Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
firasat


__ADS_3

Anggara pun membuka pintu mobil itu, dengan senyuman manis nya dia memegang bahu Laras dari samping untuk membantu nya berjalan.


" kak seperti nya ini bukan jalan ke dalam??" kata Laras pelan.


" kita akan ke dalam" Anggara terus menuntun nya agar tidak jatuh.


saat memasuki lift, seseorang melihat Laras dari kejauhan.


" ga mungkin itu Laras, Laras tidak pernah di gandeng pria seperti itu" batinnya.


tapi pria itu semakin penasaran, bagaimana jika jika dia adalah Laras yang sedang butuh pertolongan??? atau memang bersenang-senang dengan teman-temannya, tapi pria itu bukan Louise!!.


dia mendekati lift itu untuk memastikan nya, tapi pintu lift segera tertutup saat ia hendak melangkah.


" sial, ga mungkin aku naik tangga ke atas!!" batinnya,


dia mencoba naik lift dari belakang yang mengarah ke mall agar cepat sampai ke atas, mungkin pria itu membawa Laras ke lantai 27 sedangkan dia ada di lantai 5.


Laras berjalan sedikit sempoyongan karena rasa pusing yang ia rasakan, tapi Anggara memegang nya supaya tidak terjatuh.


dengan tangan sebelah kiri Anggara membuka pintu kamar itu, setelah masuk dia menutup nya dengan kakinya pelan supaya Laras tidak curiga jika dirinya telah mengunci pintu itu dari dalam.


dia membantu Laras duduk di tepi ranjang, memperhatikan nya lalu tersenyum.


" malam ini indah bukan??" katanya pada gadis itu.


" hhmmm" Laras nya mengangguk sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing,


sekarang matanya berkunang-kunang saat melihat benda-benda di sekitar kamar itu.


" kak, kenapa semuanya goyang??? ayo keluar kak ini seperti nya gempa!!" Laras berdiri untuk mencoba pergi keluar tapi tubuhnya juga goyang dan hilang keseimbangan.


" kita akan membuat gempa yang dahsyat Laras, dahsyat tapi indah!!" bisik Anggara di telinganya.


" kak emang ada gempa yang indah???" tanya Laras menatap nya dengan mata sayu.


" ada, sebentar lagi kita akan merasakan nya!!" lagi-lagi Anggara berbisik di telinga Laras.


lambat laun, suara Anggara mulai menghilang dari pendengaran nya, tanpa ia sadari tubuhnya terjatuh tepat di pelukan pria itu, sekarang dia sudah tidak sadarkan diri.


" kita berdua saja yang akan merasakan itu laras, dan setelah itu siapapun tidak akan bisa memiliki mu selain aku!! bahkan Louise pun tidak akan bisa berbuat apa".


dia meletakkan Laras di atas ranjang dengan pelan, lalu ia minum satu kapsul obat yang entah apa gunanya, setelah itu dia pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


pria yang mencari-cari dimana Laras ternyata adalah Dimas, saat ia keluar dari toilet menuju meja dimana Marissa menunggu nya tiba-tiba matanya melihat seorang gadis mirip Laras.


" dimana Laras, aku sangat yakin gadis itu adalah Laras!!" gumamnya sambil mencari-cari mereka, tapi ternyata Dimas tidak menemukan nya, tidak mungkin ia mengetuk pintu kamar itu satu-satu, itu sama saja mempermalukan diri nya sendiri.


saat melangkah menuju lorong yang lain, kakinya tiba-tiba menginjak sesuatu bahkan sangat terasa di kakinya


dia pun melihatnya lalu mengambilnya.


" ya Tuhan ini anting Laras!!" dia sangat mengenali anting itu sebab dia lah yang membelikan itu ketika mereka kemping ke desa dulu " dimana kau Laras??? kenapa kau di gandeng pria asing???" batin Dimas.


sementara di tempat lain, keluarga Lion dan keluarga Xean menunggu kedatangan Anggara dan Laras.


" pah lama juga mereka jalan-jalan nya!!" ucap nyonya Xean, dia memperhatikan layar ponsel nya tapi tak ada pesan yang ia terima dari Anggara.


" biasalah mah anak muda, lagian mereka juga saling kenal, ga pa-pa lah jalan-jalan sebentar lagi mereka pasti pulang".


" ia nyonya Xean, sebentar lagi mereka akan pulang!!" sahut Lion.


