
Ibu dan Nila sibuk menyiapkan makan malam sambil menunggu bapak pulang...
"Bapak kemana si Bu..?" Nila mengaduk bumbu
"Paling sebentar lagi"
"Emm"
" Biyan suka makan apa ?" ibu bertanya
" aaah masak seadanya saja, "
"Hari ini ibu hanya ada sayur terong, ikan goreng sama sambel saja...apa mau makan itu?"
"ibu masak saja ...dia pasti suka" Nila tangannya sibuk mengiris tempe.
Biyan diruang tamu bersama Tika melihat album foto keluarga Nila.,
" Ini pasti kamu.." Biyan menebak foto anak kecil dengan rambut plontos
" iya...malu-maluin ya, kata ibu waktu kecil aku rambutnya susah tumbuh, beda sama mba Nila"
"beda?"
"coba lihat ini, rambutnya lebat ikal dan hitam, cantik kan" Tika sambil menunjukan foto Nila kecil
"Iya cantik...sudah menggemaskan dari kecil ya.." Biyan mengelus gambar itu
"apa mba Nila menggemaskan?"
" sangat menggemaskan, apa lagi kalau jutek kakak pingin cubit pipinya yang tembem"
" aaah kak Biyan kelihatan sangat suka sama mba Nila.."
"apa iya.."
"iya ...saat cerita mba Nila mata kak Biyan berbinar-binar kaya ada lampu yang menyala kelip.kelip"
Tika polos
Apa benar yang dikatakan Tika
kalau aku sebenarnya sudah suka atau malahan jatuh cinta dengan Nila?
"kak coba lihat ini mba Nila, giginya habis semua, ompong...hehe" Tika menunjukan foto lagi
" oooo...ini sama kaya yang di kamar Nilakan?"
"iya...Kakak sudah lihat? jelek banget ya"
"cantik"
"yeee...kalau orang jatuh cinta ya gitu...jelek dibilang cantik..." Tika tertawa
" apa kak Biyan benar-benar kelihatan jatuh cinta ya sama Nila.?."
"Terlihat sangat je..las.." Tika menekan
apa iya...sejelas itu
kenapa aku tidak menyadarinya
Dasar kau Biyan, masalah cinta slalu bodoh....
Garuk-garuk kepala walaupun tidak gatal
Dari pintu depan terdengar suara pintu terbuka...
"itu pasti bapak pulang" Tika berdiri
"bapak...?"
"ayo kak" menarik Biyan berdiri
Bapak kaget didalam rumah, melihat lelaki gagah dengan badan kekar berbaju kaos putih dengan kemeja kotak warna biru agak tua serta celaka jens diruang tamu bersama Tika.
"bapak sudah pulang" Tika mendekat
"i..ya..lah ini" bapak menunjuk Biyan
" ini kak Biyan pak...suami mba Nila"
Bapak kaget ternyata dia lupa wajah menantunya...
__ADS_1
Mereka hanya bertemu saat ijab qobul dan foto yang diberikan komandan waktu Biyan baru masuk Akmil.
"Biyan... waduh maaf bapak lupa, tidak ingat sama menantunya sendiri," wajah sedikit malu
"tidak apa-apa pak saya yang jarang main...jadi bapak lupa wajah saya"
"tidak apa-apa...bapak cuma pangling semakin tampan saja"
"bapak bisa saja"
"kesini bareng Nila?" menengok keseliling ruangan
"iya pak Nila masih bantu ibu masak di dapur"
" oww ya silakan duduk silakan duduk"
Mereka ngobrol cukup lama sampai makanan matang.
Nila keluar dapur...
"bapak dari mana saja tadi, Nila kangen" memeluk
"iya bapak juga,,,"
"kamu sehat?"
"Sehat, pak...bapak sehat?"
" Sangat sehat, kabar komandan bagaimana Biyan?"menengok kearah Biyan
"Ayah sehat, beliau titip salam katanya kalau sudah tidak sibuk akan main ke rumah bapak dan ibu nanti"
"ohh ya...bapak juga lama tidak bertukar pikiran dengan komandan"
"ibu kok menunya hanya seperti ini" dilihatnya hanya sayur terong, ikan, tempe goreng, sambal dan kerupuk...
"Iya pak tadi ibu tidak sempet belanja, kalau tahu Biyan sama Nila mau main ibu masak besar.."
"Oww ya....tadi Biyan sudah belanja banyak " keluar menuju mobil yang terparkir di depan
Semua orang ikut keluar.
