Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
latihan


__ADS_3

Sampai di kantornya Dimas, Laras langsung masuk ke ruangan pribadi suami siri nya itu


" Dad, pizza nya enak, sering-sering yah beliin Laras" Katanya sambil melahap pizza itu


" Iya kalo Laras pesan pasti Daddy belikan!!" Jawab lalu mempelajari map yang ada di mejanya itu


" Dad, Tante Marissa dimana??? kapan datang ke rumah!!" Tanya Laras menatap Dimas


" Marissa masih sibuk, tapi secepatnya dia akan kembali ke rumah" Jawab Dimas


Setelah Selesai urusan di kantor nya dan sudah jam pulang kerja, Dimas dan Laras pulang ke rumah nya, sama seperti biasa Laras akan berjoged di dalam mobil saat dia memutar musik DJ yang dia suka, sementara Dimas sudah biasa melihat tingkah Laras itu, so it doesn't matter when you do what you like!!


Tiba di rumah Laras langsung masuk ke kamar nya lalu mandi, setelah dia turun ke bawah untuk menemui Dimas


" Dad, Laras sangat suka ponsel baru ini, teman-teman di kelas belum ada yang punya selain Laras"


" Terimakasih kalo Laras suka" Kata Dimas tersenyum


" Besok Laras ke sekolah lebih awal dad, mungkin seharian besok akan latihan" Katanya menghela nafas


" Ga papa Laras, kejar impian mu saat masih muda!! Dimas memberi semangat pada dirinya


" Daddy baik deh, Laras jadi betah disini, oh iya lupa Daddy kan suami Laras , hahhahaha" Sambil tertawa dia berjalan ke kamar nya


Dimas menjadi gelisah, bagaimana nanti nasib Laras setelah dewasa


Pagi-pagi sekali Laras sudah bangun, bahkan sebelum Dimas menunggu nya di meja makan


" Daddy....!!" Laras memanggil Dimas yang masih berada di kamar nya


Dimas pun keluar setelah dirinya rapi


" Secepat ini kita berangkat??" Tanya Dimas menatap Laras, biasanya Laras harus di bangun kan


" Iya dad, guru olahraga di sekolah agak galak, Laras takut terlambat" Jawab nya mengerutkan bibirnya


Dimas hanya tersenyum melihat Laras


" Laras adalah anak yang baik, seharusnya keluarga nya mendukung penuh dirinya, bukan menyakiti nya" Gumam Dimas


Laras memperhatikan Dimas yang sedang melamun


" Daddy....!!!" Laras mengagetkan dirinya


Laras tiba di sekolah tepat waktu, Nadia juga sudah disana sebelum dirinya


" dahhhh" Laras melambaikan tangan nya ketika sudah turun dari mobil, sambil tersenyum Dimas meninggal kan dan pergi ke kantor


" Nadia!!!" Teriak Laras memanggil


Nadia menoleh kearah nya " Cepat kesini, nanti yang melatih marah" Kata Nadia pelan

__ADS_1


Laras pun berlari kelapangan


" Sebelum latihan kita mulai, alangkah baiknya kalo kita pemanasan terlebih dahulu" Kata Anggara pelatih volly putri


Mereka pun pemanasan lari di lapangan dua kali putaran


Laras nampak sangat kelelahan, dia langsung duduk saat selesai pemanasan


" Hei, kenapa duduk??" Kata Anggara menunjukkan dirinya


" Maaf kak, Laras capek!!!" Katanya lalu berdiri


" Disini kita akan latihan, belum apa-apa udah capek, gimana nanti saat bertanding??" Bentak Anggara pada semua orang yang ada disitu


" Laras ga pernah berniat ikut tanding, silahkan keluarkan Laras, sama sekali Laras ga akan rugi, capek tenaga malah yang ada" Jawab Laras, selama Anggara menjadi pelatih volly putri di sekolah itu, tak pernah ada seorang pun yang berani melawan nya, sampai-sampai Anggara terdiam melihat Laras


Saat memulai pertandingan, Laras ternyata begitu lihainya bermain volly, Anggara semakin penasaran pada dirinya


" Laras??!! kamu salah satu yang akan mengikuti pertandingan dan juga Nadia, yang lain masih akan di seleksi" Katanya


