
Anjas Nevi Lion terlahir dari keluarga yang harmonis, meski tak terlalu kaya tapi ayahnya selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka, saat dia berusia 5 tahun lahirlah adik nya perempuan bernama Lita, setelah Lita berusia 10 tahun, ayah mereka meninggal karena kecelakaan saat pulang kerja
Ibunya merasa sangat terpukul karena itu, sedangkan Lion dan Lita masih sekolah dan butuh biaya yang besar untuk mereka berdua.
Lalu ibunya di tawarkan oleh tetangganya untuk bekerja di rumah seorang yang kaya raya, gaji nya 2X lipat dari gaji mendiang suaminya, karena sangat membutuhkan biaya akhirnya ibunya menerima tawaran itu.
Ibunya pun bekerja di sana dari pagi hingga sore sebagai asisten rumah tangga, selama 6 bulan kerja, tidak pernah ada masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh ibunya, mereka hidup layak selama ibunya bekerja, dan kebutuhan sekolah mereka berdua di sanggupi oleh ibunya.
Namun, ketika pemilik rumah tidak ada di aana, mereka pergi liburan saat hari Minggu,
sebenarnya pemilik rumah itu sudah mengatakan tidak usah masuk kerja, namun karena ibunya Lion merasa pemilik rumah sangat baik maka ia segan untuk tidak datang meski sekedar membersihkan taman.
Saat sore hari ibunya akan pulang kerja bersama dengan Lita,
Lita akan minta ikut jika hari Minggu, sebab Minggu ia tidak sekolah,
ketika membuka pagar belakang, seseorang menarik tangan ibunya ke dalam lalu menutup mulutnya dengan kain, ibunya pun tak bisa teriak sedangkan Lita dipegang yang lain,
tidak ada yang bisa menolong mereka, karena si tuan rumah tidak ada di sana,
kedua pria itu langsung melucuti pakaian ibunya di depan mata Lita, saat ibunya melawan kedua pria itu tidak segan-segan untuk memukuli nya, sampai akhirnya ibunya di seret sampai ke gudang, tempat yang gelap dan tak ada yang bisa melihat mereka di sana.
Kedua pria itu memperkosa ibunya dengan sadis, saling berganti untuk memuaskan hasrat bejat nya, sekuat tenaga ibunya bertahan demi Lita, tapi kedua bajingan itu terus melakukan nya, tak puas jika bergantian satu sama lain, pria yang tadinya membiarkan Lita duduk di sudut sambil menangis kini ia melirik ke gadis itu, semakin ia menatap nya semakin hasrat nya menggebu.
" Jangan sakiti anakku" teriak ibunya dengan sangat kita,
" Diam kau wanita ******, aku akan membuatnya dewasa hari ini!!",
" Berhenti!!" ibunya menatap Lita tak berdaya, ibunya terus melawan tapi semua sia-sia karena pria bajingan itu lebih kuat dari dirinya.
" Jangan om, jangan ganggu Lita!!" tangannya bergerak melawan saat pria itu mendekati nya.
__ADS_1
" Anak manis, om akan memberikan mu sesuatu yang indah, kau cukup diam saja, mengerti!!", Lita hanya terdiam menatap pria itu.
" Lita, pergilah nak ayo cepat lari!!" ibunya teriak sangat kuat.
" Ibu...!!!" Lita terus menangis melihat ibunya disiksa,
Pria itu mendekati Lita lalu melucuti pakaiannya satu persatu.
" Kurang ajar kalian, lepaskan putriku!!" ibunya teriak lalu meronta.
Tapi nasib sial menimpa mereka berdua, Lita akhirnya meninggal karena luka di bagian sensitif nya, sedangkan ibunya meninggal karena luka tusukan di tubuh nya,
setelah mereka memperkosa Lita dan ibunya, pria itu rupanya belum puas hingga akhirnya mereka dengan sadis membunuh keduanya.
Lion yang menunggu di rumah tak sadar jika ibu dan adiknya telah tiada, dia masih menunggu hingga pukul 7 malam, mulai risau karena ibu dan adiknya tak kunjung pulang, akhirnya dia minta tolong pada tetangganya untuk mencari ibu dan adiknya itu.
