Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Ponsel Couple


__ADS_3

"Nila...kamu dimana?, Tika kamu sudah pulang?" suara cempreng ibu mengagetkan Nila


"Nila dikamar Bu, Tika belum pulang" teriak kencang dari dalam kamar. Buru-buru Nila memakai baju dan menyisir rambut cepat


"ibu sudah pulang Biyan masih di kamar mandi, aku lupa bawain baju ganti lagi" merapikan rambutnya secepat kilat dan mengambil ganti baju Biyan..


Ibu terlihat duduk di meja makan dan dengan lahab mencocol sambal dengan tempe goreng.


"Ibu sudah pulang" Nila menghampiri ibu.


Mendengar suara nila Biyan memilih keluar kamar mandi dan


huk..huk..huk...


ibu tersedak tempe sambel, karena melihat Biyan yang baru keluar kamar mandi dengan memakai handuk selutut telanjang dada.


Ibu melihat badan Biyan dengan otot yang berisi, perut sixpack yang terpampang nyata dengan sedikit ada nuansa maskulin dari percikan-percikan air yang masih menempel di badannya.


Tangan ibu melambai-lambai sambil teriak


"Air.. air"


Dengan sigap Nila menuang air dalam gelas dan memberikan ke ibu


Sekali teguk ibu habiskan.


Biyan celingukan.


melihat ibu yang mulai tenang


"maf ibu permisi" keburu masuk kamar.


Nila hanya tertawa kaku mengikuti langkah kaki Biyan menuju kamar..


Ibu masih mengatur nafasnya setelah tersedak tadi.


Lalu..


"Pantes Nila semalam merintih, badannya se dege itu..haduhhh..." ibu geleng-geleng kepala tertawa lirih


**


"kenapa kamu keluar begitu saja, kasian ibu sampai tersedak." sambil melempar baju kearah Biyan


"Sudah kedinginan Nila, lihat sampai keluar bulu kudukku" menunjukan lengannya yang terlihat ada bintik-bintik timbul karena kedinginan.


Bagaimana dia tidak kedinginan mandi bersama itu hampir satu jam lebih saking menikmati nya.


"Aku jadi malu mau keluar, rambutku masih basah lagi." mengusap kembali rambutnya dengan handuk.


"Kamu cantik dengan rambut basah itu, tahu tidak kamu.


Saat pertama kamu datang ke rumah dan kita tidur bersama. kamu keluar kamar mandi dengan rambut basah seperti ini" sambil mengurai rambut Nila.


"Aku sebenarnya pura-pura tidur,


hehheeh....aku mengintip kamu sedang mengeringkan rambut, dan aku hanya menelan Saliva karena tergoda dengan rambut basah mu ini..


Emmm....


jadi hari ini, biar aku yang keringkan rambutmu."


meraih handuk ditangan Nila


"Oh ya... terimakasih ...Tapi seenggaknya kamu pakailah bajumu dulu, nanti kalau masuk angin bagaimana?"


Nila meraih kembali handuknya


Nilai mulai cuek melihat Biyan berganti baju di depannya.


Lalu Biyan benar-benar mengeringkan rambut Nila dengan handuk.


Biyan


Hal ini akan menjadi hal yang akan sangat aku rindukan Nila,..

__ADS_1


seandainya aku bisa membawa mu, mungkin aku tidak akan sebegitu manjanya denganmu.


Ku hanya ingin melakukan semuanya dengan mu dan menyimpannya lekat dalam memori yang mungkin bisa menjadi obat rinduku nanti di sana.


Tangannya sibuk membelai pelan rambut Nila.


Nila sangat menikmati perlakuan Biyan memanjakan dirinya .


Dia tadi tergoda dengan rambut basahku...


Hahahha...


ternyata kita sama-sama tergoda dengan rambut basah.


Aku juga merasa panas dingin ketika melihat dia pertama kali dengan rambut basah dan....aku masih ingat air yang mengalir di lehernya, benar-benar membuatku bergidik merinding. Dan akhirnya kita bisa saling menyukai.hihihi


tertawa bahagia


**


Pukul tujuh malam


mereka semua duduk didepan televisi sambil bercanda gurau.


Dan ibu tidak henti-hentinya tertawa melihat Biyan yang merasa malu dengan kejadian tadi..


Angin malam mulai menusuk ke dalam rumah


"Nila ayo kita jalan-jalan" berbisik di telinganya


"kemana?"


"Ayo ikut saja, " menarik tangan Nila untuk pamitan dengan semua orang.


