Cinta Untuk Janda Kembangku

Cinta Untuk Janda Kembangku
Gab dalam hubungan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu,.Nila mulai sibuk mengajar di panti asuhan.


Biyan mulai sibuk membantu usaha ayahnya serta menyelesaikan pemberkasan untuk menunjang tugasnya.


Kring...kring..kring...


Bunyi dering panggilan dari ponsel..


"Jendral" melihat layar ponsel


"Siap jendral.." mengangkat panggilan itu


"Ya... ya... pernikahannya bagaimana?" suara di ujung panggilan


"Siap jendral berjalan dengan lancar "


"Bagus...bagus...perlakukan istrimu dengan baik..


"Siap jendral"


" Bulan madunya bagaimana, sudah puas atau kurang?" jendral menggoda


"Emm..anu " Biyan canggung dan juga malu menjawab pertanyaaan jendral


"Hahahha.. tidak usah kamu ceritakan"


"Siap jendral"


"Sebenarnya saya hanya mau tanya kapan kamu bisa aktif lagi di pasukan...sebentar lagi ada misi kemanusiaan...


saya harap kamu bisa memimpin misi ini..." jendral serius


"Siap jendral" Suara yang sedikit merendah.


"Kamu pikirkan dulu tapi jangan lama-lama kalau sesuai jadwal keberangkatannya bulan depan"


"Siap jendral"


"Ya sudah selamat atas pernikahan.."


"Siap terima kasih jenderal"


mematikan ponselnya


Bulan depan..


Bagaimana dengan Nila


tapi sekarang dia kelihatan sedikit sibuk di panti asuhan..


mungkin setelah aku bertugas kembali tidak begitu berpengaruh kepada nya..


walaupun hubungan kami terlihat masih ada batas besar yang mencegahku untuk lebih dekat dengannya


mungkin dia belum siap menjadi istri...


Hem ..


kring...kring..kring..


suara ponsel Biyan berdering lagi


"Hendri.." Biyan melihat layar


"Apa...?" datar


"Siap kapten" lantang


" kurang ajar....aku belum budek" menjauhkan ponselnya


" Maaf kapten..heehe"


"Ada kabar apa?"


"Begini kapten mulai besok, aku di pindah tugaskan ke Magelang untuk membina para Taruni baru di Akmil ..."


"Terus bagaimana pasukan kita?"


"Siap kapten..tidak ada yang memimpin...hehehe...


kapan mulai aktif brow...


bulan madunya jangan kelamaan."


"Bulan madu apa.."


"ya bulan madu kapten..kikuk..kikuk..hehe" Hendri menggoda


"Jangan kurangajar ya"


"ampun kapten..he..aku tahu pasti belum bisa jauh jauhkan dengan Kaka ipar...tapi kami juga butuh kamu brow..."


"Markus masih di posisi nya kan..?"


"masih kapten, ayo balik lah...kasihanilah aku..."

__ADS_1


"Menggantikan ku memimpin beberapa hari saja sudah seperti ini" kesal


"Buka begitu brow...ini masalah harkat dan martabat keluarga..."


"Maksudnya?"


"Jadi ibu ku sudah sangat berisik kalau tahun depan aku tidak membawa calon mantu buatnya, aku bakalan di kawin paksa dengan sepupuku sendiri...mana mau aku...dari kecil bareng dia masak nikah juga sama dia...kan tidak menantang" Hendri


"Menantang...emang perang...lah urusan dengan ku apa?"


"Ada lah brow, kau aktif balik...aku bisa pergi ke Akmil...seminggu lalu aku mengajukan diri ke jenderal agar bisa mengajar di Akmil dan bertemu dengan para calon-calon Taruni baru ..kan bisa bebas memilih gadis-gadis muda...yuhuuuu" terkekeh


"Dasar, lalu cewek yang katanya kamu jatuh cinta pada pandangan pertama di pernikahan ku sudah lupa..?"


"Tiddak lupa brother...hanya saja bagaimana caranya aku bisa ketemu dia lagi...sedangkan aku sibuk di batalyon"


"hemmm..."


"jadi mohon dengan sangat kapten kembalilah..." hendri merengek


"Iya..ya...jendral juga sudah bertanya kapan aku bisa aktiff lagi..."


"Jendral?..benarkah?...hemm...itu pasti berhubungan dengan misi kemanusiaan di Suriah"


"Iya...sepertinya aku akan di tugaskan ke sana...kasian Nila"


"Iyaa kasian Kakak ipar brow..."


"ya sudah...nanti aku akan kabari kapan aku mulai aktif di pasukan"


"siap kapten mohon undur diri"


"hem"


.***


Tiap Senin sampai Jumat pagi Nila pergi ke panti asuhan dengan sepeda...


Sebenarnya jarak tempuh panti dengan rumah cukup jauh memakan waktu hampir setengah jam lebih...


Memang itu yang jadikan alasan agar dia bisa hidup dan menghirup udara diluar rumah besar itu.


