Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
dimana ibuku???


__ADS_3

Anggara mencoba melarikan diri keluar negeri karena ketakutan yang ia rasakan, belum lagi jika Lion dan anak buahnya akan menangkap nya, sudah pasti hal buruk akan terjadi padanya


bahkan sudah beberapa hari setelah kejadian itu dia tidak pulang ke rumahnya


Xean sangat khawatir akan keadaan putranya itu, dia tidak bisa di hubungi bahkan untuk menanyakan kabar nya saja


" pah, kenapa Anggara tidak juga kembali, apakah Lion akan berbuat hal buruk padanya??? mama sangat menghawatirkan Anggara pah" kata nyonya Xean menangis


" Lion tidak akan berbuat apa-apa pada Anggara, ku pastikan dia akan berpikir ribuan kali untuk menyakiti nya" jawab Xean dengan sangat percaya


" bagaimana jika Lion tega menyakiti nya??"


" sudah lah mah, dia tidak akan melakukan itu!!"


Xean akhirnya gelisah karena omongan istrinya, bagaimana jika Lion melakukan nya?? atau jika bukan Lion, pasti akan dilakukan anak buahnya


di tempat lain, Lion merenung dalam mobilnya sendirian, di tempat yang sepi dan hanya dia seorang diri


dia memikirkan sesuatu yang akan dia lakukan jika Laras belum mengingat mereka


sampai kapan Dimas akan bersama Laras?? pikiran nya jadi kacau


bahkan untuk pulang ke rumah saja dia tidak ingin, begitu banyak beban dihatinya yang tidak diketahui siapapun


Lion mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang


" jangan pernah perhatian mu teralihkan dari mereka, mengerti!!"


setelah bicara seperti itu, Lion mematikan ponselnya lalu bersandar, menghela nafasnya lalu membuang nya perlahan


apapun yang terjadi keluarga Xean akan mendapatkan balasan dengan apa yang mereka lakukan


Louise datang lagi ke rumah sakit untuk menemui Laras, sedangkan Dimas pulang ke rumah nya untuk mandi lalu ganti baju


" Laras!!" sapa Louise


Laras hanya menoleh lalu menatapnya, namun dia tidak bicara hingga Louise duduk di samping nya


" apa kabar Laras??"


Laras tidak menjawab pertanyaan dari Louise, dia memikirkan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain


" ada apa Laras?? apa kau ingin sesuatu??"


" tidak, aku hanya tidak mengingat siapa pun, aku minta maaf!!"


Louise mengerti dengan keadaan Laras yang lupa pada dirinya, namun Louise berharap Laras segera pulih


" aku bawain kamu makanan, pasti kamu belum makan kan??"


" aku mau pulang ke rumah aja, aku tidak mau ada disini!!" kata Laras


" tapi kamu masih harus disini, masih harus mendapatkan perawatan medis, kalo kamu udah pulih pasti pulang juga!!"


Laras diam mendengarkan yang dikatakan Louise, setelah hilangnya ingatan Laras dia jadi tidak banyak bicara


Dimas kembali ke rumah sakit setelah mandi dan ganti baju


dia takut jika seseorang akan memanfaatkan keadaan gadis itu

__ADS_1


sampai dirumah sakit Dimas melihat Louise ada disana, sedangkan Laras tidak menjawab apapun yang di tanyakan oleh Louise


" kasihan sekali Louise" batin Dimas saat melihat dari pintu masuk


namun belum Dimas langsung masuk ke dalam supaya Louise tidak merasa sedih dan patah hati


" Louise, kamu udah makan??" tanya Dimas lalu meletakkan bungkusan itu di atas meja


" udah om!!"


Laras menatap Dimas lalu memegang tangan nya


" bawa aku pulang, aku sudah bosan ada disini!!"


jantung Dimas tiba-tiba berdebar kencang, dia menatap Louise yang ada disampingnya


" nanti kamu pulang setelah keadaan mu membaik!!" jawab Dimas


" aku sudah menikah dengan mu, harusnya kamu menjaga ku dirumah!!"


