
Senyuman di wajah Laras seperti warna pelangi sehabis hujan, matanya berbinar seakan setangkai mawar merekah di sana.
Ada sesuatu yang membuat nya merasa terbebas, terlepas dari beban hidup yang ia tanggung selama ini.
Bagaimana tidak, menemui pujaan hati rasanya sangat menggebu tak menentu, kerinduan dan luka hatinya seakan ia rasakan bersamaan, tapi ini berbeda, yang lebih ia rasakan adalah rindu.
" Dad, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan Louise".
" Kenapa??",
" Rasanya aneh, saat terakhir kami bertemu di saat waktu yang tidak tepat!! kadang aku berpikir di hidupku ini hanya ada penderitaan!!.
Senyuman nya mulai meredup, Dimas mengelus rambut nya pelan.
" Kamu harus tau Laras, banyak orang yang merasakan kebahagiaan sesaat, setelah itu hanya ada tangisan karena salah memilih jalan hidup dan kurangnya dukungan keluarga, banyak orang yang terlebih dahulu menderita lalu setelah itu bahagia, dukungan dan semangat yang diberikan keluarga itu sangat bermanfaat!".
" Tapi ayahku tidak pernah memberikan itu padaku, aku pikir memang tidak ada kebahagiaan yang akan datang padaku, tapi kali ini berbeda, Louise mungkin alasan kebahagiaan ku setelah ini".
" Kadang aku berpikir, apakah aku bahagia atau hanya tersenyum sesaat!! aku mengharapkan nya ditakdirkan bersama ku, tapi dia ditakdirkan bersama orang lain!!.
" Maksud nya apa??",
" Orang tuanya akan menjodohkan nya dengan Vani, Vani gadis yang cantik, pintar dan orangtuanya menyayangi nya!! berbanding terbalik dengan aku, hahahah!!.
" Jika Tuhan memberi mu kesempatan bersama nya, maka dia akan menjadi milik mu selamanya, tapi jangan menginginkan nya disaat hatimu hanya gundah!!.
" Maksud Daddy???".
" Jika hanya menginginkan nya ketika kamu sendirian, ketika bersedih, itu artinya hatimu to tak sepenuhnya menginginkan nya, kamu hanya akan membagi luka dengannya, sedangkan kebahagiaan mu kau bagi dengan orang lain, itu juga tidak adil dan bisa di bilang pelarian, pelarian bisa menjadi penderitaan bagi seseorang!!".
" Bagaimana jika dia ingin bersama ku, tapi orang tuanya tidak setuju??".
" Itu sama saja memberi luka pada dirinya, jelas dia akan terluka, karena tidak ada orang yang bisa memilih antara orang tua atau kekasih yang selama ini jadi penghibur lara!!.
" Apa yang harus ku lakukan??".
" Hanya membuktikan pada mereka, bahwa kalian memang ingin membuat ikatan yang kuat dalam hubungan yang baik, jika mereka menolak maka kamu harus menunjukkan hubungan baik itu!!".
" Jika aku tidak sanggup??".
__ADS_1
" Jika kamu merasa tidak sanggup, semua yang kamu lakukan sia-sia bahkan tidak dipandang, maka kamu harus mengambil keputusan yang tepat yang tidak merugikan kamu atau mereka".
" Misalnya??",
" Lepaskan, jika memang dia takdir mu, dia akan kembali di waktu yang tepat!!".
" Jika aku tidak mampu??",
" Masih banyak orang yang sangat peduli padamu, bahkan lebih memperdulikan mu dari hidup nya, jika dia menyayangi mu maka kamu akan menjadi yang utama, prioritas nya, dan kebahagiaan nya!!".
Laras mencoba memahami semua yang di jelaskan oleh Dimas, meski semua kata-kata itu tidak bisa ia cerna dengan baik, tapi masih bisa dia pahami.
" Kenapa ayahku tidak sebaik Daddy??"
pertanyaan itu seakan jadi luka di hati Dimas.
" Dia terlalu sayang padamu, jadi apapun yang Lion lakukan semua nya demi kebaikan mu!!"
" Termasuk memukuli ku? membuat perbedaan antara aku dan kak Roy, membuat ku merasa aku bukan anaknya,
perbedaan antara aku dan kak Roy sangat jelas, ketika ayah memeluk kak Roy, ketika ayah mengabaikan diriku".
