
Pukul Lima pagi Nila sudah bangun
"Huaaaahhh"
Sambil menutup mulutnya yang menguap
"Segarnya..."...menggeliat kan badannya...
"Sebentar..." melihat bajunya, meraba-raba badannya dan melihat dibawah selimut apakah dia kehilangan sesuatu berharga semalam...
"Syukurlah...masih utuh.. hehehehe"
"Huaaahhh..." menguap.
Menggerakkan tubuhnya ke kanan ke kiri..matanya melirik kearah sofa panjang didepannya
Mahluk berbadan tegap yang senyumnya buat Nila kesemsem itu masih tidur pulas...
Bangun mendekati Biyan yang masih terlelap dengan selimut terbuka
"Masih tidur....
lucu! mulutnya kebuka...hihihi..."
menaikan selimut yang dikenakan Biyan
Nila masuk kamar mandi membersihkan diri..
Dia ingat pesan ibu nya,
sebagai seorang istri kewajiban utamanya adalah mempersiapkan segala kebutuhan suami dari bangun tidur sampai tidur lagi...
Semua kebutuhan Biyan dari handuk, baju ganti, sandal, air di bathtub sampai memberikan pasta gigi di sikat gigi Biyan, dia benar-benar mempersiapkan nya...
Nila keluar kamar...
Pagi ini dia berencana membuat sarapan perdananya untuk suami dan mertuanya.
Sampai di dapur ...
Didapatinya seorang wanita paruh baya bertubuh agak pendek tapi gerakannya masih cekatan dan terlihat bugar...
Sibuk berkutik di dapur...
Siapa ya gerangan wanita itu...
kemarin malam aku tidak melihatnya...
Apa istri baru komandan ??...
tapi bapak bilang komandan tidak menikah lagi selepas kepergian ibu Biyan...
Simpanannya??
**A**aaa ngaco...kalau simpanan kenapa tinggal di rumah ini..
Aaaa terlalu banyak prasangka aku
Sudah aaa aku dekati saja...
gumam Nila
Nila berjalan pelan mendekati,
jarak kurang lebih tiga meter...
"Nona sudah bangun..? "tanpa menengoknya kebelakang
Apa... dia tau aku dibelakang nya??
padahal aku belum menyapanya..
"Nona mau makan apa?.. tuan muda Biyan belum bangun?.."
tangannya masih sibuk mencampur bumbu-bumbu di depannya.
Hebat ini orang bisa tau ada orang dibelakang nya...
Nila masih tertegun..
"Nona mau makan apa?"..
wanita itu mengulangi pertanyaan dan menengok kearah Nila
"Hehehehe...Biyan belum bangun...
maaf dengan nyonya?"
Nila penasaran
"Panggil saja Bu fat... Fatimah, saya koki disini dan pengasuh tuan muda waktu kecil"..
sambil membungkukkan badan
"Owww..."
Nyesel aku, tadi sudah prasangka buruk dengannya... maafkan aku komandan, Bu fat, tadi berpikir yang tidak-tidak...
Nila tersenyum canggung
"Nona bagun pagi sekali..?
sudah biasa ya..? " sambil meneruskan kegiatannya
"Heee..tidak juga Bu fat"
Biasanya kalau ibu tidak teriak-teriak belum bangun, heeee
"Ada yang bisa saya bantu?.."
Nila menawarkan diri
"Boleh....buat jus jeruk saja non!! bisa.??..itu bahannya ada di sana"
sambil menunjuk ke arah ujung meja dapur
"Emmm ini...diperas dulu apa langsung blender bu fat?"
"Peras dulu..lalu blender sedikit beri gula no kolesterol itu ya.."
"Siap..." Nila mengangkat tangannya hormat
Mentang -mentang istri TNI sekarang
__ADS_1
dalam hati menertawakan diri sendiri.
Bu fat tersenyum
"Bu fat jusnya seperti ini,?? sambil menunjukan hasilnya
Tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke arah Nila
Nila tersenyum lebar..
