Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
pelukan


__ADS_3

" Sampai kapan Tante Marissa ada disini??, aku rasa nya terkunci di kamar ini" Kata Laras mondar mandir


Marissa menunjukkan contoh foto prewedding pada Dimas, Marissa sangat mencintai dimas, tentu saja begitu


Dimas adalah pria yang sangat lemah lembut dan penyayang


" Nanti yah sayang, ini mungkin terlalu cepat" Kata Dimas pada Marissa


" Tapi sayang, kita saling mencintai, aku juga punya uang untuk membuat acara pernikahan yang kita impikan selama ini" Kata Marissa kecewa


" Tunggu lah dulu sebentar lagi, sampai bisnis ku mencapai target level, kita pasti akan menikah" Jawab Dimas


Dari atas Laras melihat mereka berdua, dia merasa lebih unggul dibandingkan Marissa


" Aku bahkan menikah dengan Daddy tanpa perencanaan, tapi Tante Marissa sudah menunggu lama, kasihan" Gumam Laras memonyongkan bibirnya


Pagi ini seperti biasa Laras akan berangkat ke sekolah, ternyata malam ini Marissa nginap di rumah Dimas


Setelah siap mandi, dan sudah rapi


Laras turun ke bawah, disana Dimas sudah menunggu


" Pagi dad" Sapa Laras dengan senyuman manis di wajah nya


" Pagi Laras" Jawab Dimas membalas senyuman itu


" Daddy, ayo sarapan, biasanya Daddy yang selalu duluan siap" Kata Laras sedikit mengangkat bibir nya


" Iya, kita tunggu Tante Marissa" Kata Dimas


setelah menunggu beberapa menit, Marissa tak juga keluar, Laras dan Dimas jadi khawatir karena nya


" Dad, coba lihat tante Marissa ke kamar nya, siapa tau masih tidur!!"


Dimas pun beranjak dan pergi ke kamar Marissa


tok..tok..tok...


Dimas mengetuk pintu kamar Marissa, tak ada jawaban sama sekali setelah beberapa kali di ketuk


" Marissa????" Dimas terus memanggil namanya


" Dobrak aja pintu nya dad" Kata Laras melihat Dimas


Dimas pun mendobrak pintu kamar itu, tapi Marissa tidak ada disana


" Tante Marissa???" Gumam Laras melihat sekeliling kamar


Tiba-tiba ponsel milik Dimas berdering, dia langsung mengambil nya dari saku celana nya dan ternyata???? Marissa lah yang menelepon Dimas


" Marissa, kamu dimana??" Tanya Dimas panik

__ADS_1


" Sayang maaf kan aku, tadi jam 4 manager nelpon katanya ada kontrak kerja di luar kota, maaf ga langsung ngabarin, takut nya tidur kamu terganggu!!" Kata Marissa


" lain kali apapun yang terjadi langsung beri tau aku" Kata Dimas


" Maaf sayang" Marissa pun menutup panggilan nya


Laras dan Dimas tak sempat lagi sarapan karena Marissa, akhirnya Laras hanya minum susu begitu juga dengan Dimas


" Dad, ayo pergi, Laras hampir terlambat" Kata buru-buru keluar rumah, Dimas mengunci rumah nya lalu pergi bersama istri nya ( Laras maksud nya, hi hi hi hi)


" Roy bagaimana pun juga kamu harus menemukan Laras" setelah kepergian laras, di rumahnya seperti di guncang badai tak ada ketenangan


" Iya ayah, aku tetap berusaha mencari Laras " Katanya


" uhuk... uhuk ... uhuukkk"


Suara tuan besar dari kamarnya terdengar hingga ruang keluarga


" Kakek!!!" Kata Roy berlari ke kamar nya, ayah nya juga mengikuti dari belakang


" Ayo ku antar ke rumah sakit kek, kenapa kakek tak pernah mendengar aku untuk membawa kakek biar di rawat dengan baik" Kata Roy pada kakek nya yang telah lama sakit paru-paru


" Kakek baik-baik saja, kakek hanya butuh istirahat" Kata kakek nya, setelah mengatakan itu kakek nya meneteskan air mata