" Aku harap begitu!!",
" Harus, kamu harus memahami apa yang dia inginkan untuk dirimu, kamu satu-satunya putrinya, kebanggaan nya, Daddy tau dia sangat menyayangi mu!!".
" Dad, apa aku boleh mengatakan pada Louise soal pernikahan kita??".
Sesaat Dimas diam tak bergeming, bagaimana jika Louise salah paham, bagai jika Damar dan Marissa mengetahui nya?? dia rasa ini akan ditutup sampai semua keadaan seperti semula, ini di awali dengan kesalahan yang di lakukan oleh Damar, dan Dimas akan mengakhiri dengan hubungan yang lebih baik.
" Dad, apakah aku harus menjalankan tugas ku sebagai istri??".
Mata Dimas memandang nya dengan penuh tanya, sedangkan gadis itu masih sangat muda, masa depannya masih sangat panjang, dan banyak hal yang bisa dia lakukan.
" Tidak Laras, hubungan kita biarlah hanya kita yang tau, masa depan mu, impian mu adalah hal yang utama yang harus kamu gapai, Daddy ini hanya orang yang menolong mu, dan itu pun juga kesalahan yang diberikan oleh Damar padamu, sudah seharusnya Daddy melakukan itu!!".
Laras tersenyum menatap Dimas, kini mereka sudah tiba di depan rumah Louise, setelah perbincangan mereka di dalam mobil banyak pengetahuan yang Laras dapatkan dan jadikan pelajaran di masa depan.
" Oh yah dad, kira-kira Louise di rumah ga yah??", Mata gadis itu dengan liar menatap seisi halaman rumah Louise dari dalam mobil.
__ADS_1
" Coba telepon".
Laras mengambil ponselnya dari dalam tasnya, mencari kontak Louise untuk segera di telepon, selang beberapa menit panggilan itu pun tersambung.
" Halo Laras, Apa kabar??",
" Aku baik, oh ya aku buru-buru ga bisa lama-lama ngomong soalnya aku di depan rumah mu sama Daddy!!", Laras menurut panggilan itu.
Louise yang kaget mendengar itu langsung keluar, berhubungan orang tuanya sedang pergi keluar kota jadi dia bebas menemui Laras
Louise tak melihat siapapun di situ, ternyata mobilnya parkir agak jauh dari depan rumah nya.
" Louise!!?" Laras melambaikan tangan dari dalam mobil, Louise pun segera mendekati nya.
" Apa kabar om??" Louise dengan ramah menyapa Dimas dengan senyuman,
" Kabar baik, masuklah Louise kita akan pergi ke rumah om!!",
" Tunggu sebentar om, Louise kunci pintu dulu".
" Laras, Louise itu orang yang baik, om tidak meragukan dirinya!!".
" Serius???" Laras langsung memeluk Dimas, merangkul lehernya dengan kedua tangannya.
Ada sesuatu yang di rasakan oleh Dimas, kehangatan dan ketulusan dari gadis itu, meski Marissa memeluk nya berkali-kali tapi ia merasakan ada yang berbeda, detak jantung nya semakin kuat berdebar, dia tidak Laras mengetahui itu, dia pun segera mengelus puncak kepalanya.
" Louise datang, pindah kebelakang gih!!",
Laras pun pindah kebelakang, sementara Louise duduk di samping Dimas.
" Kenapa tiba-tiba kamu kesini??" Louise bertanya pada Laras, karena sudah lebih 2 Minggu mereka tidak bertemu ataupun berkirim pesan.
" Aku hanya merindukan mu Louise, terimakasih sudah menolong ku saat aku di kejar preman dulu!!".
" Oh ya, aku sampai lupa, kamu kenapa bisa lepas dari preman itu??" tanya Louise menepuk jidatnya, ia bahkan tidak tau bagaimana cara Laras bisa lepas dari mereka.
" Ada Daddy, Daddy datang tepat waktu!!" ucap Laras menatap Dimas dari kaca spion.
mereka pun bercanda di dalam mobil, sampai akhirnya mereka tiba di kediaman Dimas Wijaya
__ADS_1
setelah masuk ke dalam, ada sesuatu yang membuat Louise kaget, bagaimana mungkin?? ya Tuhan!!!.