Sering acap kali Biyan ingin mengantar dan menjemputnya, Nila selalu menolak dengan berbagai alasan.


Biyan hanya bisa memahami kalau dia ingin menikmati kebahagiaannya sendiri.


Biyan juga sekarang lebih sibuk belajar bisnis dengan Vina tiap malam diruang kerja.


**


"saya....saya.." semua ikut mengacungkan jari


Nila sangat senang menjalani kegiatan di panti asuhan...dia kelihatan lebih bahagian.


Tapi setelah sampai di rumah dia menjadi lebih pendiam.


Didepan gerbang...


Melihat sepatu Gisela dan sandal Bu fat..


Tadinya aku kayuh sepeda lebih lambat lagi...


hufff...


biarkan aku datang ketika mereka sudah selesai makan siang...


tidak perlu melihat Gisela dan Biyan tertawa-tawa.


cihh...


kadang aku bertanya apa yang mereka tertawan kan...?


Anehnya lagi Bu fat ikut nyambung saja dalam obrolan mereka.


hemmm...


Tapi aku harus bersikap normal biar komandan tidak curiga atas penderitaan yang aku pendam ini.


Hufff....


Masuk rumah


Bu fat sudah memandangnya dengan sinis matanya melihat ke jam dinding.


"Jam berapa sekarang nyonya besar...?sudah menyiapkan kebutuhan suami anda?..." menyindir


Nila hanya tersenyum sembari masuk menuju kamar


Iya Bu iya...aku tidak akan lupa tanggung jawab ku sebagai seorang istri...


Membuka kamar karena saking kesalnya dengan sindiran Bu fat dia tidak melihat Biyan sudah berdiri di depan pintu kamar.


seketika mereka bertabrakan dan jatuh kelantai. Nila berada di atas Biyan.


Dengan tidak sengaja tangan Biyan menyentuh buah dada Nila.

__ADS_1


Sepersekian detik Biyan menggerakan tangannya menyentuh benda kenyal itu.


"Aaaaa...dasar mesum"


Nila bangun


Biyan masih terlentang dengan tangan yang sesekali digerakkan adegan tadi...


"Dasar mesum..." Nila sengaja menginjak kaki Biyan


"Aaaauuu...sakit Nila..." menyentuh kaki yang terinjak.


"Dasar tidak tau malu..." sambil menutup buah dadanya dengan tas yang di pegang nya... masuk ke kamar mandi.


"Aku tidak sengaja..." berlari dengan kaki terpincang-pincang menahan sakit.


"Kalau tidak sengaja seharusnya tidak usah meremasnya..."lantang dari dalam kamar mandi


Dasar brengsek...dia meremasnya...jahat...


"Aaa...anu...reflek Nila.." tidak yakin dengan jawaban nya.


Banyak alasan


lelaki tidak tahu diri...


"Nila aku minta maaf..." merasa bersalah


Hufff sudah lupakan saja...


aku tidak ingin terlalu banyak urusan dengannya


"ya aku maaf kan"


"apa...??"pura-pura tidak dengar


"aku maaf kan"


"apa aku tidak dengar?"


hufff...sabar nila


Membuka pintu kamar


"iya aku maafkan " dengan sedikit senyum yang dipaksakan


"Hee...masih sakit..?" melihat ke tempat itu lagi...


"Dasar kurang ajar..." menutup pintu kamar pas di depan wajah Biyan dan tidak sengaja menabrak hidungnya


"auuu..."


Bukanya marah, Biyan malahan tertawa dan keluar kamar


"Ternyata begitu rasanya" sambil memandang kedua tangannya...


***


Makan siang berjalan seperti biasanya...


Bu fat sudah menata persis posisi makanan agar Gisela duduk di sebelah Biyan...


Nila sudah terbiasa dengan perlakuan berbeda Bu fat...


Dalam hati,


Nila akan bersikap seperti orang bodoh dan masa bodoh agar komandan tidak menyadari apa yang di rasakan. Dia tidak ingin komandan khawatir.


Saat Nila mau mengambil piring kotor di depan Biyan


"masih sakit..."pandangan menuju bagian tengah Nila


Nila melotot


Biyan mengartikan itu


"tidak usah membahasnya lelaki sialan..."


Biyan malah tertawa melihat tingkah laku Nila yang menurutnya sangat menggemaskan.


Bu fat terlihat sangat tidak suka dengan itu..


Gisela antara iri dan senang karena Biyan bisa tertawa lepas dengan nila...


***


Tiap malam...


Nila dan Biyan kadang tidur terpisah, kadang tidur seranjang tergantung siapa yang tidur duluan


jika Biyan tidur duluan di ranjang , Nila akan memilih tidur di sofa...


Tapi jika Nila tidur duluan di sofa, Biyan pasti akan pelan-pelan memindahkan Nila untuk tidur diranjang dan mereka tidur bersama...


****

__ADS_1


__ADS_2