
Saat Dimas menikmati liburan nya dengan Laras, ternyata bodyguard Lion memata-matai keberadaan mereka, dan mengetahui apa saja yang mereka lakukan
" Bos, Dimas dan Laras berada di pedesaan untuk menikmati liburan nya, kami sudah mengetahui keberadaan mereka disana!!"
" Bagus!!!!" Senyum licik Lion tampak di bibirnya
" Besok, bawa Laras ke rumah ini, aku akan menjebloskan Dimas kedalam penjara!!" kata Lion, semua bawahannya pun menuruti perintah Lion
Mereka sudah menyiapkan rencana agar tidak sia-sia membawa Laras pulang
" Jangan sampai Laras terluka saat kalian menemukan mereka!!" Kata Roy, bagaimana pun dia menyayangi Laras selama ini
" Baik tuan!!"
Laras dan Dimas masih menikmati setiap detik liburan itu, sekarang mereka pergi ke air terjun yang gak jauh dari homestay saat tinggal sementara disitu.
Mereka tak mengetahui rencana dari ayah dan kakak nya Roy untuk mengacaukan mereka disana
" Dad, perasaan Laras kok ga enak yah?? ada sesuatu yang mengganjal di hati Laras!!"
" Apa?? katakanlah" Dimas melirik ke arah Laras yang nampak bingung
" Entahlah dad, perasaan apa ini!! Laras takut nanti kita akan terpisah" Wajah Laras menjadi murung
Dimas langsung mengelus rambut Laras dengan penuh kasih sayang seperti seorang ayah
" Kita tidak akan berpisah, percayalah!!" Dimas menghibur Laras agar tidak murung
tapi perasaan aneh itu masih belum hilang dari relung gadis itu
Sampai di tujuan mereka langsung istirahat untuk memulihkan tenaga, Dimas membuat tenda agar mereka bisa tiduran dengan nyaman, sementara suruhan Lion baru tiba di homestay tempat Laras dan Dimas menginap
" Permisi!!" Suara lantang dan kuat terdengar dari pintu masuk
dua perempuan yang bekerja di homestay itu langsung melihat ke arah suara itu
" Iya ada apa tuan??" Mereka takut karena beberapa pria bertubuh besar masuk ke dalam, belum pernah sekalipun mereka ketakutan seperti ini
" Dimana Laras dan Dimas??" Suara pria itu tetap lantang dan kuat di telinga
"Anu tuan, me, mereka sudah pergi kemarin sore!!" Jawab salah satu perempuan itu
pria itu tampak murka, raut wajah nya memerah seperti ingin menerkam kedua wanita itu
" Pergi kemana???" Pria itu memukul meja dengan sangat kuat
__ADS_1
" Tidak tau tuan" mereka berdua tetap menunduk
Lalu pria itu dan kawan-kawan nya keluar dari homestay, dia menyuruh yang lain masuk ke dalam mobil, sedangkan dia menelepon Lion memberitahu bahwa Dimas dan Laras meninggalkan desa
" Kurang ajar!! Sebenarnya dengan siapa Laras menikah?? Apakah dengan Dimas??? Ah, tidak mungkin!!" Gumam Lion menggenggam kuat botol yang ada di tangannya
Lion masih tidak bisa menebak permainan Laras, apa yang akan mereka lakukan??
Lion sepertinya sudah menahan amarahnya saat ini
Laras dan Dimas tiduran di tenda masing-masing, lalu tiba-tiba Laras merindukan sekolah dan teman-teman nya, terutama Louise
" Louise, bagaimana kabar mu??" tak terasa tetesan bening dari pelupuk matanya mengalir membasahi pipinya yang manis
" Kenapa nasib ku seperti ini??? Ketika aku mencintai damar setulus hati ku, dia meninggalkan aku saat aku dalam masalah, tapi Louise harus menerima kenyataan akan perjodohan sejak anak-anak" Dilema Laras terus mengusik hatinya
Lalu dia berjalan mendekati tenda Dimas yang berjarak 2 meter dari tendanya, dia melihat Dimas sedang membakar ikan dan ayam untuk mereka santap
" Dad, kita pulang saja yah Laras rindu ke sekolah" Ucapnya lalu duduk di samping Dimas.
Dimas menatap Laras tanpa bicara, dia mengerti pikiran Laras masih akan berubah-ubah sebelum dia menjadi dewasa
" Baiklah, kita akan pulang sore ini!!"
