
" Besok Laras bertanding antar sekolah, dia masuk pertandingan volly putri" Kata Dimas pada Marissa
" Berarti besok kita ga jadi jalan-jalan??" Tanya Marissa menatap wajah Dimas
" Kita akan melihat Laras besok, jalan-jalan nya lain kali yah???!!" Dimas tersenyum membujuk Marissa
Ayahnya Laras sepertinya masih belum menerima jika putri tak kunjung pulang ke rumah nya
Dia tetap menyuruh Roy mencari dimana Laras
Roy jadi ga fokus mengurus pernikahan nya dengan Dita yang sudah lama dia pacari
" Ayah, aku masih fokus mengurus pernikahan ku dengan Dita, nanti setelah pernikahan selesai aku pasti akan mencari Laras" Roy menjelaskan kesibukan nya saat ini
" Bagaimana pun caranya Laras harus kembali ke rumah" kata ayahnya
Pagi ini bukan Dimas yang membangun Laras, tapi Marissa
k
Ketika Laras membuka pintu kamar nya, dia melihat Marissa telah berdiri di depan nya
" Tante...!!!!" Laras langsung memeluk Marissa dia senang Marissa datang, setidaknya nya mengurangi rasa sepinya di rumah itu
" Belum mandi???" Tanya Marissa
" Hehehehe" Laras hanya tertawa
" Sana cepat mandi, Daddy akan mengantarkan mu!!" Kata Marissa
Laras pun bergegas masuk ke kamarnya
15 kemudian dia turun dan sudah siap berangkat
" Sarapan dulu, nanti kamu ga kuat bertanding" Kata Marissa
Laras hanya tersenyum lalu duduk bersama mereka
Dimas dan Marissa menunda untuk jalan-jalan demi Laras, bagaimana pun Dimas akan tetap memberikan semangat pada gadis muda itu
" Dad, Laras deg-degan!!"
" Kamu harus rileks, anggap aja ini bukan pertandingan, tapi permainan yang mudah Laras lakukan" Jawab Dimas
kali ini Laras duduk di belakang, sementara Marissa duduk di samping Dimas
meskipun Laras dan Dimas sudah menikah, tapi ada jarak yang sangat jauh diantara mereka
Tiba di aula bunga mawar, Anggara dan yang lain sudah berkumpul
Laras pun berkumpul dengan mereka, tak lupa Dimas tetap menyemangati dirinya
" Kita semua harus semangat, menang atau kalah setidaknya kita sudah berusaha dengan baik" Kata Anggara
Pertandingan pun dimulai, laki-laki lebih dulu bertanding
Setelah itu baru lah giliran Laras dan teman-teman nya
Laras dan Nadia bermain sangat baik, mereka selalu menambah skor di tim mereka, dan akhirnya mereka menang
Dimas dan Marissa memberikan tepuk tangan yang meriah, Laras pun tersenyum pada mereka dan memberikan ciuman dan jauh
" Selamat laras!!??" Teriak Marissa dengan bahagia
Ternyata, selama Laras bertanding ada seseorang yang memperlihatkan dirinya
" Louise" Lelaki yang mengikuti pertandingan bulu tangkis
__ADS_1
Saat mereka berkumpul di dalam aula setelah pertandingan, Anggara melihat Louise mendekati Laras
Ternyata Laras pun merespon Louise dengan ramah, mereka pun saling bertukar nomor ponsel
Anggara geram pada Louise, "harusnya aku yang mendekati Laras" gumamnya memukul tembok dengan tangan kirinya
Setelah selesai pertandingan, Laras menemui Dimas dan Marissa
" Daddy, kami menang" Kata Laras tertawa bahagia
" Selamat laras" Jawab Dimas, Marissa memberi nya selamat dengan memeluk nya
" Kamu hebat Laras" Kata Marissa memberikan dua jempol nya
mereka pun tertawa
Sampai dirumah Laras langsung mandi dan berbaring dikamar nya
dia berpikir, kenapa lama-kelamaan dia mulai melupakan Damar
tiba-tiba ponselnya berdering, satu pesan masuk ternyata dari Louise
" Lagi ngapain Laras?? Ini aku Louise"
" Ha?? Louise??" Laras pun tersenyum membalas pesan Louise
