Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
lari dari rumah sakit


__ADS_3

Lion mencari Anggara dan juga anak buah nya, beberapa anak buahnya juga sudah pergi ke rumah Xean namun mereka tidak menemukan Anggara disana


pagi ini ibunya Laras akan datang ke rumah sakit untuk menjaga nya, menemani putrinya yang sedang lupa ingatan


Anggara sudah sangat khawatir dan ketakutan, dia langsung pergi keluar negri dengan naik kapal laut untuk menghindari Lion, apapun yang terjadi nanti Lion dan yang lainnya tidak boleh sampai mengetahui dimana ia berada


" Roy, bagaimana keadaan Laras?? apakah dia sudah membaik???" tanya Lion saat dia kembali kerumahnya


" Laras sudah boleh pulang ayah, kata dokter dia hanya butuh istirahat dan orang terdekat nya harus selalu bersama nya


" hhmm" Lion hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya


Lion duduk di sofa bed nya, kepalanya terasa sangat sakit seperti akan pecah


dosa yang dia lakukan dimasa lalu telah menyakiti banyak pihak


bagaimana jika Laras tau yang sebenarnya?? apakah gadis tidak bersalah itu akan memanfaatkan keegoisan dirinya yang telah sengaja menyakiti nya???


Dimas tidak datang ke rumah sakit hari ini!! Laras jadi gelisah memikirkan dirinya


menoleh beberapa kali melihat keluar apakah Dimas akan datang atau tidak


saat ia memejamkan matanya, ia mendengar suara langkah seseorang berjalan ke arah kamarnya, dia mencoba duduk dan melihat siapa yang datang ke ruangan itu


Laras mengerutkan keningnya ketika ia melihat seorang perempuan datang menemui


" kau sudah bangun??" tanya perempuan itu


" iya" Laras terus menatapnya dan berharap ia mengingat siapa wanita ini


" ini ibu sayang" kata wanita itu lalu memeluk nya dengan erat


" ibu" panggil Laras saat wanita itu memeluk nya


" ibu bawakan makanan kesukaan mu, ibu yang memasaknya!!" wanita itu pun menyuapi Laras dengan penuh kasih sayang


setelah beberapa suapan, seorang pria muda juga datang ke kamar itu


" Roy kamu ga kerja??"


" kerja Bu, Roy hanya singgah sebentar untuk melihat Laras!!"


Roy pun mencium kening adik nya itu, membawakan bunga mawar merah yang wangi dan juga beberapa boneka kecil


" terimakasih" ucap Laras sambil tersenyum lalu menatap kakaknya itu


" kau harus cepat pulih, rumah sangat sepi tanpa dirimu,hmm!!"


" iya kak!!"


Roy pun meninggalkan rumah sakit lalu pergi ke kantor nya

__ADS_1


sementara Laras dan ibunya berbincang dan bercanda supaya Laras tidak kesepian dan bosan


" Bu, Laras tidur yah!!" Laras membaringkan tubuhnya pelan-pelan


" tidurlah nak, cepatlah sembuh!!" ibunya menyelimuti tubuh putrinya itu, memandangi wajahnya hingga ia meneteskan air mata


setelah pulang sekolah, Louise menyempatkan diri untuk menjenguk Laras ke rumah sakit,


ceklek


pintu ruangan itu pun dibuka lalu ia masuk ke dalam, disana hanya Laras seorang yang sedang tidur


" kenapa cuma sendiri?? dimana yang jaga Laras??" batinnya


baru saja Louise tiba, ponselnya udah bolak balik berdering, dia tidak mengangkat panggilan itu sehingga membuat Laras terjaga


" duh bising, sana pergi!!" Laras memegang kepalanya lalu duduk


" maafkan aku Laras, siapa yang menjaga mu disini??"


