Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
makan malam keluarga


__ADS_3

Saat Louise mulai mendekati wajah Laras tiba-tiba ponsel milik Laras berdering di atas kasur,


seketika Laras tersadar dan membuka matanya, dia melihat Louise yang sudah sangat dekat dengan nya.


" Louise!!" ucap Laras untuk menyadarkan pria itu.


"Laras?? " Louise pun gelagapan karena malu, wajah nya langsung merona dan juga kesal karena gagal melakukan sesuatu yang membuat nya sangat penasaran akan nikmat nya bercumbu.


" maafin aku Louise, kak Roy nelpon! aku harus pulang sebelum ayah ada di rumah".


" Hmm, ya udah biar ku antar sampai ke rumah mu!!" ucap Louise lalu mencari kunci moge nya di dalam laci.


" Hmm" Laras hanya mengangguk lalu keluar dari kamar,


Louise pun mengantar nya sampai ke rumah, meskipun hanya di luar gerbang tapi itu sudah cukup bagi Louise sebagai lelaki gentleman.


Laras melangkah ke dalam rumah nya santai, saat dia sudah mendekati pintu, dia melihat ada beberapa orang di dalam rumah nya


dan Roy juga seperti nya sedang memikirkan sesuatu sehingga mondar mandir di dalam, sedangkan ibunya hanya duduk di sofa dengan wajah yang sedikit cemas.


" Ibu, kak Roy!!" ucap Laras saat sudah masuk ke dalam rumah.


" Laras dari mana saja kamu??" tanya kak Roy memegang bahu Laras, dia nampak sangat khawatir.


" A.. aku dari rumah Louise kak, teman sekolah aku di sana juga ada Nadia tadi!!" Laras harus berbohong supaya kakaknya tidak memarahi nya, jika ia mengatakan telah membuat kekacauan di rumah Dimas, pasti masalah akan semakin rumit.


" Kenapa kamu ga bilang kalo pergi, hmm??",


" Maafkan Laras kak, lain kali Laras pamitan sama kakak sebelum pergi!!",


setelah selesai bicara dengan Laras, tiba-tiba suara langkah kaki seseorang terdengar sangat jelas di tangga


Laras melihat ke tangga dan ternyata itu adalah ayahnya, Lion.


Seketika Laras langsung tunduk, dia khawatir jika ayahnya tau dia pergi dengan Dimas.


Lion berjalan ke sofa lalu duduk, sementara Roy dan Laras masih berdiri di dekat pintu.


" Laras!!" suara ayahnya yang tegas langsung menyapa dirinya.


" I..iya ayah!!" Laras sedikit gugup,


" Ayah sudah merencanakan pertunangan mu dengan anak teman ayah, dia dari keluarga baik-baik dan juga dia sudah mandiri!!".


" Tapi ayah, Laras tidak mengenal nya, bagaimana mungkin Laras bisa bertunangan dengan orang asing??".


" Cukup Laras, dia bukan orang asing!! ayah dan ibu mengenal mereka dengan baik, Roy juga mengenal nya, benar Roy??".

__ADS_1


" Iya ayah!!" ucap Roy mengangguk,


" Bagaimana mungkin aku bertunangan dengan orang yang tidak ku kenal, ini sama saja memberi ku luka yang begitu menyakitkan, apa yang harus ku katakan pada Louise?? apa yang akan di katakan Daddy?? tolong aku Tuhan!!" batin Laras.


Laras melamun memikirkan nasib nya nanti, Lion yang melihat nya termenung langsung bicara dengan nya


sementara orang-orang yang ada disitu adalah anak buah dari calon tunangan Laras.


" Cepat mandi dan ganti bajumu, malam ini keluarga kita dan keluarga mereka akan malam di hotel AMS" ucap Lion dengan tegas.


" Tapi ayah, ini...!" Laras belum selesai bicara tapi Lion langsung memandang nya dengan sangat tajam.


" Jangan membantah!!",


akhirnya mau tidak mau Laras melangkah ke kamarnya dengan raut wajah nya yang kesal, sepanjang naik tangga air matanya menetes di pipinya.


Setelah tiba di kamar, ia langsung mengunci pintunya dari dalam


lalu dia duduk di tepi kasurnya, saat ini pikiran nya sangat kacau.


" Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan??" batinnya,


tiba-tiba ia teringat pada Dimas, dia ingin sekali minta bantuan padanya, tapi dia takut akan semakin memperburuk keadaan Dimas dengan Marissa.


