
Malam itu waktu terasa cukup lambat. Biyan dan Nila saling mencurahkan isi Hati
"Apakah semua istri perwira harus tabah dan tegar menunggu kabar dari suaminya" air mata meleleh
"Iya...mulai sekarang latihlah hatimu agar tegar dan tabah menunggu kabar kepulangan ku.."
"Sanggupkah aku, Biyan"..
"Pelan-pelan saja Nila nanti kamu akan terbiasa"
"iya.."air mata terus meleleh
"Kamu jangan nangis terus. Doakan saja suamimu ini bisa pulang dengan selamat". Biyan membelai lembut rambut Nila
"Pinginnya gak nangis, tapi keluar sendiri, hiks.hiks.hiks ".. menyeka air mata yang jatuh
"Dasar cengeng.." mencubit hidung
"Emmm sakit tau" memegang hidung
"Sini biar gak nangis lagi,..."
Biyan mendekatkan bibirnya...
Begitu lama sampai Nila kehabisan nafas.
"He...ambil nafas Stupid..." Biyan melihat Nila mulai tersengal
Sial, baru saja mencium ku habis-habisan, panggil aku bodoh...
bikin badmood.
" Bagaimana aku mau bernafas, kamu tidak memberi jeda," cemberut
"kasi jeda? kamu mau aku kasi jeda?,,, oke!!"
Biyan mencium lagi Nila yang ranum...
Mengecup perlahan-lahan,. Lalu melepaskan dan menyentuh kembali dengan sangat lembut.
Nila merespon kepandaian Biyan..
Kegiatan itu berlangsung cukup lama.
**
Tersenyum malu-malu, wajah memerah.
"kamu suka?" mengecup kening
Nila malu wajah semakin memerah.
"Lihat wajah merah mu, hahaha...jadi kamu sangat menikmati ya.."
"Mana..?!" panik dan malu
"Oo.. berarti kamu belum puas?...oke"
Biyan naik ke atas Nila, menarik dagu, menciumnya lagi. kali ini tangannya ikut bermain.
Membuat Nila benar-benar diluar kendali. Dia memeluk leher Biyan dan mengelus lembut rambut Biyan.
Malam yang indah, walaupun tidak sampai kebagian itu.
Mereka sama-sama menikmatinya.
Nila bersandar pada Biyan.
"Emm Biyan boleh aku tanya?"
"Sebelum tanya, aku punya satu permintaan sama kamu?" memainkan rambut indah Nila
"Apa?"
"Mulai sekarang panggil aku sayang"
"Sayang?..."
"Iya SAYANG" menekan
"malu aaa,"
"Malu?"
"iya!"
"Bagaimana kalau ganti baby" Biyan menyarankan
"what... hahaha"
"tidak bagus,?, emm... kalau cintaku"
Aneh-aneh saja ini mahluk
pangggil sayang?, baby , cintaku?
hahahaha..
"Panggil Biyan saja seperti biasa,"
"Gak romantis, bagaimana kalau panggil suamiku nanti aku panggil istriku tercinta, " berapi - api
Ha-ha-ha
semakin aneh...
" Biyan saja seperti biasa, lagian malu-maluin"
"Kenapa malu, aku ingin kita ada panggilan sayang" mengecup leher pelan
"Iya..., tapi tidak usah berlebihan"
Biyan mulai asik bermain lagi.
"Biyan hentikan" Nila meringsek
"Apa?" tidak henti-hentinya mencium Nila
hadeh...masih sempat-sempatnya
"Hemmm... Biyan hentikan dulu"
__ADS_1
menarik diri
"Panggil sayang dulu," tangan ikut bergerilya
hadeh tanganya ikut kemana-mana, benar-benar tidak bisa dikendalikan
"Biyan, " mencoba melepaskan diri. Namun kekuatan Biyan lebih besar.
Biyan tidak henti-hentinya bermain di badan Nila.
Lehernya yang putih sekarang penuh dengan tanda cinta.
Nila hanya pasrah mengikuti permainan Biyan.
**
Helaan nafas Biyan pertanda dia sudah selesai.
Seperti Dia sudah puas
Hemmm.....
Nila ikut menghela nafas panjang
"Aku haus"
"Ambil sendiri itu" Nila menunjuk gelas yang sudah berisi air di meja samping ranjang"
"Ambilkan" senyum sok imut
Huffffg...
mulai kelihatan deh sifat aslinya manja!!
Berdiri mengambil gelas
Biyan meminumnya sekali teguh tak tersisa.
Sehaus itu... ?
Gila
hehe...
"Terimakasih sayang" senyum menyodorkan gelas kosong
"Hemm.." Nila
Biyan cekikikan...
