
ternyata Lion pergi ke PMI untuk menanyakan apakah ada darah AB disana, dia sangat berharap ada beberapa kantong darah disana
" permisi pak, apakah ada golongan darah AB disini??" tanya nya pada petugas
" ada pak tapi hanya tersisa 2 kantung saja!!"
Lion hanya terdiam mendengar kata 2 jantung, rasa nya itu akan kurang, apa yang harus dia lakukan??
" pak?? apakah darah nya jadi bapak ambil??" tanya petugas itu membuyarkan lamunannya
" iya, iya saya jadi mengambil nya!!"
Lion pun pergi meninggalkan PMI dan bergegas ke rumah sakit supaya Laras segera mendapatkan darah itu
" bagaimana jika darah ini kurang?? apa yang harus ku lakukan, bagaimana jika mereka??? oh ya Tuhan!!" batinnya sambil fokus mengemudi
tiba dirumah sakit, dia segera berlari menuju kamar Laras, dengan sangat terkejut dia melihat sosok yang tidak asing baginya berdiri di depan pintu
" kau??" suara Lion sangat kuat hingga mengagetkan Marissa dan pria itu juga
" aku kesini untuk menemui Laras, bagaimana pun juga aku harus menjenguk nya!!" kata pria itu dengan santai
" berhenti lah bicara Mars G, setalah hari ini kau akan mendekam di penjara karena telah melakukan penculikan dan memperjualbelikan perempuan di bawah umur, dan kasus ini juga sudah ditangani oleh pengacara ku!!" kata Lion yang masih memegang bungkusan darah itu
Mars G menatap kantung yang ada di tangan Lion, lalu tersenyum dan menatap nya
" apakah Laras membutuhkan darah??"
" tidak perlu basa-basi, pergilah dari sini!!"
Lion menatap Dimas seakan memberitahu nya jika Mars G harus di usir dari kamar itu, Dimas pun segera keluar dan mencari security yang sedang berjaga
" tolong usir pria yang ada dikamar Laras, dia akan menggangu kesehatan Laras!!" kata Dimas menunjuk ke Mars
sedangkan Marrisa yang berdiri di samping ranjang Laras hanya terdiam dan tidak tau apa-apa
security pun datang dan di ikuti oleh Dimas ke dalam kamar
" tolong keluar dari kamar ini pak, jangan membuat keributan disini, jangan sampai pasien terganggu karena keributan yang anda lakukan, tolong bersikap baiklah disini demi kebaikan pasien yang lain juga" security itu dengan tegas bicara pada Mars
" baiklah, aku akan keluar dari sini, aku akan kembali besok!!" Mars G tersenyum melihat Lion dan Dimas yang sangat merah pada diri
setelah Mars G meninggalkan rumah sakit, Lion pun juga pergi menemui Roy yang masih di obati oleh perawat
__ADS_1
" Marissa, aku harus mengatakan ini pada Louise, dia harus datang untuk menemui Laras, juga dia harus tau yang sebenarnya terjadi!!"
" iya, Louise harus mengetahui yang sebenarnya!!" jawab Marissa yang masih memegang tangan Laras
Dimas pun menghubungi Louise dan menyuruhnya datang ke rumah sakit, tidak lama kemudian Louise pun tiba dirumah sakit dengan wajah yang cemas dan sangat khawatir
" begitulah yang terjadi Louise, jika aku tidak melihat Laras, kita tidak akan tau apa yang terjadi selanjutnya!!" Dimas memegang pundak Louise yang duduk di tepi ranjang Laras
" aku harus mencari kak Anggara sampai ke ujung dunia pun, aku tau sejak pertandingan itu Anggara menyukai Laras, namun Laras tidak pernah membalas perasaan nya, lalu dia berbuat hal yang sangat menjijikkan, aku akan membalas perbuatan nya!!" Louise mengepalkan tangannya dan mencoba menahan emosi di dalam dirinya
setelah Roy selesai di obati, mereka pergi ke kamar Laras untuk melihat nya
dengan sangat kaget, Damar melihat Louise ada di kamar Laras bersama Dimas dan Marissa
" apa yang kau lakukan disini??" suara damar sangat kuat dia tidak menyukai kehadiran Louise ada disana
" om Dimas memberitahu ku tentang Laras, jadi aku langsung datang kemari untuk melihat, aku sangat khawatir padanya, kau juga tau itu!!" ucap Louise lalu tersenyum
wajah Damar langsung berubah saat mendengar jawaban Louise
" kenapa papa menyuruh nya datang kemari, ini sama saja papa menjauhkan ku dari Laras, brengsek!!" batinnya
lalu Damar keluar dengan semua emosi di dadanya, dia pikir inilah waktunya untuk memperbaiki hubungan nya dengan Laras, tapi yang terjadi di luar pikiran nya
" apa yang terjadi padamu sayang, bangunlah ibu ada disini bersamamu!!"