"Ada lagi yang bisa saya bantu...??" mendekati Bu fat yang sedang memilah buah-buahan
"Panggang roti saja nona..itu alatnya di sana.." sambil menunjuk
Aduh.. aku gak tau gimana caranya panggang roti...
lagian pagi-pagi sarapan roti apa kenyang??huff...
bakalan nahan lapar ni sampai makan siang...
Nila tertawa getir
Di tengok nya alat itu, matanya menyusuri tiap permukaan alat tersebut..
Nila ragu dan bingung menggunakan alat pemanggang roti.
Dalam hati
Ini aku mulai dari mana...? cari sambungan kabel,! oww itu..
Menyambungkan kabel ke saklar...
Terus....??? aku gak tau...aaaaa bingung...
Bu fat melihat ke arah Nila yang Terlihat menggaruk-garuk kepalanya
"Bener-bener tidak tahu apa-apa"...Bu fat lirih, menggelengkan kepala tersenyum tipis
"Gini non masukan roti di setiap lubang ini, terus tekan tombol ini kebawa...
tunggu saja, nanti roti akan keluar sendiri...berarti roti sudah matang...
ambil pakai penjepit ini nanti biar tangan tidak panas.." Bu fat menjelaskan
"Oww..." Nila mengangguk angguk
Aku beneran payah....
kenapa gak buat nasi goreng aja si..
kan aku cukup mampu lah untuk masak nasi goreng, lagian juga mengenyangkan...hemm...
bibirnya manyun...
Sambil menunggu matang...
Nila memperhatikan Bu fat Sedang membuat telor mata sapi ..
Hebat ya...bisa seperti di televisi... mata sapi yang sempurna..gak gosong disampingnya... batin Nila
"Tolong cuci bersih semua sayur di keranjang itu nona"
Suara Bu fat mengagetkan Nila yang masih fokus melihat beliau goreng telor
Tau aja ni Bu fat aku lagi memperhatikan nya..
ada selada, kol merah, mentimun, wortel, paprika.
"Nona setelah cuci, selada dipotong kasar ya sama kol merah, timun dan wortel dipotong seperti korek api...paprika potong kecil,
ini sausnya sudah saya racik, tinggal dituang aduk kalau sudah dipotong semua..."
arah Bu fat
Whatt... semua masih mentah..?
ini makanan manusia apa kambing...
Nila terdiam, merasa aneh dengan menu sarapan keluarga barunya...
"Salat sayur itu kesukaan tuan muda Biyan, apalagi saos racikan saya, dia bisa makan banyak..." Bu fat
"Apa iya Bu fat"..senyum menaikan satu sudut bibirnya..
Bu fat memang hebat, aku lagi mikir apa, bisa aja di nyambung ngomong apa...
sepertinya bisa baca pikirin orang lain deh...
**
Semua masakan tertata di meja...
Pukul tujuh tepat, Komandan dan Vina mereka sudah berpakaian rapih...turun dan menuju meja makan.
Mereka duduk sesuai susunan tepat makan mereka..
Bu fat sudah menatanya sesuai selera masing-masing penghuni rumah
Hanya Nila yang merasa asing, harus duduk dimana...
Dia masih termenung berdiri didepan kompor
"Nona tidak duduk.??.." Bu fat mendekat
"Bu fat, maaf ni apa tidak ada nasi...???" Nila beranikah diri karena dia benar-benar merasa lapar, apa lagi sudah hampir dua jam dia berjuang di dapur...
Bu fat tersenyum
"Nona mau sarapan nasi..??"
Dengan mata berbinar dan mengangguk...
"Nanti ya nona, untuk makan siang"
Yeeee.... percuma tadi aku dah girang..
Terlihat Biyan turun dari tangga dengan buru-buru, langsung berlari memeluk Bu fat dari belakang...
"Bu fat...Aku kangen sekali"..sambil mencium pipinya...
" Baru bangun? tumben sekali... mentang-mentang pengantin baru telat bangun.." Bu fat menggoda
"Heeee...tapi aku kangen" pelukannya semakin erat
__ADS_1
"Sudah tuan muda, geli.."
"Gak mau,...sebagai hukuman tidak datang di pernikahan ku.."..Biyan menggelayut manja di pundak bu fat, dengan badan yang sedikit membungkuk karena postur Bu fat yang tidak terlalu tinggi..