Laras melihat sekeliling nya dan tidak menemukan siapapun, dia mengerutkan keningnya karena tadi ibunya masih ada di dekatnya


namun Louise dan dirinya sangat kaget mendengar keributan di luar, Louise keluar dan melihatnya dari pintu ruangan itu


matanya langsung melotot dan detak jantung nya berpacu dengan kencang, dia langsung masuk dan memegang tangan Laras sangat kuat


" ada apa??" tentu saja Laras kaget dengan kelakuan Louise seperti itu


sedangkan Laras hanya memakai sendal jepit dan mengambil jaketnya yang tergantung di paku dekat pintu


Louise memegang tangan nya karena Laras masih belum kuat untuk berlari


tidak lama setelah Louise membawa Laras keluar, beberapa pria masuk ke dalam kamar Laras dengan kelakuan yang sangar


" kenapa kita keluar ?? ibu pasti akan mencari ku!!" kata Laras saat Louise terus menarik tangannya


" diam saja Laras, maafkan aku tapi aku akan segera menjelaskan nya padamu nanti saat kita di tempat yang aman!!"


mau tidak mau Laras harus mengikuti Louise


" kurang ajar, dimana gadis itu??" kata seseorang di dalam ruangan Laras saat mereka tidak menemukan gadis itu


tidak ada yang menjawab pertanyaan pria itu, wajahnya terlihat sangat sangat dan tatapan matanya tajam seperti mata macan yang ingin menyerang mangsa


" Cari di setiap sudut rumah sakit ini, jangan sampai dia melarikan diri!!" katanya lalu menendang kursi


Louise membawanya naik motor, Laras yang sudah pucat memegang pundak Louise kuat


" maafkan aku Laras tapi aku harus membawa mu sebelum kau terluka!!" batin Louise


tapi tiba-tiba motor nya mogok, Louise turun memeriksa nya, ternyata bahan bakarnya habis dan pom bensin masih jauh

__ADS_1


Louise meminggir kan motor nya lalu berlari dengan kencang sambil terus memegang tangan Laras


" aku lelah!!" ucap Laras yang sudah nampak pucat, bibirnya kering matanya sayu


" ayok naik" Louise pun menggendong Laras hingga masuk ke hutan karena dia melihat dari jauh beberapa mobil mendekati mereka


dia takut jika itu adalah suruhan orang yang membuat keributan di rumah sakit


Louise dan Laras tiba di pondok kayu yang kecil, seperti nya pondok itu sudah di lama sekali di tinggalkan


" kita masuk kesini aja, jangan sampai ada yang melihat mu!!"


Louise membuka pintu pondok itu lalu mereka masuk, dia melihat Laras yang sudah sangat pucat


Louise langsung mengeluarkan air mineral dari tas nya yang tinggal sedikit


" saat dia mondar-mandir di dalam dan fokus melihat keluar, ternyata Laras tertidur di tempat tidur kayu berukuran 2x2 meter


" aku harus menelepon om Lion, dia harus tau Laras bersamaku!!" Gumam Louise


dia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, setelah mencari kontak Lion di ponselnya


dia memanggil beberapa x namun tidak dijawab, lalu dia memanggil Dimas namun juga tidak di angkat


" ya Tuhan, kenapa tidak ada yang menjawab??"


akhirnya Louise duduk di tepi tempat tidur kayu itu, dia melihat jam di tangan nya sudah pukul 3 sore


Vani terus menerus menghubungi nya namun ia tidak menjawab nya, ponselnya terus bergetar namun terus ia abaikan


akhirnya ia tertidur di samping Laras hingga malam


saat Laras terbangun ia melihat sekeliling nya sangat gelap, bahkan ia tidak bisa melihat Louise di samping nya


" akkhhhhh" teriak Laras saat tidak melihat siapapun disana


Louise langsung terbangun karena teriakan itu, dan buru-buru mengambil ponselnya untuk menghidupkan flash agar ada cahaya


Laras pun menghela nafasnya saat melihat Louise di samping nya


" aku pikir aku telah...!"


" jangan bicara seperti itu Laras, aku akan selalu bersama mu dan sebisa mungkin aku akan menjaga mu!!"


Louise mengumpulkan sisa-sisa kayu yang ada di dalam pondok itu lalu membakarnya supaya tidak terlalu gelap


dan setidaknya mengurangi nyamuk karena ada asap untuk mengusir nyamuk itu


" kenapa kau membawaku kesini?? kenapa tidak mengantarkan ku ke rumah??"


" nanti kamu akan tau setelah kamu bertemu dengan om Lion, saat ini kita akan tinggal disini sampai besok pagi!!"

__ADS_1


mereka pun duduk di dekat api agar menghangatkan tubuh mereka, meski rasa lapar terus mengganggu perut mereka, namun mereka tidak mengeluh karena tidak ada makanan yang bisa dimakan saat ini


__ADS_2