Dimas semakin gugup, dia juga jadi tidak enak pada Louise


sedangkan Louise hanya tersenyum saat Dimas menatapnya


Louise sebenarnya sangat terluka saat Laras mengatakan pada Dimas mereka sudah menikah


meskipun mereka benar-benar sudah menikah beberapa bulan lalu, ternyata Marrisa mendengar apa yang di katakan oleh Laras


dia menetes air matanya sebelum masuk kedalam, Dimas yang sudah menjadi kekasihnya selama 5 tahun terakhir harus tinggal bersama Laras di rumah nya nanti


" bagaimana kamu tau kita menikah??" tanya Dimas gugup


setelah bicara seperti itu, Marissa langsung masuk setelah menghapus air matanya


dia sudah tidak tahan jika terus menerus mendengar itu, dia harus bicara pada Dimas secepatnya


ceklekk


mereka bertiga langsung melihat ke pintu saat pintu itu dibuka


" Marissa??"


mata Dimas membola melihat kedatangan Marissa yang tiba-tiba


" mas, kita harus bicara!!"


Laras menatap Marissa saat bicara seperti itu pada Dimas, Dimas jadi di lema antara Laras dan Marissa


" aku akan menemani Laras!!" kata Louise,. dia sudah tau yang akan terjadi jika Marissa lebih lama di dalam


Dimas dan Marissa pun keluar untuk bicara


" mau makan apa Laras??" Louise bertanya padanya


" siapa dia, apakah aku pernah mengenal nya sebelum aku lupa ingatan??"


" iya, kau mengenal semua orang yang menyayangi mu dan juga yang membuat mu lupa ingatan"


Laras tidak menjawab, dia mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat semuanya, namun bukannya ingat malah membuat kepalanya sakit

__ADS_1


" kamu ga papa??"


" kepalaku sakit!"


" jangan dipaksakan sekarang, jika nanti kamu sudah pulih semua yang terjadi padamu akan kamu ingat, bersabarlah dan kamu harus pulih!!" Louise bicara lalu tersenyum


Laras bisa merasakan senyuman tulus itu, tapi dia tidak ingat siapa pria di depannya itu


Marissa menangis sepanjang jalan saat ingin bicara dengan Dimas


" mas akan membantu Laras mengingat semuanya, kamu ga usah takut Marissa mas akan selalu bersama mu!!" Dimas menenangkan kekasihnya itu


" tapi mas, sampai kapan seperti ini?? sampai kapan pernikahan kita akan tertunda??" Marissa sakit hati dengan keadaan yang sekarang


" bantu aku Marissa, kau juga harus berperan disini untuk memulihkan ingatan nya!!"


" maaf mas aku ga bisa!"


" aku tau Marissa, kau terluka karena omongan Laras, tapi cobalah mengeri dia tidak mengingat apapun, Louise adalah orang yang dekat dengan nya tapi dia juga melupakan nya!!"


" tapi satu-satunya yang dia ingat cuma kamu mas! apa saja yang terjadi pasti dia ingat!"


" kamu salah Marissa" Dimas langsung memeluk Marissa


dia tidak tega melihatnya menangis


" tenang ya sayang, jangan pikirkan yang aneh-aneh, kita akan selalu bersama!!" ucap Dimas pada Marissa


akhirnya Marissa jadi lega, dia menghapus air matanya


Dimas pun memegang tangan nya lalu pergi menemui Laras dan juga Louise


Louise menceritakan saat mereka pertama kali bertemu di pertandingan antar sekolah


" dari situlah kita mulai dekat dan sudah sejauh ini"


" sejauh apa?? apa aku punya hubungan dengan mu??" Laras penasaran dengan kata-kata Louise


" iya kita punya hubungan, kita berteman!!" Louise tersenyum menatap nya


" hmm"


Laras pun memalingkan wajahnya lalu memejamkan matanya


" apa kau mengantuk??" tanya Louise saat melihat memejamkan matanya


" aku hanya ingin mengingat semuanya"


" tidurlah, semoga setelah ini kamu bisa mengingat yang pernah terjadi padamu!!"


hening


tiba-tiba Laras membuka matanya lalu menatap Louise dengan mata membulat


" dimana ibuku??" tanya Laras tiba-tiba


" hah??"


Louise kaget mendengar kata-kata Laras, bukan cuma kaget sih tapi lucu melihat ekspresi wajah gadis itu yang menggemaskan

__ADS_1


__ADS_2