Laras dan Nadia pun meninggalkan lapangan dan pergi ke kantin


" Laras, pelatih itu kasar yah, aku ga suka sama dia" Kata Nadia mengerutkan keningnya


" Sama" Jawab Laras


Ketika mereka hendak kembali ke kelas, Anggara memperhatikan Laras yang terus tertawa bersama Nadia


Anggara berniat untuk mendekati Laras


" Enak yah ikut lomba antar kelas, nanti pasti banyak yang menonton dan pasti banyak yang menyukai kalian" Kata Nia ketika mereka tiba dikelas


" Hahahaha, kalo kamu mau aku mundur deh" Jawab Laras tertawa


" Seandainya aku dipilih kemarin" Jawab Nia


Laras dan yang lain yang akan mengikuti pertandingan mereka bahkan belum pulang ketika murid yang lain sudah pulang dari sekolah


Mereka harus kompak untuk bisa mendapatkan juara saat pertandingan besok


" Kak, bisa ga sih pulang sekarang??? capek loh kak dari pagi latihan, sekarang udah sore, kapan bisa istirahat??" Dengan berani Laras bertanya pada Anggara


" Setengah jam lagi kita pulang" Jawab Anggara, setelah itu Anggara meniup peluit tanda latihan selesai


Laras langsung menghubungi Dimas saat Anggara mengatakan pulang, ternyata Dimas akan terlambat menjemput nya setengah jam


" Laras, kenapa belum pulang???" tanya Anggara


karena yang lain sudah pulang satu per satu


" Nunggu Daddy" Jawab Laras cuek

__ADS_1


" Daripada kamu nunggu sendiri, lebih baik Kakak antar pulang" Kata Anggara


" Ga kak makasih" Laras tetap cuek


Anggara terus mencoba mendekati Laras, tapi Laras tetap kekeh menolak anggara hingga Dimas tiba sana


" Daddy....????" Kata Laras melambaikan tangan, Anggara melihat Laras berjalan ke mobil yang menjemput nya itu


" Apa itu orangtuanya Laras??? Gumam Anggara


Laras pun meninggalkan sekolah


" Dad hari ini Laras capek, dari pagi sampai sore ga ada berhenti nya latihan" Kata Laras mengeluh


" Namanya juga latihan" Jawab Dimas


ketika Dimas bertanya tentang pertandingan itu, Laras sama sekali tak menjawab nya, saat Dimas melihat nya ternyata Laras tertidur dengan sangat nyenyak di dalam mobil


Dimas tak lagi membawa Laras ke kantor, mereka langsung pulang ke rumah


karena Dimas tau Laras butuh istirahat


" Laras, kita udah sampai di rumah" Kata Dimas


tapi Laras tetap saja masih tidur, lalu Dimas membangun kan nya lagi


" Ahh" teriak Laras memeluk Dimas, dia pikir ada orang yang berbuat jahat padanya


Dimas seketika terdiam dipeluk Laras


" Maafkan Laras dad, Laras pikir ada orang yang berbuat jahat" Katanya melepaskan tangannya dari tubuh Dimas, Dimas mengerti perasaan Laras


karena selama ini, bahkan orang tua Laras pun sering memarahi nya dan meninggalkan rasa trauma pada dirinya


Laras masuk ke dalam dan langsung tidur, sementara Dimas memikirkan damar yang telah tega meninggalkan Laras, dia tak habis pikir putra nya punya sifat berbeda dari nya


bagaimana pun, dimatanya Laras adalah gadis kecil yang menginginkan kasih sayang


Dimas ingin mencari tau keberadaan damar dari murni mantan istrinya, tapi murni pasti tak akan memberitahu nya


saat dirinya termenung seorang diri di sofa, Marissa datang dan langsung memeluk dirinya


" Sayang, aku kangen!!!" Kata Marissa


" Kapan datang???" Tanya Dimas tersenyum


" Sayang kamu ga tau aku datang???" Tanya Marissa merajuk


" Maafkan aku Marissa" Jawab Dimas mengelus rambut kekasih nya


" Laras dimana??" Tanya Marissa melihat sekeliling rumah

__ADS_1


" Dia udah tidur, seharian ini dia latihan di sekolah" Jawab Dimas


__ADS_2