan sekali teguk...


glek....glekk...


"Tolong ambilkan dong...aku dah enggak bisa jalan capek haus banget atuh..." Lilis manja dan terlentang di atas kasur


Nila mengambil gelas yang masih dipegang Hesti...


menuangkan air dan diberikan kepada Lilis...


belum abis diminum, Hesti sudah main cerobot aja..


Air dalam gelas akhirnya tumpah kemuka Lilis


"Aaaaaaa"rengek Lilis


Hesty ketawa puas, Nila mengelap wajah Lilis tapi tidak lepas dari tertawa...


Mereka terbaring bersama di atas kasur


"Aku bakalan kangen momen seperti ini..." Nila dengan mata sedikit berkaca-kaca


"Iya aku juga bakalan kangen ngebully kalian


..apa lagi si cengeng ini ni" Hesti sambil memeluk erat Lilis yang berbaring ditengah antara mereka...


"lepasin engap atuh... woy, engap" Lilis berontak dari pelukan Hesti


Melihat itu Nila yg berada disebelah Lilis malah nimbrung memeluk mereka berdua...


Tertawa terbahak-bahak bersama..


Tok.tok.tok


Suara ketukan pintu kamar Lilis... menandakan suara tertawa mereka sudah mengganggu kenyamanan lingkungan... hehehehe


"Ussstt,, ussttt,,,usstt" mereka sambil cekikikan kecil...


"Ibuku udah terganggu..." Lilis nyengir kuda


ketiga sahabat itu berbaring di atas kasur dengan memandang langit-langit kamar ....


hHufff... Lilis menghela napas


"Bulan depan mah udah gak bisa ketawa seperti ini ya...

__ADS_1


Nila ke UNPAD, si tikus got juga di Akmil Magelang .....


aku UIN Bandung...sedih atuh"..


Hesti bangun duduk bersila...


"Sudahlah kan libur semester kamu bisa ketemu Nila...lah aku libur aja tidak tahu kapan dan waktunya.."


Hesti merenggut...


Nila memiringkan tubuhnya, memeluk guling


"Emmm kayanya aku enggak jadi kuliah guest"...tertawa getir..


"wWhatttt" kompak Hesti Lilis


"Hehehehe"...Nila nyengir kuda


"kenapa??bapakmu enggak boleh ya...padahal kamu dapat beasiswa!!" Hesti menggaruk-garuk kepala padahal tidak gatel


Hemmm nila menghela napas panjang..


"aku dijodohin, Sepuluh hari lagi nikah" sambil menggigit bibir bawanya..


"Apaaaa"..lantang Lilis Hesti seperti suara petir disiang bolong


Nila terperanjat kaget..


"Aduhhh berisik biasa aja kali"...menutup telinga


"Kamu mah becanda Nil??"...Lilis menatapnya lekat


"Buat apa bercanda"


Nila bangun dan tetap meluk guling


"Jangan main-main aaa..enggak lucu!"


Hesti mukul badan Nila dengan bantal


"Auuu...kamu ya..emang tangan enggak tau diri...suka banget nimpuk orang"..


Nila mengelus yang kena bantal


Hahh...Nila menghela napas


"Aku enggak becanda...kalian tahukan kisah bapak sama pak komandan??.."


"Yang dulu nolong kalian itu ya"


Dengan logat Sunda Lilis mengingat


"Yuppss betul"...Nila menjentikkan jarinya


Lalu menceritakan pertemuan bapaknya dengan komandan serta permintaan komandan untuk Nila menjadi menantunya...


"Terus kamu mau saja gitu nikah sama itu anak komandan,??"


sambil pukul bahu Nila


"Kamu ya... kebiasaan buruk, suka sekali mukul orang..


Aku sumpahin jadi perawan tua!!"..Nila mengelus-elus bahunya


"Aminnnn"..saut Lilis polos...


"Aahh jahat kalian sama temen..


ow ya...kamu sudah lihat atau bertemu orangnya?..


Gimana baik enggak sama kamu?? jelek orangnya??? badannya ada yang enggak beres??, perutnya buncit?? ..pendek??? .. atau otaknya seklek?? "Hesti memburu


"ussttt...ini mulut emang kurang siraman rohani...jelek Mulu dari tadi ngomongnya. Mana ada tentara cacat, perut buncit kayaknya masih ada, berarti males hahaha" Nila


"Iya mah dari tadi nerocos enggak jelas" Lilis mencibir


"Engga habis pikir saja...terus kamu rela buang cita-cita yang sudah di impikan gitu aja, demi berbakti sama bapakmu....eeeeerrrttthhh!!!" Hesti geram dan mengacak-acak rambutnya sendiri.


Nila berbaring lagi..


"Mau gimana lagi, bapak menaruh harapan sekali agar aku mau menikahi anak komandan"..


"Kabur saja Nil...ayuk ikut aku aja, kuliah di UIN Bandung...masalah biaya kamu kan pinter!! pasti mudah dapat beasiswa"...Lilis polos dengan senyum lebar merasa memberikan ide brilian kepada temannya


"Gila...aku enggak mau jadi anak durhaka kaya kamu!"..


pukul bahu pelan Lilis


"Waaahhh sindrom tikus got nyetrum dikamu kayanya, mukul-mukul orang"...Lilis lantang


"Kabur aja Nil"...Hesti berdiri


"Entar kamu ikut aku ke Magelang tinggal di rumah bibiku, ya..ya.." Hesti merayu


"Sudahlah enggak jadi se**n, nyuruh durhaka" sambil nunjuk Lilis dan Hesti pas bilang kata itu...


