Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Ranjang kecil


__ADS_3

Malam semakin larut...


Nila menata ranjang dan mengambil sebuah kasur lantai yang diletakan di bawah sebelah ranjang dengan satu bantal serta selimut.


"Kasur ini buat apa?" Biyan duduk di atas ranjang


"buat tidurlah" ketus


"ketus amat, siapa yang tidur disitu?"


"aku"


"kenapa tidak di atas?"


"ada kamu" melempar selimut ke Biyan


"Bobo bareng kan bisa, lebih hangat tidak perlu selimut" melempar kembali selimut ke Nila


" iiihh,, ogah'"


" biasanya juga kadang kita tidur seranjang "


" itukan ranjang besar, lah ranjang ini begitu kecil...tidak berani bayangin"


"tidak usah bayangin, lakukan saja"


"apa...?" lantang


"ust tidak usah keras-keras.." membekap mulut Nila sambil memeluknya dari belakang.


Nila kaget, meronta yang akhirnya membuat mereka jatuh bersama di atas ranjang


Sepersekian detik mereka menikmati itu..


"Tu kan cukup kalau kita tidur disini , tapi saling berpelukan" Biyan


" Lepasin" Nila meronta


" Gak mau, hangat" Biyan lebih erat


" lepasin gak?"


"gak!!"


"aku teriak ya."


"silakan" Biyan menantang


"aaa.." saat nila akan teriak Biyan membekap mulutnya lagi


"gila ya kamu,!"


"makanya lepasin " ngomong dengan mulut yang masih dibekap Biyan


" sebentar Nila, sebentar saja, biarkan seperti ini"


Maksudnya apa sie..


memeluk lebih erat lagi...


Nila pasrah


Melihat Nila yang sudah tenang, Biyan melepas bekapan mulut Nila.


"Sebenarnya aku ingin mengakui satu hal ke kamu" berbicara tepat ditelinga Nila yang membuatnya sedikit geli


Dia mau mengakui satu hal,


apa ya...


Emmm pasti hubungan dengan Gisela...


wajah Nila terlihat lemas dan malas


"Nila... kamu belum tidur kan?"


Bagaimana mau tidur ...kamu mau mengakui hubunganmu dengan Gisela..


"hemmm" jawab Nila


"Dari awal pernikahan kita, jujur aku belum bisa menaruh hati padamu."


Iya aku sudah tahu, sekarang pun kamu juga belum kan?


"Tapi sejalannya dengan waktu berlalu..aku merasakan hal yang berbeda "


Berbeda?? maksudnya apa..??


"Melihat kamu ketus, jutek, kadang aku suka bikin kamu kesel dan marah, itu membuatku sangat bahagia"


Sialan...dia begitu bahagia melihatku menderita


"Tidak tahu kenapa, lihat kamu cemberut, melotot kadang main tendang atau injak, itu benar-benar seperti oase yang sangat menarik buatku..."


Bicaranya semakin aneh, maksudnya apa sie..


"Aku sendiri tidak tahu dengan diriku sendiri, kenapa aku begitu"


Karena kamu suka lihat aku menderita..iya kan!!!


sial...


"Hummm..." Biyan menghela napas panjang


"Aku tidak yakin, tapi hari ini Tika menyadarkan ku"


Tika, apa hubungannya.....


gumam Nila dalam hati


"Dia bilang, saat aku bercerita tentang mu, katanya mataku berbinar-binar"


Berbinar-binar?

__ADS_1


maksudnya apa sih...


"Kau tahu apa artinya?


Mana aku tahu,..


Nila menggelengkan kepala.


"Haha... you're just as stupid as me.."


Cih....masih bisa-bisanya dia menghina. Pakai bahasa Inggris lagi...dan maksud nya apa si..


"Udahlah jangan bertele-tele" Nila tidak tahan lagi


"hahaha... benar-benar tidak sabaran" sambil sedikit meregangkan pelukannya


"Lah kamu dari tadi bertele-tele..aku jadi bingung"


"iya..iya...aku cuma mau bilang..." tidak dilanjutkan


"Bilang??" Nila menunggu dan tidak dipungkiri dia harap-harap cemas


Kalau Biyan mengakui perasaannya terhadap Gisela dan meminta untuk bercerai bagaimana...


