Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Cemburu???


__ADS_3

Biyan duduk di atas ranjang dan memainkan ponselnya menunggu Nila keluar kamar mandi


"Iiihhh males keluar "


gumam Nila di dalam kamar mandi padahal urusannya sudah selesai...


Duduk di atas kloset...


"Biarin aja aaa..." menyanggah dagu


Di tempat tidur


"Lama bener keluarnya" Biyan mulai resah


Cemas dan mendekat ke kamar mandi tapi hanya menguping.


Mendekatkan telinga didepan pintu, apakah ada suara atau gerakan Nila didalam sana.


"Tidak ada suara ,,jangan-jangan!!??" menduga-duga


tok tok tok...


Mengetok kembali pintu kamar mandi...


"Tetap tidak ada suara" mulai panik


Tok.tok.tok.tok...


"Nila kamu di dalam kan?" suara sedikit keras


Iiihhh berisik...


menyentuh lubang telingan dengan ujung jari...


"Nila keluar donk..." makin panik menggedor pintu cukup kenceng


"Hemmm..." bibir manyun


masih duduk di atas kloset .Dan tidak berencana menyauti panggilan Biyan


"Nila... kalau kamu tidak keluar aku dobrak ini pintu" suara meninggi


Dobrak aja,,, itu juga pintu kamu


"Nila...kamu didalam kan ???kamu tidak pingsan kan..???" Menggedor pintu semakin kencang


iihhh gawat ni, bakalan didobrak beneran


berdiri menuju pintu


"IYA..." sambil membuka pintu


"Kamu.... aku panggil dari tadi tidak jawab kenapa..???" antara panik dan sedikit kesal wajahnya


"Perut sakit..."


Aku bohong...lagian kamu juga...


wajah masam


"Masih sakit ...???" mau menyentuh perut Nila


Nila menepis tangan Biyan dan menghindar...


"Sudah tidak!!" datar melenggang menuju sofa


"Kamu mau apa...??" Biyan bingung


"Tidur..." ekspresi datar


"Kenapa tidak di ranjang??" berjalan mendekat ke Nila


Menggelengkan kepala..


"Kenapa?? suka sekali tidur di sofa!!" mulai kesal Biyan


Masih diam dan menata bantal.


"Kenapa diam "Biyan kesal suara sedikit meninggi..


"Ada yang perlu saya jawab...??" datar


Mendekat ke Nila


"Aku salah sama kamu ??" menarik tangan Nila yang akan memindahkan bantal di ujung sofa...


Menggeleng..


kamu enggak salah, aku yang salah menilai mu...dalam hati


Memegang lebih kencang..


"Kalau aku salah ngomong, jangan diam begini!!" semakin erat


"Sakitttt..."Nila merintih


"Maaf" melepaskan tangan Nila


"Kamu diem gini... kenapa?? aku salah???salahku dimana...??" Biyan mengerutkan kedua alisnya


"Anda tidak salah.. " duduk di sofa, memeluk bantal yang dipegangnya


"Bicara formal lagi...CK" mendecak kesal


"Sekarang tidur di ranjang.!!!.." tangan Nila ditarik menuju ranjang


"Tidak usah,,, anda saja yg tidur di ranjang, saya di sofa.."melepaskan tangan dari Biyan


Mulai ngelawan, baik...


"Nila!!!ti...dur... di...ran...jang..!!!!."suara meninggi menekan..


Nila tersentak kaget..


Dia marah??? menakutkan....


Akhirnya mengikuti perintah Biyan


berbaring dan memasukan kakinya ke dalam selimut.


Nyali Nila menciut melihat gertakan Biyan...


Biyan memilih masuk kamar mandi, dengan wajah yang cukup kesal...


Nila meringkuk kan badannya....


"kenapa aku jadi kesel gini ya...salah Biyan apa.. ?? lagian mereka sepupu kan???" menyadari sikap aneh dirinya


Apa yang aku khawatirkan...


mendekuskan wajah lebih dalam di bawah selimut...

__ADS_1


**


Di dalam kamar mandi


Dibawah guyuran air shower...


Biyan sambil mengacak-acak rambut...


"Salahku apa,,, cihhh..." menyemburkan air yang mengalir ke mulutnya.


