Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
menyudutkan Laras


__ADS_3

Dimas pun lega akhirnya dia sudah keluar dari penjara karena bantuan mantan istrinya, Murni bersedia memberi jaminan atas nama Dimas Wijaya, mereka pun pulang ke rumah Dimas saat Dimas sudah terbebas,


20 menit setelah tiba di rumah, Dimas benar-benar bisa menghirup udara dan duduk di sofa, sesekali ia menggerakkan tubuh nya yang terasa pegal akibat kurang tidur dan banyak pikiran, sedangkan Murni masih belum ingin bertanya karena dia tau bagaimana kondisi Dimas saat ini.


Setelah Dimas selesai mandi dia keluar dari kamarnya, ternyata Murni membuat kan nya secangkir teh hangat yang sudah di taruh di atas meja.


Dimas menatap Murni dengan perasaan sungkan, sudah 10 tahun bercerai tapi Murni masih sama seperti dulu, hanya saja karena kondisi ekonomi Dimas kesulitan mendapatkan uang, sehingga orang tua Murni membawa nya pulang demi kebahagiaan putri nya itu.


" Minum dulu mas selagi teh nya hangat",


Dimas tertunduk menatap lantai keramik yang biasa ia pijak itu, lantai tidak cantik atau pun menarik, tapi tatapan nya hanya fokus kesitu.


" Mas????" sekali lagi Murni memanggil nya, Dimas kaget melihat Murni dengan wajah kesal,


" Maafkan aku Murni, duduklah" Dimas pun duduk lalu meminum teh yang di berikan oleh Murni.


" Sebenarnya ada apa mas, kenapa orang tua Laras sampai memenjarakan mu??" banyak sekali pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh Murni padanya, bagaimana pun ia tidak tega jika Dimas masuk penjara karena Laras, selama ini dia juga gak merestui hubungan Damar dan Laras.


" Semua ini tejadi karena Damar meninggalkan Laras, Murni!!",


mendengar itu, Murni tak terima jika Dimas dengan terang-terangan membela gadis gila itu,


" Apa maksud mu mas?? kenapa kau membela gadis murahan itu??",


Mata Dimas terarah pada Murni saat ia menghina Laras dengan kata murahan.


" Laras tidak seperti itu Murni" Dimas masih bicara dengan lembut, dia tak mau Murni juga salah paham padanya.


" Jadi apa mas???" Murni semakin tak tahan dengan omongan Dimas yang lebih membela Laras dibandingkan dengan putranya sendiri,


" Apa kamu tau Damar melakukan hal yang tak pantas di rumah Lion?? lalu setelah tertangkap basah dia melarikan diri dan membiarkan Laras menanggung amarah orang tua nya sendirian!!".


" Tetap saja itu kesalahan Laras, mas! bagaimana pun Damar tidak bersalah!!" lagi-lagi Murni tetap membela anak nya itu.


" Sampai kapan kamu akan terus membela Damar?? bahkan kamu sendiri tau kesalahan yang dia lakukan!!.


" Aku tidak membela mas, aku mengatakan kebenaran!!".


" Kebenaran nya adalah putra kita lah yang bersalah!!" Dimas menghela nafasnya perlahan


" Kenapa kamu jadi bela gadis gila itu, mas??!!", Murni bicara dengan suara yang kuat dan tatapan tajam pada Dimas.


" Aku tidak membela nya, aku hanya melihat kenyataan yang sebenarnya!!".

__ADS_1


" Maksud kamu apa, mas??" Murni mulai curiga, Dimas pasti menutupi sesuatu sehingga Lion sampai memenjarakan nya.


" Jika saja Damar tidak melarikan diri waktu itu, mungkin orang tua Laras tidak akan semarah ini, orang tua mana yang sanggup melihat anaknya dilucuti lalu di tinggal pergi??".


Murni terdiam mendengar ucapan Dimas, tapi ia masih belum puas mendengar jawaban Dimas,


mengapa sampai di penjara, apa yang terjadi??.


Dimas masih tidak ingin menceritakan pada Murni jika selama 2 bulan ini Laras tinggal bersamanya, dia masih berusaha untuk menutupi nya, karena dia tau Damar sangat mencintai Laras.


" Mas, jawab pertanyaan ku!!" mata Murni tertuju lurus padanya, seakan Murni sudah mengetahui ini semua.


" Katakan, aku akan menjawab jika pertanyaan mu tidak menyudutkan aku!!",


" Selama Laras pergi dari rumah nya, dimana dia tinggal??" wajah murni berubah, ada kemarahan di mata nya untuk Laras.


