
Mars G murka karena Laras berhasil dibawa oleh Dimas, dia mengambil beberapa botol minuman lalu meneguk nya hingga habis
" jika aku menemukan mu lagi, jangan harap aku akan melepaskan mu Laras, aku mencintaimu..!!"
sadar atau tidak dia telah mengatakan itu dengan rasa yang penuh sesak di hatinya, pria itu seperti dalam keterpurukan
saat dirinya tidak ingin di ganggu siapapun, tiba-tiba keributan terdengar dari luar mini bar nya
" tolong jangan sekarang Nona, Tuan sedang tidak ingin di ganggu siapapun, tolong jangan membuat kami dalam masalah!!" pinta seorang pria pada seorang gadis cantik yang memasak masuk ke dalam ruangan itu
" jangan halangi aku, kau tau siapa aku, hah??" gadis itu dengan berani membentak orang-orang Mars G yang sedang berjaga di luar
" bukan seperti itu Nona,!!"
gadis itu tidak mendengar kan apapun yang di katakan oleh pria itu, dia lalu masuk dan menemui Mars yang sedang minum
" sayang, apa kau mereka sangat lancang padaku?? kenapa kau diam saja disini, apa kau mau aku melakukan hal buruk disini??" bentak gadis itu lalu melemparkan tas nya ke sembarang arah
" pergilah Lisa, apa kau tidak mendengar kan apa yang mereka katakan padamu?? hubungan kita sudah berakhir dan itu adalah kemauan mu!!" Mars G bicara tanpa melihat Lisa yang sudah menahan emosinya
" aku sudah berkali-kali minta maaf padamu, apa itu belum cukup?? aku menyesal sayang!!" Lisa memeluk leher Mars dari belakang dan merayu rayu nya
" pergilah, aku tidak ingin di ganggu siapapun!!"
jawaban Mars G sangat melukai hati Lisa, Mars G tidak pernah bersikap kasar padanya bahkan jika gadis itu terus meminta hubungan mereka berakhir, atau melakukan kesalahan terus menerus, namun kali ini ada yang berbeda dari sikapnya
__ADS_1
Dimas mengantarkan Laras pulang kerumahnya, disana Lion dan yang laok lain nya ternyata sudah menunggu
banyak sekali pertanyaan yang tak bisa mereka tanyakan sebelum Laras tiba di rumah nya
Laras melangkah pelan-pelan masuk kerumahnya di ikuti oleh Dimas, Laras sangat lelah karena beberapa hari di dalam hutan dan tidak mendapatkan makanan, akhirnya ia pingsan sebelumnya ia masuk ke dalam rumah
" Laras!!" Dimas langsung menggendong nya masuk ke dalam rumah, Lion langsung melihat ke arah pintu dan menemukan Dimas sudah menggendong putrinya itu
" Larassssss!!! apa yang terjadi padanya??" Lion menatap Dimas tanpa berkedip
" jangan khawatir, Laras pingsan saat dia akan memasuki rumah ini!!" Dimas meletakkan tubuh Laras di sofa bed lalu ia pun duduk di sampingnya
Roy dan ibunya langsung berlari mengambil kotak obat yang ada di dapur, membawa air mineral dan juga vitamin
" Louise membawanya dari rumah sakit karena ada keributan disana, dia takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Laras, dia juga beberapa kali menelepon kita namun tak ada satupun yang menjawab"
" beberapa orang mengejar mereka, hingga akhirnya mereka masuk ke dalam hutan dan kesasar disana selama 2 hari, bahkan orang-orang itu juga masuk kedalam hutan untuk mencari mereka, aku tidak yakin ini ulahnya Xean, bisa jadi orang lain yang melakukan ini" kata Dimas sambil menghela nafasnya
" jika sampai aku tau siapa yang melakukan itu, aku tidak akan mengampuni nya!!" Lion mengerat kan rahang nya lalu membesarkan matanya
ibunya mengusap wajah Laras sambil berderai air mata, hanya seorang ibu yang tidak sanggup melihat anaknya menderita dan penuh tekanan dari orang-orang luar
" suamiku, aku mohon padamu, kita akan pergi meninggalkan kota ini dan memulai hidup baru di luar negeri, kita tidak akan kesusahan, masalah keuangan aku masih ada investasi yang mencukupi kebutuhan kita" kata istri Lion
" tidak semudah itu kita meninggalkan kota ini, banyak hal yang harus kita pertimbangkan untuk kelanjutan hidup keluarga kita di masa depan!"