"Tadi baru saja sweet-sweetan, sekarang tidak ada angin, tidak hujan apalagi petir...dia mengabaikan ku lagi....


salahku dimana???" sedikit berteriak di bawah guyuran air...


Sepuluh menit berlalu...


Biyan keluar kamar mandi


Dilihatnya Nila berbaring miring melihat ke arah jendela..


Tanpa ijin atau permisi Biyan berbaring disebelah Nila dengan sedikit menjatuhkan diri dengan keras di ranjang, berniat agar yang di sebelah ranjang tahu ada dia.


Nila tersentak dan mendudukkan badannya..


Melihat ke arah Biyan, mengerut kan dahi.


Apa - apaan dia,... seperti nya sengaja...


"Kenapa lihat-lihat?"sedikit ketus


Semakin berkerut Nila


Dia ngambek??..seharusnya aku heee perwira


ujung bibir sedikit naik...


Biyan melihat lekat wajah Nila...


Sial, aku gak bisa marah,..lihat wajah imutnya itu..pingin aku peluk erat..


Menggigit bibir bawahnya, dan tak Lama tawa pun pecah...


"Hahahaha" Biyan sambil memperlihatkan lesung pipi


Nila dengan mulut menengadah...


Oh Tuhan, dia kenapa??..


tadi ngambek, sekarang tertawa??


sudah gila kah??...


aneh.....


Tapi ganteng sekali, please lesung pipinya kondisi kan tuan perwira...


jangan buat aku pingsan..


Biyan masih tertawa...


mengikuti Nila duduk di atas ranjang...


Merapikan rambut Nila yang sedikit terurai tak beraturan...


"Sebenarnya aku cukup kesal tadi, liat kamu diem trus...tapi liat wajah imut ini benar- benar buat aku gila" mencubit pipi Nila


Semakin menengadah mulut Nila,


"Udah aaa ntar ngeces" menutup mulut Nila


"heeee" tertawa canggung


Menarik dan mengelus lembut tangan Nila


"kalau aku buat salah, ngomong ya..dimana salahku, penyebabnya apa buat kamu marah,


jangan diam terus...bikin frustasi.." senyum


Aduhh...memang aku harus ngomong apa...


ngomong kalau aku cemburu??


gila...


sebentar...aku cemburu??? dapat pikiran itu dari mana Nila...


siapa yang cemburu...


perang batin


"Emmm...masih diem..."Biyan melepaskan tangan Nila.


Tiba-tiba..


"Sebentar...kamu marah apa gara-gara aku pergi tanpa pamit tadi??" Biyan menarik kembali tangan Nila


eeehh tuan ...tolong jaga tangan anda...enak bener main tarik lepas tarik lagi...


Nila mencoba melepaskan tangannya


Namun Biyan malahan menarik lebih kencang kearahnya..


Nila limbung dan jatuh dipangkuan Biyan..


Melihat itu, Biyan malahan mengambil kesempatan merangkul Nila dengan erat...


"Tolong lepasin.." meronta


"Maafin aku ya..maaf" memeluk lebih erat dengan suara sedikit pilu


Mendengar itu Nila...


Aku sedikit merasa bersalah dari tadi diemin dia, padahal itu bukan salahnya...egoku yang berlebihan..


Menyadari kesalahannya


"Maaf" Biyan melepaskan pelukannya


"Eemm maaf juga, tadi sikapku berlebihan" Nila sambil menata duduknya


"Kamu gak salah, aku yang lupa tidak bilang dulu ke kamu tadi aku keluar jemput Gisela??"..menjelaskan


"Gisela..??"


ooww namanya Gisela,


nama yang cantik seperti orangnya...aku???...jauh ...


"Iya Gisela, dia sepupuku dari bunda dan ayah. Jadi mama dia sepupuan sama bunda sedangkan papanya dari ayah..."


Semangat sekali cerita tentang dia,..lagian siapa yang nanya..

__ADS_1


Nila batin senyum kaku


"Dari kecil kita tinggal bersama di tempat nenek...Bu fat yang mengasuh kami berdua.