Lion juga sebenarnya merasa khawatir dengan keadaan Laras, kemana Anggara akan membawa nya??? sementara Lion juga menghubungi nya tanpa sepengetahuan tuan dan nyonya Xean, tapi Laras juga tidak mengangkat ataupun memberi pesan padanya.


" jangan sampai Anggara melewati batas, aku tidak akan segan-segan memberinya pelajaran meskipun dia adalah anak sahabat lamaku" batin Lion yang tetap mencoba tersenyum pada sahabat nya itu.


Dimas menggenggam anting yang di tangan nya itu lalu mencari dimana selanjutnya Laras meninggalkan barang-barang nya sebagai pertanda dimana dia berada.


dia terus berjalan hingga akhirnya dia mentok di kamar nomor 501,


dia memikirkan cara agar bisa masuk ke dalam, bagaimana pun caranya dia harus menemukan Laras dan membawanya pulang, apa lagi status mereka berdua adalah suami istri meski hanya di atas kertas.


matanya langsung melotot saat melihat seorang pria berjalan membawa tong sampah, seperti nya pria itu adalah petugas kebersihan keliling di hotel itu.


dengan cepat Dimas mengejarnya dan langsung bicara padanya.


5 menit kemudian, petugas kebersihan mengetuk pintu kamar nomor 501 untuk membersihkan nya dan memberikan pengharum ruangan yang baru.


tok..tok...tok...


suara ketukan pintu kamar mengerutkan kening Anggara, siapa malam-malam begini mengetuk pintu kamar itu, dia merasa sangat terganggu.


Anggara langsung memakai bathrobe nya lalu membuka pintu.


" siapa??" tanya Anggara saat pintu sudah terbuka, meski hanya kepalanya saja yang keluar.


" petugas kebersihan untuk mengambil sampah dan mengganti pengharum ruangan!!" jawab petugas itu.

__ADS_1


" saya sedang istirahat, kenapa malam-malam begini ada petugas yang berkeliaran!!" Anggara merasa sangat kesal.


" maaf pak, ini demi kenyamanan anda!!",


" masuk!!" kata Anggara lalu membuka pintu lebar, ternyata sebelum membuka pintu Anggara sudah menutup tubuh Laras dengan selimut supaya siapa pun tidak mencurigai dirinya.


petugas itu mencari celah di setiap ruangan untuk menemukan Laras, Dimas berpura-pura menjadi pembersih keliling demi Laras.


saat ia sibuk mengganti pengharum ruangan, tiba-tiba ponselnya berdering kuat membuat nya langsung tersentak kaget.


" sial, jangan sampai aku ketahuan bisa-bisa rencana ku gagal" gumamnya.


" cepat bersihkan, aku tidak suka melihat mu disini!!" kata Anggara dengan suara yang agak kuat, Anggara yang duduk di tepi ranjang kini berdiri melotot pada dirinya.


" iya pak maafkan saya, istri saya menelepon, katanya anak kami demam!!".


" cepat keluar, urus saja keluarga mu!!" Anggara menyeret Dimas sampai topinya terjatuh


jantung Dimas sudah berpacu dengan kencang, bagaimana jika Anggara melihat dirinya??.


" kenapa harus jatuh topinya?? bisa kacau semua ini!!" gumamnya.


lalu dengan cepat dia mengambil topi itu dan langsung memakai nya.


" sepertinya aku pernah melihat mu!!" kata Anggara mencoba mengingat siapa pria yang di depan nya itu.


" maaf pak, mungkin anda salah lihat!!" Dimas berbohong agar selamat dari penyamaran.


" Ng" Laras ber Ng ria saat dia mulai kepanasan di bawah selimut.


langkah Dimas jadi terhenti mendengar suara itu, sementara Anggara terlihat panik sambil memegang keningnya.


" siapa itu pak??".


" bukan siapa-siapa" Anggara langsung mendorong tubuh Dimas keluar dari dalam kamar, keningnya sudah berkeringat di dalam ruangan ber AC.


" Daddy..., tolong!!!" suara Laras terdengar sangat pelan, dia seperti orang yang tidak punya tenaga.


" diam, tidurlah!!" Anggara langsung menyuruh nya tidur,


sementara Dimas masih yakin jika Laras ada di dalam kamar itu, dan firasat nya tentang Laras sangat kuat,


tapi dia melangkah menuju lift untuk turun kebawah

__ADS_1


" semoga aja itu bukan Laras" Gumamnya sambil menghela nafasnya.


__ADS_2