ibunya terus memeluk tubuhnya, air matanya terus mengalir hingga jatuh ke pipi Laras
" Buu" dengan suara yang pelan Laras mulai bicara dan memanggil ibunya, tangan nya mulai di gerakkan meski dirinya belum kuat
" sayang apa yang sakit, mana yang terluka??" ibunya langsung bertanya tanpa henti
sementara Laras hanya menatapnya, dia tidak bicara apapun lagi, dia menatap semua orang yang ada disana satu-persatu
" kalian siapa??" kata Laras ketika sudah memandangi mereka
" Laras ini ibu nak" kata ibunya memegang tangan Laras
" ibu??" Laras memejamkan matanya dan membuka nya kembali
" Laras ini kak Roy" Roy mendekati nya dan mengelus rambutnya
" siapa kak Roy??"
__ADS_1
Laras membuat semua orang di dalam kamar itu bersedih dan saling menatap, dan yang paling sedih adalah ibunya, bagaimana mungkin Laras lupa pada dirinya yang bersamanya belasan tahun
ternyata Lion juga sangat sedih dengan keadaan Laras, dia menetes kan air matanya tanpa ia sadari
" cepat lah pulih putri singa!!" ucap Lion dalam hati
Dimas mendekati Laras yang masih berbaring di kasur, dia memberikan anting yang pernah ia belikan saat mereka kemping di desa
" ini milik mu Laras, apa kau ingat??" Dimas memberikan anting itu ke tangan Laras
Laras melihat anting itu baik-baik, lalu memegang kepalanya yang terasa sakit
" sa...sawah!!" Laras menggeleng kan kepalanya karena ia merasa sangat pusing
Dimas terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Laras
" apa kau ingat sesuatu Laras??" tanya Dimas memegang tangan Laras
" ahhhhhhhhhkkkkkkkk" Laras teriak sangat kuat sambil memegang kepalanya
" jangan dipaksakan Laras nanti kau sakit!!" kata ibunya yang terus menangis
Lion pun mengajak Dimas keluar bicara dengan nya 4 mata, Dimas pun mengikuti Lion menuju keluar kamar
" apa arti sawah, apa yang dikatakan oleh Laras??" tanya Lion sangat antusias
" maafkan aku Lion, dulu aku membawa Laras ke desa menikmati liburan karena ia merasa sangat tertekan, aku membawanya supaya beban di hatinya tidak menjadi bumerang untuk dirinya apalagi dia masih sangat muda!!"
" lalu apa yang terjadi??" tanya Lion mengerutkan keningnya dan sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Dimas
" aku membawanya jalan-jalan menikmati agar setiap detik waktu yang ia lalui, dan sepulang dari sana dia kembali ceria seperti gadis remaja lainnya yang tanpa beban"
" aku memberi mu 1 perintah" sebelum Lion melanjutkan kata-katanya Dimas menatap nya dengan tatapan tajam
" tolong bantu kami untuk memulihkan ingatan Laras lagi, mungkin kehadiran akan sangat membantu kami untuk kesembuhan Laras!"
Lion bicara menunduk kan kepalanya, dia seperti menahan malu menatap wajah Dimas yang selama ini telah ia ganggu dan ia curigai
Dimas masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lion
" ini semua demi Laras, putri ku! aku bukanlah ayah yang baik untuknya, aku tau aku tidak akan bisa memulihkan ingatan nya tanpa bantuan mu!"
setelah mengatakan itu, Lion langsung meninggalkan Dimas, Lion sudah terlanjur malu melihat Dimas yang masih menolong nya, jika Dimas bukanlah orang yang baik mungkin dia sudah membalas semua yang dilakukan oleh Lion dan anak buahnya terhadap nya dan Laras saat mereka kemping dulu
__ADS_1
" bagaimana ini Tuhan, apa yang di katakan Marissa dan juga Murni?? apa yang harus aku katakan pada Damar dan Louise, hhmmm!!" Dimas menghela nafas nya lalu membuang nya pikiran nya jadi kacau setelah Lion bicara padanya