Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
pelindung Laras


__ADS_3

" Laras, kita sudah tiba di rumah" Dimas membangunkan nya pelan-pelan, mengelus rambut nya dan menatap wajahnya


" Laras...!" Laras tak juga bangun, dia malah memeluk tangan Dimas dan semakin nyenyak


Dimas pun tak tega membangunkannya lagi


akhirnya Dimas pun tertidur juga di dalam mobil


Sampai jam 7 malam, mereka masih ada di mobil, Laras membuka matanya pelan-pelan lalu mengusap nya, dia melihat ke samping nya ternyata Dimas juga tertidur


Laras memikirkan kejadian tadi sore saat pulang sekolah bersama Louise


" Louise!!!, apa dia terluka??" Laras cemas memikirkan nya


Saat dia hendak melepaskan tangannya dari Dimas, Dimas menarik nya tanpa sadar


" Hisss" Gumamnya, dia takut jika Dimas terbangun karena dirinya


Dimas telah banyak membantu selama kabur dari rumah, dan malah membuat Dimas masuk kedalam masalah nya


Dia menunggu sampai Dimas bangun, tenggorokan nya mulai terasa kering


" Aku butuh air!!!" Dia mengelus leher nya yang terasa sangat tandus


Tiba-tiba matanya melihat laci di samping setir mobil


" m


Mudah-mudahan ada air" Gumamnya lalu pelan-pelan membuka laci itu


" Ok h my God, akhir nya aku menemukan air" Dengan sigap dia meneguk air itu dari botol kaca yang mini


" Kok rasanya lain??" Dia mengerutkan kening nya


" Ah, setidaknya sudah mengurangi rasa haus ku" Kata nya mengangkat alisnya


Dimas belum bangun juga


kepala Laras mulai terasa pusing setelah minum air itu


" Bukannya segar malah pusing, minuman apa itu??" Gumam nya lalu meraih botol itu lalu membaca kertas yang tertempel di situ


matanya mulai samar-samar seperti orang yang rabun jauh


" Apa aku sudah tua?? dimana kaca mataku" Katanya mulai meribut di mobil hingga Dimas terbangun


" Laras??" ada apa dengan mu??" Tanya Dimas kaget melihat tingkah nya yang aneh


pikiran Dimas menjadi aneh memikirkan Laras


" Apa dia kesurupan karena tertidur di mobil?? ya Tuhan maafkan aku, aku tak tau cara menyadarkan orang saat kesurupan" Katanya memejamkan matanya sambil menyatu kan tangan nya


" Hei, apa kamu orang??" Tanya Laras dengan suara serak


" Maafkan aku, tak mengganggu mu


aku adalah orang" Kata Dimas berkeringat dingin di malam hari


" Hahaha, apa aku bisa memegang leher mu??" Laras mulai meraba leher Dimas

__ADS_1


" Ampuni aku Tuhan, aku tak bersalah!!" Kata Dimas memejamkan matanya saat Laras meraba lehernya, Dimas takut di cekik orang yang kesurupan


Dimas pun merasa kacau di dalam mobil, dia tak bisa berbuat apa-apa karena Marissa sedang tidak ada di rumah


Saat Laras telah memegang leher Dimas, tangan nya ga sengaja menggeser botol itu lalu terjatuh


" ahhh" Dimas teriak ketakutan


mata Laras kemudian melotot melihat wajah Dimas, ternyata Laras juga ketakutan saat Dimas berteriak


"Haaaaaahh!!!!"


Pelan-pelan Dimas mengambil botol itu lalu memperhatikan nya baik-baik


matanya pun seketika membesar, lalu dia memperhatikan Laras secara baik-baik


" Apa mungkin Laras minum ini?? atau dia benar-benar kesurupan??" Dimas masih kacau karena dua hal yang berbeda tapi sama ketika terjadi pada orang


" Jika Laras minum, itu artinya dia mabuk!! tapi botol ini dari mana?? apa....????, ahhh, setan mana yang bisa melempar kan botol ke dalam mobil???


Dia memberanikan diri untuk membuka kaca mobilnya, dia melihat sekeliling rumah


kebetulan ketika mereka pergi dari pagi lampu rumahnya sudah di matikan


disana nampak gelap


dia masih memperhatikan sekeliling rumah nya, kali ini menghidupkan senter ponselnya


tiba-tiba tangan menjalar di pundak nya


seketika dia dia kaget dan teriak


" Tolonggggg....!!!"