Mereka tertawa, komandan dan Vina ikut tersenyum melihat mereka..
Nila melongo melihat itu...
Manja banget dia,
kaget aku lihat kelakuan dia seperti itu...
tak ku sangka...
tapi mau juga dipeluk dari belakang...
ngarep banget aku...hehehe
Biyan baru sadar ada Nila di sebelah mereka,
"Kamu disini,..?" Biyan
Yeee,, emang aku Segede gini gak kelihatan??...
emang kamu tidak ada harapan Nila,
gak usah ngarep dipeluk mahluk di depanmu ini.
Senyum getir...
Bu fat tersenyum mendengar ucapan Biyan...
Sudah Bu fat, aku tau arti senyuman anda..
anda menang...
tersenyum lebih getir
*
Terpaksa Nila sarapan dengan menu yang ada...
padahal perutnya meronta-ronta , cacing dalam perut, berteriak nasi nasi nasi...
Tapi Nila tetap tersenyum dan memakannya dengan lahap, agar penghuni rumah itu tidak melihat ketidak sukaan nya pada menu sarapan pagi ini...
"Nila kerasan tinggal disini?"
komandan, sambil menyeruput kopinya
Mengangguk dan tersenyum
"Biyan, nanti ajak Nila makan diluar habis ini" komandan membuka koran pagi
Biyan bingung,
Baru sarapan, disuruh ajak makan lagi..ayah apa ya maksudnya
Lain halnya Nila, dia tersenyum secerah matahari pagi,
Makasih komandan, anda tau apa yang ku mau.
***
Diruang tengah, Biyan duduk dengan Bu fat. Komandan dan Vina diruang kerja sedang mengurus beberapa berkas.
Ternyata komandan selain sebagai TNI, beliau juga mempunyai pabrik susu UHT dan beberapa peternakan sapi, kambing dan unggas yang dijalankan oleh Vina sebagai kaki tangan beliau.
Nila masih sibuk membersihkan meja makan dan dapur..
***
Diruang tengah...
Biyan masih bergelayut manja di pundak Bu fat.
"Tuan muda, yakin sudah mantap dengan nona Nila, ??
" Kenapa Bu fat bertanya seperti itu?"
"Bu fat ragu, dia tidak bisa menjadi istri yang baik, muda sekali usianya, gerakannya kurang cekatan tadi di dapur, banyak tidak tahunya...apa nanti bisa melayani tuan muda dengan baik.."
"Maklumi saja Bu fat, nanti juga pandai sendiri, "jawab Biyan enteng
"Tidak bisa tuan, wanita yang jadi istri tuan harus orang yang serba bisa, pendidikan juga cuma SMA,."
Biyan hanya tersenyum mendengar keluhan Bu Fat tentang Nila
"Sudahlah Bu fat, lagian Nila pilihan ayah, pasti ayah sudah memilih yang terbaik"
"Bu fat hanya kurang puas saja, "
"Sudah, doa kan saja Nila yang terbaik buat Biyan, kan ada Bu fat nanti yang bisa melatih Nila biar pantas jadi istri Biyan" Biyan memeluk erat Bu fat..
"iya tuan" membalas pelukan erat Biyan..
Ternyata tidak sengaja, Nila mendengar percakapan mereka
Benar-benar bukan wanita pilihan,
terima nasib saja Nila, hufff...
tenangkan dirimu, tetap tersenyum dan jalani takdir mu...
Nila mengelus da**nya..
******
Monolog..
Biyan bangun terperanjat,
sambil menengok jam di ponselnya..
"Jam setengah tujuh....kesiangan aku"
terkopoh-kopoh lari menuju kamar mandi..
Dilihatnya semua kebutuhan mandi sudah tertata rapi tinggal di gunakan...
"Siapa yang mempersiapkan ini semua?,,, Nila??,,,
manis sekali dia.
__ADS_1
Perhatiannya untukku sampai sedetail ini" menatap sikat giginya sudah terpasang pasta diatasnya...
Biyan menyikat giginya menatap kaca sambil tersenyum lebar bahagia...