Mereka pun menyantap makanan itu sangat lahap
Dimas melihat senyuman yang tulus di wajah gadis kecil itu
Setelah makan, Dimas menggulung tendanya lalu memasukkan kedalam mobil, Laras sudah menunggu, mereka tak jadi menghabis waktu liburan 3 hari, tapi hanya 2 hari saja
Dimas menyetir mobilnya dengan pelan-pelan, perjalanan yang akan mereka tempuh juga akan panjang sekitar 8 jam hingga tiba di rumah
Laras tertidur dengan nyenyak, tubuhnya di tutup jaket tebal agar tidak kedinginan, sedangkan Dimas hanya memakai baju kaos lengan pendek
Dimas sebenarnya masih sangat lelah, tapi karena permintaan Laras yang ingin pulang, tak mungkin Dimas menolak nya
karena dia sudah janji akan selalu menjaga gadis itu
4 jam lagi akan tiba dirumah, sekitar pukul 3 pagi
para bodyguard itu ternyata menunggu Dimas dan Laras melintasi jalan itu
mereka sangat patuh pada aturan Lion meskipun mereka tidak tidur agar tetep menemukan Dimas
Ternyata dugaan Lion benar, Dimas dan Laras melintasi jalan itu
__ADS_1
tanpa merasa ada yang menghalangi Dimas terus memacu mobilnya dengan kecepatan sedang
tiba-tiba Laras Laras mengigau dan tangan nya seperti meronta ingin melarikan diri
" Lepaskan aku, jangan sakiti kami!!" Kata-kata itu berulang-ulang keluar dari mulut Laras
Tapi Dimas menganggap itu hanya bunga mimpi Laras pagi ini
" Haaaa????" Teriakan laras cukup kuat terdengar, sehingga Dimas meminggir kan mobilnya, dia membangun Laras yang sedang bermimpi buruk
" Laras???" Dimas mengayunkan tangan nya di lengan Laras
Mata Laras yang membulat menatap tajam wajah Dimas, keringat dingin terus bercucuran dari kening nya
" Dad, kita balik ke belakang aja perasaan Laras ga enak!!" dia memegang tangan Dimas dan memohon untuk tidak kembali ke rumah
" Laras, kamu hanya bermimpi buruk!!" Kata Dimas mengelus rambut nya, Dimas meyakinkan Laras agar dia bisa tenang dan mereka akan lebih cepat tiba di rumah
Laras pun mengangguk patuh, dia kembali tidur dan menyandarkan kepalanya di pundak Dimas
Tak lama setelah Laras mengatakan untuk tidak kembali, tiba-tiba di tengah jalan ada beberapa orang yang ingin menghadang mobil mereka, Dimas tak menaruh rasa curiga sama sekali
Dimas pun meminggir kan mobil nya, tapi dia tidak keluar dari dalam mobil
dia melihat ada 5 orang pria bertubuh besar di depan
Dimas mulai curiga kalo ini adalah perbuatan Lion
Dimas memundurkan mobilnya agak jauh lalu membangun kan Laras yang masih nyenyak
" Laras.…..!! Bangun lah" Berulang-ulang Dimas membangun kan nya, Laras pun terbangun heran
" Kenapa dad???"
" apapun yang tejadi nanti, cobalah untuk tidak keluar dari mobil ini!! jika Laras bisa mengemudi maka cepatlah pergi saat situasi tidak aman lagi!!" Laras menatap bingung pada pria tampan nan baik itu
" Maksud nya apa dad??" Laras semakin bingung
" Di depan ada bodyguard Lion yang sedang menunggu kita lewat, mereka akan membawa mu pulang saat mereka menemukan mu!!
Laras ketakutan mendengar omongan Dimas, dia menangis lalu memegang tangan Dimas
" Dad, Laras ga mau pulang ke rumah itu!!
" Shhhuuttttt, Laras tenanglah Daddy tidak akan membiarkan mu menderita!!" Dimas mengusap air mata Laras
__ADS_1
" Berjanjilah dad, tetaplah menjaga Laras!" Laras memeluk Dimas, saat di pelukan Dimas dia merasa sangat nyaman dan terlindungi, perasaan seperti itu tak pernah ia dapatkan dari orangtuanya sendiri atau bahkan dari kakak nya Roy