
Dimas mendatangi rumah Lion karena Laras tidak ada dirumah sakit, suster dsn dokter yang menangani Laras pun tidak mengetahui kemana Laras pergi
semua barang-barang milik Laras masih ada dirumah sakit, namun pengakuan suster itu tidak melihat Laras meninggalkan rumah sakit ataupun dia dibawa oleh kerabat nya
" ya Tuhan dimana kemana Laras pergi??" batin Dimas yang sedang menyetir sendiri, dia tidak bersama Marissa atau pun Damar saat ini, dia juga tidak terlalu sering memakai ponselnya sehingga dia tidak tau jika Louise telah beberapa kali menelepon dirinya
tiba dirumah Lion, dia melihat dari jauh pintu rumah itu terbuka dan mobil Lion yang biasa dipakai juga terparkir disana
" Lion dirumah nya?? lalu Laras dimana???"
setelah beberapa saat berpikir dalam mobil, akhirnya Dimas masuk ke dalam rumah itu dan memarkirkan mobilnya di sekitar halaman rumah megah Lion
tok..tok..tok...
Dimas mengetuk pintu Lion, Lion yann saat itu duduk di sofa langsung melihat ke arah pintu, disana ada Roy dan nyonya Lion juga
" Dimas, dimana Laras???"
pertanyaan itu langsung membuat Dimas kebingungan, bukankah ia juga sedang mencari Laras saat ini???
" apa?? Laras tidak ada bersamaku, aku kesini hanya untuk memastikan apakah Laras sudah ada disini atau tidak, karena aku tadi ke rumah sakit dan tidak menemukan nya disana, namun barang-barang nya masih ada disana semuanya!!"
Dimas masuk kedalam rumah itu dan duduk di sofa, mereka semua terdiam dan kebingungan, dan yang paling khawatir adalah Dimas, dimana istri kecilnya itu berada
" hhhmmmm!!" Dimas menghela nafas nya kuat lalu bersandar di sofa itu
tiba-tiba Lion menatap Dimas dengan sorot matanya yang penuh tanya
" apa jangan-jangan Laras....???" Lion tidak melanjutkan kata-katanya, wajahnya sekarang terlihat sangat khawatir, meskipun selama ini dia tidak pernah peduli pada gadis itu, namun saat ini dia begitu mencemaskan keadaan Laras yang entah dimana
Dimas mengeluarkan ponselnya lalu menatapnya lama layar ponsel itu, dia menggeleng dan lagi-lagi menghela nafasnya kuat-kuat
" Louise beberapa kali menelepon ku, apa jangan-jangan Laras bersama Louise saat ini???" kata Dimas pada Lion
__ADS_1
" aku juga di telepon Louise, jangan-jangan ada seseorang yang telah menculik mereka!!" ucap Lion spontan melempar kan ponselnya ke lantai dan ponsel itu berserakan seketika
" tahan emosi yah" ucap istrinya sambil menangis dan mencoba menenangkan nya
" aku akan pergi ke rumah Louise ayah, semoga mereka tidak kenapa-kenapa!!" kata Roy agar ayahnya merasa sedikit tenang
" pergilah Roy, berhati-hati lah, jika ada apa-apa di jalan cepat hubungi ayah!!"
Roy pun berlalu dari rumah nya meninggalkan mereka yang masih gelisah
sementara itu, Dimas menghubungi kembali nomor telepon Louise, namun tidak tersambung bahkan sudah berkali-kali di coba
" ya Tuhan, hhummmsss!!"