Aku masih muda, masa sudah menjadi janda , jadi janda kembang dong...


aaahh tidak


"Mau bilang kalau aku, sebenarnya..."


"Iya?"..


"sebenarnya...aku..."


"sebenarnya apa sih ... cepat doank"


"gemes..."memeluk lebih erat


Huuff...Nila pasrah


"Sebenarnya aku mulai jatuh cinta sama kamu" Biyan


"Jatuh cinta sama aku???"


Membalikan badannya, sehingga mereka berhadapan, Biyan masih memeluk.


"jatuh cinta sama aku?" Nila masih belum percaya


"He'em" senyum memperlihatkan lesung pipinya


"Aku tidak salah dengarkan?" masih belum percaya


"Hemmm...iya..."


" kamu tidak bercanda kan, pasti bercanda?"


"Aku serius.."


"Buktinya?"


"ya..."


Tiba-tiba Biyan menempelkan bibirnya dengan bibir Nila, dengan cepat..


Nila masih bingung


"Masih belum yakin,?" Biyan mencium lagi bibir Nila


"Apa-apaan si kamu kurang ajar, meronta mencoba lepas dari pelukan Biyan.


"Sebentar....kamu belum yakin kalau aku jatuh cinta sama kamu...?"


"iya..." ketus


"Coba dengarkan detak jantung Ini,"


menempelkan kepala Nila kedadanya yang bidang.


"Dengarkan detak jantung yang menggebu-gebu ini, saat bersamamu jantung ku slalu seperti ini, awalnya aku kira aku sakit jantung. Tapi ternyata aku salah, ini perasaan ketika aku dekat dengan seseorang yang membuatku jatuh cinta,..yaitu kamu"


"Jangan bohong Biyan, jangan buat aku kecewa lagi"


"Kecewa lagi, maksudmu?"


"aku tahu kamu sebenarnya ada hati dengan Gisela kan"


"Gisela? ada hati?"


"Sudahlah tidak usah pura-pura.


saat kamu berada dikamar Gisela, aku lihat Gisela nangis dan mengungkapkan perasaannya kalau dia cinta sama kamu...lalu aku lihat"


"lihat?"


"Aku lihat kalian berciuman"


"Sebentar...jadi kamu mendengar obrolanku dengan Gisela. Tapi kamu salah paham, aku tidak.." belum selesai menjelaskan


"Tidak apa-apa Biyan, aku bisa terima kalau kamu cinta juga sama Gisela"


"kamu salah paham..." bangun dan melepaskan pelukannya


"Salah paham bagaimana?? ada saksinya Bu fat juga lihat kalian berciuman..."


"Sebentar... aku tidak berciuman, sungguh...!" meyakinkan


"Jangan bohong"


"Benar... kita memang hampir berciuman tapi aku menolaknya...lagian ciuman itu Gisela yang berinisiatif, bukan aku sumpah!!"...sambil mengacungkan dua jarinya


"Tapi kamu ada hatikan dengannya, setiap saat aku slalu liat kalian bermesraan,, pelukan kadang Gisela duduk dipangkuan mu , sebenarnya kamu anggap aku apa?" air mata mulai menetes


"Jangan menangis Nila, biar aku jelaskan...Gisela memang sering manja denganku dari dulu...Tapi kami hanya sepupu tidak lebih.kamu jangan salah paham.."

__ADS_1


"Ya...aku tahu kamu sudah dekat dengan Gisela sebelum aku masuk diantara kalian, tapi setidaknya kasihanilah aku dan hargai aku sebagai istrimu..."


"Kamu benar-benar salah paham. Oke aku telpon Gisela biar dia menjelaskan"


"tidak perlu"


"Harus..." Biyan mengambil telpon dan menelepon Gisela


Singkat cerita Gisela menjelaskan bahwa hanya Gisela yang menaruh hati kepada Biyan, namun Biyan menolaknya karena hatinya sudah terpaut dengan Nila.