Biyan dengan cekatan menurunkan beras, minyak goreng, berbagai macam buah, sayur, daging, ayam potong, aneka Frozen, sosis, roti, bantal, selimut dan banyak lagi barang kedalam rumah
Nila melihat pandangan aneh dari keluarganya terhadap Biyan.
Nila merasa malu dengan semua buah tangan yang dibawa Biyan.
" kak Biyan bawa oleh-oleh apa mau pindahan rumah?" Kartika polos
"iya..." ibu spontan
" Ussst... terima kasih Biyan, oleh-olehnya banyak sekali..." bapak sambil menyenggol ibu yang keceplosan
Nila yang berdiri di samping Biyan
" Tu...kan...aku bilang ini bukan buah tangan tapi perlengkapan pindahan rumah" berbisik
Biyan hanya tersenyum,
"menurutku masih kurang banyak, nanti beli ranjang ya.. yang cukup besar, terus meja kursi baru buat diruang tamu...telivisi yang lebih besar kaya di kamarku.." lirih
"ustt cukup.. " menyentuh bibir Biyan dengan telunjuk tanganya.
"aku juga belum beli mobil buat kamu..." ngomong sambil mulut yang tertutup
Nila mengelengkan kepala...memilih masuk dan menuju meja makan.
Bapak melihat kelakuan anaknya
hanya tertawa tanpa suara
"ayo..makan dulu... sebelumnya terima kasih banyak ya nak Biyan..." sambil mengarahkan Biyan agar menuju meja makan.
Dimeja makan, Biyan makan dengan lahap dengan menu seadanya itu...
Bapak, ibu dan Tika serta Nila tercengang melihat Biyan makan begitu rakus
"enak?" Nila
Hanya mengangguk-angguk kan kepala meneruskan makannya dengan lahab
Nila menghela napas
__ADS_1
bapak ibu tersenyum
Kartika menahan tawa...
"Emm...Nila..boleh minta nambah nasi?" menyodorkan piring yang sudah kosong
" lagi?..
"hehe...boleh "
"boleh... tuan muda ...sangat boleh, mau nambah ke empat, lima atau enam sangat boleh"
berdiri mengambil nasi di magickom.
"ibu masakannya enak sekali.."
" Aah bisa saja Biyan ini...
"Bener Bu, apalagi sayur terongnya buat ketagihan"
"Nila juga bisa masak sayur terong seperti itu. Nanti minta saja Nila memasaknya "
Memandang tidak yakin ke arah Nila.
" tidak percaya??, ya sudah...ini nasinya " kembali ke meja makan dan menyerahkan piring yang sudah di isi nasi lagi
"kamu bisa masak sayur ini? aku kira kamu hanya bisa masak nasi goreng"
"kamu tidak pernah minta..lagian kamu kan hanya makan masakan Bu fat"
Biyan mengerutkan dahinya...
kok sampai ke Bu fat si bahas nya
"Ayo...nak Biyan makan lagi, makan lagi..."
"terimakasih pak" makan dengan lahap
Kartika terkekeh melihat kakak iparnya makan seperti orang yang tidak pernah makan sebulan.
***
Diruang tamu...
Selesai makan Biyan memberikan hadiah kecil untuk ibu dan bapak mertuanya serta Kartika
"sebenarnya hadiah ini sudah disiapkan ayah untuk kalian...ini untuk ibu" sebuah tas jinjing kecil yang penuh dengan kelap-kelip warna hitam.
"Ini untuk bapak" sebuah jam tangan klasik yang cukup mewah
"Dan ini untuk Tika" sebuah jam tangan kecil dengan rantai seperti ikatan gelang...merek brand terkenal...
"Wah bagus sekali..ini mahal loh kak..mahal sekali...punya ayah...wahh ini lebih mahal...tas ibu... ya tuhan...ini seperti punyanya artis-artis...wah bravo-bravo..."
Kartika heboh
"Terima kasih nak Biyan, bilang sama komandan juga terimakasih" bapak sambil melihat-lihat jam yang sudah dipakainya
"iya terima kasih nak Biyan..." ibu yang masih tercengang dengan tas yang dipegangnya
"lalu buat ku mana?" Nila menengadahkan kedua tangannya meminta
Biyan hanya tersenyum dan mengangkat bahunya serta tangannya
"tidak ada...?"
Biyan menggelengkan kepala...sambil menahan tawa
hummm...
yang lain dapat hadiah
buat aku dia tidak ingat
pasrah sajalah
emang nasib
haaa...
Menjerit dalam hati...
"sudah malam, kalian menginapkan??...nak Biyan tidur lah, Nila bawa suamimu masuk kamar"
__ADS_1
"iya Bu..."