Lion duduk kembali ke sofa dan memegang kepalanya, dia berkali-kali mengotak-atik ponselnya yang lain
" aku akan pergi mencari Laras!" kata Dimas lalu berdiri, dia berjalan menuju pintu untuk keluar dari rumah itu
" tolong bantu aku menemukan Laras!!"
rasanya Lion sudah punya rasa malu saat meminta bantuan dari Dimas yahh selama ini ingin ia habisi karena terlibat dalam masalah Laras, namun untuk kali ini kesombongan nya seakan runtuh dan hancur berkeping keping
" hmm!!" Dimas hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Lion
sepanjang jalan Dimas terus berpikir dimana Laras sekarang, pikiran pun jadi kacau saat ia Anggara terlintas di pikiran nya
" bagaimana jika Anggara menculik Laras?? siapa yang akan membantu jika Anggara membawa nya! aahhhhh" Dimas memukul setir mobilnya karena merasa sudah di titik terlemah di hidup nya
Louise dan jalan berjalan mengendap-endap ketika seseorang yang berada di dekat mereka pergi, kini mereka bisa bernafas lega karena sudah berada jauh dari beberapa orang yang tidak mereka kenal
" saat ini kita masih aman, aku akan terus menjaga mu hingga kita menemukan jalan raya dan pulang ke rumah mu!!"
" aku sangat takut, aku mohon hubungi orang tua ku dan mintalah bantuan mereka agar mereka menyusul kita segera!!" ucap Laras
__ADS_1
Louise mengambil ponselnya dari dalam tas nya, dia menatap Laras dengan penuh penyesalan karena saat ini ponselnya sudah kehabisan baterai
" maafkan aku Laras, ponselnya mati!!"
Laras menghela nafasnya mendengar kata-kata Louise, mereka sudah terjebak di hutan
" sampai kapan kita akan berada disini, siapa mereka yang mengejar kita???" Laras bicara seperti orang yang sudah putus asa
" mereka pasti suruhan Anggara atau pun keluarga nya yang ingin menyakiti mu lagi, aku pun tidak tau secara jelas kenapa Anggara melakukan itu padamu, yang pasti semua yang terjadi padamu karena ulah mereka, mungkin dengan sengaja mereke mengundang keluarga mu makan di hotel setelah itu Anggara bisa dengan mudah menculik mu!!"
mendengar itu, Laras terdiam dan semakin ketakutan
setelah Roy tiba dirumah Louise, bukan nya mendapat perlakuan baik dari orang tua Louise melainkan orangtuanya malah menghina dan marah-marah padanya
" Laras memang bukan gadis yang baik, karena itulah aku melarang Louise berhubungan dengan nya, Laras bisa menghancurkan kehidupan masa depan putraku karena keliaraannya!!" kata mamanya Louise pada Roy
" maafkan aku buk, aku kesini datang baik-baik untuk menanyakan Laras, tolong jangan salah paham padaku!!"
" baik-baik apanya, Louise 2 hari ini ga pulang, jangan-jangan Laras telah mengguna-gunai Louise supaya pergi dari rumah ini! jika Laras kembali tolong kembalikan Louise kami!!" kata mamanya Louise menangis, dia tidak tahan menahan emosi nya karena putranya itu tidak pulang ke rumah nya, bagaimana pun seorang ibu selalu mengkhawatirkan anaknya dibandingkan dengan dirinya sendiri
Roy pun meninggalkan rumah Louise dan segera menghubungi ayahnya, ia mengatakan bahwa Louise juga tidak pulang 2 hari ini
" apa??" lalu kemana Louise membawa Laras?? Roy mengerti saat ini ayahnya sangat cemas memikirkan Laras, bukan hanya Anggara yang ia takutkan menculik Laras, namun Mars G juga ia takutkan, meskipun kemungkinan kecil Mars G yang melakukan itu, maka dari itu dia sudah melakukan siasat sebelum Mars bertindak
" aku harus mewanti-wanti Mars, tidak di pungkiri dia juga akan melakukan kejahatan pada Laras, oh ya Tuhan dimana kau Laras??"
Lion akhirnya mengambil ponselnya lalu menghubungi Dimas yang juga sedang mencari Laras
" halo Dimas, apa kau sudah menemukan Laras??"
" oh baik lah, tetaplah berhati-hati!!" ucap Lion lalu menutup panggilan itu
dia menulusuri setiap jalan yang entah kemana tujuan nya, dia juga tidak tau kemana dia akan mencari Laras saat ini, Tuhan lindungi Laras sampai aku menemukan nya!!
__ADS_1