Banyak Orang bilang kalau kami seperti Kaka adik, tapi semakin dewasa sering mengira kalau kami pasangan..ada-ada saja..haha" Biyan bersemangat


Pasangan..?? jelaslah dia manja banget sama kamu, gelayutan seperti tadi...pantas dong orang ngira kalian pasangan...usia juga tidak begitu jauh...dia cantik kamu ganteng...


lah aku ini apa...eeerrrttt


Geram dalam hati


"Dulu cengeng sekali dia, sering sekali aku kerjain...


Bu fat sampai marahi aku, soalnya slalu buat Gisela nangis...


Sekarang dia begitu hebat sudah lulus S2 management bisnis di Singapura pula.


Banyak panggilan kerja di sana, tapi dia slalu nolak...katanya jadi bawahan kerja di perusahaan itu bukan cita-cita " Biyan bangga


Puji terus.... lanjutkan ...


junjung dia terus


lupa apa aku istrimu...


bisa-bisanya puji wanita lain di depanku...cihhh


mendesah kesal...


"Dia pandai sekali dari kecil sampai besar slalu jadi juara.


Dulu sebelum kami berpisah dia banyak dikejar-kejar cowok, tapi dia menolak dan mengaku kalau aku pacarnya..hahha, katanya malas meladeni cowok apa lagi buat pacaran..aneh kan heeee "


wajah Nila mulai masam dan tidak bersahabat ...


Namun dia tetap diam mendengarkan ocehan Biyan tentang Gisela ..


" Kita sering sharing apapun mau masalah ataupun barang, sampai pakaianku pun dia sering pakai sembarangan...Bu fat saja slalu bilang kalau kami pantas jadi pasangan,..tidak mungkin kan" tersenyum lebar


huffff... CK


Nila menghela napas dengan wajah bosan


Melihat ke arah Nila


kenapa dia...


Biyan sadar..


Dia baru saja mendesah, kesal??


kenapa??


apa karena aku cerita tentang Gisela??


oo pasti dia kesal karena aku bercerita wanita lain...


Bodohnya aku baru sadar ...


kata Hendri wanita paling anti kalau pasangannya menceritakan wanita lain..


bodoh bodoh...


Nila masih diam dengan wajah masam...


Biyan kikuk harus apa atas kesalahan yang baru dia sadari...


Nila semakin acuh, wajahnya datar mulut yang tertutup rapat...


" Emmm...Nila" Biyan pelan


Nila hanya melihat datar ke arah Biyan..


" Maafin aku sekali lagi ya..."


" buat??".. datar


"karena aku bodoh tidak paham perasaan mu"


"Apa yang perlu dipahami, toh aku buka siapa-siapa mu"


" kok bukan siapa-siapa?...kamu istriku" jelas Biyan


"lalu...??"


"ya...aku harus tau apa yang kamu suka dan tidak sembarangan cerita wanita Lain di depanmu"..


Baru sadar...


batin Nila


" tidak apa-apa, lagian yang kamu ceritakan dan bangga kan itu kan sepupu kesayangan, bukan hak ku untuk cemburu" keceplosan


seketika mengunci bibir dengan menggigitnya


"cemburu???" Biyan kaget...lalu tertawa bahagia


"hahahha...kamu cemburu..iya kamu cemburu...hahhaa" terbahak-bahak


"siii...siaapa yang cemburu.." terbatah-batah malu


"kamu sayang..ummmuah" Biyan sambil mencuri cium dipipi Nila


"Biyan.." sedikit melengking kaget dan menyentuh pipi yang baru dicium Biyan.


"haaaaahaaaa bahagianya dicemburui"


"Puas...kalau aku cemburu.." Nila sedikit cemberut lalu tersenyum malu...


"Tu kan cemburu ...hihihi gemes" mencubit hidung Nila


"IYA...Aku cemburu.." menutup wajahnya dengan bantal


" kenapa malu...?"


" malu lahhh...masa cemburu sama sepupu kamu...gila kan aku...lagian kenapa kalian rangkulan segala.." bicara dibalik bantal yang menutupi wajahnya


"Hahahaha..." Biyan terpingkal-pingkal


Nila semakin malu,


Biyan berambur memeluk Nila di atas ranjang itu...


"Gisela itu hanya sepupu tidak lebih" tegas biyan


***


Terimakasih para pembaca yang Budiman...


silakan berikan saran cerita agar lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2