
Semalam Nila dan Biyan tidak henti-hentinya bercanda.
Mereka baru tidur pukul tiga pagi.
Nila tidur dalam pelukan Biyan dengan sangat pulas.
Biyan pun sama, saking capek dan pulas nya, suara dengkuran sampai ke kamar sebelah.
Ibu terbangun mendengar dengkuran Biyan
"Pak...bapak bangun"
Bapak masih pulas tidak begitu terusik tidurnya.
"Pak bangun, " menggoyangkan badan bapak lebih kencang
"Apa si Bu...masih jam 3" melirik ke jam dinding
" Ibu gak bisa tidur,.." duduk bersandar
"Kenapa Bu...?" bapak ikut terbangun
"Itu pak suara dengkuran nak Biyan keras, ibu jadi gak bisa tidur"
"Lagi capek kali bu, biarkan. ibu tutup saja telinga dengan bantal" bapak berbaring lagi
"Pak bangun, bangun pak"
"Ada apa lagi?" bapak masih sabar dan bangun
" Ibu juga dengar suara rintihan Nila, pak..dia tidak apa-apakan?" cemas
"rintihan, hustt...kalau itu ibu pura-pura tidak dengar ya...abaikan saja, itu urusan mereka.."
"Tapi pak...Nila tidak apa-apa kan"
Bapak hanya tertawa tanpa suara melihat kecemasan istrinya terhadap Nila
"Sudah tidur lagi....sini bapak tutup telinganya biar bisa tidur, sebentar lagi pagi" .
Tangan bapak menutup kedua telinga ibu dan menyuruhnya berbaring tidur
**
Ibu hanya tidur sekejap, pukul empat pagi, ia sudah beberes rumah. Masak air, nasi, nyapu, ngepel sampai membersihkan jendela.
Pukul Enam pagi, ibu pamit dengan bapak untuk pergi ke pasar belanja lauk naik angkutan umum ..
"Tika..bangun sudah pagi.." Bapak mengetuk pintu kamar
"iya, pak Tika sudah bangun"
Lalu bapak menuju kamar Nila
"Nila nak Biyan bangun "
tidak ada sautan dari dalam kamar..
Bapak ulangi lagi..sambil ketok pintu kamar lebih
tok..tok..tok..tok..tok..
"Nila , Biyan bangun sudah pagi" tetap tidak ada sautan dari penghuni kamar
"Tidak ada jawaban?, masih pada tidur, mungkin mereka capek"
Bapak meninggalkan menuju halaman depan menyapu daun buah mangga yang rontok
**
Ibu kembali dari pasar dengan banyak sayur dan lauk pauk yang dibeli untuk dimasak nanti..
Tika masih sibuk didalam kamar menyalin lembar catatan untuk kegiatannya hari ini..
Ibu mulai sibuk bercibaku di dapur memasak lauk yang enak menurut ibu untuk menantunya..
karena kemarin dilihatnya Biyan makan dengan lahap walaupun hanya lauk sayur terong.
Bapak selesai menyapu halaman, masuk kedalam menemui ibu
"Bu masaknya sudah jadi?"
"Dikit lagi pak, tinggal goreng sambel dan tempe" tangannya sibuk meracik cabe dan bawang merah.
Bapak ikut mengelap piring dan gelas yang sudah di cuci ibu.
"Pak Nila dan Biyan sudah bangun?"
__ADS_1
"Tadi bapak sudah ketok beberapa kali"
"sambil dipanggil dong pak" masih sibuk mengupas bawang
"Sudah buk, tapi tidak ada jawaban"
"yang benar pak?" menghentikan kegiatannya
"Iya...masih capek kali Bu."
"Tapi ini sudah jam tujuh lebih pak"
Bapak hanya tertawa lirih.
"Ya sudah biarkan mereka bangun telat, yang penting ibu tidak lupa mematikan kompor, itu sayur nya sampai lober terlalu mendidih"
"Aduh..duhh..duh.." mematikan kompor
"Bapak bawa ini kemeja makan" membawa beberapa piring
**
Tika keluar kamar sudah rapi dengan seragam
"Bapak mereka belum bangun?" dilihatnya kamar Nila yang masih tertutup rapat
Bapak hanya mengangguk.
"Pak tadi malam, aku dengar suara aneh.." sambil memakai sepatu
"Suara apa?" sibuk menata posisi piring
"Rintihan wanita pak!!, Tika merinding..iihhh" polos sambil mengelus lengan
"Rintihan?"..bapak mikir
"Kuntilanak ya pak ?" Tika menebak
Lalu bapak ingat obrolan dengan ibu tadi pagi.