hingga dia lupa turun kebawah
Ketika Laras ingin berangkat sekolah, dia sarapan dan terlihat buru-buru
" Kenapa buru-buru??" Tanya Dimas
" Ga papa dad" Jawab Laras tersenyum, ada kebahagiaan di wajah nya saat ini
" Oh ya dad, Laras pergi sama teman Laras yah!!" Katanya
" Iya, hati-hati!!" Jawab Dimas
Meski begitu, Dimas mengikuti Laras dan teman nya ketika berangkat sekolah
" Siapa dia?? apakah teman baru laras atau???" Gumam Dimas
" Sayang, mungkin Laras punya pacar kali yah??" Kata Marissa
Dimas langsung terdiam, apakah dia harus membiarkan Laras dekat dengan laki-laki lain atau ga!! Karana bagaimana pun saat ini dia adalah satu-satunya yang menjaga Laras dengan baik, hingga tiba akhirnya damar dan Laras menikah
" Sayang ga usah khawatir, nanti juga Laras akan cerita sama kita" Kata Marissa
Louise pun mengantar Marissa sampai di gerbang sekolah, lalu dia pergi
Louise adalah siswa kelas X
dari jauh dimas terus melihat Laras hingga masuk ke dalam sekolah
" Laras, damar udah balik yah??" Tanya Nadia
" Belum" Jawab Laras
" Tadi yang ngantar kamu siapa??"
" Oh, itu Louise teman baruku!!" Jawab nya
" Ohhh!!" Kata Nadia
Setelah pulang sekolah, Dimas membaca pesan dari Laras kalo dia akan pulang dengan Louise
Dimas sedikit khawatir, tapi dia juga tak mungkin mengekang Laras saat ini
__ADS_1
Louise pun mengantar kan Laras ke kantor Dimas
" Daddy..!!!" kaota Laras memanggil Dimas
" Om, saya permisi!!" Kata Louise lalu pergi
" Tante Marissa mana??" Tanya Laras
" Marissa ada di dalam" Jawab Dimas
Laras pun duduk di luar dan terus melihat ponselnya, Dimas merasa Laras lebih sibuk ke ponsel nya
Dimas pun menemui Marrisa di dalam
Laras melihat Dimas sudah tak ada di luar, akhirnya dia masuk ke ruangan pribadi Dimas tanpa mengetuk pintu
matanya langsung membesar ketika melihat Marissa memeluk Dimas
" Maaf" Kata Laras lalu pergi keluar
" Ihh, kenapa aku tak mengetuk pintu tadi" Gumam nya, dia malu sendiri melihat Dimas dipeluk Marissa
Saat pulang ke rumah, Laras tetap duduk di belakang, dan mendengar lagu dari headset nya
Sesudah dirumah, Laras langsung naik ke atas meninggal kan mereka berdua di bawah
ada banyak pertanyaan di benak Dimas saat ini
tapi dia tak berani bertanya pada Laras
Di dalam kamar, Laras terus sibuk dengan ponsel nya, Louise dan dirinya saling berkirim pesan
" Laras, malam Minggu boleh ga aku ke rumah mu??" tanya Louise
" Nanti aku tanya Daddy dulu!!" Jawab Laras
" Apa Daddy mu marah??"
" Ga tau, belum ada orang yang pernah datang kesini!!"
Mereka terus chatting hingga jam 7 malam, makan malam pun dia tak turun kebawah
" Marissa tolong panggil Laras" Kata Dimas
Marissa pun naik ke atas memanggil nya
" Laras, kamu ga makan??" Tanya Marrisa dari luar pintu
Laras kaget mendengar nya
" Ha?? udah jam 7!??" dia pun langsung lari ke bawah
" Maafin Laras dad, Laras ketiduran!!" Katanya
sebelum turun ternyata dia mengucek matanya dan menyemprotkan air ke kening nya seperti orang yang keringatan
mereka pun makan bersama-sama
" Kali ini aku selamat" Gumam Laras tersenyum pada Dimas
Setelah Laras mulai melupakan Damar, akhirnya dia kembali dari Singapura
dia menyesal telah meninggal kan Laras ketika mendapat kan masalah
" Laras mendapatkan masalah karena aku, aku harus minta maaf padanya, aku harus menemuinya" Gumam Damar
Dia ga tau kalo kekasihnya itu selama ini di jaga oleh ayahnya sendiri
__ADS_1