Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
masuk kandang singa


__ADS_3

Dimas mencoba menghubungi Louise untuk menanyakan kabar Laras saat ini, tapi Marissa langsung datang mencari nya dengan wajah cemberut


" mas, kamu dari mana aja sih?? katanya ke toilet tapi ini kemana-mana!!"


" maafkan mas Marissa, tadi teman lama mas disini juga, akhirnya kami bicara sebentar!!"


" serius mas?? biasanya juga di kenalkan sama aku!!"


" dia buru-buru Marissa, namanya juga juga ketemu ga sengaja!!" Dimas berbohong agar Marissa tidak mencurigai nya, jika ia mengatakan Laras di hotel ini maka masalah akan tambah runyam


mereka segera meninggalkan hotel, namun Dimas tidak bisa bicara dengan Louise lagi


saat Anggara keluar dari kamar untuk membeli alat kontrasepsi, dia tidak sengaja menabrak Damar yang sedang berjalan dari luar dan membawa 1 tentengan makanan


" maaf bro, aku ga sengaja" ucap Anggara lalu pergi


damar juga berlalu tanpa melihat Anggara, dia fokus berjalan ke lantai 27, ternyata 2 malam setelah kekacauan dirumah ayahnya dia menginap disini untuk menghilangkan rasa jenuh di hatinya


dia masuk ke kamar 502 di samping kamar Laras yang di sekap oleh Anggara, saat dia sudah mengunci pintu Laras keluar dari kamarnya dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya


" Daddy tolong aku!!" suara nya masih sangat pelan sehingga tidak ada yang mendengar nya


dia terus berjalan ke depan untuk mencari bantuan, tapi tidak seorang pun membantu nya


" ayah, kak Roy tolong aku!!" Laras terus bicara meski suara nya sangat pelan dan langkah kakinya terasa begitu berat


dia sudah melewati kamar 502 untuk menuju ke lift


tiba-tiba Anggara langsung menarik tangannya dan terlihat di wajahnya dia sangat murka


" berani-beraninya kau keluar dari kamar jalaang!! ayah mu sudah mengijinkan aku untuk bersenang-senang dengan mu malam ini" ucap Anggara dengan kasar menarik tangan Laras


" lepaskan aku kak Anggara, ayah dan ibu menunggu ku!" Laras mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Anggara


" jangan berpikir kau bisa lepas dari tangan ku Laras, malam ini kita akan bersenang-senang disini!!" ucapnya dengan senyum licik


Laras terus mencoba lepas dari Anggara, karena perlawanan yang di lakukan oleh Laras, sehingga Anggara tega menampar pipi pipinya sangat kasar


Laras terus menangis, rasanya tenaganya sudah hampir terkuras, mungkin karena minuman yang diberikan oleh pria bejat itu, Anggara


sementara ayah dan ibunya mulai cemas memikirkan Laras yang tidak muncul hingga jam 11.30 malam, mereka tidak mungkin pulang tanpa Laras

__ADS_1


Lion juga telah menghubungi Roy dirumah, namun Laras tidak juga ada disana


" ini semua salah ku, aku mempercayakan Laras pada pria yang tidak beres" ucap Lion di depan tuan dan nyonya Xean


karena ucapan Lion, tuan Xean merasa tidak hargai dan juga tidak senang mendengar itu


" apa maksud mu Lion, putra ku adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, aku yakin putri mu lah yang merayu-rayu putraku agar mereka tidak pulang hingga sekarang!!"


" jaga ucapan mu Xean, aku tidak akan segan-segan memberi Anggara pelajaran meskipun kau adalah teman ku dari dulu, jika Laras tidak kembali hingga 20 menit kemudian, dengan terpaksa aku akan melaporkan Anggara ke polisi"


keduanya sama-sama bersitegang, hingga membuat ibunya Laras menangis


" jika saja aku tidak mengijinkan Laras pergi, pasti dia sekarang ada bersama kita!!"