Lilis dan Hesti cemberut.


"Emmm udah nasib" Nila mendekus di balik guling yang dipeluknya


"Itu perwira udah tua apa...suruh kamu nikahi cepat??" Hesti pegang kepalanya


"Enggak juga usianya lebih tua enam tahun doang, aku udah liat fotonya"..Nila menerawang membayangkan foto Biyan


"Kamu bawa fotonya??" Lilis menengadahkan tangan meminta


"Enggak,,lah wong aku liat foto di dinding rumah pak komandan!!"

__ADS_1


Lilis Hesti kecewa..hah..


"Aku bantu ngomong sama bapak kamu ya ..biar gak jadi jodohin kamu ya ya" Lilis polos


Hufff Nila menghela napas


"Kalian doakan saja aku bahagia dan mudah-mudahan suamiku nanti baik hati ijinkan aku kuliah lagi..." Nila mencoba tegar


"aAminnnnnn"


Mereka saling berpelukan...


**


Di rumah komandan


Biyan di teras depan rumah nya..sedang menelepon seseorang kelihatannya...


"Halo, Hendri?"


"Siap kapten, ada apa?" suara diseberang sana


"Lagi bebas tugas bro...panggil nama saja" Biyan sambil duduk di kursi


"Oke bro...kenapa ni tumben nelpon?"


"Gini Jumat depan aku nikah, tolong bantu aku lengkapi syarat-syarat ijin Nikah, dan surat cuti sebulan saja ke kepala dibatalyon"


"Apaaaaa" suara lantang di ujung telpon


Biyan dengan segera menjauhkan hpnya


"Hemmm, jika sudah bertugas tunggu balasannya..." mengancam


"Sorry brother, aku kaget...baru pulang kemarin sekarang dapat kabar nikah aja,, udah kebelet ya..hehehe"


"Bener-bener mulai kurang ajar ni..!" Biyan menepuk tepuk tangannya di pahanya..


"Siap kapten, tidak berani.. hehehe Untuk calon nyonya Persit sudah tahu syarat-syaratnya?" Hendri bertanya


"Kelihatannya ayah sudah menyuruh Vina mengatur semuanya, tinggal pembinaan Nikah"


"Kalau komandan yang urus, pasti lebih mudah, good"


"Semoga...Nanti kamu datang ya ...sekalian ajak Markus...nikahnya sederhana pihak keluarga saja, yang penting sah...lagian ini perintah ayah.."Biyan


Hemmm menarik napas panjang tidak mengira nasibnya akan cepat menikah seperti ini...


"Oke bro, calon istrinya pasti cantik sampai dijodohin langsung mau..hehehe"


"Aku aja belum liat, baru lulus SMA," sambil memukul pekan tinjunya di paha


"Wah daun muda...Mantap kapten"


"Mantap pala Lo...aku malahan masih bingung kalau kita tiba-tiba ditugaskan ke Suriah bagaimana?.."


Hening tercipta...


"Emmm...iya ya bro, kasian pengantin baru belum puas menikmati keindahan nya udah tugas aja" terdengar suara terkekeh kecil


"Bukan itu yang aku pikirkan..." Biyan pegang kepalanya tidak habis pikir dengan teman seperjuangan nya


"Emmm...sehabis nikah kalau dia ikut aku ke bataliyon di Yogyakarta,, lalu aku pergi tugas apa tidak kasihan??" Biyan sambil menghela napas


Diseberang sana terdiam...


lalu...


"Gini aja bro, biar istrimu nanti tinggal sama pak Dadang aja..setelah tugas selesai baru ajak dia ke bataliyon"..


"Bagus juga idenya" Biyan sedikit lega dengan ide Hendri


Tiba-tiba...


"Gimana ??anaknya pasti imut"


"Liat aja belum"


***


Selama waktu seminggu Nila yang diantar Vina mengajukan syarat Ijin Nikah dengan Persit.


Banyak sekali tes yang harus di hadapi. Dari tes tertulis, wawancara dan sesi tes kesehatan.


Semua terasa sangat melelahkan. Untungnya Nila orang yang cerdas dan sudah diberitahu oleh Vina apa saja yang perlu dia pahami.


Saat sesi wawancara dengan ketua Persit


"Kamu yakin untuk jadi istri seorang TNI?" orang yang berbadan tegap, tegas senyum yang pelit.


Nila sejenak terdiam,


Sebenarnya aku juga ragu dengan yang aku lakukan,


Yakin gak yakin, tapi mengingat bapak dan komandan aku hanya perlu berkorban sedikit.


"Saya yakin dan siap," jawabnya dengan menyakinkan.


"Selamat semoga kamu bisa mengikuti semua aturan setelah menjadi anggota Persit , nyonya Suprayogi. selamat" menyalami Nila.


***


Selama tes Biyan dan Nila tidak ada kesempatan untuk berpapasan karena Biyan setelah semua pemberkasan Nikah dia harus terbang lagi ke Maluku untuk upacara pemulangan pasukan bantu .


Dan kembali ke rumah sehari sebelum pernikahan.


.,........

__ADS_1


__ADS_2