" Murni, kenapa kau menanyakan itu??" Dimas masih terus menjaga nama Laras di depan Murni.


" Katakan saja mas, aku tidak ingin bertele-tele!!" wajah datarnya mengisyaratkan kemarahan.


" Dia tinggal bersama Marissa, tapi saat ini Marissa sedang di luar kota!!" Dimas mengorbankan Marissa demi menjaga Laras, apakah dia mencintai Laras tanpa sengaja??.


" Kau tidak berbohong mas??" Murni terus menatap nya sinis,


" Percayalah padaku, aku tidak berbohong!!".


Murni pun percaya pada omongan Dimas, dia pun tak lagi bertanya terus menerus mengenai Laras.


" Kamu udah makan, mas??" Murni bertanya dengan lembut sekarang, amarah di matanya sudah mulai sirna,


" Belum",


" Aku akan masak ayam panggang untuk mu, mas" Murni tersenyum lalu berjalan ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Dimas, tapi yang ada di pikiran Dimas adalah tentang liburan nya dengan Laras ketika mereka menyantap ikan bakar bersama.


" Ya Tuhan, kenapa aku memikirkan nya?? ini kesalahan, sama sekali tidak benar!!" gumamnya mengacak-acak rambutnya.


Murni yang melihatnya kaget lalu datang menghampiri Dimas yang terlihat frustasi.


" Kamu kenapa mas??" Murni memegang tangan Dimas, dia masih merasakan kehangatan tangan itu ketika dulu dengan bebas memeluknya.


" Maafkan aku Murni, bisa kau ambil kan air??"


Murni langsung pergi ke dapur untuk mengambil air yang di minta oleh Dimas.

__ADS_1


" Kenapa aku memikirkan nya?? ini tidak benar!! gumam Dimas, dia juga ingat dengan pernikahan mereka 2 bulan lalu yang membuat hatinya begitu rapuh memikirkan gadis itu dari siksaan orang tuanya.


" Mas, ini airnya!?" Murni memberikan segelas air untuk nya,


namun lamunan nya membuatnya tak sadar jika Murni sudah berdiri di depannya.


" Mas???" suara murni lagi-lagi membuat nya kaget,


" maafkan aku Murni, mungkin aku sedang tidak sehat!!" dia pun mengambil gelas itu lalu menghabis kan nya.


" Ya sudah, selagi aku masak kamu istirahat aja!!" Murni pun pergi ke dapur.


" Bagaimana keadaan mu Laras?? apa kau baik-baik saja?? Daddy khawatir jika Lion terus menyiksa mu!!" dia terus memikirkan nya


dia langsung duduk dan matanya terbuka lebar, dia ingat Lion bicara di telepon dengan kasar lalu buru-buru pergi, dia mendengar tentang rumah sakit.


Jantung nya pun berdebar kencang, keringat dingin mengucur dari keningnya


dia pun mencari alasan lalu pergi menemui Murni ke dapur.


" Aku akan membeli obat, kepala ku sakit, tunggu lah disini, aku segera kembali"


Murni hanya menatap nya lalu mengangguk, Dimas pun bergegas pergi meninggalkan Murni sendirian.


Dia memacu mobilnya dengan kencang, tak ada rasa khawatir di hatinya saat memikirkan Laras.


Tiba di rumah sakit elite, hanya orang kaya yang bisanya berobat kesini, tentunya Lion juga akan datang kesini.


lalu dia masuk menuju resepsionis


" Apakah tuan Lion ada disini??" Dimas sangat hati-hati bertanya,


" Tunggu sebentar pak, kami cek dulu!!"


Dimas mengangguk, 3 menit kemudian suster itu pun menutup buku tebal di depannya,


" Ada pak, putrinya Laras di rawat di sini sejak tadi pagi!",


tubuh Dimas seperti tak berdaya mendengar kan itu, keringat nya semakin mengucur deras di kening nya.


" Di kamar mana Laras di rawat sus??" nafas Dimas tersengal saat bicara,


" Ikuti saya pak, saya akan mengantar bapak menemui nona Laras!!" kata perawatan itu dengan ramah, Dimas pun mengikuti nya dari belakang ia tak sabar ingin bertemu dengan Laras.

__ADS_1


tetaplah kuat Laras, Daddy akan segera menemui, tak kan ku biarkan siapapun menyakiti mu termasuk Lion, bahkan jika Daddy harus melawan dunia akan Daddy lakukan untuk mu


tetaplah kuat untuk mu, sayang.


__ADS_2