" Lion, kemana ibumu pergi???" tanya tetangga nya yang ikut mencari hingga pukul 9 malam,
" Bekerja di rumah tuan Wijaya",
" Aku sangat yakin bibi, ibu dan adikku pergi ke sana!!".
Mereka pun mencari ke rumah Tuan Wijaya, namun tak ada siapapun di sana, mereka mencari di depan dan di belakang, tak ada siapapun di sana, tapi tak ada yang mencari ke gudang karena di sana gelap tidak ada lampu.
Semua heboh karena keduanya belum juga di temukan, hingga akhirnya warga mendatangi rumah Wijaya ketika mereka baru saja tiba, tentu saja keluarga Wijaya kaget.
" Tuan Wijaya, dimana ibu dan adik Lion??" kata paman Lion, Tuan Wijaya mengerutkan keningnya karena tak tau apa yang mereka tanyakan.
" Tuan, dimana ibu dan adikku??" tanya Lion yang sejak kemarin mencari-cari ibunya.
" Bagaimana saya tau Lion, saya dan keluarga saya liburan lusa kemarin, saya juga bilang sama ibu kamu supaya ga usah datang hari Minggu, karena kami tidak ada di rumah!!".
__ADS_1
" Lalu dimana ibu saya tuan??" kini Lion menangis histeris.
" Kita masuk ke dalam, kita bicarakan baik-baik!!".
Lion dan warga yang lain masuk ke dalam rumah Wijaya.
Aneh sekali, ada bau bangkai di rumah yang bersih dan megah itu.
Mereka saling menatap satu sama lain, sementara Lion langsung mencari dimana titik bangkai itu, semakin dekat ia ke gudang semakin tajam baunya di hidung.
"Ya Tuhan, ibu......!!!!".
Semua orang berlari mendekati Lion, bagaimana tidak 2 mayat manusia tergeletak di samping gudang, mayat itu adalah adik dan ibunya Lion.
" ibu....., siapa yang melakukan itu ibu!!" Lion histeris di samping ibunya, ia tak sanggup melihat Lita dan ibunya seteragis ini, harapan nya sudah sirna. Paman nya mengangkat Lion dari samping ibunya, karena paman nya takut ia akan semakin larut di kesedihan.
Sementara tuan Wijaya menelepon polisi untuk mengotopsi kedua mayat itu,
Lion yang masih berusia 10 tahun tak bisa berbuat apa-apa saat ini,
setelah di otopsi, polisi mengatakan jika keduanya meninggal karena diperkosa dan tusukan benda tajam ditubuh mereka.
Lion tak bisa menerima keadaaan ini, bahkan warga juga tidak menerima nya
bahkan semua warga curiga pada keluarga Wijaya, mereka mengira jika ibu dan adik Lion dibunuh oleh keluarga Wijaya dengan sangat sadis,
karena hal itulah, keluarga Wijaya memutuskan untuk pindah dari situ dan menjual rumahnya agar tak menjadi beban bagi mereka
karena sekeras apapun mereka menjelaskan, tidak akan ada yang percaya pada mereka.
Hingga akhirnya, Lion tumbuh menjadi pria dewasa yang kuat, hidup sendiri dan menjadi yatim-piatu membuat tahan banting dengan hinaan, cemoohan, dan bahkan kelaparan pun sudah puas ia rasakan.
__ADS_1
Setelah 15 berlalu, dia bukan lagi anak kecil yang tak bisa berbuat apa-apa seperti dulu, kini ia berambisi untuk membalas dendam pada keluarga Wijaya, karena selama ini setelah keluarga Wijaya meninggalkan kampung itu, Lion berusaha untuk mengetahui dimana mereka tinggal, siapa keluarga nya, dan apa yang mereka lakukan, dendam Lion membara ketika ia teringat pada Lita adik kecilnya yang manja harus meninggalkan kepahitan di hidupnya.
" Tunggu balas dendam ku Wijaya, satu-persatu keluarga mu akan merasakan penderitaan seperti yang kau lakukan padaku, sampai aku mati pun penderitaan ku tidak bisa kau bayar!!".