"Ohh..itu suara kucing," bapak sambil menahan tawa
"Kucing??" Tika bingung
"Bukanya kucing itu suaranya meong..meong.." polos
Tika masih bingung membayangkan suara kucing tidur..
"Oww ya pak sekitar jam tiga malam, aku dengar lagi suaranya lebih ngeri"
"Suara apa lagi Tika?" menuang air panas kedalam teko untuk membuat teh
"Seperti ombak pak..huuookk..huoookk..huokkk" Tika mencontohkan
Bapak benar-benar tidak bisa menahan tawanya
"hahaha, kamu itu ada-ada saja, sudah bantu ibu bawakan lauk dan nasi ke meja makan abis itu bangunkan mba Nila ya.."
"Bapak dari tadi belum membangunkan nya?"
"Sudah...cuman tidak menjawab, mungkin masih capek"
"Tidak seperti biasanya mba Nila, jam tujuh lebih belum bangun?" Tika bergegas kebelakang membantu ibu..
**
Tujuh lewat seperempat...
Ibu, Bapak dan Tika sudah duduk rapi didepan meja makan,.
"Pak bangunin Nila" ibu menyuruh
"Ibu saja coba, " bapak segan
Tika merasa aneh dengan kedua orang tuanya yang saling menyuruh membangunkan Nila
"Tika yang bangunkan" beranjak menuju kamar Nila
Tok.tok.tok..
"Mba Nila, kak Biyan bangun"
Tidak ada respon
Diulanginya lagi lebih keras..
"Mba Nila Bangunnn" sedikit mengeras
__ADS_1
Tidak ada respon lagi
"Mbaaaakkk Nilaaaaa Banguunnnnn...banguuunnn"
Yang di dalam kamar Nila terperanjat kaget
"Iya dek...mba sudah bangun..." mengucek matanya..
"Sudah jam Tujuh lebih mba, bangun ya kami tunggu dimeja makan sarapan"
Nila kaget diliriknya jam dinding
"Tujuh seperempat!!!, Biyan..bangunnn" digoncang-goncangkan badan Biyan.
"Sebentar lagi sayang, lima menit"
mata masih merem
"Ayo bangun kita sudah telat,"
"Lima menit sayang, " menarik Nila jatuh tidur di ranjang lagi
"Bangun Biyan," meronta melepaskan diri dari pelukan Biyan
"Sebentar lagi..." Melepaskan Nila tapi terlelap
**
Di meja makan
"Sudah dibangunkan tapi belum bangun-bangun " Tika
"Tunggu saja ," bapak asik menghisap rokoknya
"Masih pagi bapak sudah merokok, tidak baik pak buat kesehatan" ibu
" hemmm" jawab santai menikmati lagi sumber nikotin
Tika mengimbas-ngibaskan asap yang mengebul lewat depan wajahnya.
"Padahal Tika sudah membangunkannya cukup keras, tapi mereka belum keluar-keluar pak, jangan-jangan Nila?" Ibu cemas. Entah apa yang dipikirkan ibu tentang mereka didalam kamar...
"Tunggu saja Bu..." bapak menghisap rokok lebih dalam
"Tika, kamu makan saja dulu nanti terlambat" ibu mengangkat piring Tika dan memberinya nasi.
" Hari ini pelajaran pertama di undur jam setengah sembilan" Tika mengambil tempe goreng
"Ada apa?, kasi ikan?" ibu
"Yang kecil saja buk, itu...ada rapat guru" memakan tempe
"Kamu nanti telat jam setengah delapan angkot sudah tidak ada yang lewat sini" ibu
"Tenang saja, rencananya Tika mau minta kak Biyan antar ke sekolah, naik mobil,,hehehe"
"kamu itu ya jangan merepotkan " Ibu memukul bahu Tika
"Au.. sakit Bu"
Bapak hanya Tersenyum
**
Didalam kamar
Nila sudah bangun mengambil baju ganti,
"Aku sudah bangunin kamu ya, nanti jangan malu kalau ibuku yang bangunin kamu"
Biyan masih berada dalam mimpinya.
Saat ingin menyisir rambut dan mengaca, tiba-tiba
" Aaaaaaaa" Nila menjerit
Biyan terbangun terperanjat..
"Ada apa?" melotot
"Coba lihat perbuatan mu ini...leherku penuh lebam merah" Nila mengaca di cermin
Biyan bangun dan melihat lekat leher Nila, dilihatnya leher Nila penuh dengan bekas kecupan dia tadi malam..
"Itu tanda cinta sayang..hahaha"
"Jahat kami Biyan"..
__ADS_1
******