
Bella turun dari mobil Kay lalu berlari, yang ia pikirkan bagaimana cara lepas dari mereka yang selalu membuatnya terusik, namun Kay dengan cepat menangkap Bella lalu membawanya ke dalam mobil.
" Apa yang kamu pikirkan Bella? bagaimana jika sesuatu terjadi pada calon bayimu?" Kay sedikit membesarkan suaranya, ia tidak ingin Bella dan calon bayinya celaka.
" Tidak perlu mengasihani aku, biarkan saja aku pergi" ucap Bella, ia sudah tidak mampu lagi untuk menangis, wajahnya nampak pucat dan beban dihatinya semakin banyak,
"Aku tidak bisa membiarkan mu pergi Bella, tolong mengertilah" Kay bicara lebih pelan dan lembut, ia harus bisa membuat Bella percaya padanya agar ia bisa menanganinya dan juga Arland.
Murni berusaha tetap menjodohkan Arland dengan Maudy meski Arland selalu menolaknya,
" Maafkan aku mom, tapi aku tidak bisa bersama Maudy, dia pernah melukai hatiku lalu pergi dengan Antoni, apa mommy masih ingat dengan Antoni?"
__ADS_1
" Apa? Antoni yang selalu berusaha menghancurkan mu?" tanya Murni seakan tidak percaya,
" Iya mom"
Arland pun menjelaskan agar Murni percaya, namun jawaban Murni membuatnya kaget,
" Mungkin saja dia khilaf, jadi maafkanlah dia atas semua itu"
mereka bicara panjang lebar, lalu kemudian ponsel di saku celana Arland bergetar membuat mereka terdiam, Arland meninggalkan Murni kemudian ia pergi keluar rumah, ternyata Kay yang menelepon dirinya agar segera datang menemui dirinya dan Bella.
" Aku sudah menjelaskan semua pada Bella, tapi dia masih ingin pergi menjauh kota ini, dan aku pikir ini semua karena kau Arland, kau tidak tahu jika Bella sangat mencintai kekasihnya, dia tidak pernah berpikir bisa terperangkap di dalam masalah mu seperti ini" ucap Kay tanpa memikirkan perasaan Arland karena omongannya.
__ADS_1
Arland menatap Bella, kemudian ia menyuruh Kay supaya pergi dari mobil itu, ketika Kay sudah pergi Arland mulai bicara sambil memegang setir mobilnya dengan sangat kuat. Bella bahkan tidak mau melihatnya karena ia merasa takut.
" Apa yang kamu inginkan Bella"
pertanyaan Arland bahkan tidak dijawab oleh Bella, ia terdiam menatap keluar, kemudian tanpa bicara Arland langsung memacu mobilnya, sepanjang jalan Bella tidak bicara apapun bahkan ia tidak tahu kemana Arland akan membawanya.
Bella melihat sekeliling, dan ternyata ia melihat mereka sudah tiba di apartemen, apartemen tempat Bella di sekap oleh Arland karena cintanya yang sudah buta.
Arland dengan santai membuka pintu mobil lalu menggandeng tangan Bella memasuki lift, saat di lift tidak ada yang bicara, Bella hanya diam mengikuti langkah kaki Arland, apapun yang terjadi ia sudah tidak mampu untuk melarikan diri, ia hanya berharap suara keajaiban, Nilesh bisa datang menjemputnya, namun semua itu tidak berlaku untuk Bella.
Setelah tiba di apartemen, Arland membawa Bella ke sofa, Bella duduk sementara Arland berdiri menatapnya sambil meletakkan tangannya di antara bahu Bella.
__ADS_1
Bella bahkan tidak mau menatap mata Arland, ia memilih menatap lantai yang ia pijak, kemudian Arland mengangkat dagu Bella, kemudian mata mereka beradu, saling menatap dan sama-sama diam, cukup lama mereke melakukan itu, kemudian Bella mendorong tubuh Arland menjauh darinya, namun Arland tetap memperlakukan Bella dengan manis.
" Aku berharap kamu tidak menjauhiku apalagi sampai meninggalkan aku, karena saat ini kamu sedang mengandung bayiku, kamu dan bayi itu adalah milikku, bukan milik siapapun apalagi milik kekasihmu itu" ucap Arland. Kemudian sesuatu telah mengalir membasahi pipi Bella, ia hanya menangis tanpa mengucapkan sepatah kata pun.