Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
penghianatan damar


__ADS_3

Damar meremas kedua bola lembut di dadaku, aku semakin menikmati setiap sentuhan yang dia berikan, dia membuat ku tak berdaya oleh sentuhan nya yang sangat lembut


kami berguling di kasur kamar ku tanpa seorang pun ada dirumah, hanya kami berdua


damar adalah kekasih ku


Dia mulai menarik bajuku hingga terlepas, aku semakin ga tahan dan penuh gairah karena dirinya, aku memegang kepalanya dan mengelus lembut rambutnya


Ini adalah pertama kalinya aku dibuat melayang oleh pria


Saat dia akan memasukkan ereksi nya padaku, pintu kamar ku di dobrak oleh orang tua ku dan kakak ku, ternyata mereka sudah mengetuk pintu dari tadi


Aku langsung berdiri dan menutup tubuhku dengan selimut, sementara damar langsung lompat dari jendela


Ayahku langsung menampar ku dan memaki diriku, sementara ibu ku hanya melihat ayah dan kakak ku memukuli tubuh ku


" Laras!!! Apa yang kau lakukan ini sangat memalukan! Kau bahkan tak pernah tau tradisi keluarga di rumah ini, kau hanya bisa membuat masalah!! "Bentak ayah ku


Orangtuaku sangat sering memarahi ku bahkan karena hal sepele, apalagi mereka langsung melihat ku melakukan hal yang tak pantas


Mereka mengurung ku di kamar ku dan menutup jendela agar aku tidak bisa kabur, ibuku tetap diam melihat ku tak berdaya, Sedangkan kakak ku Roy hampir tak pernah di marahin oleh mereka


kakek, ayah, dan ibu selalu membanggakan kak Roy, sedangkan aku diperlakukan sangat berbeda


Aku mencoba menghubungi damar, tapi tak pernah ada jawaban, aku juga mengirim kan nya pesan tapi sia-sia, tetap tak ada balasan


hanya damar lah satu-satunya harapan ku untuk meminta bantuan, tapi dia juga malah meninggalkan ku


Saat bibi Inah mengantar kan makanan, aku memohon padanya untuk membantuku pergi dari rumah


Tapi dia sangat takut melakukan itu, dia takut di marahi oleh ayah ku yang kejam itu


" Tolong aku bi, jika hari ini aku tak keluar dari rumah ini, maka aku akan gantung diri di depan bi Inah" Kata ku mengancam


" Nona Laras, bagaimana jika tuan akan memecat ku??" Kata bi Inah ketakutan


" Lebih takut di pecat atau melihat ku gantung diri??" Kata Laras meneteskan air mata


Dirumah itu, hanya bi Inah lah yang peduli pada Laras, yang lain nya hanya lah memarahi nya dan Laras merasa terkadang mereka semua melampiaskan kemarahannya pada dirinya


" Baiklah non, bibi akan berusaha membantu!!" Kata bi Inah


Bi Inah langsung melihat situasi di rumah itu, saat semua orang sibuk pergi ke kantor dan hanya tuan besar yang ada dikamar nya


tuan besar adalah kakeknya Laras yang memiliki perusahaan megah di kota itu


" Nona Laras, bibi udah buka pintu belakang, silahkan keluar pelan-pelan!!" Katanya sambil gemetaran


Laras memeluk bi Inah sambil menangis, bi Inah ga tega melihat Laras terus menerus di marahi di rumah itu

__ADS_1


"Makasih bi, aku sayang bibi" Katanya lalu berlari menunggu taksi


Dia pun pergi ke rumah nya damar, di rumah damar hanya ada ibu murni, ibu kandung damar


" Tante, damar nya ada??" Tanya Laras dengan mata sembab


Ibu Murni curiga pada Laras, lalu dia mengatakan damar tak ada di rumah dan ga pulang dua hari


" Damar ga pulang dua hari, Tante juga mengkhawatirkan Damar!!" jawab Murni pura-pura ga tau


" Oh ya udah, kalo gitu Laras permisi dulu ya Tan!" Laras pamit lalu pergi dari rumah damar