Dan Gisela meminta maaf kalau itu membuat hubungan Biyan dan Nila renggang..


"Kamu sudah dengarkan, bahwa hanya kamu yang ada di hatiku.." menarik tangan Nila dan menaruhnya di dada bidangnya.


Nila tersipu malu wajahnya memerah.


"Lalu kamu bagaimana dengan ku..?"Biyan


"Sebenarnya...aku juga sudah jatuh cinta sama kamu Biyan, saat pertama kita bertemu di hari pernikahan kita" menutup wajahnya malu


"Oh ya..." Biyan tersenyum bahagia


"Akhirnya kita bisa sedekat ini..." menarik Nila tidur di ranjang dan memeluknya erat...


"Nila... i love you" tepat ditelinga


Nila merinding mendengar itu...


"Love you too" jawaban Nila


Mereka terbawa suasana...


Biyan memutar badan Nila berhadapan.


Dibelainya lembut pipi Nila, tangan mulai menyusuri dahi, bulu mata, hidung dan bibirnya yang ranum...


Dagu Nila ditarik, didekatkan bibir Nila agar bersatu dengan bibirnya...


******* demi ******* saat bibir mereka menyatu.


Nila merespon setiap gerakan bibir Biyan..


Mereka saling menikmati lumayan demi lumayan itu..


Biyan semakin terbawa suasana.


Dia bangun berada di atas Nila yang masih tidur terlentang.


Diciumnya dahi Nila, lalu kedua matanya, hidungnya dan bibirnya lagi dengan lembut.


Tangannya memegang erat tangan Nila...


Bibir Biyan mulai menyusuri leher putih Nila, dia mengecup dengan lembut . Tepat di bagian tengah leher, Biyan mengecupnya cukup keras sehingga membuat Nila mengerang dan tangannya mengelus lembut rambut Biyan..


Meraka benar-benar terbawa suasana...


Biyan mulai membuka kancing piyama yang dikenakan Nila...


Tangannya mulai bergerilya, menyusuri buah dada, meremasnya dengan lembut.


Nila sedikit mengerang, suaranya terdengar tepat di telinga Biyan yang membuat semakin bergairah...


Dibukanya kaos oblong yang dikenakan.


Dadanya yang terbuka disentuhnya oleh Nila, terasa sangat panas...


Tangan Biyan mulai menyusuri bagian perut Nila yang langsing.


Bibirnya masih menyusuri bagian tengah Nila..


Napsu semakin menggelora...


Saat akan dibukanya celana yang dikenakan Biyan...


Tiba-tiba dia menghentikan kegiatan itu...


Dia ambruk dan berbaring disebelah Nila..


Nila melihat iku, reflek menutup piyamanya yang sudah terbuka.


Melihat kearah Biyan.


"Maafkan aku Nila, maaf"...menutup matanya dengan lengan


"kamu kenapa..?"


"Aku tidak ingin hal ini menjadi beban untukmu nanti"


"maksudnya?"


"Sebenarnya.. seminggu lagi aku mulai aktif bertugas. Dan nanti aku sepertinya akan ditugaskan ke Suriah mengemban misi kemanusiaan di sana" masih menutup mata dengan lengan


"Terus.?"


"Aku tidak ingin jika kita melakukan ini, lalu aku pergi ke Suriah dan aku meninggalkan benih diperutmu...aku akan merasa sangat bersalah..." suara Biyan paruh


"Apakah kamu tidak akan kembali..?" memeluk Biyan


"Tidak ada yang tahu sayang...


setiap tentara yang ditugaskan, keluarga hanya ada tiga harapan, kembali dengan selamat, kembali dengan cacat atau hanya mendali yang kembali karena gugur di pertempuran badannya tidak ditemukan...


Nila menangis.


"kamu jangan pergi,"


"Kalau aku bisa, tapi ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku.


Aku harap kamu mau mengerti. Dan maafkan aku bila terus membuatmu kecewa..."


Nila menangis dalam pelukan Biyan.


**

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2