
Pagi itu terasa sebagai sarapan yang paling rame dirumah komandan.
Dimana Nila, Vina, komandan, dan ibu sarapan penuh dengan menu hidangan komplit seperti ada jamuan makan besar.
Tambah rame lagi saat bapak dan Tika juga ikut sarapan bersama.
"Sudah jam 7 Tika, kenapa tidak pakai seragam sekolah bukannya sedikit terlambat" ibu yang tangannya masih sibuk menyuapi Nila dengan telaten.
Hari itu, ibu benar-benar memanjakan anak sulungnya.
"Hemmm...Tika hari ini ijin sekolah, mau nemenin mba Nila ibu.." cuek sambil menikmati minum orange jus yang tidak pernah dia rasakan saat sarapan kalau dirumahnya sendiri.
"Loh...jangan ngawur kamu" suara ibu sedikit melengking sampai sendok bubur yang dipegang jatuh kembali ke mangkok bubur
"Baapakkk.." Tika merajuk memandang bapak yang duduk di sebelahnya agar membantu mendapat ijin tidak berangkat sekolah kepada ibu.
Bapak hanya tersenyum malu sambil melirik ke arah komandan dan Vina yang disela makan mereka terlihat tersenyum memperhatikan keluarganya yang bikin gaduh pagi hari.
***
Saat siang hari dengan sinar matahari yang menyusup masuk di sela-sela jendela kamar Nila.
Menambah suasana lebih hangat dimana Nila terus tersenyum dengan tingkah kocak Tika yang tidak hentinya bertengkar kecil dengan ibu, ada saja tingkahnya yang buat ibu sedikit naik darah.
Dari lihat lemari baju, mandi lama-lama di bathtub sambil nyanyi keras-keras, seenaknya pakai baju Nila, lihat-lihat baju Biyan, rebahan sambil ngemil di depan televisi dengan cemilan yang berhamburan.
__ADS_1
Ibu tidak henti-hentinya menimpuk badan Tika dengan bantal sofa, disuruh sopan, jaga kebersihan, jangan berisik dan ada aja yang buat ibu ngomel.
Tika hanya memandang sambil duduk bersandar di atas ranjang.
Memasuki sore hari Ibu dan Tika memapah Nila menuju kamar mandi
"Padahal Nila sudah bisa jalan sendiri ibu, tidak harus dipapah, ini lukanya udah lumayan baik. Tidak sakit seperti tadi"
"Sudah tidak usah protes, kamu harus hati-hati biar cepat sembuh..
Tiga puluh menit sudah nila selesai mandi..
Ibu dan Tika masih dengan setia memapah dan membantu Nila...
"sudah Bu , seperti masih bayi saja sampai cream wajah saja ibu pakai kan...terimakasih ya bu " memeluk ibu dengan lembut
Tika ikut peluk ibu dari belakang
Tok...tok..tok..
Seketika mereka menengok kearah pintu kamar
Sigap Tika membukakan pintu..
Vina diambang pintu, tersenyum lebar dengan mata berbinar-binar
__ADS_1
Nila bingung ada apa gerangan dengan ekspresi Vina...
"nak Vina ayo masuk" ibu
"terimakasih Bu, Nila ayo kita turun ke ruang kerja komandan" tanpa aba aba Vina langsung memapah Nila yang terlihat masih bingung. Ibu dan Tika terlihat bingung juga tapi tanpa kata mereka bertiga ikut turun ke ruang kerja dan penasaran ada apa sebenarnya.
sampai bawah, Nila dihadapkan dengan layar komputer dengan tampilan panggilan Vidio...dengan gambar yang sedikit kurang jelas
Nila terlihat masih bingung...
dia menunggu penjelasan dari Vina dengan raut wajahnya...
Vina hanya tersenyum lebar dan mengarahkan agar Nila fokus ke layar komputer dengan gerakan matanya
Nila pasrah mengikuti apa arahan Vina...
sedikit demi sedikit gambar yang sedikit buram itu mulai jelas dan lancar
sekarang terlihat jelas siapa yang ada di layar komputer tersebut...
Nila menggigit bibirnya dan tidak tahan meneteskan air mata..berjuntai juntai air matanya jatuh
dia menangis tanpa suara dengan bibir yang terus digigitnya
Ibu dan Tika yang dari tadi mengamati agak jauh dari meja kerja...penasaran apa yang membuat Nila sekegukan. Tidak tahan dan mendekat.. Beliau kaget ternyata ada Biyan dalam layar komputer itu dan menampilkan ekspresi yang sama menahan tangis sambil senyuman dengan air mata yang terus mengalir tanpa kata....
__ADS_1
Ibu kacau antara bahagia dan lemas karena senja itu benar benar penuh air mata kerinduan ....