Nila mengikuti Biyan.


"Ibu bapak kami ijin mau keluar boleh?" Biyan berdiri menggandeng tangan Nila


"Mau kemana?" ibu


"Jalan kaki?" ibu


"Gak Bu naik mobil, rencananya saya mau ajak Nila pergi ke mall."


Biyan


"Boleh ikut?" Tika


"hust... jangan ganggu mereka" ibu.


Bapak dan Nila hanya tersenyum.


Biyan bingung


karena dia ingin kualiti time dengan Nila saja , tapi kalau menolak Tika tidak boleh ikut seperti tidak etis pikirannya.


Akhirnya dia, mengiyakan Tika ikut dengan mereka.


Mereka berpamitan dan masuk mobil.


Didalam Mobil Biyan memakai sabuk pengaman untuk Nila.


"Iiihh so sweet" Suara cempreng Tika mengagetkan Biyan dan Nila.


"Tika suaramu makin cempreng saja" Nila menyentuh telinga nya dengan unung jari.


Biyan hanya tersenyum garing.


Mobil itupun melaju dengan sedang.


Didalam mobil Tika tidak henti-hentinya menceritakan kegiatannya disekolahkan.


Nila dan Biyan mendengarkan dengan seksama. Biyan sesekali memberikan masukan setiap curhatan dari Tika.


Nila.

__ADS_1


Bahagianya aku..


dan beruntung nya bisa jadi istrinya.


Dia dengan begitu sabar bisa melayani celotehan Tika.


Hormat kepada kedua orang tuaku.


Mau bercanda dan bergurau seperti tadi.


Hem...


Tapi rada sebel juga si.. dengan sikapnya yang manja, jail, dan juga cemburuan.


masak sama bang ikal bisa-bisanya dia cemburu.


tapi terima kasih, kalau dia cemburu berarti dia benar-benar sayang denganku.hihihihi


Akhirnya mobil sampai disebuah mall besar.


Mereka segera turun,


Tika begitu antusias, Nila yang tadinya akan menggendeng mesra oleh Biyan, sudah keduluan Tika menarik tangan Nila jalan duluan.


Biyan hanya bisa angkat tangan dan menghempaskan


Nila menengok kearahnya dan bilang maaf tanpa suara.


Biyan manggut-manggut saja.


Mereka menyusuri tiap sudut mall.


lalu sampailah mereka di gerai ponsel yang cukup besar.


Biyan menarik tangan Nila dan mengajaknya ke sana.


Tika masih sibuk melihat-lihat boneka digerai sebelahnya.


"Mau kemana?" Nila sambil mengikuti langkah Biyan


"Kesitu, kita beli ponsel"


"beli ponsel?" melongo


"a'.. ponsel keluaran terbaru apa bang"


Lalu penjual itu mengeluarkan ponsel yang bisa buat BBM.an, cara lain berkirim pesan dengan cara yang lebih canggih dan bisa kirim gambar .


"Lah ini yang kita perlukan" Biyan dengan senyum ceria


"Ini Mahal loh Biyan ?" melihat Lebel harga dikardusnya.


"Sudah tidak apa-apa yang penting aku bisa terus dengar kabarmu nanti"


Nila tidak ngeh dengan maksud Biyan.


"Wahh ini ada dua warna sayang, kamu mau warna apa?" Biyan sangat semangat


" Aku yang biasa saja" Nila masih enggan dengan barang yang akan dibelikan.


"Udah...kamu yang silver ya..aku yang hitam...a' tolong sekalian pindahkan nomer ini ke yang hitam, yang silver kasi nomer yang cantik ya.."


Penjual hanya mengacungkan jempol dan senyum lebar karena hari dia bisa untung banyak, karena Biyan beli tanpa tawar menawar.


" Biyan ini mahal loh, nanti uangmu habis. Kamu beli buat kamu saja dulu, aku nanti saja ponselku masih bisa dibenerin kok" berbisik


"Sudah tenang saja, suamimu ini walaupun gajinya kecil tapi selama ini tabungannya banyak tenang saja." mengedipkan satu matanya


"Alah paling dapat dari ayah," Nila mencibir


" ha-ha-ha kamu pintar, lagian ayah tiap bulan masih saja kirim uang kerekening ku."


Dan tak lama mereka pun membeli ponsel baru dengan model yang sama


"Wah Hp couple, so sweet" Tika suaranya menggema di dalam mall.

__ADS_1


__ADS_2