Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
berusaha menculik laras


__ADS_3

Saat suruhan ayah Laras pulang ke rumah nya dan mengatakan Laras tinggal di rumah Dimas


ayahnya pun kaget mendengar kan itu


" Jadi Laras sudah menikah dengan Damar?? kurang ajar!!!" Kata ayah Laras


mereka tak berani menatap mata nya saat bicara, karena tak segan-segan dia akan memukul suruhan nya itu


" Roy!!, kamu harus secepatnya pergi ke rumah Dimas, damar dan Laras pasti ada disana!!!"


" Bagaimana kalo mereka melaporkan kita ke media?? Kata Roy pada ayahnya


ayahnya pun langsung memikirkan itu, bagaimana kalo media tau kekejaman nya terhadap Laras


" Ya sudah Roy, awasi saja Laras kemana pun dia pergi"


Laras beranjak ke tempat tidur nya dan berbaring, dia mencoba tak memikirkan apapun saat ini


tapi ada rasa khawatir di benak nya


Pagi ini, Laras lebih cepat bangun dan menunggu Dimas di meja makan


Saat Dimas membuka pintu kamar nya dan berjalan keluar dia melihat Laras duduk merenung


" Laras???"


gadis itu pun melihatnya, tak ada senyuman di bibir nya


" Ada apa Laras??, apa ada yang mengganggu mu??"


" Dad, ada sesuatu yang Laras khawatir kan, ada ketakutan di benak Laras yang sama sekali Laras ga ngerti!!"


" Ga papa, Daddy kan ada disini jangan khawatir" Dimas menenangkan Laras


" Dad, antar kan Laras sekolah, akan lebih aman jika Laras bersama Daddy!!


Mendengar itu, Dimas merasa tak bisa melepaskan Laras pada siapapun termasuk orangtuanya sendiri


Ketika di mobil, Laras menyandarkan tubuh nya pada Dimas dan memeluk tangannya erat-erat


" Dad, jangan biarkan Laras sendirian"


jantung Dimas seakan berhenti, wajah dan geraham nya menjadi sangat tegang, bagaimana pun dia adalah pria normal yang juga telah menikah dengan Laras, tapi dia tak berniat sedikit pun untuk menyentuh gadis kecil itu


" Daddy akan selalu bersama mu" Dimas tersenyum sambil mengelus rambut gadis itu


Laras melepaskan tangan Dimas, dia melihat ponselnya dan mengerutkan bibirnya


" Oh ya dad, Laras mau nanya nih!! Apa iya orang yang sudah menikah harus tidur bersama???"


Dimas langsung melotot dan seketika kakinya memijak pedal rem yang membuat kepala mereka terbentur ringan


" Ahh, Daddy!! Sakit tau!!! Teriak Laras memegang kepalanya


" Maafkan Daddy Laras, apa ada yang terluka??" Dimas memegang kepala Laras dan mengelus rambutnya, dia menatap tajam wajah gadis itu


" Kepala Laras sakit!" Dia merengek seperti anak kecil yang manja, Laras memeluk Dimas saat dia terus mengeluhkan kepala nya, hingga Dimas tak sadar menelan ludah nya sendiri, ada kehangatan di pelukan itu yang di rasakan oleh Dimas, pelukan yang tulus dari seorang gadis kecil yang memanggil nya Daddy


" Maafkan Daddy yah, Daddy ga sengaja" Dimas pun melepaskan pelukan itu perlahan


" Oh ya dad, tadi Daddy belum jawab pertanyaan Laras??"


" Yang mana??" Dimas bingung dibuat gadis itu

__ADS_1


" Ketika menikah, apakah suami istri itu tidur sekamar??" Pertanyaan Laras membuat Dimas merasa tersiksa, tak bisa di pungkiri dirinya adalah pria normal


" Tergantung" Jawab Dimas seolah tak merasakan apapun


" Oh, begitu?!!" Laras menganggukkan kepalanya


Sampai di sekolah, Laras turun dan melambaikan tangan nya sebelum Dimas pergi


Dimas ingat ketika Laras memeluk nya, pikiran nya tak lepas dari kejadian itu


" Ah, tidak!! Laras adalah gadis kecil yang harus ku jaga" Gumam nya


Tapi perasaan itu tak hilang, dan junior nya pun masih tegang


Dimas tak langsung ke kantor, dia pulang ke rumah nya dan langsung mandi


dia masuk bath up dan berendam disana


Damar dan ibunya belanja di super market, meski tak banyak yang di belanjakan


ibunya pasti selalu mengajak damar


ketika Roy mengantar kan pacarnya belanja, dia melihat damar berjalan sendirian di lorong-lorong super market


" Damar???" Matanya melotot ingin segera menghajar kekasih adiknya itu


tapi kenapa Laras tak bersamanya???


