Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
ini rasa cemburu atau tidak


__ADS_3

setelah perseteruan di antara Dimas dan beberapa pria itu cukup lama, hingga kini belum ada titik terang nya, Laras masih bersama Dimas dan Louise, mencoba melindungi Laras tanpa kehadiran Lion dan anak buahnya adalah hal sulit untuk dilakukan saat ini, bagaimana pun kekuatan Dimas tidak akan bisa melawan mereka semua, apalagi Laras saat ini masih belum mengenal siapa pun, jika seseorang mencoba menipu nya Laras juga tidak tau


" tidak usah berkeras kepala tuan, jangan membuat pekerjaan kami jadi sulit!" kata seorang pria yang masih mencegat Dimas ketika mereka ingin keluar dari hutan


" jangan harap aku akan menuruti perintah mu, katakan pada bos mu itu, bahkan jika badai pun akan mengambil nyawaku sekarang, aku akan melawan nya bahkan jika aku akan mati sekalipun!!" jawab Dimas tanpa merasa takut sedikitpun, mendengar omongan Dimas, Louise langsung kehilangan rasa gentarnya, sekarang dia maju dan ingin keluar dari Jeep untuk melawan orang yang menghalangi jalan mereka, untung saja Dimas menarik tangan nya


" lepaskan aku om, mereka sudah sangat lancang bicara seperti itu, apa pun yang akan terjadi selanjutnya, kita akan tetap membawa Laras pulang dan menyelamatkan nya dari orang-orang bodoh tak berguna ini!!"


Laras menatap Louise saat bicara dengan berani, sedikit pun tidak ada ketakutan yang terlihat di wajah Louise


" jangan pernah takut saat kau bersama om Dimas, dia akan selalu menjaga mu, jangan takut pada apapun yang mengancam mu atau menakuti mu, percayalah pada om Dimas!!" Louise menghapus air matanya supaya tidak seorang pun melihat air matanya, meski sekuat apapun dia menyembunyikan kesedihannya pasti akan ada orang yang mengetahuinya, dan saat itu Laras terus menatapnya dan jantung terus berdebar


Dimas seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh Louise, bagaimana mungkin bisa seorang pria yang sangat mencintai bisa mengatakan seperti itu pada orang yang bahkan menjadi suami dari gadis yang ia cintai


" pegangan yang kuat, kita akan keluar dari hutan ini!!" kata Dimas lalu dengan cepat menarik pedal gas nya, kemudian memacu mobilnya dengan sangat kencang hingga orang-orang itu minggir dengan sangat cepat


namun yang dilakukan Dimas itu tiba-tiba membuat Laras merasa pusing dan terus memegang kepalanya


" ada apa Laras?? apa kau merasa sakit??" tanya Louise dan memegang pundak Laras


" ga tau, kepala ku sakit!!"


Dimas terus memacu mobil itu hingga keluar dari hutan, dan sekarang mereka sudah ada di jalan raya dan beberapa jam lagi mereka bisa tiba di kota


" aku mau muntah, kepalaku sakit!!" ucap Laras


" kita akan tiba dirumah sakit, tunggulah sebentar lagi" jawab Dimas sambil terus fokus menyetir


tiba dirumah sakit, Laras digendong oleh Dimas ke dalam, sementara Louise hanya bisa melihat Laras jari jauh, dia masih berdiri diam saat mereka sudah tiba di rumah sakit


" ya Tuhan, apakah ini benar?? aku mencinta Laras yang jelas ku tau dia sudah menikah dengan om Dimas yang juga orang baik yang pernah ku temui"

__ADS_1


di usia nya yang sangat muda, jelas ini sesuatu yang sulit ia hadapi, bahkan belum saat nya Louise menghadapi tantangan seperti ini, namun Laras adalah gadis yang membuat nya semakin dewasa yang menghadapi masalah demi masalah dan tidak lari dari permasalahan itu, ia juga menyadari dirinya sudah terlanjur masuk dalam kisah Cinta Untuk Laras, apapun yang terjadi dia juga harus berperan hingga akhir kisah ini


dokter sudah menangani Laras, setelah beberapa menit Dimas menyadari Louise tidak ada di sampingnya lagi