Rolong.....!!!" Laras pun ikut-ikutan minta tolong


Dimas pun semakin bingung di buat situasi saat ini


" Jika kau berjalan aku akan memakan kakimu, haaunggggh!!?" Kata Laras menjulurkan bibirnya


Dimas semakin bergidik ketakutan, entah kenapa dia jadi benar-benar merinding


" Ampuni aku Laras, aku selalu membantu mu


kali ini jangan sakiti aku!!" Katanya memohon dan menunduk kan kepalanya


Laras memainkan jari telunjuk nya di kepala Dimas, semakin malam sikap Laras semakin tak terkendali


Dimas lari ke pintu rumah nya lalu membukanya dengan cepat, tapi pintu itu rasanya sudah sekali untuk dibuka


Laras turun dari mobil lalu berjalan tertatih, melihat itu tangan Dimas serasa tak bertenaga untuk membuka pintu itu


sekali lagi di coba, akhirnya pintu pun berhasil dibuka


Dimas memapah Laras masuk ke dalam rumah meski dirinya begitu ketakutan


entah doa apa yang dia ucapkan di dalam hatinya, tapi Laras semakin ngawur


Dimas sangat kehausan karena kelakuan Laras yang seperti orang kesurupan

__ADS_1


dia pun mengambil minuman di meja sofa ketika dia Marissa duduk disana beberapa hari lalu


dia pun meneguk dengan cepat air itu


" Uhh, segar juga tenggorokan ku!!" Katanya lega


sementara masalah nya belum berakhir


Laras tak sanggup untuk naik ke atas, Laras malah naik turun di tangga itu


" Aku tak pernah melihat orang kesurupan, ternyata menakutkan" Gumam Dimas lalu perlahan naik ke tangga untuk membantu Laras ke kamar nya


" Jangan bergerak" Kata Laras menunjuk dirinya


Langkah Dimas terhenti di tangga kedua, kakinya mulai terasa gemetaran


dia hanya berdiri disana dan tak bergerak, Sampai Laras jatuh ke lantai lalu pingsan


baru lah dia berlari ke atas


menggendong Laras masuk ke kamarnya, dan menghidupkan AC lalu dia keluar


Dimas langsung masuk kamar, membuka bajunya lalu masuk kamar mandi


dia mengisi bath up dengan air dingin lalu berendam disana


ini satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa takut dihatinya


Ketika dia sudah mulai tenang, dia keluar lalu mengambil baju handuk miliknya yang dia gantung di pintu kamar mandi


setelah itu dia pakai baju lalu keluar untuk memarkir kan mobil nya ke garasi


Tak sengaja kakinya menginjak botol yang jatuh ketika dia senggol tadi


" Botol ini, astagaa??" Dia menyandarkan tubuhnya ketika dia tau Laras tidak kesurupan tatapi mabuk karena meminum alkohol milik Marissa


" Marissa selalu sembarangan menaruh minuman nya dimana-mana" Gumam Dimas lalu membuang botol itu ke tempat sampah


Dimas pun masuk ke dalam, tak lupa dia melihat Laras


memastikan nya apakah Laras masih di tempat tidur atau udah pindah ke lantai


dan ternyata Laras sangat nyenyak di tempat tidur nya


Dimas pun menutup pintu kamar itu lalu pergi ke kamar nya


Saat di kamar dia malu sendiri mengingat ketakutan yang dia rasakan tadi


" Hahaha, jangan sampai siapapun tau soal ini, mudah-mudahan besok pagi saat Laras bangun dia sudah lupa, kalo ga bisa kacau !!" Katanya tersenyum


Dia pun berbaring di tempat tidur nya untuk beristirahat, setelah melewati hari yang penuh emosi, dia benar-benar butuh istirahat


saat dia mulai memejamkan matanya


tiba-tiba ponsel nya berdering


dia pun melompat ke bawah karena kaget


" Astagaaa, suara ponsel aja seperti suara hantu yang menakutkan" Gumamnya

__ADS_1


Dia pun menghela nafasnya kuat-kuat lalu berbaring lagi


tak lupa dia mematikan ponsel nya, agar dia bisa tidur dengan tenang


__ADS_2