Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Surel (Part 2)


__ADS_3

Salam, suamiku tercinta...


Aku sudah baca pesannya sayang.


Aku, Ayah dan Vina semuanya sehat dan baik.


Aku senang kamu di sana baik-baik saja.


Hah....lega rasanya..tahu keadaan mu...


Kuliahku sangat lancar,


Ujian tengah semester kemarin dapat A plus.


Untuk semester depan aku akan mengajukan beasiswa...


Semoga kamu bisa cepat pulang dan melihat nilai ku.


Tahu tidak sayang....


Tiap hari aku bertanya-tanya...


Bagaimana kabarmu di sana.


Sehat kah?, sakit kah?, susah kah,?...


Benar-benar tiap malam hanya kamu...kamu...dan kamu yang di otak...


Membuatku merana,,


Aku mulai suka melihat berita luar negeri, apalagi soal timur tengah.


Berharap bisa melihat kamu tersorot di layar kamera secara tidak sengaja.


Selalu mengganggu Vina, agar mencarikan informasi keadaan kamu lewat kenalan ayah, atau lewat manapun yang Vina bisa.


Hemmmm...


Tahukah kamu, saat dengar ada bom bunuh diri dekat camp pasukan pembantu...


Jantung terasa akan copot.


Membayangkan yang tidak-tidak terjadi padamu Biyan.


Saat itu aku merasa dunia seperti berhenti berputar....


Untungnya Tuhan masih sayang kita, kamu selamat.


Tidak ada korban jiwa...


Dari situ, aku benar-benar paham bahwa cintaku sama kamu lebih dari yang aku sadari...


Tahu kah kau sayang...


Tiap malam aku selalu merindukan mu...selalu...


Bak orang Gila...


Di setiap sudut kamar bayanganmu selalu hadir menghantui ku...


kadang aku kesal...tentang semua ini...


Tapi seiring berjalannya waktu...


Aku mulai menikmati takdir ini...


Terimakasih karena kamu sehat di sana


Terimakasih karena kamu mengingatku selalu


Terimakasih karena telah hadir dalam hidupku


Dan....


Terimakasih telah memberiku rasa cinta, rindu dan semua perasaan yang aku rasakan karena mencintaimu...


Semoga Tuhan menyegerakan agar kita cepat bersama kembali...


Doa ku selalu menyertai mu sayang...


I Love you Abiyan Suprayogi


Suamiku....


Ummmuch....


Nb:

__ADS_1


Buatlah ponsel yang kau belikan untukku bisa berguna....


Kalau tidak aku jual saja...


nilla_LoveABS@****


Ini akun sosial media baruku...


Aku akan selalu update keadaanku lewat media ini...


Kau bisa melihatnya


Love you


.........


Klik send...


Surel itupun sudah terkirim...


Nila masih dengan wajah sumringah memandang lekat laptop didepannya..


Tangannya masih asik mengetuk-ketuk keyboard sambil menunggu balasan dari Biyan...


Ia berharap bisa saling balas membalas ngobrol lewat surel agar sedikit mengusir rasa rindu.


Dia juga ingin Biyan bisa seperti teman-teman kampusnya, yang saling berbalas pesan, saling like di akun sosial media mereka.


Tertawa sendiri karena merasa lucu dengan candaan pasangannya.


Tiap hari Nila merasa iri dengan hal itu.


Tapi apa daya dengan tugas suaminya yang besar dan berada jauh dibenua sana, tidak memungkin hal-hal romantis kecil itu bisa mereka lakukan..


Menanti kepulangannya hanya satu-satunya harapan yang slalu ia panjatkan kepada Maha pembuat hidup.


**


Tik.tik.tik.tik...


Denting jam mengikuti langkah ketukan tangan Nila.


Detik berganti detik


Menit berganti menit


Sudah dua jam Nila memandang laptop, tidak jenuh sambil melihat akun sosial medianya yang masih booming saat itu...


Didalam akunya terpapang foto profil diri yang difoto dari belakang, hanya terlihat rambut yang terikat tinggi.


Sedangkan dalam album yang tersimpan hanya dipenuhi foto Biyan yang ia pindahkan dari ponselnya.


Hari ini Nila mengupdate status dirinya dengan kata-kata


'Menantimu adalah hal yang terindah yang harus aku lalui, bentuk dari besarnya cintaku untukmu.


Walaupun dulu aku lebih suka ditunggu dari pada menunggu, berat...'