" Ya Tuhan, Louise pun tidak akan bisa membantu ku!!".


Dia mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi, menangis histeris sendiri dan tidak ada yang bisa menolong nya saat ini.


tok..tok..tok..


Ia pun menoleh ke pintu, dia sudah takut jika ayahnya yang datang, padahal dia sama sekali belum siap apalagi mandi.


" Siapa???" tanya Laras dengan suara sedikit di tekan,


" Ini bi Inah, nona Laras! kata tuan jangan sampai terlambat 10 menit lagi akan berangkat ke AMS hotel!" ucap bi Inah dari luar,


" Iya bi, bentar lagi siap",


Dia langsung berlari ke kamar mandi, 3 menit kemudian ganti baju dan berhias ala kadarnya lalu turun,


benar saja, di bawah semua orang sudah menunggu nya, dia berjalan dari tangga dengan tersenyum,


meskipun senyuman terpaksa, ini semua dia lakukan supaya Lion pria paruh baya yang berwatak keras itu tidak memarahi nya.


" Kamu sangat cantik Laras!!" kata ibu mendekati dirinya,


" hmm, makasih Bu!!" ucap Laras tersenyum

__ADS_1


" ayok pergi, kita 1 mobil aja! biar langsung tiba di sana takut nya nanti macet!!" ucap Lion.


Roy pun langsung mengambil kunci mobil, dia lah yang akan menyetir mobilnya.


" Bu, Laras takut!!" bisik nya pada ibu nya yang sedang menggandeng tangan nya.


" Jangan takut nak, kita semua ada disini!!" ibu nya menenangkan nya aga tidak merasa takut.


" hmm, ibu tetaplah bersama ku nanti saat kita sudah tiba di hotel".


" Iya sayang" jawab ibunya lalu masuk ke dalam mobil,


wajah Laras sangat tegang dan tak ada senyuman di sepanjang jalan, Lion yang melihat nya seperti itu merasa tidak senang.


" Laras, jika kita sudah tiba di hotel usahakan tersenyum pada calon tunangan mu dan orang tuanya nanti!!" suara Lion tidak pernah lembut saat bicara dengannya.


" Iya ayah!!" hanya itu yang di ucapkan Laras,


mereka tiba di hotel tepat waktu, ternyata keluarga calon tunangan Laras sudah lebih dulu menunggu,


" Maafkan keterlambatan kami tuan Xean" ucap Lion dengan senyuman yang sangat manis, dan sikapnya sangat ramah pada keluarga Xean.


" Kami juga baru tiba tuan Lion" mereka pun saling berjabat tangan,


" Ini putri kami, Laras!!" kata Lion lalu memperkenalkan Laras pada mereka,


" Cantik sekali putri tuan Lion, sangat anggun!!" ucap nyonya Xean lalu mendekati Laras.


Laras pun dengan sopan mencium telapak tangan tuan Xean dan nyonya Xean, karena itu jugalah keluarga Xean sangat menyukai gadis itu.


" Silahkan duduk tuan dan nyonya Lion, mari silahkan!!" kata nyonya Xean.


Mereka pun duduk lalu berbincang soal bisnis dan masa depan kedua keluarga itu


sedangkan Laras sudah mulai jenuh duduk disitu bersama mereka.


" Tuan Xean, dimana putramu??" tanya Lion yang sedari tadi ternyata mencari-cari keberadaan calon tunangan putri nya,


" Sebentar lagi datang, tadi katanya ada macet!!",


saat kedua orang tua itu bicara, mata Laras melirik ke sana kemari melihat design interior hotel itu, sangat megah seperti gedung-gedung di Italia.


Tiba-tiba matanya fokus melihat 2 orang yang sedang ngobrol di bawah lampion, terlihat sangat mesra dan orang itu tidak asing baginya


meski jarak nya sekitar 20 meter tapi ia sangat yakin mengenal kedua orang itu.


" Ya ampun, Daddy?" matanya langsung membulat, seakan ini hanya kebetulan atau takdir untuk bisa melarikan diri,

__ADS_1


satu-satu nya orang yang bisa menolong dirinya hanya lah Dimas Wijaya.


" Maafin Laras Tante Marissa, Laras ga bisa berbuat apa-apa tanpa Daddy" batinnya.


__ADS_2