"Biyan aku boleh tanya ?" Nila berbaring lagi disebelah Biyan.
"Hemm.." menggeliat meregangkan otot-otot nya.
"kamu capek?"
"Enggak, mau main lagi?" cengengesan
Gila...main lagi..
tadi saja sampai kehausan
"gak" ketus
Tadi kamu mau tanya apa?"
tangannya membelai rambut
"Aku mau tanya, kamu...geli Biyan!" belum selesai bertanya, Biyan menggigit lembut telinga Nila
"Emm...sudah kamu tanya saja nanti aku jawab, biar aku sibuk dengan ini" tangan ikut bermain
"Biyan!!" sedikit melengking
"iya..iya...sayang " masih tetap pada posisi
" Biyan hentikan dulu"...menepis tangan Biyan
"Hemmm.." angkat tangan dengan kesal
Melihat raut wajah Biyan yang berubah jadi kesal dan menekuk.
"marah?" Nila
Biyan diam tidak menjawab
"marah ya..hee?." mencubit kedua pipi Biyan
Biyan masih tetap diam gantian menepis tangan Nila
"Wah bukan marah lagi tapi ngambek.., "
Biyan tidak merespon masih diam.
"jangan ngambek aaa... gantengnya ilang" mengelus wajah
Biyan membuang muka
"oke biar tidak ngambek, aku harus apa?"
Biyan mikir...
" panggil aku sayang..."
"Itu lagi bahasnya.."
"kenapa?"
"malu Biyan"
"ya sudah aku ngambek lagi.." memalingkan muka
"Masak ngambek ngomong-ngomong, hihi" cekikikan
"hemm" membuang muka lagi
"iya..iya...sayang....saaaa....yang,"
"hahaha" menindih Nila lagi
" Biyan , hentikan, " Nila
__ADS_1
"kamu panggil apa?,,," Biyan ...
" Biyan.. hentikan"
"Apa, kamu harus panggil apa dulu?"
"iya..iya...sayang hentikan, tolong hentikan aku sudah geli sekali" Nila merinding
"Haha,...kamu mudah geli, " Biyan memeluk erat Nila tidak lupa mencium kening
"kamu ya...bener nempel kaya lem.."
Biyan hanya tersenyum...
"Apa gak capek?"
"Enggak, badanmu wangi buat aku ketagihan pingin lagi dan lagi" masih saja curi kesempatan
"Biyan....eh..sayang, sudah ya lanjut besok lagi" bicara selemah lembut mungkin
"Hemm...." memanja mulut manyun
Dasar...maniak
upst dia suamiku
here
Gumam Nila dalam hati tidak habis pikir dengan perilaku Biyan yang baru pertama kali dia tahu.
"Ooh ya..tapi kamu mau tanya apa istriku?"
"Iih gak banget deh, "
"terus aku panggil kamu apa?"
"Sama aja, panggil sa.....yang" menekan
Puas kau
hihihih
"Iya sayang kamu mau tanya apa?"
"Emm...kamu sudah melakukan kegiatan tadi sama berapa wanita?" serius
"Kegiatan yang mana?" pura-pura
"ini.." menunjukan tanda merah tubuhnya
"Ooo, .. sebentar, empat,lima, delapan, sepuluh, lima belas" menghitung jari
Sial banyak sekali,
lah aku yang ke berapa??
haaaaaa...
menjerit dalam hati
Melihat wajah masam Nila
"Hahaha, aku becanda saya, kamu yang ke.3"
Tiga?...siapa dua wanita yang sudah mendahului ku??
Sialan dapat barang bekas...
Enakkan dia, dapat aku yang masih orisinil.
haaaaaa.....
menjerit lagi dalam hati
Wajah Nila yang semakin kecut
"Hahahha...tidak sayang, tidak...aku hanya bercanda, kamu yang pertama dan yang terakhir kelak"
"Bohong"
"Sumpah" mengacungkan dua jari
"Bener?"
"Beneran, aku dari dulu sudah sibuk dipasukkan khusus mengemban misi yang sangat berbahaya tiap saat.
Tidak ada waktu buatku untuk melakukan ataupun membayangkan semua itu..."
"masa?"
"iya, aku sudah terlatih menahan hal itu, coba kalau aku tidak bisa menahan nya , kamu sudah habis. hehehe"
Sial, menahan itu
tadi itu apa, bukan hal yang sama
lihat badanku mulai pegal-pegal
"kamu gak percaya?"
"gak,!" ketus
"oke rasakan ini..."
Lagi..?
Oh tidak
"hentikan Biyan"
"apa, Biyan?"
"sayang hentikan"
"hahahaha"
**"*"
mohon saran dan kritik ya...
terimakasih
__ADS_1