Langsung ada empat like dari Vina, Tika, Lilis dan Ikal...


"Haha...Mereka benar-benar penikmat status media sosial ku"


Gumam sendiri karena hanya ada mereka berempat yang selalu setia memberikan like, kadang komentar penyemangat untuk Nila. Hesti kadang ikut nimbrung tapi karena kesibukannya di Akmil hanya waktu libur dia bisa memberi kabar.


Nila sampai lupa mandi dan ganti baju. Padahal sekarang sudah masuk pukul tujuh malam.


"Kalau di hitung-hitung di sana pukul berapa ya? jam tiga sore sepertinya. Seharusnya dia belum pergi untuk bertugas lagi kan?.


Atau dia sudah pergi pulang ke camp...Humm...."


mematikan laptop.


Nila melangkah pergi ke kamar.


Dibawah tangga bertemu dengan komandan.


Beliau melihat raut muka Nila yang lesu, bisa menduga bahwa Biyan tidak langsung membalasnya.


"Mau naik?"


"Iya ayah, mau mandi sekalian" menenteng lesu tasnya.


"Nanti turun makan, ayah lihat sudah siap dimeja makan"


"Nanti saja ayah, Nila permisi keatas " melewati komandan yang masih memandang memelas menantu satu-satunya.


***

__ADS_1


Di dalam kamar..


Menaruh sembarang tasnya.


Baju juga dilepas sembarangan.


Walaupun akhirnya dia pungut lagi dimasukan kedalam keranjang .


Bathup, ia isi dengan air penuh, diberinya sedikit aroma lavender yang jarang sekali dia gunakan.


Karena hari ini, hatinya sedikit kacau dia ingin berendam dan relaksasi diri.


Dia masuk kedalam bathup, berendam didalamnya pandangan menuju satu arah,


Aku benar-benar merindukan pemilik sikat gigi dan handuk itu,


Huffff...


Menghela napas panjang dan memasukan kepalanya di dalam air .


Sekitar satu menit menahan napas.


Kepalanya diangkat, tanganya menata rambut yang menutupi wajahnya, sambil menyemburkan air yang sedikit masuk ke mulut.


"Haaaahh..." menghela nafas sambil menggosok lembut lengan tangannya.


Dalam hati,


Harus bersabar lagi...


Aku harus kuat dan tegar.


Yakin lah kalau Tuhan itu baik.


Dia pasti akan cepat kembali kepadaku.


Nila menyelesaikan mandinya.


Memakai piyama dan beranjak duduk di sofa dan mulai memutar film di dalam laptopnya.


Dia melihat film New moon.


Kisah lanjutan cinta vampir dan manusia.


Nila menonton dengan serius mengikuti alur cerita sampai habis.


Dilanjut nonton Eclipse.


Manusia dengan vampir pun bisa bersama, walaupun berpisah kalau memang jodoh dia akan kembali.


Apalagi Biyan yang jelas-jelas sah sebagai suamiku.


Aku yakin kalau kita berjodoh...


Dia akan segera pulang.


Aku hanya perlu setia, apapun yang terjadi nanti cintaku kepadamu masih utuh tidak berkurang.


Semoga kau cepat kembali suamiku.


Air sedikit membasahi kelopak mata. Belum sempat jatuh ia sudah menyekanya.


Nila meluruskan kakinya di sofa, badannya menekuk miring ingin mengambil air yang berada di atas meja.


Tiba-tiba perutnya sedikit nyeri, gelas yang dipegangnya jatuh di atas karpet airnya tumpah.


Lalu Nila menegakkan badannya dan berusaha berbaring dengan laptop masih berada di pangkuannya.


Keringat dingin mulai bercucuran, wajahnya ikut pucat, bibirnya saling berkait karena menahan perih yang semakin kuat.


Tuhan.... kenapa perutku..


Apa karena belum makan dari siang?


Tapi tadi makan bakso? karena kepedasan?... biasanya tidak kenapa-kenapa.


Aduh....perih sekali...


Aku harus berbaring sebentar mungkin bisa merendah.


Batinnya sambil menahan nyeri perut dengan tangan.


Ia merilekskan badannya.


Meletakkan laptop dimeja.


Tangannya masih menahan perut agar tidak begitu perih.

__ADS_1


Tapi keringat dingin semakin bercucuran. Dahinya berkerut menahan rasa sakit yang semakin besar.


__ADS_2