" Louise??" batinnya


kemudian Dimas keluar mencari lelaki remaja itu, dia menemukan Louise duduk di Jeep sendirian dan merenung, wajahnya terlihat sangat lelah


" Louise!!" tegur Dimas saat sudah berada di dekat Louise


" om Dimas?" jawab Louise saat ia tersadar jika pria dewasa itu telah menghampiri nya


" ada apa Louise?? mari kita bicara di sana!!" kata Dimas lalu membawa nya ke bawah pohon rindang di depan kamar Laras


" aku hanya tidak tau menjelaskan ini semua para mama papa, om! pasti mereka sangat kecewa karena aku tidak pulang beberapa hari dan juga tidak mengabari mereka, aku bingung om, aku tidak menyesal telah mengenal Laras dan telah masuk ke dalam masalah nya, tapi mama papa pasti sudah kecewa"


Dimas terdiam mendengar yang dikatakan oleh Louise, Dimas bisa merasakan bukan hanya itu yang dipikirkan oleh laki-laki itu


mereka pun bicara cukup lama hingga akhirnya mereka berdua pergi menemui Laras


" saya ingin bicara dengan keluarganya!" kata dokter yang menangani Laras


Dimas dan Louise saling menatap, mereka sama-sama mereka canggung karena perasaan tidak enek terhadap satu sama lain


" om Dimas adalah keluarga Laras!!" kata Louise menundukkan kepalanya


" ikuti saya, saya harus bicara dengan anda!!"


Dimas pun mengikuti dokter itu ke ruangan nya, karena hanya pada keluarga nya dia bisa mengatakan semua yang terjadi


" apa dok?? apa tidak cara lain??" tanya Dimas tidak percaya

__ADS_1


" tidak pak, semua yang saya katakan semata-mata untuk kebaikan Laras di masa depan!!" kata dokter itu dengan tegas


" apa yang harus ku katakan pada Lion?? dia pasti akan membenci ku jika aku mengatakan, bukan hanya dia, keluarga nya dan juga Louise akan membenci ku!! ya Tuhan, bagaimana menjelaskan ini pada Marissa??"


setelah bicara dengan dokter itu, Dimas jadi seperti orang yang linglung, lebih banyak diam dan bahkan tidak bicara


" kita akan pulang sekarang, Laras sudah tidak apa-apa, akan lebih baik jika Laras sudah berada di rumahnya!!" kata Dimas saat bicara dengan Louise


" baiklah om, bagaimana baiknya aja!"


setelah itu, Dimas sudah tidak bicara apa-apa lagi, Louise juga tidak bertanya hingga mereka tiba di rumah Louise


" tidak perlu sekarang om, lebih baik Laras di antar pulang, kalau masalah mama om jangan khawatir!" kata Louise ketika sudah turun dari dalam mobil


" maafkan om Louise, kamu jadi kesusahan karena om!!"


" ini bukan karena om, bahkan om juga lebih susah dari yang aku alami!"


Dimas meninggalkan rumah Louise menuju rumah Lion, ia bahkan tidak mengabari lewat telepon karena ia merasa ini harus langsung di katakan


" kenapa kita belum tiba di rumah?? ini kemana??" tanya Laras saat ia menyadari ini bukanlah jalan ke rumah Dimas


" kita akan mampir ke rumah ayah mu dulu, ada banyak hal yang harus mereka ketahui!!"


" apa??" Laras jadi penasaran dengan apa yang di katakan oleh Dimas


" nanti kamu juga akan segera tau!!" Dimas bicara acuh


Laras menyadari sikap Dimas saat ini ketika bicara dengan nya, ia pun tidak terlalu pusing dengan itu


" hmm, mungkin Daddy lelah hari ini!!" batinnya, lalu ia pun menyandarkan kepalanya sambil sesekali menatap Dimas yang sedang menyetir

__ADS_1


__ADS_2