Murni langsung masuk ke kamar nya Damar dan mencari tau apa yang terjadi pada Laras,


Damar dengan berat hati menceritakan semua yang telah dia lakukan dan tertangkap basah oleh keluarga Laras


Ibunya langsung khawatir, dan langsung menyuruh damar pergi ke Singapura untuk waktu yang lama


Sebulan atau bahkan lebih sampai keluarga Laras berhenti mencari-cari damar


" Baiklah mah, besok aku akan berangkat!!" kata Damar


Ibunya berusaha menjauh kan damar dari Laras, karena damar harus punya masa depan yang lebih baik


Laras berjalan di tengah jalan seperti orang linglung sambil menangis, tiba-tiba seorang pria dewasa yang mengendarai mobil Alphard berhenti di samping nya dan dia tak menghiraukan nya


" Laras???" Gumam pria itu


" Laras?? mau kemana??" Tanya pria itu


Laras menoleh ke arah pria itu


" Om Dimas??" Katanya menatap


Dimas lalu mengajak Laras masuk ke mobil, Dimas membawanya pulang ke rumah nya


" Mau makan apa?" Tanya Dimas


" Ga om, makasih!" Jawab Laras


Dimas memperhatikan Laras seperi memendam kesedihan mendalam di hatinya


Dimas pun mendekati Laras


" Apa yang terjadi Laras??"


" Om, Carikan damar untuk ku, dia harus menikahi hari ini juga!!" Jawab Laras berlinang air mata


" Apa yang dia lakukan padamu??" Dimas bertanya dengan lembut, sikap Dimas sangat berbeda dari ayah nya yang temperamental

__ADS_1


" Om akan mengantarkan kamu pulang!" Kata Dimas membujuk Laras


" Lebih baik aku mati daripada pulang ke rumah itu!!" Jawab Laras membentak


Dimas mengerti bahwa Laras masih anak-anak


" Om, boleh aku tinggal disini??" Tanya Laras


" Boleh, selama yang kamu mau!!" Jawab Dimas


Dimas pria yang tampan dan lemah lembut, dia adalah ayah kandung Damar


Dimas dan Murni bercerai karena masalah ekonomi yang menimpa Dimas saat Damar berusia 7 tahun


Dimas harus merelakan Murni pulang ke rumah orang tuanya, setelah itu dia berusaha mati-matian untuk mengembangkan usaha showroom dan bengkel milik nya


dan sekarang dia juga adalah pria kaya setara dengan orang tua Laras


Laras tidur di kamar atas, sedangkan Dimas dikamar bawah


Laras yang baru berusia 15 tahun harus menghadapi situasi sulit di keluarga nya,


seharusnya keluarga lah yang menjadi benteng perlindungan bagi dirinya


tetapi berbanding terbalik dengan yang dilakukan ayahnya terhadap kakaknya Roy


Di dalam kamar, Laras terus meneteskan air mata, tak disangka damar akan mengkhianati dan meninggalkan nya saat dia benar-benar butuh bantuan


" Aku kecewa sama kamu damar, aku membenci mu" Kata Laras sambil nangis


bagaimana pun saat ini Laras akan aman di dekat Dimas


" Pagi Laras" Kata Dimas saat Laras baru saja keluar dari kamar nya


Laras masih sangat mengantuk, dia langsung duduk di meja makan dan menguap


dia meletakkan kepalanya di atas meja dan tidur lagi


" Laras??? Mandi dulu nanti kita sarapan sama-sama!!" Kata Dimas


Dimas sudah menyiapkan susu dan roti dimeja


" Iya om, Laras masih sangat ngantuk" Katanya


" Laras, om menunggu!!" Kata Dimas dengan lembut


Laras langsung pergi ke atas menuju kamarnya


"Ayahku saja tak pernah bicara selembut om Dimas" Gumamnya

__ADS_1


kini dihatinya penuh kebencian terhadap keluarganya yang tak pernah menyayangi nya


" Suatu hari nanti, kalian akan mencari ku dan meminta bantuan ku, aku bersumpah!!" Kata Laras di bawah shower yang membasahi seluruh tubuhnya


__ADS_2