__ADS_1
" sampai kapan kita melihat Laras menderita seperti ini?? aku sudah tidak sanggup sebagai melihat anakku di kejar-kejar orang-orang jahat"
mendengar perkataan istrinya, Lion jadi memikirkan masa depan Laras, bagaimana jika ada lagi orang yang akan menyakiti??
" maafkan aku tuan Lion, tapi Laras hanya mengenali ku saat ini, dia tidak mengingat siapapun, kita tau saat ini dia amnesia!!"
air mata istri Lion terus membasahi pipinya, gadis remaja seperti Laras harus di hadapkan dengan masalah yang seharusnya belum ia hadapi
" Laras akan tinggal bersama kami untuk sementara sampai ingatan nya kembali, aku dan Marissa akan membantunya, kalian juga harus ikut membantu ku, karena jika aku sendiri proses pemulihan Laras akan berlangsung lama" ucap Dimas pada keluarga Lion
" apa yang akan di katakan oleh Marissa, jika Marissa berubah pikiran lalu menyakiti Laras siapa yang akan bertanggung jawab??" istri Lion langsung memberikan pertanyaan itu pada Dimas
" kalian juga harus ikut membantu ku, karena aku tau sebaik apapun Marissa dia juga pasti merasa cemburu!!"
Lisa pergi menemui Anton asisten pribadi Mars, dia ingin tau kenapa secepat itu Mars berubah pada dirinya
" Anton, aku ingin bertanya padamu selama aku tidak bersama dengan Mars, apa yang dia lakukan dan dengan siapa!!" pertanyaan itu membuat Anton kaget dan gugup harus jawab apa
" bukan kah nona Lisa selalu jadi yang utama bagi tuan?? seharusnya nona Lisa sudah tau apa yang terjadi!!" ucap Anton mengalihkan pembicaraan nya
" masalah nya, dia berani mengusir ku dari rumah nya, bahkan aku merasa dia sudah sangat jauh berubah dan itu tanpa sepengetahuan ku!!" ucap Lisa mengerutkan keningnya
Anton hanya terdiam mendengar kata-kata Lisa, selama ini Lisa adalah prioritas utama bagi Mars, namun setelah bertemu Laras Mars G sepertinya berubah, bahkan Anton bisa merasakan itu
" aku tidak tau apa yang terjadi nona, tuan hanya dirumahnya sedangkan aku di kantor, jadi jika ada yang membuat tuan Mars G berubah, sangat disayangkan !!"
__ADS_1
" jika kau sampai berbohong, aku akan memotong lidah mu itu Anton!!" Lisa pergi meninggalkan kantor dengan wajah yang kesal, dia bahkan tidak mendapat jawaban atas pertanyaan pada Anton
" dasar wanita, tau nya marah-marah memangnya aku ini sapi apa?? enak saja lidah ku mau dipotong, hehehehe rasakan saja sekarang Mars melupakan mu dan aku sudah tau dia mencintai Laras, wanita cantik yang menjadi incaran Mars saat ini, selamat tinggal untuk wanita sombong seperti mu, Lisa!! jika dipandang wajah Laras memang menenangkan hati, sangat lembut dan sangat cantik, ahh apa yang ku pikirkan, jika sampai Mars tau aku mengatakan ini, matilah aku!! ucap Anton menutup mulutnya sambil menatap ke pintu yang di banting oleh Lisa