Dia ga gegabah, jika Laras tau dirinya sedang mencari keberadaan nya, mungkin Laras akan kabur lebih jauh lagi


" Laras nanti aku jemput yah pulang sekolah??" Louise mengirim nya pesan


" Iya" balas Laras


ternyata Louise sudah menunggu nya disana


" Nad, aku duluan yah,, dahhh" Laras melambaikan tangannya


" Hey" Sapa Laras pada Louise


Louise tersenyum dan memberikan helm pada Laras


" Kamu langsung pulang atau ke kantor Daddy kamu??"


" Kantor, aku kesepian dirumah sendiri"


Mereka pun menuju kantor Dimas, sepanjang jalan Laras dan Louise berbincang


Meski mulai menyukai Louise tapi Laras tak berani memeluk pinggang nya


Louise merasa risih, dia melihat mobil hitam seperti mengikuti mereka


" Laras??"


" Iya"


" Apa kau kenal mobil itu??"


Laras melihat nya dari spion motor Louise


" Ga deh, aku ga kenal" jawab nya


Tiba-tiba mobil itu menghadang mereka, Louise pun rem mendadak menghindari kecelakaan

__ADS_1


" Apa-apaan ini???" Louise tak terima motor nya di hadang, mereka pun turun


Ternyata dalam mobil itu suruhan ayahnya Laras, mereka bertiga turun dan langsung memukuli Louise


" Louise???" Teriak Laras menangis histeris


" si


Siapa kalian???" Tanya Louise memberikan perlawanan


" Kamu ga perlu tau siapa kami, yang jelas hari ini juga Laras harus kembali ke rumah nya"


Louise memberi isyarat supaya Laras lari, biarlah dia merasakan pukulan dari preman itu asalkan Laras aman


Mendengar itu, Laras langsung tau kalo mereka suruhan ayahnya sendiri


lalu dia diam-diam berlari menuju kantor Dimas yang masih jauh


dia terus berlari dan menangis


" amaafkan aku Louise, harusnya kamu ga jadi sasaran kemarahan ayahku, pasti mereka sudah mengintai ku selama ini" Katanya terus berlari


Satu preman itu melihat Laras kabur, Louise mengalihkan perhatian agar yang dua lagi tak ikut mengejar Laras


" Jika kalian berani, ayo lawan aku" Kata Louise, dia takut Laras akan di culik oleh mereka


" Hahahah, masih berani juga kau!!" Kata preman itu, lalu Louise melemparkan pasir ke mata keduanya, mereka tak bisa melihat karena kelilipan dan rasa sakit di mata mereka


" Jangan lari kau" Kata preman itu ketika mengejar Laras


Dia semakin ketakutan dan tak sanggup lagi berlari


5 menit lagi sampai di kantor Dimas, Laras pun terjatuh karena kakinya sudah sakit


" Hahahaha, sekarang kau harus ikut kami!!" Kata preman itu melihat kebelakang


Ternyata teman-teman nya tak ada disitu, Laras mengambil kesempatan untuk lari


tapi tangan nya langsung di tarik preman itu


" Daddy!!!!???" teriak Laras sangat kuat


Tiba-tiba Dimas merasa khawatir dan memikirkan Laras


" Ada apa dengan Laras???"


Dimas langsung mengambil ponsel nya dan menelepon Laras


Saat ponsel nya Laras hanya bergetar, preman itu tak tau kalo Laras mengangkat panggilan itu


" Jangan ganggu aku, siapa kalian??" Laras memberi kode pada Dimas agar Dimas segera datang menolong nya


" Laras???, jangan ganggu Laras apa yang kalian inginkan???" sayang sekali preman itu tak mendengar kan suara Dimas


Dimas pun langsung mengambil kunci mobil dan pergi ke garasi


" Ini jalan yang ada pohon rindang dan air mancur" Dia terus memberikan Dimas petunjuk


" Apa yang kau katakan??" kata preman itu


" Aku hanya melihat sekeliling dan aku menyukai air mancur" Kata Laras sambil mundur pelan-pelan


Dimas tau lokasi yang di bilang Laras itu tak jauh dari kantor nya, hanya berjarak 3 menit lagi

__ADS_1


__ADS_2