" Ada apa kakek??" kenapa menangis??" Tanya Roy


" Kenapa kalian masih sangat membenci Laras, bukankah kemegahan ini semua karena dirinya?? tolong bawa Laras kembali!!" Kata kakeknya


Kakek nya hanya bisa diam saat anaknya sendiri memarahi nya


Tiba di sekolah, Laras langsung turun dari dalam mobil


" Belajar yang baik yah, nanti Daddy jemput kalo udah pulang, oh ya Laras kemari dulu" Kata Dimas memanggil nya dari dalam mobil, Laras pun masuk dan menatap wajah Dimas


" Ini ponsel baru, udah Daddy daftar kan kartunya dan nomor Daddy sama Tante Marissa sudah ada disitu" Dimas memberikan ponsel itu


" Ini ponsel mahal dad, makasih" Kata Laras memeluk dimas


Dimas terdiam, dan nafas nya seperti berhenti, tak di pungkiri ketika Laras memeluk nya Mr.p nya jadi membesar jika di perhatikan sangat jelas terlihat karena Dimas memakai celana ketat sesuai ukuran pinggang nya


setalah Laras masuk ke dalam lingkungan sekolah, Dimas pun pergi ke kantor nya


Sampai di kantor, Dimas terbayang ketika Laras memeluk dirinya


" Laras" Gumamnya


kini Dimas terus berusaha mencari keberadaan Damar, sehingga Laras tak perlu lagi menjadi istrinya Dimas, Dimas juga sadar usia nya berbeda jauh dari Laras


Di sekolah, Laras memainkan ponsel barunya


Nadia sangat kagum pada Daddy Nya Laras yang memberikan ponsel mahal padanya

__ADS_1


" Laras, aku mau nanya!! apa kamu nikah sama kakek-kakek???" Tanya Nadia, karena biasanya gadis-gadis muda akan menjadi simpanan para lelaki hidung belang


" Apa??? Daddy ku itu bukan kakek-kakek, dia masih muda, ganteng terus baik, berbeda dengan orang tua ku!!" Kata Laras memejamkan matanya


" Maafkan aku Laras, aku kan teman mu, wajar dong aku bertanya!! tapi kalo masalah keluarga mu, ku akui mereka sangat kejam terhadap mu!!" Kata Nadia


tretttt....tretttt.....


Bunyi suara bel dari kantor


" Pemberitahuan kepada semua siswa yang merasa tinggi badan nya di atas 140cm harap datang ke kantor" Kata kepala sekolah


" Kenapa ???" Semua orang di kelas itu pun saling bertanya


" Laras ayo ke kantor, tinggi badan kita 145cm" Kata Nadia


" Eh, sana aja sendiri aku malas" Jawab Laras bersandar di kursinya


Nadia dan yang lain pun pergi ke kantor, tiba-tiba kepala sekolah membunyikan bel sekali lagi


" Laras,... Laras .., harap datang ke kantor" kata kepala sekolah tersebut


" Apaan sih, mesti ikut kah??" Gumamnya sambil berjalan keluar


Nadia pun tertawa melihat Laras akhirnya datang juga


" Ini apaan???" Tanya Laras pada Nadia


" Ga tau sih belum ada pengumuman"


Ada tiga puluh orang berkumpul disana, hanya kelas sepuluh dan kelas sebelas yang kumpul disana


Sedangkan kelas dua belas harus fokus belajar untuk menghadapi ujian nanti


" Besok kalian semua harus pakai baju olahraga, kita akan mengadakan pemilihan untuk lomba antar sekolah" Kata kepala sekolah dan guru olah raga


" Baiklah Bu" Jawab mereka semua


Sepulang sekolah, Laras terlihat sangat lesu ketika di jemput oleh Dimas


" Laras kenapa??" apa ada masalah???" Tanya Dimas


" Iya dad, besok pakai baju olahraga ke sekolah, katanya ada pertandingan antar sekolah"


" Bagus dong, jadi sekalian olahraga" Kata Dimas menggoda Laras


Dimas selalu membawa Laras ke kantor nya ketika pulang sekolah, dia tau Laras akan sangat kesepian di rumah sendirian


" Laras mau makan apa siang ini??" Tanya Dimas


" Pizza hutt" Katanya sambil tertawa, Dimas pun membeli kan pizza hutt pada gadis muda itu

__ADS_1


__ADS_2