" Laras akan kembali Bu, jika tidak aku akan melakukan sesuatu diluar kendaliku"


mendengar itu, Xean merasa sangat marah, dia tetap yakin jika laras lah yang menggoda Anggara sehingga mereka tidak juga pulang


Anggara terus memaksa Laras agar mengikuti nya ke dalam kamar, dia memperlakukan Laras sangat kasar


bahkan Damar yang sudah menjalin hubungan dengan selama 5 tahun tidak pernah sekasar itu pada dirinya


" ayok cepat masuk!!" Anggara mendorong tubuhnya hingga terjatuh di lantai


" ahhh" Laras teriak karena lutut nya terbentur ke lantai dengan kuat


" jika saja kau tidak keluar kamar tadi, aku tidak akan sekasar ini padamu!!" kata Anggara memegang dagu Laras dengan kuat


" sakit kak, lepaskan!!" pekik Laras, dia merasa sudah tidak kuat lagi berdiri


Anggara mengangkat tubuh Laras ke atas ranjang lalu merobek gaunnya di atas pundaknya


" apa yang kau lakukan kak Anggara, lepaskan aku!!" kata Laras teriak


" jangan bicara Laras, aku tidak akan mendengar kan mu!!" bentaknya


" tolong lepaskan aku!!"


Anggara mendorong tubuh Laras saat dia terus meminta tolong agar dilepaskan, dia seperti orang yang tidak punya belas kasihan, sangat kasar


Anggara masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya, sepertinya ini adalah kesempatan Laras untuk melarikan diri

__ADS_1


dia berjalan tertatih-tatih keluar


dia mengetuk pintu kamar nomor 502 tapi tidak ada jawaban, berkali-kali dia mengetuk tidak juga ada jawaban


akhirnya dia mencoba melangkah lagi ke kamar yang lain, akhirnya nomor 510 memberikan nya tumpang untuk masuk, dia pun merasa lega


namun kesialan selalu datang menghampiri, dia keluar dari kamar Anggara dan masuk ke kamar gigolo jahat yang bernama Mars G


seketika mata Laras melotot dan tubuhnya membeku, jantung nya serasa berhenti berdetak melihat Mars G di depan nya


Mars G adalah gigolo yang sering keluar masuk penjara, masalah yang membuat ia menjadi tahanan adalah karena mencari pria hidung belang yang kaya raya untuk semua anak buahnya, dia juga di kenal sebagai pria forno yang suka memerkosa gadis-gadis dengan paksa


meski dia masih berusia 25 tahun dan wajahnya ga kalah tampan dari Louise tapi kelakuan dan kerjaan nya sama sekali tidak terpuji


karena itu, hingga sekarang dia masih jomblo, banyak uang dan harta melimpah tidak membuat nya merasakan cinta sejati, mungkin karena selama ini kasusnya membuat gadis-gadis itu tidak mau dekat dengannya


" aku..aku salah masuk kamar, permisi!!" ucap Laras dengan tubuh gemetar


" tidak, kau masuk di kamar yang tepat!!" mars G tersenyum melihat Laras yang ketakutan dan wajah nya sangat pucat


Mars G mendekati nya dan menatap dirinya sambil mengerutkan keningnya


" kenapa gaun mu sobek??" tanya Mars G, dia melihat gaun itu sudah sobek di atas bahu


" jangan sentuh aku!!" ucap Laras lalu menyingkirkan tangan Mars G


Mars hanya tersenyum melihat gadis remaja yang ketakutan itu


" kak, aku mau keluar ibu dan ayahku pasti mencari ku!!" ucap Laras lalu berdiri


Mars hanya tersenyum melihat Laras tanpa menghentikan nya


namun tiba-tiba Laras pingsan, dengan sigap Mars menangkap tubuh Laras agar tidak jatuh ke lantai


" ya ampun, ada apa dengan gadis ini!!" ucap Mars lalu membawanya ke atas ranjang


dia menatap seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ke kepala nya


bibirnya tersenyum sebelah kiri, karena dia akan segera mendapatkan uang yang sangat banyak, apalagi Laras adalah gadis yang masih sangat muda dan bening


" aku yakin dia masih perawan" batin Mars lalu tersenyum, ia pun duduk di sofa sambil membaca majalah dewasa favoritnya

__ADS_1


__ADS_2